Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Hud

Hud (Nabi Hud) surah 11 ayat 87


قَالُوۡا یٰشُعَیۡبُ اَصَلٰوتُکَ تَاۡمُرُکَ اَنۡ نَّتۡرُکَ مَا یَعۡبُدُ اٰبَآؤُنَاۤ اَوۡ اَنۡ نَّفۡعَلَ فِیۡۤ اَمۡوَالِنَا مَا نَشٰٓؤُاؕ اِنَّکَ لَاَنۡتَ الۡحَلِیۡمُ الرَّشِیۡدُ
Qaaluuu yaa syu’aibu ashalaatuka ta’muruka an natruka maa ya’budu aabaa’unaa au an naf’ala fii amwaalinaa maa nasyaa-u innaka antal haliimurrasyiid(u);

Mereka berkata:
“Hai Syu’aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.
Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal”.
―QS. 11:87
Topik ▪ Balasan dan pahala dari Allah
11:87, 11 87, 11-87, Hud 87, Hud 87, Hud 87
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 87. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan reaksi yang dihadapi oleh Syuaib a.s.
dan kaumnya sebagai bantahan atas dua macam isi dakwahnya itu, yaitu:

Pertama: supaya mereka menyembah Allah Yang Maha Esa dan tidak boleh mempersekutukan-Nya dengan menyembah berhala-berhala dan sebagainya.

Kedua: supaya mereka menyempurnakan takaran dan timbangan dan tidak boleh menguranginya.

Terhadap isi dakwah yang pertama, mereka membantah dengan mengatakan: "Apakah salatmu yang ditimbulkan oleh kekacauan pikiran yang tidak menentu dan perbuatan gila, itulah yang mendorong dan memerintahkanmu supaya menyuruh kami meninggalkan sembahan kami dari berhala-berhala dan patung-patung yang disembah oleh nenek moyang kami semenjak berabad-abad?"
Mereka sengaja menyebutkan salat Syuaib a.s.
karena ia terkenal banyak melakukan salat sehingga menjadi ejekan dengan cemoohan bagi mereka, karena mereka menyangka bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan gila dan kekacauan pikiran yang tidak menentu.
Sesungguhnya Syuaib a.s.
adalah nabi yang terbanyak salatnya.
Apabila kaumnya melihatnya sedang melakukan salat mereka saling mengedipkan mata dan ketawa, maka salat itu adalah di antara syiar-syiar agama yang menjadi bahan tertawaan mereka.

Adapun terhadap isi dakwahnya yang kedua, mereka membantah dengan mengatakan: "Apakah salat itu yang memerintahkanmu supaya melarang dan mengekang kebebasan kami dalam memperkembangkan harta kekayaan kami menurut kepandaian dan kecerdikan dengan segala macam tipu daya sesuai dengan kemauan dan keinginan kami?
Sungguh kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal." Menurut Ibnu Abbas, yang mereka sebutkan pada Syuaib a.s.
itu adalah merupakan ejekan terhadapnya sedang yang mereka maksud ialah sebaliknya, yakni lawan dari dua sifat itu.
Pendapat ini sesuai dan seirama dengan percakapan mereka sebelumnya yang sifat dan tujuannya adalah mengejek.

Pendapat lain mengatakan bahwa sifat penyantun lagi berakal yang mereka sebutkan kepada Syuaib a.s.
itu tetap menurut artinya yang asal berdasarkan prasangka mereka semula yaitu sebelum Syuaib menyampaikan dakwahnya itu kepada mereka.
Seolah-olah mereka mengatakan: "Kamu selama ini sangat penyantun lagi berakal, mengapa sekarang kamu mau menyusahkan kami?"
Pendapat ini seirama dengan perkataan kaum Samud kepada Nabi Saleh a.s.
yang diterangkan dalam firman Allah:

Kaum Samud berkata: "Hai Saleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami?
Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami."

(Q.S.
Hud: 62)

Hud (11) ayat 87 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Hud (11) ayat 87 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Hud (11) ayat 87 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dengan nada mencemooh dan meremehkan mereka berkata, "Wahai Syu'aib, agamamukah yang menyuruhmu agar kami meninggalkan patung-patung yang disembah oleh nenek moyang kami atau agar kami tidak menggunakan harta sesuka kami menurut kemaslahatan dari sudut pandang kami?
Sesungguhnya itu adalah tindakan yang sangat bodoh dan salah, serta tidak sesuai dengan kepribadianmu yang kami kenal pintar dan bijaksana dalam berpendapat.
Kamu telah dikenal sebagai orang yang sangat penyantun lagi berakal."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Mereka berkata) kepada Nabi Syuaib dengan nada mengejek ("Hai Syuaib! Apakah salatmu menyuruhmu) membebankan kepadamu (agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami) yaitu berhala-berhala (atau) melarang kami (mencegah kami melakukan apa yang kami kehendaki tentang harta kami) maksudnya hal ini tidak benar sama sekali, tidak ada seorang pun yang menyeru kepada kebaikan.
(Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal.") mereka mengatakan demikian dengan nada mengejek dan mencemoohkan Nabi Syuaib.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka berkata :
Hai Syuaib, apakah shalat yang senantiasa kamu kerjakan itu menyuruhmu agar kami meninggalkan berhala-berhala dan patung-patung yang telah disembah oleh para leluhur kami, atau melarang kami bekerja mencari harta dengan yang kami bisa, yaitu dengan mengurangi timbangan dan menipu??
Mereka berkata (untuk mengejeknya) :
Sesungguhnya engkau sangat pandai lagi baik dalam mengurusi harta.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Mereka menjawab Syu'aib dengan nada memperolok-olok, semoga Allah melaknat mereka.

Apakah sembahyangmu.

Menurut Al-A'masy, makna yang dimaksud ialah apakah kitab bacaanmu.

...menyuruh kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami.

Yakni berhala-berhala dan patung-patung.

...atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki ten­tang harta kami.

Lalu kami tidak lagi melakukan kecurangan dalam takaran hanya karena ucapanmu.
Yang dimaksud adalah harta kami, kami berbuat menurut apa yang kami kehendaki.

Al-Hasan mengatakan sehubungan dengan firman-Nya :

Apakah sembahyangmu menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami?
Yakni demi Allah, sesungguhnya salat Syu'aib benar-benar memerintah­kan kepada mereka agar meninggalkan apa yang disembah oleh nenek moyang mereka.

As-Sauri mengatakan sehubungan firman-Nya:

...atau melarang kami memperbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami.
Yang-mereka maksudkan ialah zakat.

Sesungguhnya kamu adalah orang yang sangat penyantun lagi berakal

Ibnu Abbas, Maimun ibnu Mahran, Ibnu Juraij, Aslam, dan Ibnu Jarir mengatakan bahwa mereka mengucapkan kalimat tersebut kepada Nabi Syu'aib dengan nada memperolok-olok.
Mereka adalah musuh Allah, semoga Allah melaknat mereka, dan memang laknat Allah menimpa mereka.

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud 'alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh 'alaihis salam, Shaleh 'alaihis salam, Ibrahim 'alaihis salam, Luth 'alaihis salam, Syu'aib 'alaihis salam.
dan Musa 'alaihis salam

Keimanan:

adanya 'Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo'a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.


Gambar Kutipan Surah Hud Ayat 87 *beta

Surah Hud Ayat 87



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Hud

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.9
Rating Pembaca: 4.9 (13 votes)
Sending







✔ (Qs : 11 : 87)

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku