Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Ibrahim

Ibrahim (Nabi Ibrahim) surah 14 ayat 22


وَ قَالَ الشَّیۡطٰنُ لَمَّا قُضِیَ الۡاَمۡرُ اِنَّ اللّٰہَ وَعَدَکُمۡ وَعۡدَ الۡحَقِّ وَ وَعَدۡتُّکُمۡ فَاَخۡلَفۡتُکُمۡ ؕ وَ مَا کَانَ لِیَ عَلَیۡکُمۡ مِّنۡ سُلۡطٰنٍ اِلَّاۤ اَنۡ دَعَوۡتُکُمۡ فَاسۡتَجَبۡتُمۡ لِیۡ ۚ فَلَا تَلُوۡمُوۡنِیۡ وَ لُوۡمُوۡۤا اَنۡفُسَکُمۡ ؕ مَاۤ اَنَا بِمُصۡرِخِکُمۡ وَ مَاۤ اَنۡتُمۡ بِمُصۡرِخِیَّ ؕ اِنِّیۡ کَفَرۡتُ بِمَاۤ اَشۡرَکۡتُمُوۡنِ مِنۡ قَبۡلُ ؕ اِنَّ الظّٰلِمِیۡنَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
Waqaalasy-syaithaanu lammaa qudhiyal amru innallaha wa’adakum wa’dal haqqi wawa’adtukum faakhlaftukum wamaa kaana lii ‘alaikum min sulthaanin ilaa an da’autukum faastajabtum lii falaa taluumuunii waluumuu anfusakum maa anaa bimushrikhikum wamaa antum bimushrikhii-ya innii kafartu bimaa asyraktumuunii min qablu innazh-zhaalimiina lahum ‘adzaabun aliimun;

Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan:
“Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku.
Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”.
Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
―QS. 14:22
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Besarnya karunia Allah pada manusia
14:22, 14 22, 14-22, Ibrahim 22, Ibrahim 22, Ibrahim 22
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menyebutkan pengakuan setan di hadapan Allah setelah selesainya urusan berhisab di padang Mahsyar.
Setan senantiasa menggoda dan menyesatkan manusia dari jalan yang benar dengan memberikan gambaran sedemikian rupa sehingga manusia yang terkena godaannya memandang kejahatan sebagai perbuatan yang baik dan terpuji.

Dan di samping itu, setan juga memberikan janji-janji kepada orang-orang yang kena godaannya, yaitu keuntungan yang akan mereka peroleh jika mereka memenuhi ajakannya.
Akan tetapi ia tidak mampu memenuhi janji tersebut.

Pengakuan setan setelah selesainya urusan berhisab di padang Mahsyar itu ditujukan kepada orang-orang yang telah disesatkannya di dunia ini, baik golongan lemah yang telah memperhambakan diri kepada selain Allah maupun golongan kuat dan sombong yang telah menganggap diri mereka sebagai Tuhan.
Dalam pengakuannya itu setan berkata kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kamu janji yang benar yang Dia kuasa untuk memenuhi janji-Nya itu dan aku pun telah memberikan janji pula kepada kamu, tetapi aku tidak kuasa untuk menepatinya.
Aku sama sekali tidak mempunyai kekuasaan apa-apa terhadap kamu, aku hanya sekadar menyeru kamu kepada sesuatu yang tidak benar, lalu kamu mematuhi saja seruanku itu tanpa menggunakan akalmu.
Oleh sebab itu, kamulah yang bersalah, maka janganlah kamu mencerca aku melainkan cercalah diri kamu sendiri.
Aku sekali-kali tidak dapat menolong kamu dari azab dan siksa Allah dan kamu pun tidak dapat menolong aku.
Sesungguhnya aku sejak dahulu tidak membenarkan perbuatan kamu mempersekutukan aku dengan Allah."

Demikianlah keadaannya di akhirat kelak.
Kaum yang kuat dan bersikap sombong di dunia ini yang telah menyesatkan kaum yang lemah berlepas tangan dari orang-orang yang lemah yang telah menjadi korban kesesatan mereka, dan selanjutnya setan telah menggoda dan menyesatkan kedua golongan itu pun berlepas tangan pula dari nasib orang-orang yang telah menjadi korban godaan palsunya.
Semuanya tidak berdaya menghadapi keputusan Allah atas dari mereka.

Pada akhir ayat ini Allah kembali menegaskan bahwa orang-orang yang zalim baik terhadap diri mereka atau pun terhadap orang lain pasti akan mendapatkan azab yang pedih sebagai balasan atas kelaliman mereka.

Ibrahim (14) ayat 22 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Ibrahim (14) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Ibrahim (14) ayat 22 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika Allah memutuskan hukum dengan memberikan nikmat kepada orang-orang Mukmin dan menyiksa orang-orang yang berbuat maksiat, Iblis mengatakan kepada pengikutnya, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan datangnya hari kebangkitan dan hari pembalasan dengan janji yang benar kemudian menepatinya.
Sedang aku telah menjanjikan kepadamu bahwa hari kebangkitan dan hari pembalasan tidak akan datang, kemudian tidak kutepati.
Sebetulnya dulu aku tidak mempunyai kekuatan untuk memaksamu agar mengikutiku, tetapi aku hanya menyerumu dengan godaan yang menyesatkan, kemudian kalian dengan cepat mengikutiku.
Maka janganlah kalian menyalahkan diriku, tetapi salahkanlah diri kalian sendiri yang telah memenuhi seruanku.
Hari ini aku tidak dapat menolong kalian dari azab, sebagaimana kalian juga tidak dapat menolongku.
Saat ini aku tidak dapat membenarkan perbuatan kalian di dunia, yang telah mempertuhan diriku di samping Allah.
Kalian menaatiku layaknya seorang hamba menaati Tuhannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan berkatalah setan) yakni iblis (tatkala perkara hisab telah diselesaikan) kemudian orang-orang yang berhak masuk surga dimasukkan ke dalam surga dan orang-orang yang berhak masuk neraka dimasukkan ke dalam neraka, lalu mereka semuanya mengerumuni iblis ("Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar) yaitu dengan kebangkitan dari kubur dan pembalasan amal perbuatan lalu Dia telah memenuhi kalian (dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian) bahwasanya hal ini tidak ada (tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali aku terhadap kalian tidak memiliki) huruf min di sini zaidah (kekuasaan) kekuatan dan kemampuan yang dapat memaksakan kalian untuk mengikutiku (melainkan) kecuali (sekedar aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri) disebabkan kalian telah mengikuti seruanku itu.
(Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian) dapat memberikan pertolongan kepada kalian (dan kalian pun tidak dapat menolongku) dapat dibaca mushrikhiyya dan mushrikhiyyi.
(Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku) dengan Allah (sebelumnya.") sewaktu di dunia.
Lalu Allah berfirman:
("Sesungguhnya orang-orang yang lalim itu mendapat siksaan yang pedih) siksaan yang sangat pedih.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Setan berkata (setelah Allah menyelesaikan urusan dan menghisab makhluk-Nya, lalu ahli surga masuk ke dalam surga dan ahli neraka masuk ke dalam neraka) :
Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian dengan janji yang benar tentang kebangkitan dan balasan, sedangkan aku menjanjikan kepada kalian dengan janji yang batil bahwa tidak aka nada kebangkitan dan balasan, lalu aku menyelisihi janjiku kepada kalian.
Aku sama sekali tidak memiliki kekuatan yang dengannya aku dapat memaksakan kalian untuk mengikutiku, dan tidak pula aku memiliki hujjah (bukti yang nyata), tetapi aku menyeru kalian kepada kekafiran dan kesesatan lalu kalian mengikutiku.
Karena itu, janganlah kalian mencelaku, tapi celalah diri kalian sendiri.
Dosa adalah dosa kalian.
Aku tidak dapat menolong kalian, dan kalian juga tidak dapat menolongku dari adzab Allah.
Sesungguhnya aku berlepas diri dari perbuatan kalian yang menjadikan aku sebagai sekutu di samping Allah dalam menaati-Nya di dunia.
Sesungguhnya orang-orang yang zhalim (dalam hal berpalingnya mereka dari kebenaran dan mengikuti kebatilan) akan mendapat adzab yang pedih lagi menyakitkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan pembicaraan iblis terhadap para pengikutnya setelah Allah menetapkan keputusan di antara hamba-hamba-Nya, dan Allah memasukkan orang-orang mukmin ke dalam surga serta menempatkan orang-orang kafir di dalam lapisan bawah neraka.
Maka pada hari itu berdirilah iblis di kalangan ahli neraka seraya berkhotbah kepada mereka untuk menambah kesedihan di atas kesedihan yang sedang mereka alami, menambahkan kerugian di atas kerugian, dan kekecewaan di atas kekecewaan.
Iblis berkata kepada penduduk neraka:

Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar.

Yaitu melalui lisan rasul-rasul-Nya, dan Dia menjanjikan kepada kalian bila kalian mengikuti para rasul, Dia akari menyelamatkan dan menyejahtera­kan kalian, dan janji Allah itu dipenuhi-Nya, karena janji-Nya adalah benar dan beritanya benar pula.
Adapun aku, maka aku pernah berjanji kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkit­kan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.
(An Nisaa:120)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian.

Maksudnya 'dalam apa yang aku serukan untuk kalian kepadanya tiadalah suatu dalil pun, tiada pula suatu bukti pun, begitu pula dalam apa yang telah aku janjikan kepada kalian'.

...melainkan (sekadar) menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku.

tanpa berpikir panjang lagi, padahal telah ditegakkan atas kalian hujah-hujah dan bukti-bukti serta dalil-dalil yang benar yang disampaikan oleh para rasul sebagai bukti akan kebenaran dari apa yang mereka sampaikan kepada kalian.
Tetapi ternyata kalian menentang mereka, sehingga jadilah kalian seperti dalam keadaan sekarang ini.

Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku

pada hari ini.

...tetapi cercalah diri kalian sendiri.

karena sesungguhnya kesalahan itu adalah kesalahan kalian sendiri, sebab kalian menentang bukti-bukti yang jelas, lalu kalian mengikutiku hanya karena aku menyeru kalian kepada kebatilan.

Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian.

Yakni aku tidak dapat memberikan manfaat kepada kalian, tidak pula dapat menyelamatkan dan membebaskan kalian dari keadaan yang kalian alami sekarang.

...dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku.

Maksudnya, tidak dapat memberikan manfaat kepadaku dengan me­nyelamatkan diriku dari azab dan pembalasan-Nyayang sedang kualami.

Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatan kalian mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.
(Ibrahim:22)

Qatadah mengatakan, makna yang dimaksud ialah disebabkan kalian mempersekutukan aku dengan Allah sejak dahulu.

Ibnu Jarir mengatakan bahwa setan berkata, "Sesungguhnya aku tidak membenarkan bila diriku dianggap sebagai sekutu Allah subhanahu wa ta'ala."

Pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir ini merupakan pendapat yang rajih (kuat), semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa)nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?
Dan apabila manusia dikumpulkan (pada hari kiamat), niscaya sembahan-sembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan-pemujaan mereka.
(Al Ahqaaf:5-6)

sekali-kali tidak.
Kelak (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan (pengikut-pengikutnya) terhadapnya, dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan menjadi musuh bagi mereka.
(Maryam:82)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu.

karena berpaling dari perkara yang hak dan mengikuti perkara yang batil.

...mendapat siksaan yang pedih.

Makna lahiriah konteks ayat menunjukkan bahwa pembicaraan ini dilakukan oleh iblis sesudah mereka memasuki neraka, seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya.

Tetapi disebutkan di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim yang lafaznya seperti berikut, juga oleh Ibnu Jarir melalui riwayat Abdur Rahman ibnu Ziyad.
Disebutkan bahwa:

telah menceritakan kepadaku Dakhin Al-Hijri, dari Uqbah ibnu Amir, dari Rasulullah ﷺ, bahwa beliau ﷺ pernah bersabda, "Apabila Allah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian, maka Allah memutuskan peradilan di antara mereka.
Dan setelah selesai dari peradilan, orang-orang mukmin berkata, 'Telah diputuskan oleh Tuhan kita di antara sesama kita, maka siapakah yang dapat memberikan syafaat kepada kita?' Mereka berkata, 'Marilah kita berangkat menghadap Adam,' lalu disebutkan Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa.
Tetapi Isa berkata, 'Maukah kalian aku tunjukkan kepada Nabi yang ummi’ Maka mereka datang kepadaku, dan Allah memberikan izin kepadaku untuk menghadap kepada-Nya.
Maka dari majelisku tersebarlah bau wewangian yang pal­ing wangi yang belum pernah tercium oleh seorang pun.
Akhirnya sampailah aku ke hadapan Tuhanku, maka Dia memberiku izin untuk memberi syafaat, dan Dia menjadikan bagiku nur (cahaya) mulai dari rambut kepalaku hingga kuku jari telapak kakiku.
Kemudian orang-orang kafir berkata, 'Sesungguhnya orang-orang mukmin telah menjumpai orang yang memberi syafaat buat mereka.
Maka siapakah yang akan memberi syafaat buat kita?
Dia tiada lain kecuali iblis yang telah menyesatkan kita.' Maka mereka mendatangi iblis dan mengatakan kepadanya, ' Sesungguhnya orang-orang mukmin telah menjumpai orang yang mem­beri syafaat buat mereka.
Maka bangkitlah kamu dan mintakanlah syafaat buat kami, karena sesungguhnya kamu adalah yang menyesatkan kami.' Iblis bangkit, dan dari majelisnya tersebarlah bau busuk yang amat busuk yang belum pernah tercium oleh seorang pun, kemudian siksaan mereka bertambah besar.

Dan berkatalah setan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian, tetapi aku menyalahinya.
Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi seruanku.
Oleh sebab itu, janganlah kalian mencerca aku, tetapi cercalah diri kalian sendiri."

Demikianlah bunyi hadis menurut teks yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim.
Al-Mubarak meriwayatkannya dari Rasyidin ibnu Sa'd, dari Abdur Rahman ibnu Ziyad ibnu An'am, dari Dakhin, dari Uqbah dengan lafaz yang sama secara marfu'.

Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa ketika ahli neraka berkata:

Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh atau bersabar.
Sekali-kali tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.

Maka iblis berkata kepada mereka:

Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar., hingga akhir ayat.
Setelah mereka mendengar ucapan iblis, maka mereka membenci diri mereka sendiri, lalu mereka diseru: Sesungguhnya kebencian Allah (kepada kalian) lebih besar dari­pada kebencian kalian kepada diri kalian sendiri karena kalian diseru untuk beriman, lalu kalian kafir.
(Al-Mu’min: 10)

Amir Asy-Sya'bi mengatakan bahwa di hari kiamat kelak akan ada dua pembicaraan yang berbicara di hadapan semua orang.
Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada Isa, putra Maryam: Apakah kamu mengatakan kepada manusia, 'Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah!' (Al Maidah:116) sampai dengan firman-Nya: Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.
(Al Maidah:119) Perawi melanjutkan kisahnya, bahwa iblis laknatulldh berdiri, lalu berkata:

Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekadar) aku menyeru kalian, lalu kalian mematuhi semanku., hingga akhir ayat.

Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM",
karena surat ini mengan­dung do'a Nabi Ibrahim 'alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do'a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do'a Nabi Ibra­ him 'alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do'a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta'ala sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail 'alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur'an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu'jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni'mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.


Gambar Kutipan Surah Ibrahim Ayat 22 *beta

Surah Ibrahim Ayat 22



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Ibrahim

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (15 votes)
Sending







✔ hakikat pengakuan setan pada hari kiamat dalam QS ibrahim ayat 22, qs 14 22, Tafsir Surat Ibrahim ayat 22

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku