QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 47 [QS. 11:47]

قَالَ رَبِّ اِنِّیۡۤ اَعُوۡذُ بِکَ اَنۡ اَسۡـَٔلَکَ مَا لَـیۡسَ لِیۡ بِہٖ عِلۡمٌ ؕ وَ اِلَّا تَغۡفِرۡ لِیۡ وَ تَرۡحَمۡنِیۡۤ اَکُنۡ مِّنَ الۡخٰسِرِیۡنَ
Qaala rabbi innii a’uudzu bika an asalaka maa laisa lii bihi ‘ilmun wa-ilaa taghfir lii watarhamnii akun minal khaasiriin(a);

Nuh berkata:
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya.
Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”.
―QS. 11:47
Topik ▪ Ilmu manusia sedikit
11:47, 11 47, 11-47, Hud 47, Hud 47, Hud 47

Tafsir surah Hud (11) ayat 47

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 47. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini diterangkan anggapan Nabi Nuh ‘alaihis salam terhadap teguran Allah yang berisi penolakan atas permohonannya agar anaknya Kan’an diselamatkan dari topan.
Demikianlah setelah Nabi Nuh ‘alaihis salam mengetahui dari Allah hakikat anaknya itu, maka ia memohon ampun kepada-Nya tentang kekhilafan dan kesalahannya dalam memohonkan sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Ia berlindung kepada Allah supaya dapat menjaga dirinya agar tidak menyampaikan permohonan lagi yang sifatnya serupa dengan kesalahannya itu.
Pada akhir permohonan ampun itu dengan sungguh-sungguh dan ikhlas ia menyatakan penyesalannya kepada Allah, bahwa jika kesalahannya tidak diampuni Tuhan, niscaya ia termasuk golongan orang yang merugi sebab kesalahannya itu hanya didorong oleh perasaan kasih sayang seorang ayah terhadap anaknya dan ingin supaya anaknya mendapat rahmat Allah.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Nuh berkata, “Wahai Tuhan yang memelihara aku, aku berlindung kepada-Mu.
Aku tidak akan lagi meminta sesuatu yang tidak aku ketahui kebenarannya.
Ampunilah segala ucapanku karena didorong rasa belas kasihku.
Jika Engkau tak berkenan memberi ampunan dan rahmat-Mu, tentu aku termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Nuh berkata, “Ya Rabbku! Sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau) daripada perbuatan (memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui hakikatnya.

Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku) atas apa yang aku telah terlanjur melakukannya (dan tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Nuh berkata :
Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku bernaung dan berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang tidak aku ketahui ilmunya.
Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun atas dosaku dan tidak merahmatiku dengan rahmat-Mu, niscaya aku termasuk orang-orang yang lalai terhadap diri sendiri, bernasib sial, dan binasa.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Telah dijelaskan pada ayat 46


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 47 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 47 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 47 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Huud (11) ayat 47-49 - Gema Semesta (Bahasa Indonesia)
Q.S. Huud (11) ayat 47-49 - Gema Semesta (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:47
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.5
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending







Pembahasan ▪ hud 47

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta