Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Hud

Hud (Nabi Hud) surah 11 ayat 67


وَ اَخَذَ الَّذِیۡنَ ظَلَمُوا الصَّیۡحَۃُ فَاَصۡبَحُوۡا فِیۡ دِیَارِہِمۡ جٰثِمِیۡنَ
Wa-akhadzal-ladziina zhalamuush-shaihatu fa-ashbahuu fii diyaarihim jaatsimiin(a);

Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
―QS. 11:67
Topik ▪ Zat klorofil (hijau daun) pada tumbuhan
11:67, 11 67, 11-67, Hud 67, Hud 67, Hud 67
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 67. Oleh Kementrian Agama RI

Kaum Samud dibinasakan Allah dengan suara keras yang mengguntur, mengguncangkan hati setiap pendengarnya dan menimbulkan gempa yang amat dahsyat sehingga orang yang berdosa dan durhaka itu jatuh tersungkur tidak sadarkan diri lalu ditelan oleh bumi yang telah rengkah dan pecah belah dan tidak seorang pun di antara mereka yang dapat menyelamatkan diri dari malapetaka itu.

Hud (11) ayat 67 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Hud (11) ayat 67 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Hud (11) ayat 67 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Satu suara keras yang disertai goncangan dan petir menimpa mereka karena mereka menzalimi diri dengan kekafiran dan permusuhan.
Kemudian mereka binasa, mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka dengan wajah tertelungkup, tanpa gerak sedikit pun.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan satu suara yang keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang lalim itu lalu mereka mati bergelimpangan di tempat tinggal mereka) dalam keadaan bersimpuh pada lutut mereka padahal mereka telah mati semuanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan suara gutur yang sangat keras menimpa penduduk Tsamud yang zhalim.
Maka mereka mati di rumah-rumah mereka sendiri dengan cepat dan jatuh bergelimpangan di atas wajah mereka tanpa gerakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Kisah ini telah disebutkan di dalam tafsir surat Al-A'raf dengan penjelasan yang terinci sehingga tidak perlu lagi untuk diulangi di sini, dan hanya kepada Allah-lah kami memohon taufik.

Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 67

JAATSIM
جَٰثِمِين

Kata kerja (jatsima-yajtsumu) berarti diam di suatu tempat, terikat di tanah dan tidak bergerak. Orang yang diam di suatu tempat dan tidak bergerak disebut jaatsim dan bentuk jamaknya adalah jaatsimuun atau jaatsimiin

Lafaz ini di dalam Al Qur'an hanya di­ sebut dalam bentuk jamaknya yaitu jaatsimiin. Ia diulang lima kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 78, 91;
-Hud (11), ayat 67, 94;
-Al Ankaabut (29), ayat 37.

Dalam kesemua ayat itu, lafaz jaatsimiin berada dalam rangkaian kalimat yang berbentuk

فَأَصْبَحُوا۟ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

atau

فَأَصْبَحُوا۟ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِي

yang maksudnya ialah, "Dan jadilah mereka mayat-mayat yang ber­gelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka" Keadaan seperti itu dialami oleh kaum-kaum yang mendustakan para nabi setelah mereka ditimpa bencana yang dahsyat. Kaum yang digambarkan di dalam Al Qur'an mengalami keadaan itu ada­lah kaum Madyan dan kaum Tsamud.

Kaum Madyan adalah kaum yang me­nentang dakwah Nabi Syu'aib yang me­nyembah Allah, memenuhi hak orang lain dengan menetapkan takaran dan timbangan secara tepat, tidak membuat kerusakan di muka bumi, tidak merampas harta orang lain secara batil dan sebagainya. Oleh karena mereka durhaka dan menentang Nabi Syu'aib, akhirnya Allah menimpakan azab kepada mereka berupa gempa bumi yang hebat sehingga mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka. Inilah yang diceritakan dalam surah Al A'raaf (7), ayat 91; surah Hud (11), ayat 94 dan surah Al Ankaabut (29), ayat 37.

Kaum kedua yang mengalami keadaan yang sama adalah kaum Tsamud. Mereka ada­lah kaum yang menentang ajakan Nabi Salih menyembah Allah. Malah ketika Nabi Salih melarang mereka menyembelih unta yang me­rupakan mukjizatnya mereka melanggarnya dan berani menyembelih unta itu dan akhir­ nya Allah mengazab mereka dengan mengirim suara yang penuh dengan guntur seperti guruh. Akhirnya, mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan, diam dan tidak bergerak di tempat tinggal mereka. Inilah yang dikisahkan dalam surah Al A'raaf (7), ayat 78 dan surah Hud (11), ayat 67.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:148-149

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud 'alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh 'alaihis salam, Shaleh 'alaihis salam, Ibrahim 'alaihis salam, Luth 'alaihis salam, Syu'aib 'alaihis salam.
dan Musa 'alaihis salam

Keimanan:

adanya 'Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo'a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.


Gambar Kutipan Surah Hud Ayat 67 *beta

Surah Hud Ayat 67



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Hud

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.7
Rating Pembaca: 4.5 (21 votes)
Sending







✔ surat hud 67

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku