QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 57 [QS. 11:57]

فَاِنۡ تَوَلَّوۡا فَقَدۡ اَبۡلَغۡتُکُمۡ مَّاۤ اُرۡسِلۡتُ بِہٖۤ اِلَیۡکُمۡ ؕ وَ یَسۡتَخۡلِفُ رَبِّیۡ قَوۡمًا غَیۡرَکُمۡ ۚ وَ لَا تَضُرُّوۡنَہٗ شَیۡئًا ؕ اِنَّ رَبِّیۡ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ حَفِیۡظٌ
Fa-in tawallau faqad ablaghtukum maa ursiltu bihi ilaikum wayastakhlifu rabbii qauman ghairakum walaa tadhurruunahu syai-an inna rabbii ‘ala kulli syai-in hafiizhun;

Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu.
Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu, dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun.
Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.
―QS. 11:57
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Kesabaran para nabi
11:57, 11 57, 11-57, Hud 57, Hud 57, Hud 57

Tafsir surah Hud (11) ayat 57

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 57. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menerangkan rangkaian penutup dari perkataan Hud a.s.
kepada kaumnya dengan memperingatkan, bahwa jika mereka berpaling dari apa yang telah disampaikannya itu dan tetap mendustakannya sebagai Rasul Allah, maka ia tidak dapat lagi berbuat lebih dari itu karena ia telah melaksanakan dakwah yang diamanatkan oleh Allah kepadanya, dan amanat itu telah dilaksanakan dengan ikhlas, dan tugasnya hanya sekadar menyampaikan.
Oleh karena itu, jika mereka masih tetap menantang dan membangkang, maka azab Allah akan ditimpakan kepada mereka dan mereka diganti Allah dengan kaum yang lain.

Selanjutnya Hud a.s.
menegaskan bahwa mereka tidak akan dapat sedikit pun membuat mudarat terhadap Allah disebabkan berpaling dari keimanan atau dengan sebab-sebab lainnya.
Sesungguhnya Allah Maha Pemelihara segala sesuatu dengan cermat sesuai dengan sunah-Nya yang ditentukan oleh iradah-Nya, antara lain menolong Rasul-rasul-Nya dan menimpakan azab kepada musuh-musuh Rasul-Nya.

Penegasan Hud a.s.
kepada kaumnya bahwa mereka tidak akan dapat membuat mudarat kepada Allah disebabkan berpalingnya mereka dari beriman dan tetap dalam kekafiran, bukanlah sekadar peringatan untuk menakut-nakuti mereka, tetapi memang demikianlah hakikat dan kenyataannya, dan ini sesuai dengan firman Allah:

Jika kamu kafir, maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu, dan Dia tidak meridai kekafiran bagi hamba-Nya dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridai bagimu kesyukuranmu itu.
(Q.S.
Az Zumar: 7)

Dan firman Allah:

Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia.
Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.

(Q.S.
Az Zumar: 15)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kalau kalian menolak seruanku, maka sesungguhnya sikap kalian itu tidak akan merugikan aku.
Akibat buruknya justru akan menimpa kalian.
Aku sungguh telah menyampaikan pesan-pesan suci Tuhan kepada kalian.
Tugasku hanyalah sekadar menyampaikan.
Allah akan menghancurkan kalian dan mendatangkan kaum yang lain untuk mewarisi negeri dan harta kalian.
Dengan sikap seperti itu kalian juga tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Tuhan.
Sesungguhnya Tuhanku Mahakuasa dan Maha Mengetahui atas segala sesuatu.
Tidak ada satu pun perbuatan kalian yang tak tampak oleh-Nya.
Dan Dia tidak akan pernah lalai untuk menghukum kalian.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika kalian berpaling) asalnya ialah tatawallau, kemudian salah satu dari huruf ta dibuang sehingga jadilah tawallau, artinya berpaling (maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepada kalian apa/amanat yang aku diutus untuk menyampaikannya kepada kalian.

Dan Rabbku akan mengganti kalian dengan kaum yang lain dari kalian, dan kalian tidak dapat membuat mudarat kepada-Nya sedikit pun) oleh sebab kemusyrikan kalian.

(Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu”) yang mengawasinya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka apabila kalian berpaling dari seruanku untuk mengesakan Allah dan ikhlas dalam beribadah kepada-Nya, sesungguhnya aku telah menyampaikan risalah dari Rabbku dan hujjah telah ditegakkan atas kalian.
Dan sekiranya kalian tetap tidak beriman kepada Allah, niscaya Allah akan membinasakan kalian dan mendatangkan kaum lain yang akan menggantikan kalian menghuni kediaman dan harta kalian.
Mereka ikhlas beribadah kepada Allah dan kalian tidak bisa mendatangkan kemudharatan kepada mereka sedikit pun.
Sesungguhnya Rabbku adalah pemelihara segala sesuatu.
Dialah yang menjagaku dari keburukan yang akan kalian lakukan terhadapku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Nabi Hud berkata kepada kaumnya, “Jika kalian berpaling dari apa yang aku sampikan kepada kalian ini yang menganjurkan beribadah kepada Allah, Tuhan kalian semata—tiada sekutu bagi-Nya—dan hujah untuk itu telah ditegakkan atas kalian melalui penyampaianku kepada kalian akan risalah Allah yang telah mengutusku dengan membawanya.

Dan Tuhanku akan mengganti kalian dengan kaum yang lain dari kalian.”

Kaum yang menyembah-Nya semata, tidak mempersekutukan-Nya, dan tidak peduli terhadap kalian, karena sesungguhnya kalian tidak dapat menimpakan mudarat terhadap-Nya karena kekafiran kalian terhadap­Nya, bahkan kekafiran kalian itu akibatnya akan menimpa diri kalian sendiri.”

Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu.

Yakni Maha Menyaksikan dan Maha Memelihara semua ucapan dan perbuatan hamba-hamba-Nya, lalu kelak Dia akan membalaskannya kepada mereka.
Jika baik, maka balasannya baik, dan jika buruk, maka balasannya buruk pula.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 57 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 57 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 57 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:57
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.9
Ratingmu: 4.3 (11 orang)
Sending







Pembahasan ▪ surat hud ayat 57

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta