QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 38 [QS. 11:38]

وَ یَصۡنَعُ الۡفُلۡکَ ۟ وَ کُلَّمَا مَرَّ عَلَیۡہِ مَلَاٌ مِّنۡ قَوۡمِہٖ سَخِرُوۡا مِنۡہُ ؕ قَالَ اِنۡ تَسۡخَرُوۡا مِنَّا فَاِنَّا نَسۡخَرُ مِنۡکُمۡ کَمَا تَسۡخَرُوۡنَ
Wayashna’ul fulka wakullamaa marra ‘alaihi malaa min qaumihi sakhiruu minhu qaala in taskharuu minnaa fa-innaa naskharu minkum kamaa taskharuun(a);

Dan mulailah Nuh membuat bahtera.
Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya.
Berkatalah Nuh:
“Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).
―QS. 11:38
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat ▪ Allah memiliki kunci alam ghaib
11:38, 11 38, 11-38, Hud 38, Hud 38, Hud 38

Tafsir surah Hud (11) ayat 38

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 38. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini diterangkan bahwa Nuh ‘alaihis salam membuat bahtera penyelamat itu sesuai dengan perintah dan petunjuk-petunjuk yang diwahyukan oleh Allah kepadanya.
Banyak riwayat-riwayat atau pendapat-pendapat yang bermacam-macam yang dinukil oleh para mufassirin tentang hal-hal yang bertalian dengan bahtera itu, seperti terbuat dari kayu apa dibuat, di tempat mana, bentuknya bagaimana, panjang dan lebarnya berapa dan perincian-perincian lainnya yang sebagian telah diterangkan sewaktu menerangkan ayat 37 sebelum ini.
Pendapat yang terbaik dalam soal ini dari segi kepercayaan ialah seperti yang diterangkan oleh Syihabuddin Mahmud Al-Alusi sebagai berikut:

“Orang yang teliti dalam hal ini tidak akan condong kepada perincian yang berlebih-lebihan hanya percaya bahwa Nuh ‘alaihis salam telah membuat bahtera itu sebagaimana yang dikisahkan Allah dalam Kitab-Nya, dan tidak mencari-cari tentang panjang lebar dan tingginya, dibuat dari kayu apa berapa lama dan lain-lain sebagainya yang tidak diterangkan oleh kitab Allah dan sunah Rasul-Nya yang sahih itu.” (Al-Alusi, Ruhul Ma’ani, jilid XII, halaman 50)

Selanjutnya pada ayat ini diterangkan bahwa setiap kali kaum Nuh lewat dan melihatnya membuat bahtera itu, mereka mengejeknya dengan bermacam-macam pertanyaan yang mencemoohkannya.
Ejekan dan cemoohan itu timbul karena mereka semua belum mengenal bahtera dan cara memakainya termasuk Nabi Nuh ‘alaihis salam sendiri.
Sikap Nuh ‘alaihis salam dalam menghadapi ejekan dan cemoohan kaumnya dinyatakan dalam jawabannya: “Kalau kamu mengejek kami membuat bahtera ini karena mematuhi perintah Allah dalam rangka usaha untuk menyelamatkan kami dan umat kami, maka kami pun akan mengejek kamu.”

Sebagian mufassirin berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ejekan balasan dari Nuh ‘alaihis salam itu ialah azab dunia yang akan menimpa kaumnya sehingga ia tidak akan mempedulikan mereka lagi.
Jadi Nuh sendiri tidak mengadakan ejekan karena dianggap kurang wajar bagi seorang Nabi.
Sebagian lainnya berpendapat bahwa tidak ada salahnya bahwa ejekan balasan itu benar-benar datang dari Nuh ‘alaihis salam sesuai dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Barang siapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadapmu.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 194)

Dan firman Allah:

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
(Q.S. An-Nahl [16]: 126)

Dan firman Allah:

Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 40)

Al-Alusi berpendapat bahwa kedua ejekan itu (ejekan kaumnya Nuh, ejekan Nabi Nuh ‘alaihis salam sebagai balasan) memang terjadi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Maka mulailah Nuh membuat bahtera.
Setiap kali pemimpin-pemimpin kafir kaumnya lewat–karena ketidaktahuan tujuan dibuatnya bahtera itu–mereka mengejek apa yang sedang dikerjakan Nuh.
Nuh hanya berkata, “Jika kalian kini mengejek kami disebabkan ketidaktahuan kalian akan kebenaran janji Allah, kelak kami yang akan ganti mengejek kalian sebagaimana ejekan kalian.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mulailah Nuh membuat bahtera) dimaksud menceritakan keadaan masa lampau (Dan setiap kali lewat kepada Nuh segolongan) sebagian (dari kaumnya, mereka mengejeknya) mereka memperolok-olokkannya.

(Berkatalah Nuh, “Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami pun akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek kami) jika kami selamat dan kalian tenggelam nanti.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan mulailah Nuh membuat perahu.
Setiap kali para pembesar kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya.
Maka Nuh berkata kepada mereka :
Jika kalian mengejek kami saat ini karena ketidaktahuan kalian akan kebenaran janji Allah, maka kami akan mengejek kalian besok ketika kalian ditenggelamkan, sebagaimana kalian mengejek kami hari ini.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Dan mulailah Nuh membuat bahtera.
Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya.

Mereka memperolok-olokkannya dan mendustakan apa yang diancamkannya kepada mereka, yaitu banjir besar.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 38 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 38 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 38 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:38
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.8
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta