QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 17 [QS. 14:17]

یَّتَجَرَّعُہٗ وَ لَا یَکَادُ یُسِیۡغُہٗ وَ یَاۡتِیۡہِ الۡمَوۡتُ مِنۡ کُلِّ مَکَانٍ وَّ مَا ہُوَ بِمَیِّتٍ ؕ وَ مِنۡ وَّرَآئِہٖ عَذَابٌ غَلِیۡظٌ
Yatajarra’uhu walaa yakaadu yusiighuhu waya’tiihil mautu min kulli makaanin wamaa huwa bimai-yitin wamin waraa-ihi ‘adzaabun ghaliizhun;

diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati, dan dihadapannya masih ada azab yang berat.
―QS. 14:17
Topik ▪ Neraka ▪ Keabadian neraka ▪ Aneka ragam tumbuhan
14:17, 14 17, 14-17, Ibrahim 17, Ibrahim 17, Ibrahim 17

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 17

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 17. Oleh Kementrian Agama RI

Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka, bahkan mereka itu telah berada di muka neraka.
Semasa hidup di dunia ini mereka telah serasa di tepi neraka itu.
Di dalam neraka itu nanti mereka akan diberi minum air kotor seperti nanah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ia meminumnya dengan susah payah.
Seolah-olah ia meneguknya seteguk demi seteguk, tapi tidak juga bisa menelannya, karena wujudnya yang sangat kotor dan menjijikkan.
Penghuni neraka itu disiksa dengan siksaan teramat berat yang semestinya membuat ia mati dan bebas dari penderitaan.
Tetapi kenyataannya ia tetap hidup untuk menerima siksa yang lebih dahsyat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Diminumnya air nanah itu) diteguknya air nanah itu seteguk demi seteguk karena rasanya teramat pahit (dan hampir dia tidak dapat menelannya) ia merasa amat jijik mengingat baunya yang sangat busuk dan rupanya yang sangat menjijikkan (dan datanglah bahaya maut kepadanya) hal-hal yang menyebabkan kematian, berupa berbagai macam azab (dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati dan di hadapannya) sesudah mengalami azab tersebut (masih ada siksaan yang berat) siksaan yang keras lagi terus-menerus.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang yang sombong ini mencoba menelan nanah, darah dan selainnya yang keluar dari ahli neraka itu berkali-kali, tapi ia tidak bisa menelannya; karena jijik, panas dan pahitnya.
Dan adzab yang keras datang kepadanya dari segala jenisnya dan dari semua anggota tubuhnya.
Ia tidak akan mati sehingga terbebas darinya, dan setelah adzab ini, ia mendapatkan lainnya yang menyakitkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…diminumnya air nanah itu.

Yakni diminumkan kepadanya dengan paksa.
Bila ia tidak mau mereguknya, maka malaikat memukulnya dengan gada besi, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam firman-Nya:

Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan hampir dia tidak bisa menelannya.

Artinya, dia menolaknya karena rasa, bau, dan warnanya yang sangat buruk, serta panas atau dinginnya yang tak tertahankan.

dan datanglah (bahaya) kematian kepadanya dari segenap penjuru.

Yaitu terasa sangat sakit semua tubuh dan anggota badannya karena siksaan itu.

Menurut Amr ibnu Maimun ibnu Mahran, makna yang dimaksud ialah bahaya maut terasakan oleh semua tulang, urat, dan syarafnya (karena sangat kerasnya siksaan).

Ikrimah mengatakan bahwa kepedihan siksaan terasa sampai ke ujung-ujung rambutnya.

Ibrahim At-Taimi mengatakan, rasa sakit siksaan terasa oleh seluruh tubuh hingga ujung-ujung rambut yang tumbuh di seluruh tubuhnya.

Ibnu Jarir mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan datanglah (bahaya) kematian kepadanya dari segenap penjuru.
akni dari arah depan dan belakangnya.
Menurut riwayat lain, dari arah kanan dan kirinya, dari bagian atas dan bawahnya serta seluruh tubuhnya.

Ad-Dahhak telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:

…dan datanglah (bahaya) kematian kepadanya dari segenap penjuru.
Maksudnya, berbagai macam siksaan yang ditimpakan oleh Allah kepada ahli neraka di hari kiamat kelak di dalam neraka Jahannam.
Tiada suatu macam siksaan pun melainkan mendatangkan maut, seandainya ada maut saat itu, tetapi ia tidak dapat mati, karena Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman dalam ayat yang lain:

Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya.
(Q.S. Faathir [35]: 36)

Pengertian yang dikatakan oleh Ibnu Abbas ialah bahwa tiada suatu macam siksaan pun dari berbagai macam siksaan itu melainkan bila ditimpakan kepada seorang ahli neraka pastilah ia binasa, seandainya dia dapat binasa (mati).
Akan tetapi, ia tidak dapat mati agar ia tetap kekal dalam keabadian azab dan pembalasan-Nya.
Karena itulah dalam ayat berikut ini disebutkan oleh firman-Nya:

…dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan di hadapannya masih ada azab yang berat.

Maksudnya, sesudah itu dia masih harus mengalami azab lain yang sangat keras, yakni siksaan yang sangat menyakitkan, sangat sulit, dan sangat keras lebih daripada siksaan yang sebelumnya, lebih mengerikan dan lebih pahit.
Di antaranya ialah seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
tentang pohon zaqqum yang ada di neraka, yaitu:

Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim, mayangnya seperti kepala setan-setan.
Maka sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, maka mereka memenuhi perutnya dengan buahzaqqum itu.
Kemudian sesudah makan buah pohon itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas.
Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim.
(Q.S. As-Saffat [37]: 64-68)

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan bahwa penghuni neraka adakalanya disiksa dengan disuruh memakan buah zaqqum, adakalanya disuruh meminum minuman yang panas, adakalanya pula dimasukkan ke dalam neraka Jahim.
Semoga Allah melindungi kita dari siksaan-siksaan tersebut.
Itulah siksa neraka yang disebutkan oleh firman-Nya:

Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.
(Q.S. Ar-Rahman [55]: 43-44)

Sesungguhnya pohon zaqqum itu makanan orang yang banyak berdosa.
(Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang sangat panas.
Peganglah dia, kemudian seretlah dia ke tengah-tengah neraka.
Kemudian tuangkanlah di atas kepalanya siksaan (dari) air yang sangat panas.
Rasakanlah, sesungguhnya kamu orang yang perkasa lagi mulia.
Sesungguhnya ini adalah azab yang dahulu selalu kalian meragu-ragukannya.
(Q.S. Ad-Dukhaan [44]: 43-50)

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?
Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas mendidih, dan dalam naungan asap yang hitam.
Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
(Q.S. Al-Waaqi’ah: 41-44)

Beginilah (keadaan mereka).
Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk, (yaitu) neraka Jahannam, yang mereka masuk ke dalamnya, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat tinggal.
Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.
Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam.
(Q.S. Shaad [38]: 55-58)

Masih banyak lagi ayat lainnya yang menunjukkan keanekaragaman azab yang ditimpakan kepada ahli neraka yang tiada mengetahui jenis, macam, dan bentuknya melainkan hanya Allah subhanahu wa ta’ala.
sebagai pembalasan yang setimpal dengan amal perbuatan masing-masing.

dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba-(Nya).
(Q.S. Fushshilat [41]: 46)


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 17 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 17 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 17 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:17
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.6
Ratingmu: 4.8 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim