QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 74 [QS. 11:74]

فَلَمَّا ذَہَبَ عَنۡ اِبۡرٰہِیۡمَ الرَّوۡعُ وَ جَآءَتۡہُ الۡبُشۡرٰی یُجَادِلُنَا فِیۡ قَوۡمِ لُوۡطٍ
Falammaa dzahaba ‘an ibraahiimarrau’u wajaa-athul busyra yujaadilunaa fii qaumi luuthin;

Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.
―QS. 11:74
Topik ▪ Menyempurnakan takaran dan timbangan
11:74, 11 74, 11-74, Hud 74, Hud 74, Hud 74

Tafsir surah Hud (11) ayat 74

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 74. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah Nabi Ibrahim a.s.
mengetahui bahwa yang datang kepadanya adalah malaikat utusan Allah, maka dia merasa lega dan hilanglah segala syakwasangka di dalam hatinya.
Alangkah merasa bahagianya keluarga Nabi Ibrahim a.s.
di kala itu, tidak ada kegembiraan dan kebahagiaan yang melebihinya karena apa yang telah lama diingini dan diidam-idamkan, tiba-tiba dengan karunia dan rahmat Allah dia akan memperoleh seorang anak yang sekaligus telah diberi nama Ishak.
Tetapi Nabi Ibrahim a.s.
sebagai seorang penyantun dan pengasih dan penyayang terhadap umat manusia, di saat diliputi kegembiraan, ia tidak lupa bahkan ingat kembali akan ucapan para malaikat itu, bahwa mereka diutus Allah untuk membinasakan kaum Lut.
Terlukislah di dalam ingatannya bagaimana buruknya nasib kaum Lut itu dan bagaimana dahsyatnya malapetaka yang akan menimpa mereka.
Rasa bahagia dan gembira dengan sekejap mata telah berganti dengan rasa cemas dan putus asa.
Ia memberanikan dirinya untuk berdebat dengan para malaikat itu dengan harapan rencana pembinasaan kaum Lut itu dapat dibatalkan.
Hal ini tersebut dalam firman Allah:

Dan tatkala utusan Kami (para malaikat) datang kepada Ibrahim membawa kabar gembira, mereka mengatakan: “Sesungguhnya Kami akan menghancurkan penduduk (Sodom) ini, sesungguhnya penduduknya adalah orang-orang yang lalim.”
(Q.S.
Al-Ankabut: 31)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ketika rasa takut telah hilang dari dalam diri Ibrahim dan ia mendengar berita gembira akan kedatangan seorang putra, rasa ibanya pun muncul.
Kemudian ia mendebat para melaikat tentang rencana pemusnahan kaum Luth.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim) perasaan takut telah lenyap dari hatinya (dan berita gembira telah datang kepadanya) yaitu memperoleh anak, mulailah (dia pun bersoal jawab dengan Kami) yakni dengan malaikat-malaikat utusan Kami (tentang) mengenai perihal (kaum Luth).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka ketika hilang rasa takut Ibrahim karena tamunya tidak mencicipi makanan yang dia hidangkan, dan dia telah mendengar berita gembira mengenai Ishaq dan Ya’qub, kemudian dia pun mempertanyakan (kepada utusan Kami) perihal diutusnya mereka untuk menghukum kaum Nabi Luth dan membinasakan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal Ibrahim ‘alaihis salam, bahwa setelah rasa takutnya hilang terhadap para malaikat —karena mereka tidak mau menjamah makanan—dan setelah para malaikat itu menyampaikan berita gembira kepadanya akan kelahiran seorang anak, serta mereka menceritakan kepadanya akan kebinasaan kaum Lut, maka Nabi Ibrahim berkata seperti apa yang diceritakan oleh Sa’id ibnu Jubair sehubungan dengan tafsir ayat ini, bahwa ketika Jibril bersama teman-temannya datang kepada Nabi Ibrahim, mereka berkata kepadanya:

Sesungguhnya kami akan menghancurkan penduduk negeri (Sodom) ini.
(Al-‘Ankabut: 31)

Maka Nabi Ibrahim berkata kepada mereka, “Apakah kalian akan menghancurkan suatu kota yang di dalamnya terdapat tiga ratus orang mukmin?”
Mereka menjawab, “Tidak.” Ibrahim berkata, “Apakah kalian akan membinasakan suatu kota yang didalamnya terdapat dua ratus orang mukmin?”
Mereka menjawab, “Tidak.” Ibrahim berkata, “Apakah kalian akan menghancurkan suatu kota yang di dalamnya terdapat empat puluh orang mukmin?”
Mereka menjawab, “Tidak.” Ibrahim berkata, “Tiga puluh orang mukmin?”
Mereka menjawab, “Tidak,” hingga sampai menyebut lima orang mukmin, dan mereka menjawab, “Tidak.” Ibrahim bertanya, “Bagaimanakah pendapat kalian jika di dalamnya terdapat seorang lelaki muslim, apakah kalian akan menghancurkan merekajuga?”
Mereka menjawab, “Tidak.” Maka pada saat itu juga Ibrahim berkata, seperti yang disitir oleh firman-Nya:

“Sesungguhnya di kota itu ada Lut.” Para malaikat berkata, “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu.
Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya.” (Al-‘Ankabut: 32), hingga akhir ayat.

Maka Ibrahim diam —tidak membantah mereka— dan hatinya tenang.

Qatadah dan lain-lainnya telah mengatakan hal yang semisal dengan pendapat di atas.

Ibnu Ishaq menambahkan, “Bagaimanakah pendapat kalian jika di dalam kota itu terdapat seorang yang mukmin?”
Mereka menjawab, “Tidak”.
Ibrahim berkata, “Jika di dalam kota itu terdapat Lut, berarti dia dapat menolak azab dari mereka.” Para malaikat itu berkata: Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu.
(Al-‘Ankabut: 32), hingga akhir ayat.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 74 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 74 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 74 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:74
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.8
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta