QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 4 [QS. 14:4]

وَ مَاۤ اَرۡسَلۡنَا مِنۡ رَّسُوۡلٍ اِلَّا بِلِسَانِ قَوۡمِہٖ لِیُبَیِّنَ لَہُمۡ ؕ فَیُضِلُّ اللّٰہُ مَنۡ یَّشَآءُ وَ یَہۡدِیۡ مَنۡ یَّشَآءُ ؕ وَ ہُوَ الۡعَزِیۡزُ الۡحَکِیۡمُ
Wamaa arsalnaa min rasuulin ilaa bilisaani qaumihi liyubai-yina lahum fayudhillullahu man yasyaa-u wayahdii man yasyaa-u wahuwal ‘aziizul hakiim(u);

Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka.
Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.
Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
―QS. 14:4
Topik ▪ Iman ▪ Hidayah (petunjuk) dari Allah ▪ Kematian pasti terjadi pada setiap makhluk hidup
14:4, 14 4, 14-4, Ibrahim 4, Ibrahim 4, Ibrahim 4

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 4

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 4. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat yang terdahulu telah disebutkan, bahwa diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad ﷺ.
adalah merupakan suatu rahmat bagi manusia.
Kemudian dalam ayat ini Allah menjelaskan pula rahmat-Nya yang lain, yaitu bahwa setiap Rasul yang diutus-Nya kepada manusia menggunakan bahasa yang dipakai oleh kaumnya, sehingga mudah terlaksana hubungan komunikasi antara para Rasul tersebut dengan umat mereka untuk memberikan penjelasan dan bimbingan kepada umat-umat tersebut.

Akan tetapi walaupun Kitab Suci telah diturunkan dalam bahasa mereka masing-maslng, dan para Rasul telah berbicara dengan mereka dalam bahasa itu pula namun masih saja ada di antara mereka enggan mendengar, memahami dan mengikutinya.
Oleh sebab itu Allah membiarkan mereka ini sesat, dan Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Dan Allah Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tidak seorang rasul pun yang Kami utus sebelummu, wahai Muhammad, kecuali berbicara dengan bahasa yang digunakan oleh kaumnya, agar mereka dapat memahami dan mengetahui dengan mudah hal-hal yang ia sampaikan.
Ia tidak berkewajiban membuat mereka benar-benar mau menerima hidayah, karena Allah menyesatkan siapa saja yang dikehendaki–karena tidak mempunyai kesiapan untuk mencari kebenaran–dan memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki–karena baiknya kesiapan untuk mencari kebenaran.
Dia Mahakuat yang tidak seorang pun dapat mempengaruhi kehendak-Nya.
Dia meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan tidak memberi hidayah atau menyesatkan seseorang kecuali atas dasar hikmah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa) memakai bahasa (kaumnya, supaya ia dapat memberi pelajaran dengan terang kepada mereka) supaya mereka dapat memahami apa yang disampaikannya.

(Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Dan Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa) di dalam kerajaan-Nya (lagi Maha Bijaksana.) di dalam tindakan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelummu, wahai Rasul, melainkan dengan bahasa kaumnya; agar ia dapat menjelaskan syariat Allah kepada mereka.
Lalu Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dari petunjuk, dan menunjukkan siapa yang dikehendaki-Nya kepada kebenaran.
Dia Maha Perkasa dalam kekuasaan-Nya, lagi Maha Bijaksana yang meletakkan segala urusan pada tempatnya yang selaras dengan kebijaksanaan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini merupakan salah satu dari kelembutan Allah kepada makhluk-Nya, yaitu Dia mengutus kepada mereka rasul-rasul dari kalangan mereka sendiri yang berbahasa sama dengan mereka, agar mereka dapat memahami para rasul dan memahami risalah yang dibawa oleh para rasul itu.

Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Umar ibnu Zar yang mengatakan bahwa Mujahid pernah meriwayatkan dari Abu Zar bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tiadalah Allah subhanahu wa ta’ala.
mengutus seorang nabi melainkan dengan bahasa kaumnya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Yakni sesudah adanya penjelasan dan tegaknya hujah (bukti) terhadap mereka.
Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dari jalan petunjuk, dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang benar.

Dan Dialah Tuhan Yang Mahaperkasa.

Segala sesuatu yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan segala sesuatu yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi.

…lagi Mahabijaksana.

Allah Mahabijaksana dalam semua perbuatan-Nya.
Maka Dia menyesatkan orang yang berhak disesatkan, dan memberi petunjuk kepada orang yang pantas mendapat petunjuk.

Demikianlah Sunnatullah pada makhluk-Nya, yakni tidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi buat suatu umat melainkan nabi itu berbicara dengan bahasa mereka.
Maka setiap nabi khusus menyampaikan risalahnya hanya kepada umatnya saja, bukan umat yang lainnya.
Tetapi Nabi Muhammad ibnu Abdullah mempunyai keistimewaan dengan keumuman risalahnya yang mencakup semua manusia.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Jabir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang pun dari kalangan para nabi sebelumku, yaitu aku diberi pertolongan melalui rasa gentar yang mencekam (musuh) sejauh perjalanan satu bulan, bumi ini dijadikan bagiku masjid lagi menyucikan, ganimah (rampasan perang) dihalalkan bagiku, padahal ganimah belum pernah dihalalkan bagi seorang pun sebelumku, aku dianugerahi syafaat, dan dahulu nabi diutus hanya khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia

Hadis ini mempunyai banyak syawahid yang menguatkannya.
Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

Katakanlah.”Hai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua.” (Q.S. Al-A’raf [7]: 158)


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 4 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 4 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 4 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ibrahim (14) ayat 4-7 - Khalishah Isyana (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ibrahim (14) ayat 4-7 - Khalishah Isyana (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:4
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.5
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/14-4







Pembahasan ▪ surah 14:4 ▪ qs 14 4 ▪ Qs 14:4 ▪ hadist tentang membenci orang lain ▪ qs 14 : 4 ▪ surah 14 4 terjemahan

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta