QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 92 [QS. 11:92]

قَالَ یٰقَوۡمِ اَرَہۡطِیۡۤ اَعَزُّ عَلَیۡکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ ؕ وَ اتَّخَذۡتُمُوۡہُ وَرَآءَکُمۡ ظِہۡرِیًّا ؕ اِنَّ رَبِّیۡ بِمَا تَعۡمَلُوۡنَ مُحِیۡطٌ
Qaala yaa qaumi arahthii a’azzu ‘alaikum minallahi wa-attakhadztumuuhu waraa-akum zhihrii-yan inna rabbii bimaa ta’maluuna muhiithun;

Syu’aib menjawab:
“Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?.
Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan”.
―QS. 11:92
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Ampunan Allah yang luas
11:92, 11 92, 11-92, Hud 92, Hud 92, Hud 92

Tafsir surah Hud (11) ayat 92

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 92. Oleh Kementrian Agama RI

Mendengar ucapan kaumnya yang sangat menusuk hati dan menganggapnya sebagai orang yang hina dan tidak berdaya, Nabi Syuaib a.s.
berkata: “Sungguh sangat menyedihkan kepicikan pikiranmu dan sangat mengherankan sekali pendapatmu itu.
Apakah kamu menganggap kaum kerabatku itu lebih mulia dan lebih perkasa dari Allah Yang Menciptakan mereka, menciptakan kamu semua bahkan menciptakan langit dan bumi?
Apakah hanya karena aku berasal dari mereka, sehingga tidak berani melaksanakan ancamanmu itu, bukan karena aku beriman kepada Allah yang akan menyeru kamu supaya kamu menyembah-Nya, tidak mempersekutukan-Nya.
Karena Dialah Yang Maha Kuasa, Maha Perkasa dan Maha Pemurah yang melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepadamu sekalian.
Patutkah kamu melupakan-Nya dan menganggap enteng kekuasaan dan rahmat-Nya.
Dialah yang patut kamu takuti.
Dialah yang sewajarnya kamu muliakan, bahkan kaum kerabatku tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kehendak Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu lakukan, tak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
Dia akan memberi balasan yang setimpal atas keingkaran dan kedurhakaanmu itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Syu’aib menjawab, “Wahai kaumku, apakah keluargaku lebih pantas kalian pergauli dengan baik daripada Allah, sehingga mereka selalu kalian ingat dan Allah kalian lupakan.
Kalian pergauli aku dengan baik sementara Allah kalian perlakukan seperti sesuatu yang dicampakkan?
Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui segala apa yang kalian lakukan.
Tidak ada satu pun perbuatan kalian yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya.
Dia akan memperhitungkan itu semua meskipun kalian melupakannya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Syuaib menjawab, “Hai kaumku! Apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandangan kalian daripada Allah) oleh sebab itu lalu kalian tidak mau membunuhku demi mereka dan kalian tidak mau membiarkan aku demi karena Allah (sedangkan kalian menjadikan Dia) yakni kalian menganggap Allah (sebagai sesuatu yang terbuang di belakang kalian) terasing di belakang kalian tanpa kalian hiraukan Dia.

(Sesungguhnya Rabbku meliputi apa yang kalian kerjakan.”) Dia Maha Mengetahui kesemuanya, oleh karena itu kelak Dia akan membalas kalian.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Syuaib menjawab :
Wahai kaumku, apakah keluargaku lebih perkasa dan mulia menurut kalian daripada Allah??
Dan kalian membuang perintah Rabb kalian dan menempatkannya di belakang kalian, kalian tidak mengerjakan perintah-Nya dan tidak pula menjauhi larangan-Nya.
Sesungguhnya pengetahuan Rabbku meliputi apa yang kalian kerjakan, tidak ada amalan kalian yang tersembunyi dari-Nya meskipun sebesar biji dzarrah.
Dan Allah akan membalasnya dengan disegerakan ataupun diakhirkan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Syu’aib menjawab, “Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandangan kalian daripada Allah?”

Yakni apakah kalian membiarkan aku karena kaumku, bukan karena menghormati Tuhan Yang Mahasuci lagi Mahatinggi bila kalian menimpa­kan keburukan kepada Nabi-Nya.
Sesungguhnya kalian telah menjadikan Allah terlupakan oleh kalian.

…di belakang punggung kalian.

Maksudnya, kalian mengesampingkan-Nya di belakang kalian, karena itulah kalian tidak taat dan tidak menghormati-Nya.

Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kalian kerjakan.

Yakni Dia mengetahui semua amal perbuatan kalian, dan kelak Dia akan membalaskannya kepada kalian.


Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 92

DZHIHRIY
ظِهْرِيّ

Lafaz dzhihriy adalah bentuk penisbatan dari dzhahrun, namun tidak mengikuti kaidah qiyas. Makna dzhahrun ialah anggota tubuh badan bahagian belakang. Sedangkan bentuk nisbahnya dzhihriy berarti sesuatu yang diletakkan dibelakang dan dilupakan.

Lafaz dzhihriy hanya disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Hud (11), ayat 92. Ayat ini berisi jawaban Nabi Syu’aib pada kaumnya,

يَٰقَوْمِ أَرَهْطِىٓ أَعَزُّ عَلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَٱتَّخَذْتُمُوهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّاۖ

“Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedang Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang di belakangmu?.”

Imam Ibn Katsir menafsirkannya dengan, “Dan kamu juga membelakangi kitab Allah, tidak mau mentaatinya dan tidak mahu meng­agungkannya”

Nabi Syu’aib menyatakan begitu setelah kaumnya tidak mau menerima dakwahnya dan mereka menegaskan sekiranya bukan karena faktor keluarga Nabi Syu’aib yang dimuliakan, mereka pasti membunuhnya dengan cara melemparnya dengan batu.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:362

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 92 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 92 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 92 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”11-92″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 11:92
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.8
Ratingmu: 4.6 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Arti surat 11 ayat 92-95

Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta