Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Hud

Hud (Nabi Hud) surah 11 ayat 40


حَتّٰۤی اِذَا جَآءَ اَمۡرُنَا وَ فَارَ التَّنُّوۡرُ ۙ قُلۡنَا احۡمِلۡ فِیۡہَا مِنۡ کُلٍّ زَوۡجَیۡنِ اثۡنَیۡنِ وَ اَہۡلَکَ اِلَّا مَنۡ سَبَقَ عَلَیۡہِ الۡقَوۡلُ وَ مَنۡ اٰمَنَ ؕ وَ مَاۤ اٰمَنَ مَعَہٗۤ اِلَّا قَلِیۡلٌ
Hatta idzaa jaa-a amrunaa wafaarattannuuru qulnaaahmil fiihaa min kullin zaujainiitsnaini wa-ahlaka ilaa man sabaqa ‘alaihil qaulu waman aamana wamaa aamana ma’ahu ilaa qaliilun;

Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman:
“Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”.
Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.
―QS. 11:40
Topik ▪ Al Qur’an turun dengan bahasa suku Quraisy
11:40, 11 40, 11-40, Hud 40, Hud 40, Hud 40
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 40. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Nabi Nuh a.s.
dalam melaksanakan pembuatan bahtera itu dengan segala macam persiapannya sangat bersungguh-sungguh dan banyak menerima ejekan dan cemoohan dari kaumnya sehingga datanglah saatnya perintah Allah untuk membinasakan kaumnya yang kafir itu lalu bumi pun memancarkan air meluap-luap seperti meluapnya air yang mendidih dari kuali di dapur tempat memasak sehingga menenggelamkan segala apa yang ada di permukaan bumi.

Maka Allah memerintahkan kepada Nuh a.s.
agar membawa ke dalam bahtera itu sepasang (jantan dan betina) dari tiap jenis binatang agar keturunannya dapat berkembang biak sesudah air bah yang dinamakan topan itu reda.
Selain dari itu Allah memerintahkan Nuh a.s.
membawa ke dalam bahtera itu semua keluarganya yang laki-laki dan perempuan kecuali yang tidak beriman karena mereka akan turut tenggelam.
Begitu juga Allah memerintahkan Nuh a.s.
membawa ke dalam bahtera itu semua orang-orang yang beriman yang jumlahnya hanya sedikit.
Sebagian mufassirin ada yang mengatakan bahwa yang dibawa oleh Nuh ke dalam bahtera itu dari keluarganya ialah seorang istrinya yang beriman dan tiga putranya dari istri yang beriman itu, yaitu Syam, Ham dan Yafis.

Adapun jumlah orang-orang yang beriman yang dibawa Nuh a.s.
ke dalam bahtera itu tidak terdapat keterangannya dalam Alquran atau pun dalam hadis.
Tetapi di dalam ayat ini hanya diterangkan bahwa jumlah mereka hanyalah sedikit.
Pada permulaan ayat ini dan permulaan ayat 42 yang akan datang dilukiskan sebagian dari kisah topan itu dan pada ayat-ayat lain dilukiskan lebih banyak seperti dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku.
Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).

(Q.S.
Al-Qamar: 11-14)

Hud (11) ayat 40 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Hud (11) ayat 40 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Hud (11) ayat 40 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hingga ketika telah tiba waktu pelaksanaan perintah Kami untuk membinasakan mereka, datanglah air bah yang menggelegak dan berbuih, seperti air yang mendidih dipanggang api.
Kami katakan kepada Nuh, "Angkutlah bersamamu di dalam bahtera pelbagai ragam binatang, masing-masing pejantan dan betinanya.
Muatilah dengan seluruh keluargamu, kecuali yang telah Kami putuskan untuk dibinasakan.
Muatilah pula bahtera itu dengan kaummu yang beriman, yang hanya segelintir itu."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hingga) mengisahkan batas pembuatan bahtera (apabila perintah Kami datang) yang membinasakan mereka (dan dapur telah memancarkan air) yang dimaksud adalah dapur pemanggangan roti, hal itu merupakan pertanda bagi Nabi Nuh.
(Kami berfirman, "Muatkanlah ke dalam bahtera itu) ke dalam perahu itu (dari masing-masing binatang sepasang) yaitu jenis jantan dan betina dari semua jenis binatang (yaitu sejodoh) jantan dan betina.
Lafal itsnain ini berkedudukan menjadi maf'ul atau objek.
Dan disebutkan di dalam kisah Nabi Nuh, bahwasanya Allah subhanahu wa ta'ala mengumpulkan kepada Nabi Nuh semua binatang buas dan semua jenis unggas atau burung.
Kemudian Nabi Nuh a.s.
memukulkan tangannya kepada setiap jenis binatang itu, maka tangan kanannya mengenai jenis jantan sedangkan tangan kirinya mengenai jenis betina, lalu ia memuatkannya ke dalam perahu (dan keluargamu) yaitu istri dan anak-anaknya (kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya) di antara keluargamu yang sudah dipastikan akan binasa, yaitu anaknya yang bernama Kan'an dan istrinya.
Sedangkan Sam, Ham, dan Yafits dibawa oleh Nabi Nuh ke dalam bahtera berikut istri-istri mereka yang berjumlah tiga orang (dan muatkan pula orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman terhadap Nabi Nuh itu melainkan sedikit).
Dikatakan, bahwa jumlah mereka yang beriman itu hanya ada enam orang lelaki dan istri-istri mereka.
Menurut pendapat yang lain dikatakan, bahwa jumlah orang-orang yang termuat di dalam bahtera itu ada delapan puluh orang, separuh di antara mereka terdiri dari kaum laki-laki sedangkan separuh yang lainnya terdiri dari kaum wanita.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hingga ketika telah datang perintah Kami untuk membinasakan mereka sebagaimana yang telah Kami janjikan kepada Nuh, memancarlah air dengan derasnya dari dapur (yaitu tempat pembuatan roti) sebagai tanda datangnya adzab.
Kami berkata kepada Nuh :
Bawalah ke dalam perahu itu sepasang jantan dan betina dari setiap jenis binatang dan bawa pula keluargamu, kecuali yang telah ditetapkan termasuk orang yang tidak beriman kepada Allah, seperti anak dan istrinya.
Bawa pula bersamamu orang-orang yang beriman dari kaummu.
Dan yang beriman bersama Nabi Nuh hanya sedikit sekali, meskipun dia (Nuh) tinggal bersama mereka dalam kurun waktu yang lama.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Hal ini merupakan janji Allah subhanahu wa ta'ala.
kepada Nuh 'alaihis salam yang menyatakan bahwa apabila telah datang perintah Allah yang berupa hujan yang berturut-turut tiada henti-hentinya disertai dengan luapan air yang tak pernah berhenti, bahkan keadaannya adalah seperti yang diungkapkan oleh Allah dalam ayat lain, yaitu:

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air, itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).
(Al Qamar:11-14)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan dapur telah memancarkan air.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud dengan tannur ialah permukaan bumi.
Dengan kata lain, bumi menjadi mata air yang memancarkan air, sehingga air pun keluar menyembur dari tempat pemanggangan roti yang merupakan tempat yang berapi.
Yakni bumi memancarkan airnya dari segala tempat.
Demikianlah menurut pendapat jumhur ulama Salaf dan Khalaf.

Dari Ali ibnu Abu Talib r.a., diriwayatkan bahwa tannur artinya cahaya waktu subuh dan sinar fajar.
Tetapi pendapat yang pertamalah yang paling jelas.

Mujahid dan Asy-Sya'bi mengatakan bahwa tannur tersebut berada di kota Kufah.
Menurut riwayat dari Ibnu Abbas, tannur adalah sebuah mata air yang terletak di negeri India.
Sedangkan menurut riwayat dari Qatadah, tannur adalah sebuah mata air yang terletak di Jazirah Arabia yang dikenal dengan nama "mata air Wardah".
Tetapi semua pendapat di atas berpredikat garib (aneh).

Maka pada saat itu Allah memerintahkan kepada Nuh 'alaihis salam untuk membawa bersamanya ke dalam bahtera itu dari setiap jenis makhluk yang bernyawa sepasang jodoh.
Menurut pendapat yang lain, juga membawa yang lainnya yang berupa tumbuh-tumbuhan dari setiap jenis sepasang jodoh.

Menurut suatu pendapat, burung yang mula-mula dimasukkan ke dalam bahtera Nabi Nuh 'alaihis salam ialah burung beo, dan hewan terakhir yang dimasukkan ke dalam bahtera adalah keledai.
Lalu bergantung iblis pada ekornya, ketika keledai hendak bangkit naik ke bahtera, iblis memberat­kannya karena ia bergantung pada ekor keledai itu.
Maka Nabi Nuh 'alaihis salam berkata, "Mengapa kamu, masuklah, celakalah kamu!" Keledai hendak bangkit, tetapi tidak mampu.
Maka Nuh berkata, "Masuklah kamu, se­kalipun iblis ikut bersamamu," hingga masuklah keduanya ke dalam bahtera itu.

Sebagian ulama Salaf menyebutkan bahwa mereka merasa keberatan bila singa dibawa masuk ke dalam bahtera bersama-sama mereka, akhirnya ditimpakan penyakit lemah kepada singa.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdullah Ibnu Saleh (juru tulis Al-Lais), telah menceritakan kepadaku Al-Lais, telah menceritakan kepadaku Hisyam ibnu Sa'd, dari Zaid ibnu Aslam, dari ayahnya, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Setelah Nuh membawa serta ke dalam perahunya dari setiap makhluk satu jodoh, teman-temannya berkata, "Bagaimana ternak-ternak itu dapat tenang bila mereka tinggal bersama singa?” Maka Allah menimpakan penyakit demam pada singa, dan penyakit demam itu adalah penyakit demam yang mula-mula ada di bumi.
Kemudian mereka mengadu tentang tikus, mereka berkata, "Binatang perusak ini telah membuat rusak makanan dan barang-barang kami.” Maka Allah memerintahkan kepada singa untuk bersin.
Lalu bersinlah singa itu, dan keluarlah darinya kucing, maka tikus-tikus itu bersembunyi dari kucing (karena takut kepadanya).

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya.

Yakni muatkanlah ke dalam bahtera itu seluruh keluargamu, mereka terdiri atas ahli bait dan kaum kerabat Nuh 'alaihis salam Kecuali orang yang telah ditetapkan oleh takdir Allah dari kalangan mereka, yaitu orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dari kalangan mereka.
Di antaranya ialah anak lelaki Nabi Nuh sendiri yang bernama Yam, dia memisahkan dirinya, juga istri Nabi Nuh yang kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.

Yaitu dari kalangan kaummu.

Dan tidak beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit.

Maksudnya, sangat sedikit, padahal masa Nabi Nuh tinggal bersama mereka cukup lama, yaitu kurang lebih sembilan ratus lima puluh tahun.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa jumlah mereka yang beriman kepada Nabi Nuh ada delapan puluh jiwa termasuk kaum wanitanya.

Diriwayatkan dari Ka'bul Ahbar bahwa jumlah mereka yang ber­iman adalah tujuh puluh dua orang.
Menurut pendapat lainnya adalah sepuluh orang.
Menurut pendapat lainnya, sesungguhnya yang naik ke dalam bahtera itu hanyalah Nuh dan ketiga putranya (yaitu Sam, Ham, dan Yafis) serta empat orang wanita, yaitu istri dari ketiga putra Nuh dan istri Yam.

Menurut pendapat yang lainnya lagi, istri Nuh pun berada bersama mereka di dalam bahtera itu, tetapi pendapat ini masih perlu dipertimbang­kan kebenarannya.
Karena sesungguhnya menurut pendapat yang kuat, istri Nabi Nuh binasa, karena dia masih memeluk agama kaumnya, sehingga ia tertimpa apa yang menimpa kaumnya.
Perihalnya sama dengan istri Nabi Lut yang ikut tertimpa azab yang menimpa kaumnya.

Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 40

TANNUUR
لتَّنُّور

Lafaz tannuur dalam bentuk mufrad, jamaknya adalah tanaaniir. Menurut ahli bahasa, tannuur adalah nama 'ajam yang dimasukkan kedalam bahasa Arab. Tannuur mengandung makna dapur api, permuka­an tanah, tempat penyimpanan roti, tempat pancaran air dan sebagainya.

Disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Hud (11), ayat 40;
-Al Mu'minuun (23), ayat 27.

Firman Allah,

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ

Al Imam Asy Syawkani memaparkan pendapat ulama mengenai makna at tannuur

- Diriwayatkan oleh Ibn Abbas, Ikrimah, Az Zuhri dan Ibn Uyainah, at tannuur bermakna permukaan bumi dan orang Arab menamakan permukaan bumi dengan at tannuur.

- Mujahid, Itiyyah dan Al Hasan berkata ia berasal dari tanawwar al-khubz yaitu tempat pembuat roti.

- Diriwayatkan dari Ali bin Abi Talib, ia bermakna tempat terbitnya fajar berasal dari perkataan mereka tanawwar al fajr.

- Qatadah berpendapat ia adalah per­mukaan bumi yang tinggi dan segala tempat-tempat yang tinggi.

An Nuhhaas mengatakan pendapat-pendapat di atas tidak bertentangan karena Allah mem­beritakan air datang dari langit dan bumi sebagaimana Allah menyatakan,

Kemudian Kami bukakan pintu-pintu langit dengan air yang tertumpah (hujan yang lebat). Dan Kami pancarkan beberapa mata air di bumi, lalu bertemulah air itu (air langit dan bumi) menurut urusan yang telah ditetapkan.

Para ulama menyatakan, at tannuur ada­lah tanda keselamatan dan kemenangan bagi Nuh dan janji kebinasaan bagi kaumnya.

Menurut Ibn Katsir, bumi menjadi mata air yang terpancar sehingga air pasang dan naik dari at tannuur yaitu dapur-dapur api yang menjadi pancaran air sebagaimana pendapat ulama salaf maupun khalaf.

Kesimpulannya, at tannuur mencakup semua makna yang disebutkan di atas.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:107-108

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud 'alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh 'alaihis salam, Shaleh 'alaihis salam, Ibrahim 'alaihis salam, Luth 'alaihis salam, Syu'aib 'alaihis salam.
dan Musa 'alaihis salam

Keimanan:

adanya 'Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo'a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.


Gambar Kutipan Surah Hud Ayat 40 *beta

Surah Hud Ayat 40



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Hud

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.4
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending