QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 3 [QS. 14:3]

الَّذِیۡنَ یَسۡتَحِبُّوۡنَ الۡحَیٰوۃَ الدُّنۡیَا عَلَی الۡاٰخِرَۃِ وَ یَصُدُّوۡنَ عَنۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ وَ یَبۡغُوۡنَہَا عِوَجًا ؕ اُولٰٓئِکَ فِیۡ ضَلٰلٍۭ بَعِیۡدٍ
Al-ladziina yastahibbuunal hayaataddunyaa ‘ala-aakhirati wayashudduuna ‘an sabiilillahi wayabghuunahaa ‘iwajan uula-ika fii dhalalin ba’iidin;

(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok.
Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
―QS. 14:3
Topik ▪ Zuhud ▪ Cela dunia ▪ Tasbih sebagai tanda kesucian Allah
14:3, 14 3, 14-3, Ibrahim 3, Ibrahim 3, Ibrahim 3

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 3

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 3. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala memberikan ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari sifat ketuhanan-Nya ialah mereka yang lebih menyukai kehidupan duniawi daripada kehidupan ukhrawi dan menghalangi orang lain dari jalan Allah selain mereka menginginkan pula agar jalan lurus yang diberikan Allah kepada manusia menjadi bengkok.

Oleh karena mereka itu lebih mengutamakan atau hanya menginginkan kehidupan duniawi semata-mata, maka mereka melalaikan semua urusan yang berhubungan dengan persiapan untuk menempuh kehidupan ukhrawi.
Dengan demikian, berarti bahwa mereka mengingkari Alquran, sebab Alquran mengajarkan adanya keseimbangan antara kehidupan duniawi dan ukhrawi.
Dengan lain perkataan kehidupan duniawi ini haruslah dinikmati pula sebagai rahmat Allah, dan dijadikan persiapan untuk mencapai kehidupan ukhrawi yang abadi dan penuh kebahagiaan yang lebih sempurna.
Dengan demikian, urusan-urusan duniawi tidak boleh melalaikan kita dari mempersiapkan diri bagi kehidupan ukhrawi.
Dalam hubungan ini, Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman pada ayat yang lain:

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi.
(Q.S. Al-Qashash [28]: 77)

Dalam hubungan ini pula, Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Bekerjalah untuk kepentingan duniawimu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya, dan bekerja pulalah untuk kepentingan ukhrawimu seakan-akan kamu akan mati besok pagi.
(H.R. Ibnu Asakir)

Orang-orang kafir tidak hanya mengingkari Alquran, bahkan juga menghalang-halangi orang lain untuk menempuh jalan lurus yang telah dikaruniakan Allah untuk hamba-Nya.
Dengan demikian, maka mereka adalah merupakan orang-orang yang sesat dan berusaha untuk menyesatkan orang lain, sehingga kejahatan mereka telah berlipat ganda.
Selain itu mereka juga berusaha dengan berbagai tipu daya agar jalan lurus tersebut menjadi bengkok.
Mereka menukar ayat-ayat Allah dengan apa yang sesuai dengan kehendak hawa nafsu dan maksud-maksud jahat mereka.
Dengan demikian, maka kesalahan yang mereka lakukan menjadi berlipat ganda lagi.

Oleh sebab itu, sewajarnyalah mereka itu ditimpa kemurkaan Allah karena mereka itu telah jauh menyusup ke dalam kesesatan dan kekafiran.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, menghalangi orang lain agar tidak mengikuti syariat Allah, dan menginginkan syariat menjadi bengkok di dalam pandangan manusia supaya mereka meninggalkannya, adalah orang-orang yang telah tersesat jauh dari kebenaran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yaitu orang-orang) kedudukannya sebagai sifat (yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat dan menghalang-halangi) manusia (dari jalan Allah) yaitu agama Islam (dan menginginkan supaya ia) jalan Allah tersebut (bengkok) tidak lurus.

(Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh) yakni sesat dari jalan yang hak dan benar.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang berpaling dan tidak beriman kepada Allah serta mengikuti Rasul-rasul-Nya, mereka itulah orang-orang yang memilih kehidupan dunia yang fana dan meninggalkan akhirat yang kekal.
Mereka menghalangi manusia dari mengikuti agama Allah, dan mereka menginginkannya sebagai jalan yang bengkok agar sejalan dengan hawa nafsu mereka.
Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat ini berada dalam kesesatan dari kebenaran, jauh dari segala sebab-sebab hidayah

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kemudian Allah menyebutkan bahwa mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, yakni mereka mendahulukan kepentingan dunia dan menjadikannya di atas segalanya.
Mereka bekerja untuk kehidupan duniawinya dan melupakan akhirat mereka, dan mereka meninggalkan urusan akhiratnya di belakang mereka.

…dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

Yang dimaksud dengan jalan Allah ialah mengikuti rasul-rasul.

…dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok.

Yakni mereka menghendaki agar jalan Allah bengkok, tidak lurus, dan terhambat, padahal jalan Allah itu lurus, tiada membahayakannya sikap orang-orang yang menentangnya, tidak pula orang-orang yang menghinanya.
Mereka yang menginginkan demikian berada dalam kebodohan dan kesesatan yang jauh dari kebenaran.
Tiada kebaikan yang diharapkan bagi mereka selama mereka bersikap demikian.


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 3 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 3 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 3 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Ibrahim (14) ayat 1-3 - Rossa (Bahasa Indonesia)
Q.S. Ibrahim (14) ayat 1-3 - Rossa (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:3
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.4
Ratingmu: 4.2 (10 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/14-3









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta