QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 61 [QS. 11:61]

وَ اِلٰی ثَمُوۡدَ اَخَاہُمۡ صٰلِحًا ۘ قَالَ یٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰہَ مَا لَکُمۡ مِّنۡ اِلٰہٍ غَیۡرُہٗ ؕ ہُوَ اَنۡشَاَکُمۡ مِّنَ الۡاَرۡضِ وَ اسۡتَعۡمَرَکُمۡ فِیۡہَا فَاسۡتَغۡفِرُوۡہُ ثُمَّ تُوۡبُوۡۤا اِلَیۡہِ ؕ اِنَّ رَبِّیۡ قَرِیۡبٌ مُّجِیۡبٌ
Wa-ila tsamuuda akhaahum shaalihan qaala yaa qaumii’buduullaha maa lakum min ilahin ghairuhu huwa ansyaakum minal ardhi waasta’marakum fiihaa faastaghfiruuhu tsumma tuubuu ilaihi inna rabbii qariibun mujiibun;

Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh.
Shaleh berkata:
“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.
Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)”.
―QS. 11:61
Topik ▪ Penciptaan ▪ Adam as. berasal dari tanah ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
11:61, 11 61, 11-61, Hud 61, Hud 61, Hud 61

Tafsir surah Hud (11) ayat 61

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 61. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa Dia telah mengutus seorang utusan kepada kaum Samud namanya Saleh.
Ia menyeru mereka supaya hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan sembahan-sembahan yang telah membawa mereka kepada jalan yang salah dan menyesatkan.
Allahlah yang menciptakan mereka dari tanah.
Dari tanah itulah diciptakan-Nya Adam ‘alaihis salam dan dari itu pulalah asal mula semua manusia karena manusia dalam rahim ibunya berasal dari air mani.
Setetes air mani itu setelah membuahi telur dalam rahim berkembang menjadi segumpal daging lalu membentuk kerangka tubuh berupa tulang-tulang, dan tulang-tulang ini dibalut dengan daging sehingga menjadi janin dalam rahim.
Kemudian setelah sempurna semua anggota badannya ia keluar sebagai bayi.
Mani itu berasal dari makanan yang dimakan manusia sedangkan makanan itu baik yang berupa tumbuh-tumbuhan maupun berupa daging binatang semua berasal dari tanah juga.
Setelah manusia berkembang biak di atas bumi mereka diserahi Allah tugas memakmurkannya sebagai anugerah dan karunia daripada-Nya.
Dengan karunia itu kaum Samud telah hidup senang bahkan mereka telah dapat pula membuat rumah tempat berlindung seperti tersebut dalam firman Allah:

Dan mereka memahat rumah-rumah dari gunung-gunung batu (yang didiami) dengan aman.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 82)

Demikian besarnya karunia dan nikmat Allah yang diberikan kepada mereka.
Maka wajiblah mereka mensyukuri nikmat itu dengan mengagungkan dan memuliakan-Nya dan tidak menyembah selain-Nya dan seharusnyalah mereka bertobat kepada-Nya, karena ketelanjuran mereka berbuat kesesatan menyembah sembahan-sembahan selain Dia.
Bila mereka menyadari hal ini dan dengan sungguh-sungguh bertobat kepada-Nya tentulah Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha menerima tobat mengampuni mereka dan memasukkan mereka ke dalam golongan orang-orang yang saleh.
Inilah yang diserukan dan dianjurkan Nabi Saleh ‘alaihis salam kepada kaumnya itu.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud seseorang yang memiliki hubungan kerabat dan persaudaraan dengan mereka, yaitu Shalih.
Dia berkata kepada mereka, “Wahai kaumku, sembahlah Allah semata.
Tidak ada Tuhan yang patut kalian sembah kecuali Dia.
Allah telah menciptakan kalian dari tanah dan menjadikan kalian mampu memakmurkan, mengembangkan dan mengeksploitasi kekayaan alamnya.
Maka memohonlah kepada-Nya agar Dia mengampuni dosa-dosa kalian yang telah lalu.
Bertobatlah kepada- Nya setiap kali kalian berbuat dosa dengan menyesali perbuatan maksiat yang telah kalian lakukan dan selalu taat kepada-Nya.
Sesungguhnya Tuhanku amat dekat rahmat-Nya dan memperkenankan doa hamba- Nya yang memohon ampunan.”[1]

[1] Lihat catatan kaki tafsir ayat 73 surat Al-A’raf.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan) Kami utus (kepada Tsamud saudara mereka) yang satu kabilah (Saleh.

Saleh berkata, “Hai kaumku! Sembahlah Allah) artinya esakanlah Dia (sekali-kali tidak ada bagi kalian Tuhan selain Dia.

Dia telah menciptakan kalian) Dialah yang mula-mula menciptakan kalian (dari bumi) yaitu dengan menciptakan bapak moyang kalian, Adam, dari tanah (dan menjadikan kalian pemakmurnya) Dia menjadikan kalian sebagai para penghuni bumi (karena itu mohonlah ampunan-Nya) dari kemusyrikan (kemudian bertobatlah) kembali kalian (kepada-Nya) dengan menjalankan ketaatan.

(Sesungguhnya Rabbku amat dekat) kepada makhluk-Nya melalui pengetahuan-Nya (lagi memperkenankan.”) doa orang yang meminta kepada-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan kepada kaum Tsamud, Kami utus saudara mereka, Shalih.
Dia berkata :
Hai kaumku, sembahlah Allah semata, tidak ada bagi kalian Ilah yang berhak disembah selain Dia yang Mahaagung lagi Mahatinggi.
Ikhlas-lah dalam beribadah keapada-Nya.
Dia-lah yang memulai peciptaan kalian dari tanah, yaitu dengan menciptakan ayah kalian, Adam, dan menjadikan kalian sebagai pemakmurnya (bumi).
Maka mohonlah kepada Allah agar mengampuni dosa kalian dan kembalilah kalian kepada-Nya dengan taubat yang baik.
Sesungguhnya Rabbku begitu dekat bagi orang yang ikhlas beribadah dan berharap taubat kepada-Nya.
Dia juga menjawab doa hamba yang berdoa kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan kepada Samud (Kami utus).

Mereka adalah orang-orang yang bertempat tinggal di kota-kota Hajar yang terletak di antara Tabuk dan Madinah.
Mereka hidup sesudah kaum ‘Ad, lalu Allah mengutus seorang rasul kepada mereka yang juga dari kalangan mereka.

…saudara mereka Saleh.

Lalu Nabi Saleh memerintahkah mereka agar menyembah Allah semata.
Karena itu, Saleh ‘alaihis salam berkata kepada mereka:

Dia telah menciptakan kalian dari tanah.

Maksudnya, Dia memulai penciptaan kalian dari tanah, dari tanah Dia menciptakan nenek moyang kalian, yaitu Adam.

…dan menjadikan kalian pemakmurnya.

Yakni Dia menjadikan kalian sebagai para pembangun yang memak­murkan bumi dan yang menggarap pemanfaatannya.

Karena itu, mohonlah ampunan-Nya.

atas dosa-dosa kalian yang telah lalu.

…kemudian bertobatlah kepada-Nya.

dalam menjalani masa depan kalian, yakni janganlah kalian ulangi lagi dosa-dosa itu di masa mendatang.

Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memper­kenankan (doa hamba-Nya).

Makna ayat tersebut sama dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam ayat yang lain, yaitu:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 186), hingga akhir ayat.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 61 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 61 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 61 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:61
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.7
Ratingmu: 4.7 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta