Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 43 [QS. 14:43]

مُہۡطِعِیۡنَ مُقۡنِعِیۡ رُءُوۡسِہِمۡ لَا یَرۡتَدُّ اِلَیۡہِمۡ طَرۡفُہُمۡ ۚ وَ اَفۡـِٕدَتُہُمۡ ہَوَآءٌ
Muhthi’iina muqni’ii ruuusihim laa yartaddu ilaihim tharfuhum wa-af-idatuhum hawaa-un;

mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mangangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong.
―QS. 14:43
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan ▪ Azab orang kafir
14:43, 14 43, 14-43, Ibrahim 43, Ibrahim 43, Ibrahim 43

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan keadaan orang-orang yang zalim selama hidup di dunia yaitu keadaan mereka dibangkitkan dari kubur, kemudian menuju padang Mahsyar, mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan penyeru yang menyeru mereka dengan penuh kehinaan.
Keadaan mereka seperti orang yang akan menjalani hukuman gantung, mereka berjalan menuju ke muka dengan tidak berpaling ke kanan dan ke kiri, pelupuk mata mereka tidak bergerak dan mata mereka tidak berkedip sedikit pun.
Hati mereka waktu itu dalam keadaan kosong dan hampa, tidak memikirkan sesuatu pun kecuali rasa takut yang sangat menghadapi azab mengerikan yang segera akan menimpa mereka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka lalu cepat-cepat menghampiri penyeru dengan kepala mendongak ke langit, mata membelalak tak terkendali, dan hati kosong tanpa pikiran apa-apa, karena rasa takut yang sangat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka datang bergegas) dengan segera memenuhi panggilan.
Lafal ayat ini berkedudukan menjadi hal atau kata keterangan (dengan mengangkat) mendongakkan (kepalanya) ke langit (sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip) melotot (dan hati mereka kosong) tidak ada suatu pikiran pun yang terbetik di dalamnya saking kaget dan ngerinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pada hari ketika orang-orang yang zhalim bangkit dari kubur mereka dengan bergegas untuk memenuhi seruan, sambil mengangkat kepala mereka tidak melihat sesuatu pun karena mencekamnya tempat itu, dan hati mereka kosong tidak ada isinya sedikit pun; karena sedemikian ketakutan terhadap kedahsyatan yang dilihatnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah menceritakan perihal kebangkitan mereka dari kuburnya masing-masing serta ketergesa-gesaan mereka dalam menuju Padang Mahsyar.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

…mereka datang bergegas-gegas.

Yakni dengan terburu-buru, sama dengan pengertian yang terdapat dalam ayat lainnya, yaitu:

mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu.
(Al Qamar:8)

Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok.
(Thaahaa:108)

sampai dengan firman-Nya:

Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya).
(Thaahaa:111)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

(Yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat.
(Al Ma’aarij:43), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dengan mengangkat kepalanya.

Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah mereka mengangkat kepalanya.

…sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip.

Artinya, pandangan mata mereka terbeliak tanpa berkedip barang sesaat pun karena banyak huru-hara, kengerian, dan hal-hal yang sangat menakutkan yang menimpa diri mereka, semoga Allah melindungi kita dari kengerian pada hari kiamat.

Dalam firman selanjutnya disebutkan:

…dan hati mereka kosong.

Yakni hati mereka kosong —tidak ada apa-apanya— karena rasa takut yang sangat hebat.
Qatadah dan sejumlah ulama mengatakan bahwa rongga hati mereka kosong, karena hati itu bila telah menyesak sampai ke tenggorokan.
maka ia keluar dari tempatnya disebabkan rasa takut yang amat hebat.
Sebagian ulama mengatakan bahwa hatinya telah rusak, tidak sadar akan sesuatu pun karena kedahsyatan peristiwa yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.


Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 43

AF’IDAH
أَفْـِٔدَة

Lafaz ini berbentuk jamak dan mufradnya adalah al fuad yang berarti al qalb yaitu hati atau jantung.

Menurut Al Lihyani, lafaz ini adalah mudzakkar dan tidak ada mu’annats, al qalb berada di dalam diri manusia dan makhluk lainnya seperti hewan yang memiliki jantung atau hati. Al fuad berada di relung hati (lubuknya), dikatakan al fu’aad bermakna penutup hati dan ia menjadi sanubarinya.

Dalam sebuah hadis dijelaskan:
“Akan datang kepada kamu ahli Yaman dimana halus sanubari mereka dan lembut hati mereka”

Ia juga bermakna jantung dan lelaki maf’ud artinya lelaki penakut yang lemah jantungnya seperti orang kurus dan lemah.

Dalam Kamus Al Munjid, kata al fu’aad digunakan juga untuk menunjukkan akal.

Kata af’idah disebut sebanyak 11 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al An’aam (6), ayat 110, 113;
-Ibrahim (14), ayat 37, 43;
-An Nahl (16), ayat 78;
-Al Mu’minuun (23), ayat 78;
-As Sajadah (32), ayat 9;
-Al Ahqaaf (46), ayat 26;
-Al Mulk (67), ayat 23;
-Al Humazah (104), ayat 7.

Sa’id Hawwa menukilkan dari An Nasafi dalam menafsirkan ayat 7 dari surah Al Humazah, api yang dinyalakan itu masuk ke dalam diri mereka sehingga masuk ke dada-dada mereka dan naik menjulang ke fuad mereka. Fuaad itu adalah relung hati, tidak ada sesuatu yang paling lembut dalam badan manusia selain daripada fuad dan tidak ada yang paling dahsyat sakitnya selain daripada fu’ad ketika ditimpa penyakit. Maka, bagaimana apabila api neraka naik menjulang ke atasnya dan membakarnya.

Dikatakan, dikhususkan af’idah di sini karena ia adalah tempat tertanam kekufuran dan akidah yang rusak. Az Zamakhsyari menafsirkan ayat 110 dari surah Al­ An’aam, Sedangkan pada ayat 113 dari surah yang sama, beliau menafsirkan af’idah dengan hati orang kafir.

Al Qurtubi menafsirkan kata af’idah pada ayat 37 dari surah Ibrahim dengan hati karena diungkapkan tentang hati sebelumnya dengan menggunakan kata fu’aad dan dikaitkan pula af’idah disini dengan kata kerja tahwi yang bermakna cenderung dan mau. Sedangkan dalam ayat 43, beliau menukilkan pandangan Ibn Abbas yang mengatakan makna af’idatuhum hawaa’ adalah hati sanubari mereka itu kosong dari kebaikan.

Kesimpulannya, kata af’idah dalam bentuk jamak pada ayat-ayat ini lebih banyak dikaitkan dengan penglihatan dan pendengaran dan disudahi setiap ayat dengan menerangkan manusia kebanyakannya kufur dan ingkar. Semua pendapat ulama saling berkaitan. Af’idah bermakna lubuk hati atau sanubari. Ia adalah tempat tertanamnya keimanan dan kekufuran.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:22-23

Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Ibrahim (14) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Ibrahim (14) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Ibrahim (14) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 52 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah14
Nama SurahIbrahim
Arabإبراهيم
ArtiNabi Ibrahim
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu72
JuzJuz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat52
Jumlah kata833
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Ar-Ra’d
Surah selanjutnyaSurah Al-Hijr
4.8
Ratingmu: 4.2 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/14-43









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta