QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 28 [QS. 14:28]

اَلَمۡ تَرَ اِلَی الَّذِیۡنَ بَدَّلُوۡا نِعۡمَتَ اللّٰہِ کُفۡرًا وَّ اَحَلُّوۡا قَوۡمَہُمۡ دَارَ الۡبَوَارِ
Alam tara ilaal-ladziina baddaluu ni’matallahi kufran wa-ahalluu qaumahum daaral bawaar(i);

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,
―QS. 14:28
Topik ▪ Neraka ▪ Mereka yang kekal dalam neraka ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
14:28, 14 28, 14-28, Ibrahim 28, Ibrahim 28, Ibrahim 28

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 28

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 28. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini disampaikan dalam bentuk pertanyaan.
Tapi pertanyaan itu bukan maksudnya untuk dijawab melainkan hanyalah sebagai peringatan bagi kaum Muslimin agar mereka jangan sekali-kali berbuat dan bertindak seperti yang dilakukan oleh orang kafir itu.
Hendaklah mereka selalu taat, tunduk dan patuh kepada perintah-perintah Allah, menghentikan semua larangan-Nya.
Jika mereka ingkar kepada Allah, maka mereka pasti akan ditimpa azab di dunia dan di akhirat seperti yang ditimpakan kepada orang kafir.

Menurut Ibnu Abbas yang dimaksud dengan “orang-orang yang telah menukar nikmat Allah” dalam ayat ini ialah orang-orang kafir Mekah.
Mereka telah dianugerahi bermacam-macam nikmat yang tidak diberikan Allah kepada bangsa lain.
Negeri Arab telah dijadikan sebagai tanah haram yakni tanah yang dihormati, tanah yang terjamin keamanannya, tempat berdirinya Kakbah yang dikunjungi manusia dari segala penjuru dunia setiap tahun.
Allah subhanahu wa ta’ala telah mendatangkan air, makanan dan buah-buahan ke tanah yang tandus itu.
Nikmat yang lebih besar lagi ialah diangkatnya Muhammad dari bangsa mereka sendiri sebagai Nabi dan Rasul penutup yang membawa agama Allah yang menjadi petunjuk dan pegangan hidup bagi seluruh manusia.

Semua nikmat yang telah dilimpahkan itu mereka ingkari.
Bahkan mereka menyiksa Nabi Muhammad ﷺ.
dan kaum Muslimin, menghambat tersiarnya agama Islam.
Karena itu Allah subhanahu wa ta’ala menimpakan azab dan siksa kepada mereka berupa musim kemarau yang kering dan lama, sehingga mereka banyak yang mati kelaparan.
Menurut riwayat ada di antara mereka yang sampai memakan tulang karena tidak ada lagi makanan yang akan dimakan.

Menurut riwayat Ali bin Abu Talib r.a.
bahwa yang dimaksud dengan orang yang telah menukar nikmat Allah itu ialah Bani Umayah dan Bani Mugirah.
Bani Umayah masih bersenang-senang dalam kehidupannya, menunggu datangnya azab Allah pada waktu yang telah ditentukan-Nya.
Sekali pun ada riwayat-riwayat tersebut, namun ayat ini mencakup dan ditujukan kepada seluruh manusia yang mengingkari risalah yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ.
sebagai Nabi dan Rasul terakhir.

Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa mereka adalah orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dan telah menempatkan kaum mereka yang jadi pengikut-pengikut mereka di tempat yang penuh kesengsaraan, yaitu neraka Jahanam yang menyala-nyala, yang bahan bakarnya adalah batu dan manusia.

Dari ayat ini dipahami bahwa Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan manusia agar selalu mensyukuri nikmat-Nya dengan mengikuti perintah-perintah-Nya dan menghentikan larangan-larangan-Nya.
Seluruh manusia dan makhluk sangat tergantung kepada nikmat itu, baik nikmat dalam bentuk lahir maupun nikmat dalam bentuk batin atau yang tidak nampak.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai orang-orang yang mendengar firman Allah, tidakkah engkau memperhatikan orang-orang musyrik yang seharusnya mensyukuri nikmat yang diberikan Allah kepada Muhammad dan agamanya malah mengingkari-Nya, kemudian menjerumuskan para pengikutnya ke dalam jurang kehancuran.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tidakkah kamu perhatikan) artinya melihat (orang-orang yang telah menukar nikmat Allah) yang dimaksud ialah bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya (dengan kekafiran) mereka adalah orang-orang yang kafir Quraisy (dan menjatuhkan) menyeret (kaumnya) yakni mereka menyesatkan kaumnya (ke lembah kebinasaan) ke dalam kebinasaan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidakkah kamu memperhatikan, wahai orang yang diajak bicara (maksudnya adalah manusia secara umum) keadaan orang-orang yang mendustakan dari kalangan kaum kafir Quraisy yang memilih kekafiran kepada Allah sebagai ganti rasa syukur kepada-Nya atas nikmat rasa aman di al-Haram (Makkah) dan diutusnya Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم di tengah-tengah mereka??
Sungguh mereka telah menempatkan para pengikut mereka di negeri kebinasaan, ketika mereka menjadi sebab keluarnya mereka ke Badar lalu mereka terbunuh, dan tempat kembali mereka adalah negeri kebinasaan,

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Imam Bukhari mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran..
Yang dimaksud dengan kalimat ‘Tidakkah kamu perhatikan’ ialah tidakkah kamu ketahui.

Perihalnya sama dengan makna yang terdapat di dalam ayat lain:

Apakah kamu belum memperhatikan bagaimana.
(89:6)

dan firman-Nya:

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang keluar.
(Al Baqarah:243)

Al-Bawar, artinya kebinasaan, berasal dari kata bara, yaburu, bauran, bawaran, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman-Nya pada ayat lain, yaitu:

Kaum yang binasa.
(Al Furqaan:18)

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ali ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Amr, dari Ata yang telah mendengar Ibnu Abbas berkata sehubungan dengan makna firman Allah subhanahu wa ta’ala.: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran.
(Ibrahim:28).
Bahwa mereka adalah orang-orang kafir penduduk kota Mekah.

Menurut riwayat Al-Aufi, dari Ibnu Abbas, sehubungan dengan makna ayat ini, mereka adalah Jabalah ibnul Aiham dan para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab Badui, kemudian mereka menggabungkan diri bersama kerajaan Romawi.

Tetapi pendapat yang terkenal dan benar dari Ibnu Abbas adalah yang pertama tadi, sekalipun maknanya menyeluruh mencakup semua orang kafir.
Karena sesungguhnya Allah mengutus Nabi Muhammad ﷺ untuk segenap umat manusia dan sebagai nikmat buat mereka.
Barang siapa yang menerimanya dan mengamalkannya sebagai rasa syukurnya, niscaya masuk surga.
Dan barang siapa yang menolaknya serta mengingkarinya, tentulah ia masuk neraka.

Telah diriwayatkan pula dari Ali hal yang semisal dengan apa yang dikatakan oleh Ibnu Abbas dalam riwayat pertamanya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Muslim ibnu Ibrahim, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Al-Qasim ibnu Abu Buzzah, dari Abut-Tufail, bahwa Ibnul Kawa pernah bertanya kepada sahabat Ali tentang makna firman-Nya:

…orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan.
Ali mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir Quraisy pada peristiwa Perang Badar.

Ibnu Abu Hatim mengatakan pula bahwa telah menceritakan kepada kami Al-Munzir ibnu Syazan, telah menceritakan kepada kami Ya’la ibnu Ubaid, telah rnenceritakan kepada kami Bassam (yakni As-Sairafi), dari Abut-Tufail yang menceritakan bahwa pernah seorang lelaki datang kepada Khalifah Ali, lalu bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, siapakah orang-orang yang mengganti nikmat Allah dengan kekafiran dan menjerumuskan kaumnya ke lembah kehinaan?”
Khalifah Ali menjawab, “Mereka adalah orang-orang munafik dari kalangan kabilah Quraisy.”

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Ibnu Nufail yang mengatakan bahwa ia pernah belajar kepada Ma’qal yang menceritakan hal berikut dari Ibnu Abu Husain, bahwa Khalifah Ali ibnu Abu Talib berdiri, lalu bertanya, “Tidakah seseorang yang menanyakan kepadaku tentang makna Al-Qur’an.
Demi Allah, seandainya saya hari ini mengetahui ada sese­orang yang lebih alim daripada aku, niscaya aku akan datang kepadanya (untuk belajar), sekalipun dia berada di belakang lautan.” Maka berdirilah Abdullah ibnul Kawa, lalu bertanya, “Siapakah yang dimaksud dengan orang-orang yang mengganti nikmat Allah dengan kekafiran dan menjerumuskan kaumnya ke dalam lembah kebinasaan?”
Maka Khalifah Ali menjawab, “Mereka adalah orang-orang musyrik Quraisy, Allah telah memberikan nikmat iman kepada mereka, tetapi mereka menukar nikmat Allah itu dengan kekafiran dan menjerumuskan kaumnya ke dalam lembah kebinasaan.”

As-Saddi telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran., hingga akhir ayat.
Bahwa Muslim Al-Mustaufa telah menceritakan dari Ali yang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ‘mereka’ itu adalah dua golongan orang-orang yang sangat durhaka dari kalangan kabilah Quraisy, yaitu Bani Umayyah dan Bani Mugirah.
Adapun Bani Mugirah, karena mereka men­jerumuskan kaumnya ke lembah kebinasaan dalam Perang Badar, sedang­kan Bani Umayyah, karena mereka menjerumuskan kaumnya ke lembah kebinasaan dalam Perang Uhud.
Dalam Perang Badar yang memimpin adalah Abu Jahal, sedangkan dalam Perang Uhud adalah Abu Sufyan.
Adapun yang dimaksud dengan lembah kebinasaan ialah neraka Jahannam.

Ibnu Abu Hatim rahimahullah mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Yahya, telah menceritakan kepada kami Al-Haris Abu Mansur, dari Israil, dari Abu Ishaq, dari Amr ibnu Murrah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Khalifah Ali membaca ayat berikut, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan menjerumuskan kaumnya ke dalam lembah kebinasaan.
Bahwa mereka adalah dua kelompok manusia yang durhaka dari kalangan kabilah Quraisy, yaitu Bani Umayyah dan Banil Mugirah.
Orang-orang Banil Mugirah binasa dalam Perang Badar, sedangkan Bani Umayyah diberi kesenangan hidup sampai waktu tertentu.

Abu Ishaq telah meriwayat­kannya dari Amr ibnu Murrah, dari Ali dengan lafaz yang semisal.
Hal ini telah diriwayatkan pula melalui berbagai jalur bersumberkan darinya (Ali).

Sufyan As-Sauri telah meriwayatkan dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Sa’d, dari Umar ibnul Khattab sehubungan dengan makna firman-Nya: Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran.
(Ibrahim:28) Bahwa mereka adalah dua kelompok orang-orang durhaka dari kalangan kabilah Quraisy, yaitu Banil Mugirah dan Bani Umayyah.
Banil Mugirah telah kalian tumpas dalam Perang Badar, sedangkan Bani Umayah mendapat kesenangan hidup sampai waktu tertentu.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Hamzah Az-Zayyat, dari Amr ibnu Murrah yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah bertanya kepada Umar ibnul Khattab tentang makna ayat berikut, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Tidakkahkamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan kekafiran menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?.
Umar ibnul Khattab menjawab, “Mereka adalah dua kelompok orang-orang durhaka dari kalangan kabilah Quraisy, paman-pamanku, juga paman-pamanmu.
Paman-pamanku telah dibinasakan oleh Allah dalam Perang Badar, sedangkan paman-pamanmu, maka Allah menangguhkan mereka sampai waktu tertentu.”

Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ad-Dahhak, Qatadah, dan Ibnu Zaid mengatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir Quraisy yang terbunuh dalam Perang Badar.
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Malik di dalam kitab tafsirnya, dari nafi’, dari Ibnu Umar.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Ibrahim (14) Ayat 28

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Atha bin Yasar berkata : Ayat 28 ini turun kepada orang-orang musyrik yang terbunuh dalam perang Badar.

Sumber : Ashabul Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi

Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 28

BAWAAR
لْبَوَار

Isim mufrad dan masdarnya dari kata bura, jamaknya al bur mengandung makna musnah, rugi, bumi yang tandus, bumi yang ditinggal selama setahun untuk ditanam tanaman pada tahun berikutnya dan sebagainya.

Disebut sekali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Ibrahim (14), ayat 28. Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا۟ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ

Lafaz al bawaar dihubungkan dengan daar atau daaral bawaar.

Menurut Ibn Katsir, al bawaar adalah al halak (kehancuran) sebagaimana makna ayat 12 dalam surah Al Fath, yaitu kaum yang hancur dan binasa. Sedangkan daaral bawaar adalah neraka jahanam.

Ibn Qutaibah, Ibn Manzur dan Al Yazidi juga berpendapat, daaral bawaar adalah “daaral halak” yaitu jahanam.

Kesimpulannya, makna daaral bawaar adalah daaral halak yaitu neraka jahanam.

Dari ‘Ata, dia mendengar Ibn Abbas berkata mengenai ayat di atas, mereka adalah orang kafir dari penduduk Makkah.

Diriwayatkan dari Umar bin Khattab menafsirkan ayat di atas, “mereka adalah orang kafir dari Quraisy yaitu Bani Al Mughirah dan Bani Umaiyah. Bani Al Mughirah, dihancurkan semasa Perang Badar, sedangkan Bani Umaiyah akan dibalas pada masa yang akan ditetapkan.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:99

Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 28 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 28 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 28 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:28
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah14
Nama SurahIbrahim
Arabإبراهيم
ArtiNabi Ibrahim
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu72
JuzJuz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat52
Jumlah kata833
Jumlah huruf3541
Surah sebelumnyaSurah Ar-Ra’d
Surah selanjutnyaSurah Al-Hijr
4.5
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat Ibrahim 14 ayat 28 ▪ surat ibrahim ayat 28 ▪ surat ibrahim ayat 28-29

Video

Error 403 The request cannot be completed because you have exceeded your quota. : quotaExceeded

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta