QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 39 [QS. 14:39]

اَلۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡ وَہَبَ لِیۡ عَلَی الۡکِبَرِ اِسۡمٰعِیۡلَ وَ اِسۡحٰقَ ؕ اِنَّ رَبِّیۡ لَسَمِیۡعُ الدُّعَآءِ
Al-hamdu lillahil-ladzii wahaba lii ‘alal kibari ismaa’iila wa-ishaaqa inna rabbii lasamii’uddu’aa-(i);

Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq.
Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
―QS. 14:39
Topik ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
14:39, 14 39, 14-39, Ibrahim 39, Ibrahim 39, Ibrahim 39

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Ibrahim a.s.
memanjatkan puja kepada Allah Tuhan semesta alam yang telah menganugerahkan kepadanya dua orang putra yang terbaik, di saat-saat ia dan istrinya telah tua bangka, tidak mungkin mempunyai putra lagi, bahkan istrinya Sarah telah putus asa dan merasa dirinya tidak mungkin lagi mempunyai anak.
Waktu itulah ia dianugerahi putra yang bernama Ishak dan sebelumnya ia telah dianugerahi putra dari istrinya Hajar.

Sekali pun Sarah telah sangat tua dan tidak mungkin lagi melahirkan anak, tetapi keinginan mempunyai putra itu selalu menjadi idamannya, lebih-lebih setelah mendengar Ismail telah bertambah dewasa, selalu ditengok oleh suaminya Ibrahim ke tempat ia dibesarkan di Mekah yang sangat jauh jaraknya dari Palestina.
Timbul rasa iri hatinya kepada Hajar, bekas pembantunya.
Apalagi setelah dinikahi oleh suaminya Ibrahim atas seizinnya pula.
Ditambah pemikiran Sarah kenapa pembantunya dikaruniai Allah subhanahu wa ta’ala seorang putra, kenapa dia sendiri belum juga lagi dianugerahi.
Maka rasa iri itu semakin lama semakin besar.
Dalam keadaan demikianlah malaikat datang kepada dua orang suami istri yang telah tua bangka itu, menyampaikan perintah Allah untuk memberitahukan berita gembira bahwa mereka akan dianugerahi Allah seorang putra yang bernama Ishak, seorang anak laki-laki yang akan diangkat-Nya menjadi Nabi dan Rasul di kemudian hari.

Berita itu diterima oleh Ibrahim terutama Sarah dengan rasa heran tidak percaya tetapi penuh harapan.
Ia hampir tidak percaya kepada kenyataan ini tetapi penuh harapan.
Ia hampir tidak percaya pada berita itu, karena umurnya telah terlalu tua untuk mengandung dan melahirkan anak, dan menurut lazimnya wanita yang seumur dia itu mustahil melahirkan anak.
Sekali pun demikian ia juga mempunyai harapan karena berita itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa yang disampaikan oleh malaikat pesuruh-Nya.
Ia yakin dan percaya bahwa Tuhan kuasa menciptakan yang dikehendaki-Nya, semua mudah bagi Tuhan.

Penyampaian berita oleh malaikat kepada Ibrahim dan Sarah bahwa mereka akan mempunyai putra dilukiskan dalam firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan istrinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum.
Maka kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir putranya) Yakub.
Istrinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?
Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.” Para malaikat berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah?
(Itu adalah) rahmat Allah dan keperkasaan-Nya, dicurahkan atas kamu hai ahlulbait.
Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”

(Q.S Hud: 71-73)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.
Berkata Ibrahim: “Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”
Mereka menjawab: “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.” Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.”

(Q.S Al Hijr: 53-56)

Dan Ibrahim memanjatkan puji dan syukur kepada Allah Yang Maha Pemurah atas anugerah-Nya yang lain, yaitu mengabulkan doa-doanya seperti menjadikan tanah Mekah dan sekitarnya sebagai tanah haram, menjadikan dia dan sebagian keturunannya orang yang saleh bahkan mengangkat dua orang putranya Ismail dan Ishak menjadi Nabi dan Rasul.

Apa yang dirasakan Ibrahim a.s.
waktu memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan ini dapat dimaklumi, betapa bahagianya ia dan keluarganya setelah berusaha dengan keras, mengalami cobaan-cobaan yang sangat berat, mendapat halangan dan rintangan dari bapak dan kaumnya dan sebagainya kemudian pada saat umurnya dan istrinya semakin tua, ia melihat semua hasil usahanya itu hampir semua yang pernah dimohonkannya kepada Tuhan dahulu dikabulkannya bahkan cita-citanya memperoleh keturunan yang semula dirasakannya tidak akan mungkin terwujud lagi kemudian atas kehendak Tuhan Yang Maha Pemurah akhirnya terkabul juga, maka lahirlah putra yang kedua yaitu Ishak.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Segala puji bagi Allah yang, dengan umurku yang tua renta dan tidak ada harapan mempunyai anak lagi ini, telah mengaruniakanku Ismail dan Ishaq.
Tuhanku benar-benar Maha Mendengarkan dan mengabulkan doaku.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepada diriku) memberiku (sekalipun) walaupun (sudah tua, Ismail) Nabi Ismail dilahirkan sewaktu Nabi Ibrahim berumur sembilan puluh sembilan tahun (dan Ishak.) dilahirkan sewaktu Nabi Ibrahim berumur seratus dua belas tahun (Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Mendengar doa).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ibrahim memuji Allah dengan mengucapkan :
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di masa tuaku dua anakku, Ismail dan Ishaq, setelah aku berdoa agar memberikan kepadaku sebagian anak-anak yang shalih.
Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Mendengar doa orang yang berdoa kepada-Nya.
Aku telah berdoa kepada-Nya, dan Dia tidak menggagalkan harapanku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Nabi Ibrahim dalam doanya mengucapkan pujian kepada Tuhannya atas anak yang dianugerahkan kepadanya di saat ia telah berusia lanjut, seperti yang disitir oleh firman berikut:

Segala puji bagi Allah, yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq.
Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.

Yakni Dia memperkenankan (mengabulkan) doa orang yang memohon kepada-Nya,.dan sesunggguhnya Dia telah mengabulkan permintaanku, yaitu mempunyai anak.


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah14
Nama SurahIbrahim
Arabإبراهيم
ArtiNabi Ibrahim
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu72
JuzJuz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat52
Jumlah kata833
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Ar-Ra’d
Surah selanjutnyaSurah Al-Hijr
4.4
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/14-39







Pembahasan ▪ arti surat ibrahim ayat 14:39 ▪ ibrahim 39

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta