QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 32 [QS. 14:32]

اَللّٰہُ الَّذِیۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ وَ اَنۡزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَاَخۡرَجَ بِہٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزۡقًا لَّکُمۡ ۚ وَ سَخَّرَ لَکُمُ الۡفُلۡکَ لِتَجۡرِیَ فِی الۡبَحۡرِ بِاَمۡرِہٖ ۚ وَ سَخَّرَ لَکُمُ الۡاَنۡہٰرَ
Allahul-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha wa-anzala minassamaa-i maa-an fa-akhraja bihi minats-tsamaraati rizqan lakum wasakh-khara lakumul fulka litajriya fiil bahri biamrihi wasakh-khara lakumul anhaar(a);

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untukmu, dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu, berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.
―QS. 14:32
Topik ▪ Keluasan ilmu Allah
14:32, 14 32, 14-32, Ibrahim 32, Ibrahim 32, Ibrahim 32

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 32

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 32. Oleh Kementrian Agama RI

Amatlah banyak nikmat yang telah dilimpahkan Allah subhanahu wa ta’ala kepada hamba-Nya.
Di antara nikmat yang banyak itu ialah:
Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha Agung yang ilmu-Nya meliputi segala sesuatu yang ada menerangkan bahwa yang telah menciptakan langit dan bumi yang kejadiannya jauh lebih besar dan lebih sulit dari kejadian manusia, yang selalu disaksikan dan diperhatikan manusia pada keduanya terdapat pelajaran dan manfaat.
Langit berupa ruang angkasa yang tidak terhingga luas dan besarnya, di dalamnya terdapat benda-benda angkasa berupa planet-planet yang tidak terhitung jumlahnya, masing-masing berjalan menurut garis edar yang telah ditentukan, mengikuti hukum-hukum yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala Tidak ada satu pun dari planet-planet itu yang tidak mengikuti hukum itu karena tidak mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan itu berarti kehancuran bagi seluruh planet-planet itu.
Jika direnungkan, diperhatikan dan dipelajari tata ruang angkasa yang rapi dan teratur itu akan terasalah ketidak adanya arti manusia dan semakin terasa pula keagungan dan kebesaran Penciptanya.

Demikian pula Allah subhanahu wa ta’ala yang menciptakan bumi yang merupakan salah satu dari planet-planet ruang angkasa tempat manusia hidup dan berdiam, tempat mempersiapkan diri sebelum mengalami hidup yang sebenarnya di akhirat nanti.
Permukaan bumi ditumbuhi tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam dengan buahnya yang beraneka ragam pula yang berguna dan bermanfaat bagi manusia.
Di dalam perut bumi terdapat barang tambang yang beraneka ragam.
Semuanya itu diciptakan Allah subhanahu wa ta’ala untuk manusia.

Dialah yang menurunkan hujan yang berasal dari uap air dan menjadi awan.
Awan itu dihalaunya dengan angin ke tempat tertentu hingga menjadi mendung yang hitam pekat kemudian berubah dan jatuh sebagai hujan menyirami permukaan bumi.
Dengan siraman hujan itu tumbuh dan suburlah tumbuh-tumbuhan kemudian menjadi besar, berbunga dan berbuah sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan kamu lihat bumi ini kering kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
(Q.S Al Hajj: 5)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan dan menurunkan dari langit air hujan.
Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

(Q.S Taha: 53)

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan yang demikian itu agar manusia mengetahui betapa besar kekuasaan-Nya dalam mengatur hidup dan kehidupan di permukaan bumi ini dan betapa besar nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada manusia.
Bagi manusia yang suka memperhatikan kejadian hujan, tumbuhnya tumbuh-tumbuhan serta proses kehidupan di permukaan bumi ini akan mengetahui betapa tingginya nilai hukum Allah dan betapa luas ilmu-Nya yang berlaku secara tetap, tiada henti-hentinya sampai kepada waktu yang ditentukan-Nya.
Dan Allah memerintahkan manusia memperhatikan air yang diminumnya itu agar mereka bersyukur sebagaimana firman-Nya:

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya?
Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?

(Q.S Al Waqi’ah: 68-70)

Allah subhanahu wa ta’ala menaklukkan bahtera bagi manusia ialah memberikan kemampuan kepada manusia membuat bahtera itu, menjadikan bahtera itu dapat mengapung di permukaan air dan dapat berlayar ke tempat yang dikehendakinya membawanya ke segenap penjuru dunia.
Dan Allah subhanahu wa ta’ala menaklukkan lautan bagi manusia sehingga laut itu dapat dilayari kapal-kapal yang mengangkut segala keperluan mereka sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan, dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.
(Q.S Yasin: 41-42)

Dengan bahtera itu pula manusia bersenang-senang berlayar dengan hembusan angin yang sepoi basah.
Dengan kapal itu pula mereka mencari nafkah, menangkap ikan yang tidak terhingga banyaknya, mencari hasil-hasil lautan, mencari barang tambang yang tidak ternilai harganya.
Semuanya itu merupakan nikmat Allah kepada manusia.

Allah menundukkan sungai-sungai bagi manusia, seperti memberi kemampuan untuk membendungnya dan mengalirkannya untuk kepentingan pertanian, merubah arus air yang deras itu menjadi sumber tenaga yang bermanfaat, seperti kincir air, arus listrik.
Sungai dapat juga berfungsi jalan raya yang dilalui kapal-kapal dan merupakan urat nadi perdagangan.
Untuk memperpendek lalu-lintas sungai maka manusia membuat terusan-terusan yang menghubungkan antara sungai yang satu dengan sungai yang lain, antara lautan yang satu dengan lautan yang lain.
Air sungai yang kotor dapat dibersihkan sehingga dapat menjadi air minum yang sangat diperlukan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya Allah yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya masing-masing, dan menurunkan air yang deras dari awan, untuk mengeluarkan rezeki kalian berupa buah-buahan dari tanaman di kebun dan pepohonan.
Hanya Dia juga yang, dengan kehendak-Nya, menundukkan perahu untuk kalian, hingga melaju di lautan, mengangkut harta dan barang dagangan kalian.
Hanya Dia yang menundukkan sungai- sungai berair tawar, agar kalian memanfaatkannya untuk minum dan mengairi tanaman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allahlah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan menjadi rezeki untuk kalian dan Dia telah menundukkan bahtera bagi kalian) yang dimaksud adalah perahu (supaya bahtera itu berlayar di lautan) sehingga kalian dapat menaikinya dan memuat barang-barang di atasnya (dengan kehendak-Nya) dengan seizin-Nya (dan Dia telah menundukkan pula bagi kalian sungai-sungai.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi, menjadikan keduanya dari ketiadaan, dan menurunkan air hujan dari awan.
Lalu dengannya Dia menghidupkan bumi setelah matinya, dan mengeluarkan darinya rizki-rizki untuk kalian.
Dia telah menundukkan bahtera bagi kalian, agar bahtera itu berlayar di lautan dengan perintah-Nya untuk kemanfaatan kalian.
Dan Dia menundukkan sungai-sungai untuk kalian sebagai minuman kalian, minuman binatang kalian, menyirami tanaman kalian, dan semua kemanfaatan kalian.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang telah Dia berikan kepada makhluk-Nya, bahwa Dia telah menciptakan bagi mereka langit yang berlapis-lapis sebagai atap yang dipelihara-Nya, dan bumi yang menjadi hamparannya.

dan menurunkan dari langit air hujan.
Maka Kami tumbuhkan dengan air itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.
(Thaahaa:53)

Yakni buah-buahan yang bermacam-macam dan hasil tanaman yang ber­aneka ragam warna, bentuk, rasa, bau, dan manfaatnya.
Allah menundukkan bahtera sehingga bahtera dapat mengapung di atas air laut dan berlayar menempuhnya dengan seizin Allah.
Allah menundukkan laut untuk membawa bahtera agar orangrorang yang musafir menempuh jalan laut dapat bepergian dari suatu daerah ke daerah yang lain guna mengangkut kebutuhan mereka dari suatu daerah ke daerah yang lain (impor dan ekspor).
Allah juga menundukkan sungai-sungai yang membelah bumi, lalu mengalir dari suatu daerah ke daerah yang lain, sebagai rezeki buat hamba-hamba-Nya berupa air minum, pengairan, dan kegunaan-kegunaan lainnya yang bermanfaat bagi mereka.


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 32 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 32 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 32 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:32
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah14
Nama SurahIbrahim
Arabإبراهيم
ArtiNabi Ibrahim
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu72
JuzJuz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat52
Jumlah kata833
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Ar-Ra’d
Surah selanjutnyaSurah Al-Hijr
4.9
Ratingmu: 4.7 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ ayat surat 14 ayat32 ▪ ibrahim 32 ▪ Qs ibrahim 32 ▪ Qs ibrahim 32 34 ▪ tafsir surah ibrahim

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta