Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ibrahim

Ibrahim (Nabi Ibrahim) surah 14 ayat 48


یَوۡمَ تُبَدَّلُ الۡاَرۡضُ غَیۡرَ الۡاَرۡضِ وَ السَّمٰوٰتُ وَ بَرَزُوۡا لِلّٰہِ الۡوَاحِدِالۡقَہَّارِ
Yauma tubaddalul ardhu ghairal ardhi was-samaawaatu wabarazuu lillahil waahidil qahhaar(i);

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
―QS. 14:48
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
14:48, 14 48, 14-48, Ibrahim 48, Ibrahim 48, Ibrahim 48
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 48. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa waktu pembalasan dan penimpaan siksa itu ialah pada hari yang bumi ditukar dengan bumi lain pada saat Allah menghancurkan langit dan segala yang ada di dalamnya dan menukarnya dengan langit yang lain.
Pada waktu itu bumi, bulan dan segala bintang akan berbenturan sehingga pecah hancur seperti debu dan beterbangan seperti awan, kemudian terjadilah bumi dan langit yang lain.

Berkata Ibnu Abbas: "Bumi yang lain itu tidak lain adalah bumi yang telah berubah sifatnya dari bumi yang sekarang ini seperti telah berpindah gunungnya, dan tidak mengalir airnya, dan mati lautnya tidak berombak dan tidak pula tenang."
Dari ayat dan hadis di atas dipahamkan bahwa nanti pada hari kiamat seluruh semesta ini akan hancur lebur.
Masing-masing berbenturan dengan yang lain sehingga pecah bertaburan dan beterbangan di angkasa beberapa waktu lamanya, kemudian membentuk seperti bentuk bumi dan langit tetapi ia bukan bumi dan langit yang sekarang ini.

Menurut Ubay bin Kaab arti "diganti" dalam ayat ini ialah sesungguhnya bumi berubah menjadi "api".
Di mana manusia pada saat itu dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ dalam hadis ini:

Dan Aisyah ia berkata: "Saya adalah manusia yang pertama kali menanyakan hal ini kepada Rasulullah ﷺ tentang ayat ini." Aisyah berkata: "Saya menanyakan: "Di mana manusia ketika itu ya Rasulullah?"
Rasulullah menjawab: "Di atas sirat (jalan lurus)."
(H.R Muslim).

Ibrahim (14) ayat 48 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ibrahim (14) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ibrahim (14) ayat 48 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dari itu, Dia akan membalas mereka pada hari kiamat, saat bumi dan langit yang ada sekarang ini digantikan dengan bumi dan langit yang lain, dan semua makhluk keluar dari dalam kubur untuk pengadilan Allah yang tidak bersekutu dan tidak terkalahkan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Ingatlah (Pada hari ketika bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit) yaitu hari kiamat, kemudian manusia digiring untuk dikumpulkan di suatu tanah yang putih bersih sebagaimana yang telah disebutkan di dalam hadis kitab Sahih Bukhari dan Muslim.
Sehubungan dengan hal ini Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis bahwasanya Nabi ﷺ ditanya mengenai manusia pada saat itu.
Lalu Nabi ﷺ menjawab, "Berada di shirath." (dan mereka semuanya tampak bermunculan) artinya mereka keluar dari kuburan mereka masing-masing (untuk menghadap kepada Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pembalasan Allah terhadap musuh-musuh-Nya pada Hari Kiamat, yaitu hari ketika bumi diganti dengan bumi lainnya yang berwarna putih jernih seperti perak.
Demikian pula langit diganti dengan langit lainnya.
Semua makhluk akan keluar dari kuburnya dalam keadaan hidup dan berkumpul untuk bertemu Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa, yang Esa dengan keagungan-Nya, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan perbuatan-perbuatan-Nya, serta kekuasaan-Nya terhadap segala sesuatu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.

Yakni janji Allah ini akan dilaksanakan pada hari bumi diganti dengan bumi yang lain, yang bentuknya tidaklah seperti sekarang yang kita kenal, seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa'd yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Kelak manusia di hari kiamat akan dihimpunkan di bumi yang putih lagi tandus seperti perak yang putih bersih, tiada suatu tanda pun bagi seseorang padanya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abu Addi.
dari Daud, dari Asy-Sya'bi, dari Masruq, dari Aisyah yang mengatakan bahwa ia adalah orang yang mula-mula bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang makna firman-Nya berikut ini:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (begitu pula) langit.
a bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Di manakah manusia pada saat itu, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Di atas sirat."

Imam Muslim meriwayatkan hadis ini secara munfarid tanpa Imam Bukhari, begitu pula Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah melalui hadis Daud ibnu Abu Hindun dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.
Imam Ahmad meriwayatkannya pula dari Affan.
dari Wuhaib, dari Daud dan Asy-Sya'bi, dari Siti Aisyah tanpa menyebutkan Masruq (dalam sanadnya).

Qatadah telah meriwayatkan dari Hissan ibnu Bilal Al-Muzani, dari Siti Aisyah r.a., bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang makna firman-Nya:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.
Bunyi pertanyaannya ialah, "Wahai Rasulullah, di manakah manusia pada saat itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Sesungguhnya kamu menanyakan sesuatu kepadaku suatu per­tanyaan yang belum pernah diajukan oleh seorang pun dari kalangan umatku.
Pada saat itu manusia berada di atas jembatan neraka.

Imam Ahmad meriwayatkan melalui hadis Habib ibnu Abu Umrah, dari Mujahid, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Siti Aisyah telah menceritakan kepadanya bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang makna firman-Nya: Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nyapada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.
(Az Zumar:67) Siti Aisyah mengatakan, "Di manakah manusia pada hari itu, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ bersabda, "Mereka berada di pinggir neraka Jahannam."

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnul Ja'd, telah menceritakan kepada kami Al-Qasim, ia mendengar Al-Hasan mengatakan bahwa Siti Aisyah r.a.
pernah bertanya tentang makna firman-Nya:

(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain.
"Dimanakah manusia pada hari itu, wahai Rasulullah?
Rasulullah ﷺ menjawab, "Sesungguhnya ini adalah suatu pertanyaan yang belum pernah diajukan oleh seorang pun.
Hai Aisyah, mereka pada hari itu berada di atas sirat.

Imam Muslim ibnul Hajjaj mengatakan di dalam kitab Sahih-nya bahwa:

telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Ali Al-Hilwani, telah menceritakan kepadaku Abu Taubah Ar-Rabi' ibnu Nafi', telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah ibnu Salam, dari Zaid (saudaranya).
Ia pernah mendengar Abu Salam mengatakan, telah menceritakan kepadaku Abu Asma Ar-Rahbi, Sauban maula Rasulullah ﷺ pernah menceritakan kepadanya bahwa ketika ia sedang berdiri dihadapan Rasulullah ﷺ, datanglah seorang ulama Yahudi kepada Rasulullah ﷺ, lalu berkata, "Semoga kesejahteraan atas dirimu, hai Muhammad." Maka aku (Sauban) mendorongnya dengan dorongan yang cukup kuat sehingga hampir saja ia terjatuh karena doronganku.
Lalu ia berkata kepadaku, "Mengapa kamu mendorongku?"
Aku menjawab, "Mengapa tidak-kamu katakan, Wahai Rasulullah?"
Orang Yahudi itu berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan oleh orang tuanya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya namaku Muhammad, itulah nama yang diberikan kepadaku oleh orang tuaku." Orang Yahudi itu berkata, "Saya datang kepadamu untuk bertanya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Apakah ada manfaatnya bila saya katakan sesuatu kepadamu?"
Orang Yahudi itu menjawab, "Saya akan mendengarnya dengan baik." Maka Rasulullah ﷺ mengetuk-ngetukan tongkat kayu yang ada di tangannya dan bersabda, "Bertanyalah." Orang Yahudi mengatakan, "Di manakah manusia berada pada hari bumi diganti dengan bumi yang lain dan begitu pula langit?"
Rasulullah ﷺ bersabda: Mereka berada di dalam kegelapan sebelum jembatan (sirat).
Orang Yahudi itu bertanya.”Siapakah manusia yang mula-mula melewatinya?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Orang-orang yang fakir dari kalangan Muhajirin.
Orang Yahudi itu berkata, "Apakah hadiah makanan mereka di saat mereka memasuki surga?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Lebihan hati ikan Nun.
Orang Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu apakah makanan mereka sesudahnya?"
Rasulullah ﷺ menjawab: Disembelihkan buat mereka sapi jantan surga yang makanannya mengambil dari pinggiran-pinggiran surga (yakni digembalakan di pinggiran surga).
Orang Yahudi itu bertanya lagi, "Lalu apakah minuman mereka setelah makan makanan tersebut?"
Rasulullah ﷺ bersabda: Dari mata air yang ada di dalam surga yang disebut Salsabila.
Orang Yahudi itu berkata, "Engkau benar." Lalu ia berkata lagi, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan sesuatu yang tiada seorang penduduk bumi pun mengetahui jawabannya kecuali seorang nabi atau seseorang atau dua orang." Rasulullah ﷺ balik bertanya, "Apakah ada manfaatnya bila aku katakan kepadamu?"
Orang Yahudi itu berkata, "Saya akan mendengarnya dengan baik." Orang Yahudi itu mengajukan pertanyaan­nya, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan tentang anak." Rasulullah ﷺ bersabda: Mani laki-laki putih dan mani perempuan kuning, apabila ke duanya berkumpul, lalu mani lelaki mengalahkan air mani perempuan, maka dengan seizin Allah anaknya menjadi lelaki.
Dan apabila air mani perempuan mengalahkan air mani laki-laki, maka dengan seizin Allah anaknya menjadi perempuan.
Maka orang Yahudi itu berkata.”Engkau benar, dan sesungguhnya engkau adalah seorang nabi." Lalu lelaki Yahudi itu pergi.
Dan Rasulullah ﷺ bersabda.” Sesungguhnya orang ini telah menanyakan kepadaku pertanyaan yang tiada pengetahuan bagiku tentangnya barang sedikit pun, seandainya tidak ada utusan dari Allah yang memberitahukannya kepadaku (tentang jawabannya)."

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan mereka semuanya (di Padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah.

Yakni semua makhluk keluar dari kuburannya masing-masing menghadap kepada Allah.

Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa.

Allah yang mengalahkan segala sesuatu dan menundukkannya, serta tunduklah kepada-Nya semua kepala dan tunduk takutlah kepada-Nya semua akal.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah Ibrahim (14) ayat 48
Telah menceritakan kepada kami al-Hasan bin Ali al-Hulwani telah menceritakan kepada kami Abu Taubah, yaitu ar-Rabi' bin Nafi' telah menceritakan kepada kami Mua'wiyah, yaitu Ibnu Sallam dari Zaid, yaitu saudaranya bahwa dia mendengar Abu Sallam berkata,
telah menceritakan kepada kami Abu Asma' ar-Rahabi bahwa Tsauban, budak Rasulullah ﷺ bercerita kepadanya, dia berkata,
Aku pernah berdiri di dekat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba datanglah salah seorang rahib dari orang-orang Yahudi seraya berkata,
'Semoga keselamatan tercurah atasmu wahai Muhammad. Maka akupun mendorongnya dengan keras hingga dia hampir saja terjungkal karenanya.' Lantas dia bertanya,
'Kenapa kamu mendorongku? ' Aku menjawab,
'Tidak bisakah kamu memanggilnya dengan panggilanRasulullah? ' Rahib Yahudi itu menjawab,
'Cukuplah kami memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya kepadanya.' Lantas Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata,
'Namaku ialah Muhammad, nama yang diberikan keluargaku kepadaku.' Yahudi itu berkata,
'Aku datang untuk bertanya beberapa pertanyaan kepadamu.' Rasulullah shallallahu alaihi wasallam balik bertanya,
'Adakah sesuatu yang bermanfaat bagimu jika aku berbicara denganmu.' Dia menjawab,
'Aku akan mendengarkan dengan kedua telingaku ini'. Lalu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam membuat garis-garis ke tanah dengan tongkat yang ada di tangan beliau seraya berkata,
'Bertanyalah! ' Yahudi itu berucap, '(Hari ketika bumi diganti dengan bumi dan langit yang lain…) (QS. Ibrahim 48), kala itu manusia berada di mana? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab,
'Mereka berada dalam kegelapan di bawah shirath (jembatan).' Dia bertanya,
'Lalu siapakah orang yang paling pertama diizinkan untuk menyeberangi jembatan itu? ' Beliau menjawab,
'Orang-orang fakir dari kaum Muhajirin'. Yahudi itu bertanya lagi,
'Apa hidangan spesial bagi mereka ketika memasuki surga? ' Beliau menjawab,
'Organ yang paling bagus dari hati ikan hiu'. Dia bertanya lagi,
'Setelah itu hidangan apa lagi yang disuguhkan untuk mereka? ' Beliau menjawab,
'Mereka disembelihkan sapi surga yang dimakan dari sisi-sisinya'. Dia bertanya lagi,
'Apa minuman mereka?' Beliau menjawab,
'Minuman yang diambil dari mata air yang bernama Salsabila'. Dia berkata,
'Kamu benar'. Kemudian dia melanjutkan ucapannya, 'Aku juga datang untuk mengajukan beberapa pertanyaan yang jawabannya tidak diketahui seorang pun di muka bumi ini kecuali seorang Nabi atau seorang atau dua orang lelaki saja'. Beliau berkata,
'Apakah akan memberikan manfaat kepadamu jika aku menjawabnya? Dia menjawab,
'Aku akan mendengarkannya dengan kedua telingaku'. Dia berkata,
'Aku datang dengan sebuah pertanyaan mengenai anak'. Beliau menjawab,
'Air mani seorang lelaki berwarna putih dan air mani seorang wanita berwarna kuning, jika keduanya menyatu lalu air mani si lelaki lebih dominan atas air mani wanita maka janin itu akan berkelamin laki-laki dengan izin Allah. Namun jika air mani wanita lebih dominan atas air mani si lelaki maka janin itu akan berkelamin wanita dengan izin Allah.' Yahudi itu berkata,
'Kamu benar, dan kamu memang benar-benar seorang Nabi'. Lalu lelaki Yahudi itupun beranjak pergi. Setelah itu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, 'Sungguh aku pernah ditanya seseorang tentang pertanyaan yang dia juga menanyakannya kepadaku, dan aku sama sekali tidak tahu jawabannya sampai Allah memberitahukannya kepadaku'. Abdullah bin Abdurrahman ad-Darimi memberitahukan hadits ini kepadaku, Yahya bin Hassan mengkabarkan kepada kami, Mu'awiyah bin Sallam menceritakan seperti itu kepada kami dengan sanad yang sama, tapi bedanya, ia mengatakan: aku pernah duduk di dekat Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Dan perbedaan lafadz, Zaidatu kabidin nun (hati ikan hiu), adzkara dan anatsa (dengan bentuk mufrad/tunggal), dan bukan adzkara dan anatsa (dengan bentuk mutsanna).

Shahih Muslim, Kitab Haid - Nomor Hadits: 473

Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 48

QAHHAAR
قَهَّار

Qahhaar adalah mubalaghah ism fa'il (dalam bentuk superlatif). Artinya, yang mengalahkan yang tidak ada sesuatu yang mengalahkannya, banyak mengalahkan, salah satu nama dari nama- nama Allah yang berarti yang mengalahkan dan tidak ada sesuatu yang membatasi kekuasaannya.

Lafaz ini disebut enam kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Yusuf (12), 39;
-Ar Ra'd (13), 16;
-Ibrahim (14), 48;
-Shad (38), 65;
-Az Zumar (39) dan 4;
-Al Mu'min (40) 16.

Al Khazin berkata,
"Al Khattabi mengatakan al qahhaar bermakna yang mengalahkan orang yang perkasa lagi congkak dari makhluk Nya dengan siksaan dan berkuasa kepada keseluruhannya dengan mendatangkan kematian.

Ada yang berpendapat, al qahhaar adalah yang mengalahkan segala sesuatu dan menghinakannya sehingga menerima dan tunduk serta merendahkan diri kepadanya."

Al Baidawi berkata,
"Al qahhaar adalah al ghaalib (yang mengalahkan dan perkasa) yang tidak ada yang dapat menyerupainya dan yang lainnya tidak dapat mengalahkannya."

Ibn Katsir mentafsirkan al qahhaar dengan yang menghinakan segala sesuatu disebabkan keagungannya dan kebesaran serta kehebatan kekuasaannya.

Asy Syawkani berkata,
"Al qahhaar adalah yang tidak dapat dikalahkan oleh orang yang kuat dan tidak dapat menentangnya oleh orang yang melawan."

Dalam tafsir 'Ahr Al Atsir dijelaskan al qahhaar bermakna Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh siapa pun.

Kesimpulannya, al qahhaar adalah salah satu nama dari nama-nama Allah yang berarti Maha Perkasa yang tidak dapat dikalahkan oleh kekuasaan dan kekuatan mana pun.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:452-453

Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM",
karena surat ini mengan­dung do'a Nabi Ibrahim 'alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do'a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do'a Nabi Ibra­ him 'alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do'a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail 'alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur'an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu'jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni'mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.


Gambar Kutipan Surah Ibrahim Ayat 48 *beta

Surah Ibrahim Ayat 48



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ibrahim

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.7
Rating Pembaca: 4.7 (13 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku