QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 10 [QS. 14:10]

قَالَتۡ رُسُلُہُمۡ اَفِی اللّٰہِ شَکٌّ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ یَدۡعُوۡکُمۡ لِیَغۡفِرَ لَکُمۡ مِّنۡ ذُنُوۡبِکُمۡ وَ یُؤَخِّرَکُمۡ اِلٰۤی اَجَلٍ مُّسَمًّی ؕ قَالُوۡۤا اِنۡ اَنۡتُمۡ اِلَّا بَشَرٌ مِّثۡلُنَا ؕ تُرِیۡدُوۡنَ اَنۡ تَصُدُّوۡنَا عَمَّا کَانَ یَعۡبُدُ اٰبَآؤُنَا فَاۡتُوۡنَا بِسُلۡطٰنٍ مُّبِیۡنٍ
Qaalat rusuluhum afiillahi syakkun faathiris-samaawaati wal ardhi yad’uukum liyaghfira lakum min dzunuubikum wayu’akh-khirakum ila ajalin musamman qaaluuu in antum ilaa basyarun mitslunaa turiiduuna an tashudduunaa ‘ammaa kaana ya’budu aabaa’unaa fa’tuunaa bisulthaanin mubiinin;

Berkata rasul-rasul mereka:
“Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi?
Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?”
Mereka berkata:
“Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga.
Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata”.
―QS. 14:10
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Manusia memanfaatkan hewan
14:10, 14 10, 14-10, Ibrahim 10, Ibrahim 10, Ibrahim 10

Tafsir surah Ibrahim (14) ayat 10

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ibrahim (14) : 10. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini dijelaskan, bahwa karena mereka itu menyatakan keragu-raguan terhadap apa yang disampaikan oleh Rasul-rasul tersebut kepada mereka, terutama tentang kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, maka para Rasul mengatakan kepada umatnya masing-masing sebagai berikut: “Apakah patut adanya keragu-raguan terhadap Allah Pencipta langit dan bumi?
Dia menyeru kamu untuk memberikan ampunan kepada kamu atas segala dosa-dosa kamu, dan Dia telah menangguhkan siksaan terhadap kamu sampai kepada suatu masa yang ditentukan-Nya?”

Sebaliknya umat dari masing-masing Rasul itu menjawab dengan mengatakan bahwa rasul-rasul tersebut menurut pandangan mereka adalah manusia biasa juga seperti mereka dan tidak mempunyai kelebihan apa-apa dari mereka.
Sebab itu tidak ada alasan bagi mereka untuk menjadi pengikut bagi Rasul-rasul tersebut.
Dan oleh karena Rasul-rasul tersebut menurut mereka sudah memalingkan mereka dari agama yang diwarisi dari nenek moyang mereka, serta menghalang-halangi mereka dari menyembah patung-patung yang menjadi sesembahan nenek moyang tersebut, oleh karena itu mereka meminta bukti yang nyata dari Rasul-rasul untuk memajukan benarnya kerasulan mereka sebagai utusan Allah subhanahu wa ta’ala padahal Rasul-rasul itu telah mengemukakan mukjizat masing-masing yang dikaruniakan Allah kepada mereka sebagai bukti kerasulannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan rasa tidak percaya dan heran menghadapi keragu-raguan mereka akan adanya Allah dan keesaan-Nya, para rasul itu, kemudian, mengatakan kepada kaum mereka masing-masing, “Apakah ada keraguan mengenai adanya Allah dan keesaan-Nya sebagai Tuhan, padahal Dia adalah pencipta langit dan bumi tanpa contoh sebelumnya.
Dia menyeru kalian agar Dia mengampuni dosa-dosa yang kalian lakukan sebelum beriman, dan membiarkan kalian tetap hidup sampai datang ajal?”
Dengan keras kepala, mereka mengatakan kepada rasul masing-masing, “Kalian hanyalah manusia seperti kami.
Tidak ada kelebihan yang membuat kalian berhak menjadi rasul.
Dengan seruan itu, kalian hanya ingin menghalangi kami untuk melakukan ibadah yang telah ada sejak zaman nenek moyang kami.
Berilah kami bukti yang jelas seperti yang kami usulkan!”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkata rasul-rasul mereka, “Apakah ada keraguan terhadap Allah) istifham di sini mengandung makna ingkar, artinya tentu saja tidak ada keraguan di dalam mentauhidkan-Nya mengingat adanya bukti-bukti yang jelas menunjukkan ke arah itu (Pencipta) yang menciptakan (langit dan bumi?
Dia menyeru kalian) supaya taat kepada-Nya (untuk memberi ampunan kepada kalian dari dosa-dosa kalian) huruf min adalah huruf zaidah.

Karena sesungguhnya Islam itu menghapus semua dosa yang sebelumnya.

Atau huruf min itu bermakna tab`idh yang artinya sebagian daripada dosa-dosa kalian.

Dimaksud untuk mengecualikan dosa-dosa yang menyangkut hak-hak hamba-hamba Allah (dan menangguhkan kalian) tanpa mengazab kalian (sampai masa yang ditentukan?”) sampai kalian mati.

(Mereka berkata, “Tiada lain) tidak lain (kalian adalah manusia biasa seperti kami juga.

Kalian menghendaki untuk menghalang-halangi kami dari apa yang selalu disembah oleh nenek moyang kami) yaitu berhala-berhala sesembahan mereka (karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.”) hujah yang jelas untuk membuktikan kebenaran kalian itu.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Rasul-rasul mereka mengatakan :
Apakah ada kebimbangan terhadap Allah dan beribadah kepada-Nya semata, padahal Dia-lah Pencipta langit dan bumi, Yang mengadakan keduanya dari ketiadaan dengan tanpa ada contoh sebelumnya, dan Dia menyeru kalian kepada keimanan; agar Dia mengampuni kalian dari kemusyrikan yang dulu pernah kalian lakukan, dan menghindarkan adzab yang pedih dari kalian, lalu Dia menangguhkan masa tinggal kalian di dunia sampai waktu yang telah ditentukan-Nya, yaitu akhir ajal kalian, sehingga Dia tidak mengadzab kalian di dunia??
Mereka berkata kepada Rasul-rasul mereka :
Kami tidak melihat kalian kecuali sebagai manusia biasa saja, sifat-sifat kalian sama seperti sifat-sifat kami.
Kalian tidak memiliki kelebihan atas kami sehingga kalian layak sebagai rasul.
Kalian hanya bermaksud menghalang-halangi kami dari menyembah apa yang dulu disembah nenek moyang kami, yaitu berhala-berhala, maka datangkanlah kepada kami bukti nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang kalian katakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan perdebatan yang berlangsung antara orang-orang kafir dan rasul-rasul-Nya.
Demikian itu karena ketika para rasul mendapat jawaban keraguan dari pihak umatnya masing-masing terhadap apa yang disampaikan oleh para rasul kepada mereka, yang intinya menyeru agar mereka menyembah Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Maka berkatalah para rasul:

Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah.

Kalimat ini mengandung dua interpretasi, yaitu:

Pertama, apakah ada keragu-raguan terhadap keberadaan-Nya.
Karena sesungguhnya fitrah manusia mempersaksikan keberadaan-Nya, dan fitrah manusia telah diciptakan dalam keadaan mengakui keberadaan Allah sebagai Tuhannya.
Orang yang memiliki fitrah yang sehat pasti mengakui Allah, tetapi adakalanya fitrah manusia dijangkiti oleh penyakit keragu-raguan dan kelabilan.
Maka untuk menyembuhkannya diperlukan sarana bukti (dalil) yang menunjukkan keberadaan-Nya guna melenyapkan keragu-raguan itu.
Untuk itulah maka para rasul memberikan bimbingan dan petunjuk kepada mereka ke arah jalan yang menghantarkan mereka untuk dapat mengenal-Nya.
Maka disebutkanlah:

Pencipta langit dan bumi?

yang Dia ciptakan dan Dia adakan tanpa contoh yang mendahuluinya.
Karena sesungguhnya bukti-bukti kejadian, penciptaan, dan pengaturan yang ada pada keduanya menunjukkan bahwa pasti ada yang membuatnya.
Dialah Allah yang tidak ada Tuhan selain Dia, Pencipta segala sesuatu, Dialah Tuhan dan pemiliknya.

Kedua, sejumlah ulama mengartikan firman-Nya: Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah.
(Q.S. Ibrahim [14]: 10) Yakni sebagai Tuhan Yang Maha Esa yang harus disembah, padahal Dia­lah yang menciptakan semua yang ada, tiada yang berhak disembah selain Dia semata, tiada sekutu bagi-Nya.
Sesungguhnya sebagian besar umat manusia mengakui Tuhan Yang Maha Pencipta, tetapi mereka menyembah selain-Nyayang dipersekutukan dengan-Nya, yaitu perantara-perantara yang mereka duga dapat memberikan manfaat kepada mereka atau dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah.

Para rasul mereka berkata kepada mereka:

Dia menyeru kalian untuk memberi ampunan kepada kalian dari dosa-dosa kalian.
(Q.S. Ibrahim [14]: 10)

Yakni di hari akhirat kelak.

…dan menangguhkan (siksaan) kalian sampai masa yang ditentukan.

Yaitu di dunia ini.

Ayat ini semakna dengan apa yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian dan bertobat kepada-Nya.
(Jika kalian mengerjakan yang demikian itu), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya.
(Q.S. Hud [11]: 3), hingga akhir ayat.

Kemudian setelah umat-umatnya kalah berdebat dengan para rasul mereka, maka mereka beralih alasan untuk menolak dengan cara mendebat kedudukan rasul yang disandangnya.
Kesimpulan jawaban mereka disebutkan oleh firman-Nya:

Kalian tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kami juga,

Yakni mana mungkin bagi kami mengikuti kalian hanya dengan perkataan kalian, sedangkan kami belum melihat adanya suatu mukjizat dari kalian, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya menyitir kata-kata mereka dalam firman selanjutnya:

Karena itu, datangkanlah kepada kami bukti yang nyata.

Yaitu suatu mukjizat yang kami minta dari kalian mengemukakannya.
Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka:


Informasi Surah Ibrahim (إبراهيم)
Surat Ibrahim ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum Hijrah.

Dinamakan surat “IBRAHIM”,
karena surat ini mengan­dung do’a Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yaitu pada ayat 35 sampai dengan 41.
Do’a ini isinya antara lain:
permohonan agar keturunannya mendirikan shalat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Do’a Nabi Ibra­ him ‘alaihis salam ini telah diperkenankan oleh Allah s.w.t sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Do’a tersebut dipanjatkan beliau ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala sesudah selesai membina Ka’bah bersama puteranya Ismail ‘alaihis salam, di dataran tanah Mekah yang tandus.

Keimanan:

Al Qur’an adalah pembimbing manusia ke jalan Allah
segala sesuatu dalam alam ini kepunyaan Allah
keingkaran manusia terhadap Allah tidaklah mengurangi kesempumaan-Nya
nabi-nabi membawa mu’jizat atas izin Allah semata-mata
Allah kuasa mematikan manusia dan membangkitkannya kembali dalam bentuk baru
ilmu Allah meliputi yang lahir dan yang batin.

Hukum:

Perintah mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian harta, baik secara rahasia maupun secara terang-terangan,

Kisah:

Kisah Nabi Musa a.s. dengan kaumnya, serta kisah para rasul zaman dahulu.

Lain-lain:

Sebabnya rasul-rasul diutus dengan bahasa kaumnya sendiri
perumpamaan tentang perbuatan dan perkataan yang hak dengan yang bathil
kejadian langit dan bumi mengandung hikmah-hikmah
macam-macam ni’mat Allah kepada manusia dan janji Allah kepada hamba-hamba yang mensyukuriNya.

Ayat-ayat dalam Surah Ibrahim (52 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ibrahim (14) ayat 10 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ibrahim (14) ayat 10 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ibrahim (14) ayat 10 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ibrahim - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 52 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 14:10
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ibrahim.

Surah Ibrahim (bahasa Arab:إبراهيم, Ibrāhīm, "Nabi Ibrahim") adalah surah ke-14 dalam al-Quran.
Surah ini terdiri atas 52 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyyah karena diturunkan di Mekkah sebelum Hijrah.
Dinamakan Ibrahim, karena surah ini mengandung doa Nabi Ibrahim yaitu ayat 35 sampai dengan 41.
Doa ini isinya antara lain: permohonan agar keturunannya mendirikan salat, dijauhkan dari menyembah berhala-berhala dan agar Mekkah dan daerah sekitarnya menjadi daerah yang aman dan makmur.
Doa Nabi Ibrahim ini telah diperkenankan oleh Allah sebagaimana telah terbukti keamanannya sejak dahulu sampai sekarang.
Doa tersebut dipanjatkan dia ke hadirat Allah sesudah selesai membina Ka'bah bersama puteranya Ismail, di dataran tanah Mekkah yang tandus.

Nomor Surah 14
Nama Surah Ibrahim
Arab إبراهيم
Arti Nabi Ibrahim
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 72
Juz Juz 13 (ayat 1-52)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 52
Jumlah kata 833
Jumlah huruf 3541
Surah sebelumnya Surah Ar-Ra’d
Surah selanjutnya Surah Al-Hijr
4.5
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim