QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 51 [QS. 11:51]

یٰقَوۡمِ لَاۤ اَسۡـَٔلُکُمۡ عَلَیۡہِ اَجۡرًا ؕ اِنۡ اَجۡرِیَ اِلَّا عَلَی الَّذِیۡ فَطَرَنِیۡ ؕ اَفَلَا تَعۡقِلُوۡنَ
Yaa qaumi laa asalukum ‘alaihi ajran in ajriya ilaa ‘alaal-ladzii fatharanii afalaa ta’qiluun(a);

Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini.
Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku.
Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?”
―QS. 11:51
Topik ▪ Takwa ▪ Ikhlas dalam berbuat ▪ Setiap nabi menerima ujian
11:51, 11 51, 11-51, Hud 51, Hud 51, Hud 51

Tafsir surah Hud (11) ayat 51

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 51. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa Hud ‘alaihis salam dalam menyampaikan dakwah kepada kaumnya sama sekali ia tidak meminta upah dan bayaran, sehingga mereka tidak dapat menuduhnya untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.
Ia hanya mengharap pahala dari Allah yang telah menciptakannya sebagai manusia yang berpikiran sehat dan yang dapat membebaskan dirinya dari menyembah patung-patung yang dibikin oleh kaum Nuh ‘alaihis salam Patung-patung itu mereka bikin dan mereka sembah untuk mengabadikan jasa-jasa nenek moyang mereka yang saleh.
Sebenarnya mereka terjerumus ke jurang syirik itu karena dipermainkan oleh tipu daya setan yang pada mulanya dimaksudkan untuk menghormati dan mengagungkan, tetapi menjadi sesembahan pada akhirnya.

Kemudian Nabi Nuh ‘alaihis salam mendorong kaumnya supaya mau mempergunakan akal pikiran yang sehat agar mereka bisa membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang membikin mudarat bagi mereka, seraya mengatakan bahwa ia menasihati mereka kepada jalan yang benar hanyalah untuk keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai kaumku, aku tidak bermaksud menyampaikan nasihat ini untuk mendapatkan imbalan dari kalian, baik berupa kedudukan, kekuasaan maupun harta.
Aku hanya mengharapkan imbalan dari Allah yang telah menciptakan aku.
Hendaknya kalian tidak dikuasai oleh kelalaian yang membuat kalian tidak dapat berpikir dan tidak mampu membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang membawa mudarat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai kaumku! Aku tidak meminta kepada kalian atas hal ini) yakni menganjurkan mentauhidkan Allah (upah.

Tiada lain) (upahku hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku) yang telah menjadikan aku (Maka tidakkah kalian memikirkannya?”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hai kaumku, tidak sedikit pun aku meminta upah atas seruanku untuk ikhlas beribadah hanya kepada Allah dan meninggalkan penyembahan berhala.
Tidak ada imbalan atas seruanku ini kepada kalian melainkan dari Allah yang menciptakanku.
Apakah kalian tidak berpkir sehingga bisa membedakan yang benar dan yang salah??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Maka tidakkah kalian memikirkan(nya)?

Yakni memikirkan orang yang menyeru kepada kalian untuk kebaikan dunia dan akhirat kalian tanpa upah sedikit pun.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 51 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 51 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 51 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 11:51
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.9
Ratingmu: 4.5 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta