Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Hud

Hud (Nabi Hud) surah 11 ayat 7


وَ ہُوَ الَّذِیۡ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضَ فِیۡ سِتَّۃِ اَیَّامٍ وَّ کَانَ عَرۡشُہٗ عَلَی الۡمَآءِ لِیَبۡلُوَکُمۡ اَیُّکُمۡ اَحۡسَنُ عَمَلًا ؕ وَ لَئِنۡ قُلۡتَ اِنَّکُمۡ مَّبۡعُوۡثُوۡنَ مِنۡۢ بَعۡدِ الۡمَوۡتِ لَیَقُوۡلَنَّ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡۤا اِنۡ ہٰذَاۤ اِلَّا سِحۡرٌ مُّبِیۡنٌ
Wahuwal-ladzii khalaqas-samaawaati wal ardha fii sittati ai-yaamin wakaana ‘arsyuhu ‘alal maa-i liyabluwakum ai-yukum ahsanu ‘amalaa wala-in qulta innakum mab’uutsuuna min ba’dil mauti layaquulannal-ladziina kafaruu in hadzaa ilaa sihrun mubiinun;

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah):
“Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”,
niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata:
“Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.
―QS. 11:7
Topik ▪ Penciptaan ▪ Penciptaan langit dan bumi ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
11:7, 11 7, 11-7, Hud 7, Hud 7, Hud 7
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 7. Oleh Kementrian Agama RI

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa.
Di dalam ayat ini disebutkan "sittati ayyam" artinya "enam hari",
akan tetapi pengertian hari di sini tidak dapat disamakan dengan hari seperti yang kita alami sehari-hari, tetapi disesuaikan dengan hari menurut perhitungan Allah, sebab ada satu hari pada sisi Allah yang lamanya sama dengan seribu tahun menurut perhitungan kita seperti firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Hud (11) ayat 7 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Hud (11) ayat 7 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Hud (11) ayat 7 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan Allah telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya selama enam hari.
Sebelumnya, yang ada hanyalah dunia air yang di atasnya terletak singgasana ('arsy) Allah.
Alam raya ini diciptakan sedemikain rupa untuk menguji kalian, wahai umat manusia, agar tampak siapa yang taat kepada Allah dan melakukan amal saleh dan siapa yang menentang-Nya.
Akan tetapi, meskipun dengan adanya kekuasaan penciptaan seperti ini, bila kamu, Muhammad, menegaskan bahwa mereka akan dibangkitkan dari kubur, diciptakan untuk kemudian dimatikan dan lalu dibangkitkan kembali, mereka serta merta membantahmu.
Bahkan mereka menganggap apa yang kamu sampaikan ini sebagai suatu ilusi yang tidak ada hakikatnya, sebagaimana sihir yang dapat mempermainkan dan menipu akal.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari) yang permulaannya adalah hari Ahad dan berakhir pada hari Jumat (dan adalah Arasy-Nya) sebelum diciptakan langit dan bumi (di atas air) yaitu berada di atas angin (agar Dia menguji kalian) lafal liyabluwakum berta'alluq kepada lafal khalaqa artinya, Allah menciptakan langit dan bumi beserta isinya yaitu berupa manfaat-manfaat dan maslahat-maslahat bagi kalian untuk menguji kalian (siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya) artinya yang lebih taat kepada Allah (dan jika kamu berkata) hai Muhammad, kepada penduduk Mekah ("Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati," niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, "Tiada lain) tidak lain (ini) yakni Alquran yang menceritakan adanya hari berbangkit seperti yang telah engkau katakan itu (hanyalah sihir yang nyata") sihir yang jelas.
Menurut qiraat dibaca saahirun bukannya sihrun, sedangkan yang diisyaratkan oleh musyar ilaih adalah Nabi Muhammad ﷺ bukannya Alquran.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya dalam enam masa.
Dan sebelum itu Arsy-Nya berada di atas air; untuk menguji kalian, siapakah diantara kalian yang lebih baik ketaatan dan amalnya.
Yaitu, orang yang ikhlas beribadah kepada Allah lagi selaras dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah.
Jika engkau (wahai Rasul) berkata kepada orang-orang musyrik dari kaummu :
Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan dalam keadaan hidup sesudah kalian mati.
niscaya mereka segera mendustakan seraya berkata :
Al-Qur'an yang engkau bacakan kepada kami ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan tentang kekuasaan-Nya atas segala sesuatu, bahwa Dialah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), dan bahwa 'Arasy-Nya sebelum itu berada di atas air.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Mu'awiyah, telah menceritakan kepada kami Al-A'masy, dari Jami’ ibnu Syaddad, dari Safwan ibnu Muharriz, dari Imran ibnu Husain yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda, "Terimalah kabar gembira, hai Bani Tamim!" Mereka berkata, "Engkau telah menyampaikan berita gembira kepada kami, maka berilah kami." Nabi ﷺ bersabda, "Terimalah kabar gembira ini, hai penduduk negeri Yaman!" Mereka menjawab, "Kami terima, maka ceritakanlah kepada kami tentang permulaan dari kejadian ini.
Bagaimanakah prosesnya?"
Rasulullah ﷺ bersabda: Allah telah ada sebelum segala sesuatu terjadi, dan 'Arasy-Nya berada di atas air, lalu Dia mencatat di dalam Lauh Mahfuz ketetapan segala sesuatu.
Imran ibnu Husain berkata, "Lalu aku kedatangan seseorang yang mengatakan kepadaku, 'Hai Imran, unta kendaraanmu telah lepas dari tambatannYa’lalu aku pergi mengejarnya sehingga aku tidak mengetahui hadis selanjutnya."

Hadis ini diketengahkan di dalam dua kitab Sahih, yaitu Sahih Bukhari dan Sahih Muslim dengan teks yang cukup banyak, antara lain seperti berikut:

Bahwa mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, kami datang kepadamu untuk menanyakan tentang kisah kejadian ini pada awalnya." Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Allah telah ada, dan tiada sesuatu pun sebelum-Nya —menurut riwayat lain disebutkan tiada sesuatu pun selain-Nya, dan menurut riwayat yang lainnya lagi disebutkan tiada sesuatu pun bersama­Nya— dan 'Arasy-Nya berada di atas air, lalu Allah menulis segala sesuatu di Lauh Mahfuz kemudian menciptakan langit dan bumi.

Di dalam kitab Sahih Muslim disebutkan dari Abdullah ibnu Amr ibnul As yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah telah menetapkan takdir-takdir semua makhluk sebelum Dia menciptakan langit dan bumi dalam jarak masa lima puluh ribu tahun, dan saat itu 'Arasy-Nya berada di atas air.

Sehubungan dengan tafsir ayat ini Imam Bukhari mengatakan bahwa:

telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu'aib, telah menceritakan kepada kami Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman, "Berinfaklah, niscaya Aku memberikan gantinya kepadamu!" Rasulullah ﷺ bersabda pula: Tangan (kemurahan) Allah selalu penuh, tiada suatu nafkah pun yang dapat menguranginya, Dia selalu memberi sepanjang malam dan siang hari.
Bukankah kalian lihat apa yang telah dinafkahkan-Nya sejak Dia menciptakan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang ada di tangan kanan (kemurahan)-Nya tidaklah berkurang (karenanya).
Dan adalah 'Arasy-Nya berada di atas air, dan di tangan-Nya terletak mizan (neraca), Dia merendahkan dan meninggikannya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Harun, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah, dari Ya'la ibnu Ata, dari Waki' ibnu Adas, dari pamannya (yaitu Abu Razin yang nama aslinya Laqit ibnu Amir ibnul Munfiq Al-Uqaili), bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ, "Wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita sebelum Dia menciptakan makhluk-Nya?"
Rasulullah ﷺ bersabda: Dia berada di awan yang di bawahnya tidak ada udara dan di atasnya tidak ada udara (pula), kemudian sesudah itu Dia menciptakan 'Arasy.

Hadis ini telah diriwayatkan pula oleh Imam Turmuzi di dalam kitab Tafsir-nya, juga oleh Ibnu Majah di dalam kitab Sunan-nya melalui hadis Yazid ibnu Harun dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

Mujahid mengatakan sehubungan dengan firman-Nya: dan adalah 'Arasy-Nya (sebelum itu) di atas air.
(Huud:7) Yakni sebelum Dia menciptakan sesuatu.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Wahb ibnu Munabbih, Gamrah, Qatadah, Ibnu Jarir, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Qatadah telah mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

...dan adalah 'Arasy-Nya (sebelum itu) berada di atas air.
Allah menceritakan kepada kalian bagaimana permulaan penciptaan makhluk-Nya sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.

Ar-Rabi' ibnu Anas mengatakan sehubungan dengan firman-Nya:

...Dan adalah 'Arasy-Nya (sebelum itu) berada di atas air.
Ketika Allah menciptakan langit dan bumi, Dia membagi air itu menjadi dua bagian, sebagian dijadikan di bawah 'Arasy, dan air itu adalah lautan yang meluap.

Ibnu Abbas mengatakan, singgasana itu disebut 'Arasy karena ketinggiannya.

Ismail ibnu Abu Khalid mengatakan bahwa ia pernah mendengar Sa'd At-Ta-i berkata, 'Arasy itu berupa yaqut merah."

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air.
Keadaan 'Arasy-Nya adalah seperti yang digambarkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
sendiri, karena saat itu tiada lain kecuali air yang di atasnya terdapat 'Arasy, dan di atas 'Arasy adalah Tuhan Yang memiliki keagungan dan kemuliaan, kekuasaan dan pengaruh, Yang Memiliki dan Yang Menguasai, Yang Maha Penyantun lagi Maha Mengetahui, Yang Memiliki Rahmat dan Nikmat, serta Yang Maha Memperbuat segala yang dikehendaki­Nya.

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Al-Minhal ibnu Amr ibnu Sa'id ibnu Jubair yang mengatakan bahwa Ibnu Abbas pernah ditanya mengenai makna firman-Nya:

...dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air.
Bunyi pertanyaan adalah, "Air itu berada di atas apa?"
Ibnu Abbas menjawab, "Berada di atas angin."

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya.

Artinya, Dia menciptakan langit dan bumi agar bermanfaat bagi hamba-hamba-Nya yang telah Dia ciptakan, agar mereka menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
Dan Allah tidak menciptakan hal tersebut dengan sia-sia, seperti yang disebutkan dalam ayat lainnya:

Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya tanpa hikmah.
Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
(Shaad:27)

Maka apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?
Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya, tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (yang mempunyai) 'Arasy yang mulia.
(Al Mu'minun:115-116)

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
(Adz Dzaariyaat:56)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya.

Maksudnya, untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling banyak amalnya.
Dalam ayat ini tidak disebutkan paling banyak amalnya, melainkan paling baik amalnya.
Dan tiadalah amal itu baik kecuali jika dilakukan dengan ikhlas karena Allah subhanahu wa ta'ala.
dan sesuai dengan syariat (tuntunan) Nabi ﷺ Apabila sesuatu amal kehilangan salah satu dari kedua syarat tersebut, maka amal itu batil dan gugur (tidak ada pahalanya).

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan jika kamu katakan (kepada penduduk Mekah), "Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati.", hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman bahwa jika engkau beritakan—hai Muhammad— kepada orang-orang musyrik itu bahwa Allah kelak akan menghidupkan kembali mereka sesudah mati, sebagaimana Dia memulai penciptaan mereka, padahal mereka mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta'ala.
adalah Yang menciptakan langit dan bumi, seperti yang disebutkan oleh firman lainnya:

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan mereka," niscaya mereka menjawab, "Allah." (Az Zukhruf:87)

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?"
Tentu mereka akan menjawab, "Allah" (Al-'Ankabut: 61)

Sekalipun mengetahui hal tersebut, mereka ingkar kepada hari berbangkit dan hari kembali kelak di hari kiamat, padahal bila dinilai dari segi kemampuan jauh lebih mudah daripada memulai penciptaan, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya:

Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah.
(Ar Ruum:27)

Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan mem bangkitkan) satu jiwa saja.
(Luqman:28)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

Yakni mereka berkata dengan nada kafir dan ingkar, "Kami tidak percaya kepadamu yang mengatakan terjadinya hari berbangkit, dan tiadalah yang menyebutkan hal tersebut kecuali orang yang telah engkau sihir, lalu ia mengikuti apa yang engkau katakan."

Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 7

SITTAH
سِتَّة

Lafaz ini mengisyaratkan bilangan antara tujuh dan lima, digunakan untuk mudzakkar dan sitt untuk mu'annats.

Lafaz sittah disebut tujuh kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 54;
-Yunus (10), ayat 3;
-Hud (11), ayat 7;
-Al Furqaan (25), ayat 59;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Qaf (50), ayat 38 ;
-Al Hadid (57), ayat 4.

Keseluruhan lafaz sittah di dalam Al Qur'an dihubungkan dengan lafaz ayyaam yaitu hari dan kesemuanya bercerita mengenai penciptaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya. Maksudnya, Allah mencipta langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya selama enam hari.

Muhammad Rasyid Rida berkata,
"Enam hari adalah hari-hari Allah sebagai batasan penciptaan Nya dan tidak masuk akal enam hari itu bermaksud seperti hari­hari manusia di muka bumi ini yang dibatasi malam dan siang yang terdiri dari 24 jam. Ini karena, hari-hari itu ada setela Allah menjadikan bumi ini."

Mengenai zaman dan unsur penciptaan langit dan bumi, ia diterangkan dalam surah Fushshilat (41) ayat 9-12 yang artinya,

Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab:
"Kami datang dengan suka hati". Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Allah juga menjelaskan asal penciptaan dan keadaan unsur keduanya dalam surah Al Anbiyaa (21) ayat 30 yang artinya,

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?

Dari sini diketahui, hari pertama atau masa pertama dari hari-hari bumi diciptakan adalah masa atau zaman yang ada di dalamnya seperti asap ketika dipisahkan dari satu benda atau unsur yang bercantum. Dijadikan darinya segala sesuatu secara langsung maupun tidak langsung. Hari kedua adalah zaman di mana dalam bentuk air setela ia menjadi asap atau uap. Hari ketiga adalah zaman yang terbentuk di dalamnya sesuatu yang kering dan gunung­gunang yang menetap. Hari keempat adalah zaman yang tampak darinya jenis-jenis yang hidup dari air yaitu tumbuh-tumbuhan dan hewan.

Sedangkan langit secara umumnya menurut ahli bumi diciptakan dari unsurnya yang berbentuk uap atau asap pada dua masa atau dua hari seperti dua masa dalam penciptaan bentuk bumi.

Kesimpulannya, makna sittah ialah enam.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:300-301

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud 'alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh 'alaihis salam, Shaleh 'alaihis salam, Ibrahim 'alaihis salam, Luth 'alaihis salam, Syu'aib 'alaihis salam.
dan Musa 'alaihis salam

Keimanan:

adanya 'Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo'a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.


Gambar Kutipan Surah Hud Ayat 7 *beta

Surah Hud Ayat 7



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Hud

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (27 votes)
Sending







PEMBAHASAN ✔ tafsir surat hud 7