QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 43 [QS. 11:43]

قَالَ سَاٰوِیۡۤ اِلٰی جَبَلٍ یَّعۡصِمُنِیۡ مِنَ الۡمَآءِ ؕ قَالَ لَا عَاصِمَ الۡیَوۡمَ مِنۡ اَمۡرِ اللّٰہِ اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ ۚ وَ حَالَ بَیۡنَہُمَا الۡمَوۡجُ فَکَانَ مِنَ الۡمُغۡرَقِیۡنَ
Qaala saaawii ila jabalin ya’shimunii minal maa-i qaala laa ‘aashimal yauma min amrillahi ilaa man rahima wahaala bainahumaal mauju fakaana minal mughraqiin(a);

Anaknya menjawab:
“Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata:
“Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”.
Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
―QS. 11:43
Topik ▪ Permusuhan antara syetan dan manusia
11:43, 11 43, 11-43, Hud 43, Hud 43, Hud 43

Tafsir surah Hud (11) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menyebutkan jawaban Kan’an terhadap seruan dan ajakan ayahnya Nuh ‘alaihis salam supaya masuk ke dalam bahtera.
Ia menolak tidak mau turut masuk dengan alasan bahwa ia bisa berlindung ke atas gunung untuk memelihara dirinya dari bahaya air bah (topan) yang mengancam itu.

Mendengar itu Nabi Nuh ‘alaihis salam menjelaskan kepada anaknya yang membangkang itu, bahwa pada hari ini tidak ada yang bisa melindungi dirinya dari topan itu selain Allah dan tidak ada yang selamat kecuali orang-orang yang dikasihi-Nya, yaitu orang-orang yang masuk ke dalam bahtera itu.

Demikianlah, iradah Tuhan sudah menetapkan segala sesuatunya telah berjalan menurut prosesnya, maka gelombang yang menggulung tinggi demikian dahsyatnya telah menghalangi antara Nuh ‘alaihis salam dengan anaknya yang membangkang dan durhaka itu sehingga terputuslah pembicaraan antara keduanya, dan Si anak pun turut tenggelam bersama orang-orang kafir lainnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi putranya tidak mau mendengarkan kata-kata bapaknya yang penuh kasih ini, dan berkata, “Aku akan mencari tempat untuk berlindung dari air bah ini!” Maka Nuh, yang mengetahui keputusan Allah terhadap orang-orang yang berbuat maksiat, berkata, “Wahai putraku, tak ada yang dapat menghalangi ketentuan Allah tentang penenggelaman orang-orang yang zalim itu!” Akhirnya, putranya yang tidak mendengarkan nasihat bapaknya ini tenggelam ditelan gelombang yang tinggi.
Dan dia termasuk orang-orang yang tenggelam, binasa dan menentang Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Anaknya menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memelihara diriku) yang dapat menyelamatkan diriku (dari air bah ini.” Nuh berkata, “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah) dari siksaan-Nya (selain) kecuali hanya (Zat Yang Maha Penyayang.”) yaitu Allah sendiri, hanya Dialah yang dapat menolong.

Selanjutnya Allah berfirman mengisahkan kelanjutannya.

(Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Anaknya menjawab :
Aku akan naik ke atas gunung yang dapat menyelamatkanku dari air bah ini, yang bisa mencegahku supaya tidak tenggelam.
Nuh menjawab :
Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi keputusan dan ketentuan Allah pada hari ini, yaitu untuk menenggelamkan seluruh makhluk-Nya dan menghancurkan mereka kecuali orang-orang yang dirahmati Allah, maka berimanlah engkau dan naiklah ke dalam perahu bersama kami.
Kemudian ombak yang tinggi memisahkan Nuh dan anaknya itu, dan ia termasuk orang yang ditenggelamkan dan dibinasakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan Nuh memanggil anaknya.

Yang dimaksud adalah anaknya yang keempat, namanya Yam, dia se­orang kafir.
Ayahnya memanggilnya di saat hendak menaiki bahtera dan menyerunya agar beriman serta naik bahtera bersama mereka sehingga tidak tenggelam seperti yang dialami oleh orang-orang yang kafir.

Anaknya menjawab, “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!

Menurut suatu pendapat, dia membuat perahu dari kaca untuknya.
Akan tetapi, kisah ini termasuk kisah Israiliyat, hanya Allah-lah yang mengetahui kebenarannya.
Tetapi yang di-nas-kan oleh Al-Qur’an ialah bahwa dia berkata:

Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat meme­liharaku dari air bah!

Karena kebodohannya, dia menduga bahwa banjir itu tidak akan dapat mencapai puncak-puncak bukit (gunung), dan bahwa seandainya dia mengungsi ke puncak gunung itu, niscaya dia dapat selamat dari air bah tersebut.
Maka ayahnya —Nuh ‘alaihis salam— berkata kepadanya:

Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang.

Yakni tidak ada sesuatu pun pada hari ini yang dapat melindungi dari azab Allah.
Menurut suatu pendapat, lafaz ‘asiman ini bermakna ma’suman, seperti dikatakan terhadap lafaz ta’im (pemberi makan) dan kasin (pemberi pakaian) yang artinya mat’um (yang diberi makanan) dan maksuwwun (yang diberi pakaian).

Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:43
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.7
Ratingmu: 4.5 (11 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim