QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 98 [QS. 11:98]

یَقۡدُمُ قَوۡمَہٗ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ فَاَوۡرَدَہُمُ النَّارَ ؕ وَ بِئۡسَ الۡوِرۡدُ الۡمَوۡرُوۡدُ
Yaqdumu qaumahu yaumal qiyaamati fa-auradahumunnaara wabi-asal wirdul mauruud(u);

Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.
―QS. 11:98
Topik ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
11:98, 11 98, 11-98, Hud 98, Hud 98, Hud 98

Tafsir surah Hud (11) ayat 98

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Firaun selain ia telah merusak di muka bumi dan menyesatkan kaumnya di dunia pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa di akhirat nanti dia pula akan mengantar kaumnya ke tempat yang telah disediakan untuknya.
Ia berjalan di depan dan kaumnya mengiringnya dari belakang sehingga mereka sampai ke neraka lalu mereka dijebloskan ke dalamnya bersama-sama.
Alangkah celaka dan meruginya Firaun dan kaumnya karena neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi bahkan sejak mereka meninggalkan dunia itu tiap hari, pagi dan petang selalu ditampakkan kepadanya neraka dan segala siksa yang ada di dalamnya sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan Firaun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.
Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang dan pada hari terjadinya kiamat (dikatakan kepada malaikat): “Masukkanlah Firaun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”

(Q.S.
Al-Mu’min: 45, 46)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari kiamat, Fir’aun berada di muka kaumnya, memimpin mereka seperti halnya di dunia, kemudian dengan pasti memasukkan mereka ke dalam neraka.
Di sana mereka terbakar dan merasakan kepedihan siksaannya.
Sungguh merupakan tempat masuk yang amat jelek, tempat mereka meminum air yang amat panas untuk melepas dahaga.
Tetapi yang terjadi malah perut mereka robek.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Ia berjalan di muka) berada paling depan (kaumnya di hari kiamat) sehingga para pengikutnya mengikutinya sebagaimana mereka mengikutinya sewaktu hidup di dunia (lalu memasukkan mereka) menjerumuskan mereka (ke dalam neraka.

Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Fir”aun berjalan di hadapan kaumnya pada Hari Kiamat hingga ia memasukkan mereka ke neraka.
Sungguh buruk tempat-tempat yang mereka masuki itu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.
Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi.

Demikian pula nasib yang dialami oleh para pemimpin yang diikuti kesesatannya.
Mereka memperoleh bagian azab yang paling besar kelak di hari kiamat, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, tetapi kalian tiddk mengetahui.
(Al A’raf:38)

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan pula perihal orang-orang kafir, bahwa mereka di dalam neraka mengatakan:

Dan mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).
Ya Tuhan kami, berilah kepada mereka azab dua kali lipat ” (Al Ahzab:67-68), hingga akhir ayat.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hasyim, telah menceritakan kepada kami Abul Jahm, dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Imru-ul Qais adalah pemegang panji para penyair Jahiliah (menuju) ke neraka.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 98 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 98 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 98 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:98
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.8
Ratingmu: 4.4 (10 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta