Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 18 [QS. 14:18]

مَثَلُ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا بِرَبِّہِمۡ اَعۡمَالُہُمۡ کَرَمَادِۣ اشۡتَدَّتۡ بِہِ الرِّیۡحُ فِیۡ یَوۡمٍ عَاصِفٍ ؕ لَا یَقۡدِرُوۡنَ مِمَّا کَسَبُوۡا عَلٰی شَیۡءٍ ؕ ذٰلِکَ ہُوَ الضَّلٰلُ الۡبَعِیۡدُ
Matsalul-ladziina kafaruu birabbihim a’maaluhum karamaadin asytaddat bihirriihu fii yaumin ‘aashifin laa yaqdiruuna mimmaa kasabuu ‘ala syai-in dzalika huwadh-dhalalul ba’iid(u);
Perumpamaan orang yang ingkar kepada Tuhannya, perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang.
Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sama sekali dari apa yang telah mereka usahakan (di dunia).
Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.
―QS. Ibrahim [14]: 18

Daftar isi

The example of those who disbelieve in their Lord is (that) their deeds are like ashes which the wind blows forcefully on a stormy day;
they are unable (to keep) from what they earned a (single) thing.
That is what is extreme error.
― Chapter 14. Surah Ibrahim [verse 18]

مَّثَلُ perumpamaan
(The) example
ٱلَّذِينَ orang-orang yang
(of) those who
كَفَرُوا۟ kafir/ingkar
disbelieve
بِرَبِّهِمْ dengan/kepada Tuhan mereka
in their Lord,
أَعْمَٰلُهُمْ amalan-amalan mereka
their deeds
كَرَمَادٍ seperti abu
(are) like ashes
ٱشْتَدَّتْ meniup keras
blows furiously
بِهِ dengannya
on it
ٱلرِّيحُ angin
the wind
فِى pada
in
يَوْمٍ hari
a day
عَاصِفٍ musim angin kencang
stormy.
لَّا tidak
No
يَقْدِرُونَ mereka dapat
control (they have)
مِمَّا dari pada
of what
كَسَبُوا۟ mereka usahakan
they have earned
عَلَىٰ atas
on
شَىْءٍ sesuatu/sedikitpun
anything.
ذَٰلِكَ demikian itu
That,
هُوَ dia/adalah
[it]
ٱلضَّلَٰلُ kesesatan
(is) the straying
ٱلْبَعِيدُ yang jauh
far.

Tafsir Al-Quran

Surah Ibrahim
14:18

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 18. Oleh Kementrian Agama RI


Jika dalam ayat-ayat di atas Allah telah menjelaskan azab yang akan diderita orang-orang kafir dalam neraka Jahanam, maka dalam ayat ini dijelaskan-Nya kerugian besar yang akan mereka derita, yaitu pahala dari amalan kebajikan mereka di dunia, kalau ada, dihapus Allah.
Dengan demikian, mereka tidak dapat merasakan manfaat apapun dari amalan kebajikan yang mungkin pernah mereka perbuat di dunia.

Amalan-amalan mereka itu diibaratkan oleh ayat ini bagaikan abu yang ditiup angin kencang, hilang tanpa kesan.
Keadaan yang demikian adalah akibat dari kesesatan mereka dan penyelewengan yang jauh sekali dari petunjuk Allah ﷻ

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 18. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pekerjaan dan usaha duniawi para dermawan kafir, karena tidak dibangun atas dasar keimanan, bagaikan abu yang bercerai berai ditiup angin pada hari yang berangin kencang.
Pada hari kiamat, mereka tidak mampu mengambil manfaat sedikit pun dari usaha yang pernah mereka lakukan di dunia, karena tidak melihat adanya pengaruh dalam pendapatan pahala, sebagaimana tidak mampunya pemilik abu untuk memegangnya pada saat beterbangan ditiup angin kencang.


Mereka yang tersesat itu mengira diri mereka dermawan, padahal perbuatan-perbuatan mereka sangat jauh dari jalan kebenaran.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Sifat perbuatan orang-orang kafir di dunia, seperti berbakti dan menyambung kerabat, adalah seperti sifat abu yang ditiup angin yang keras pada hari yang berangin kencang, sehingga tidak menyisakan bekas sedikitpun.
Demikian pula amal-amal yang mereka lakukan tidak mereka dapati bermanfaat bagi diri mereka di sisi Allah.


Sungguh kekafiran telah menjadikan amal mereka sia-sia, sehingga angin menghilangkan abu.
Usaha dan perbuatan yang tidak berdasar itu, adalah kesesatan yang jauh dari jalan yang lurus.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Perumpamaan) gambaran


(tentang orang-orang yang ingkar kepada Rabb mereka) kalimat ayat ini berkedudukan menjadi mubtada kemudian dijelaskan oleh badalnya pada firman selanjutnya, yaitu:


(amalan-amalan mereka) yang baik, seperti silaturahmi dan sedekah, yaitu dalam hal tiada kemanfaatan


(seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin keras) sangat keras tiupannya sehingga angin keras itu menjadikannya debu-debu yang beterbangan yang tiada manfaatnya.
Jar dan majrurnya merupakan khabar daripada mubtada


(mereka tidak dapat) yakni orang-orang kafir itu


(mengambil manfaat dari apa yang telah mereka upayakan itu) dari apa yang telah mereka amalkan sewaktu di dunia


(barang sedikit pun) artinya mereka sama sekali tidak menemukan pahala daripada amal-amal mereka karena tidak memenuhi syarat, yaitu tiadanya iman.


(Yang demikian itu adalah kesesatan) kebinasaan


(yang jauh.)

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Ayat ini merupakan perumpamaan yang dibuat oleh Allah untuk menggambarkan tentang amal perbuatan orang-orang kafir yang menyembah selain Allah beserta-Nya dan mendustakan rasulrasul-Nya.
Mereka adalah orang-orang yang membina amal perbuatannya bukan pada landasan yang benar, sehingga runtuh dan lenyaplah bangunannya, padahal ia sangat memerlukannya.
Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka.

Yakni perumpamaan amal perbuatan mereka kelak di hari kiamat apabila mereka meminta pahalanya dari Allah subhanahu wa ta’ala, Demikian itu karena mereka menduga bahwa diri mereka berada dalam kebenaran, tetapi ternyata tiada satu pahala pun yang mereka dapatkan.
Tiada hasil bagi amalan-amalan mereka kecuali sebagaimana debu yang lenyap diterbangkan oleh angin badai yang amat besar, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

…pada suatu hari yang berangin kencang.

Yaitu hari yang berangin sangat kencang lagi kuat.
Maka mereka tidak mendapatkan sesuatu pun dari amal-amal perbuatan yang mereka upayakan ketika di dunia.
Keadaannya tiada lain seperti seseorang yang mengumpulkan debu di hari yang berangin sangat kuat.
Makna ayat ini sama dengan apa yang disebutkan di dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.
(QS. Al-Furqaan [25]: 23)

Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya.
Allah tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
(QS. Ali ‘Imran [3]: 117)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian menghilangkan (pahala) sedekah kalian dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian.
Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah).
Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan, dan Allah tidak memberi petunjukkepada orang-orang yangkafir.
(QS. Al-Baqarah [2]: 264)

Sedangkan firman Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat berikut ini:

Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh.

Artinya, usaha dan amal mereka tidak mempunyai landasan, tidak pula lurus, sehingga mereka kehilangan pahalanya di saat mereka sangat memerlukannya.

Kata Pilihan Dalam Surah Ibrahim (14) Ayat 18

AASHIF
عَاصِف

Lafaz ini adalah ism fa’il (kata yang menunjukkan subjek pelaku perbuatan) yang bermakna maj’ul (objek perbuatan), jamaknya adalah ‘awaashif, artinya ditiup oleh angin, anak panah yang menyimpang dari sasaran.

Yawmun ‘aashif bermakna hari yang banyak angin ribut atau taufan.

Liqaa’ ‘aashif atau ijtimaa’ ‘aashif bermakna hari di dalamnya terdapat banyak perbalahan dan perdebatan yang hangat.

Lafaz ‘aashif disebut sebanyak dua kali di dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
Yunus (10), ayat 22;
Ibrahim (14), ayat 18.
Ia dikaitkan dengan ar riih (angin) dan al yawm yaitu hari.

Al Baydawi dan An Nasafi berkata,
"Rihun ‘aashif bermakna angin yang bertiup dengan kencang dan menghamburkan debu."

Al Khazin juga berkata,
"Asal makna al ‘ashf adalah kencang atau laju, Ia dinamakan ‘aashif karena ia memiliki hembusan yang kencang dan laju.
Jadi, rihun ‘aashif bermakna angin taufan yang menghilangkan angin yang tenang"

Ibnu Abbas mengatakan riihun ‘aashif bermakna riihun qaasif (angin badai).
Menurut Al Qurtubi terdapat tiga pendapat mengenai ar riih yang dinamakan dengan al ‘usuuf atau ‘aashif

-Walaupun ‘aashif digunakan untuk angin, tetapi kadangkala hari dapat juga dinamakan demikian karena angin kencang terjadi padanya.
Oleh karena itu bisa dikatakan yawmun ‘aashif seperti ungkapan yawmun haar (hari yang panas) dan yawmun baarid (hari yang dingin).
• Makna yawmun ‘aashif adalah angin karena lafaz angin disebut sebelumnya.

‘Aashif adalah sifat bagi angin.
Beliau berkata lagi, ”Ayat ini adalah perumpamaan bagi amalan orang kafir di mana ia akan dihapuskan seperti angin kencang menghamburkan debu pada hari angin taufan.
Maksudnya amalan mereka dihapuskan dan tidak akan diterima."

Tegasnya, meskipun mereka mengerjakan amal yang mungkin baik, tetapi oleh karena dasarnya tidak benar, tidak tumbuh atas dasar kepercayaan kepada Tuhan, hanya karena sornbong, mencari nama, mendabik dada, maka apabila tiba angin ribut yang kuat, amal itu akan dihembus habis, tumbang karena ia hanya terletak di atas pasir, tidak berakar hingga ke bawah.

Kesimpulannya, rihun ‘aashif bermakna angin taufan dan yawm ‘aashif bermakna hari yang terdapat di dalamnya angin ribut.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:385-386

Unsur Pokok Surah Ibrahim (إبراهيم)

Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat "IBRAHIM", karena surat ini mengandung do’a Nabi Ibrahimalaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
Permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhalaberhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.

Do’a Nabi Ibrahimalaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah Subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Alquran adalah pembimbing manusia ke jalan Allah.
▪ Segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah.
▪ Keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya.
▪ Nabi-nabi membawa mukjizat atas izin Allah semata-mata.
▪ Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru.
▪ Ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

▪ Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Musa `alaihis salam dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

▪ Sebabnya rasulrasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri.
▪ Perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil.
▪ Kejadian langit dan bumi mengandung hikmahhikmah.
▪ Macam-macam nikmat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuri-Nya.

Audio Murottal

QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 52 + Terjemahan Indonesia
QS. Ibrahim (14) : 1-52 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 52

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ibrahim ayat 18 - Gambar 1 Surah Ibrahim ayat 18 - Gambar 2 Surah Ibrahim ayat 18 - Gambar 3
Statistik QS. 14:18
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, “Nabi Ibrahim”) adalah surah ke-14 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
Sending
User Review
4.9 (11 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
14:18, 14 18, 14-18, Surah Ibrahim 18, Tafsir surat Ibrahim 18, Quran Ibrahim 18, Surah Ibrahim ayat 18
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 14:18

More Videos

Kandungan Surah Ibrahim

۞ QS. 14:1 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 14:2 • Segala sesuatu milik Allah • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:3 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:4 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:6 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:7 Ar Rabb (Tuhan) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:8 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya • Al Hamid (Maha Terpuji) • Al Ghaniy (Maha Kaya)

۞ QS. 14:9 • Keluasan ilmu Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:10 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia •

۞ QS. 14:11 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 14:12 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 14:13 Ar Rabb (Tuhan) • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Kekuatan umat Islam di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 14:15 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:16 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Mereka yang kekal dalam neraka • Makanan dan minuman ahli neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:17 • Keabadian neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 14:18 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia

۞ QS. 14:19 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 14:20 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:21 • Manusia dibangkitkan dari kubur • Pedihnya penderitaan manusia pada hari kebangkitan • Kebenaran hari penghimpunan • Penghimpunan manusia dan keadaan mereka • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:22 • Allah menepati janji • Sifat iblis dan pembantunya • Azab orang kafir • Kelemahan tuhan selain Allah •

۞ QS. 14:23 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Sifat ahli surga

۞ QS. 14:25 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:27 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Allah memperkokoh orang mukminSifat Masyi’ah (berkehendak) • Allah menggerakkan hati manusia

۞ QS. 14:28 • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 14:29 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:30 • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:31 • Terputusnya hubungan antara sesama pada hari kiamat • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 14:33 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 14:35 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:36 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 14:37 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:38 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:39 • Kekuasaan Allah • Sifat Sama’ (mendengar) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) •

۞ QS. 14:40 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:41 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 14:42 • Keluasan ilmu Allah • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 14:43 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:44 Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan

۞ QS. 14:45 • Azab orang kafir

۞ QS. 14:47 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah menepati janji • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 14:48 Al Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa) • Kedahsyatan hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 14:49 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:50 • Kedahsyatan hari kiamat • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Azab orang kafir • Siksa orang kafir

۞ QS. 14:51 • Pahala iman • Sifat hari penghitungan • Keadilan Allah dalam menghakimi • Azab orang kafir • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 14:52 Tauhid UluhiyyahAl Wahid (Maha Esa)

Ayat Pilihan

Di antara manusia ada yang menyembah Allah, jika ia peroleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, tapi jika ditimpa bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia & di akhirat.
Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata
QS. Al-Hajj [22]: 11

Dengan keterangan yang jelas itu,
Kami menerangkan bukti-bukti yang bermacam-macam,
agar menjadi tampak jalan kebenaran yang dilalui oleh orang-orang Mukmin & menjadi jelas jalan kebatilan yang dilalui oleh orang-orang kafir.
QS. Al-An’am [6]: 55

Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah).
Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
QS. Saba’ [34]: 13

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Correct! Wrong!

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

+

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Correct! Wrong!

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Kamus Istilah Islam

Ulama

Apa itu Ulama? ula.ma orang yang ahli dalam hal atau dalam pengetahuan agama Islam; ia seorang ulama besar pada zaman kebangkitan Islam alim ulama
orang-orang pandai dalam pengetahuan agama Islam ...

Abu Sufyan

Siapa itu Abu Sufyan? Shakhr bin Harb (bahasa Arab: صخر بن حرب‎; atau lebih dikenal dengan panggilannya Abu Sufyan bin Harb (bahasa Arab: أبو سفيان بن حرب‎) adalah salah seora...

fardu

Apa itu fardu? far.du sesuatu yang wajib dilakukan; kewajiban. Lihat juga: ● Fardu ain ● Fardu kifayah ۞ Variasi nama: fardhu … • fardhu