QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 22 [QS. 11:22]

لَا جَرَمَ اَنَّہُمۡ فِی الۡاٰخِرَۃِ ہُمُ الۡاَخۡسَرُوۡنَ
Laa jarama annahum fii-aakhirati humul akhsaruun(a);

Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
―QS. 11:22
Topik ▪ Segala sesuatu ada takdirnya
11:22, 11 22, 11-22, Hud 22, Hud 22, Hud 22

Tafsir surah Hud (11) ayat 22

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 22. Oleh Kementrian Agama RI

Sudah pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling rugi, karena telah menukar kenikmatan surga dengan api neraka yang sangat panas, menukar minuman yang lezat dengan minuman yang membakar, meninggalkan hidup senang dan bahagia dengan hidup menderita dalam neraka yang penuh dengan penderitaan yang tidak ada putus-putusnya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sungguh, di akhirat kelak mereka adalah sekelompok manusia yang paling merugi!

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Pasti) sungguh (mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Pastilah di akhirat mereka adalah orang yang paling rugi perniagaannya.
Karena mereka menukar kedudukan yang tinggi di surga dengan dasar neraka, maka mereka akan berada di Neraka Jahanam.
Dan itulah kerugian yang sangat besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan tentang tempat kembali mereka, bahwa mereka adalah orang-orang yang paling merugi di hari akhirat nanti karena mereka telah mengganti ketinggian dengan kerendahan, mengganti nikmat surga dengan panasnya api neraka, khamr surga dengan air yang sangat panas, bidadari dengan makanan dari darah dan nanah, gedung-gedung surga dengan jurang-jurang neraka, serta berada dekat dengan Tuhan Yang Maha Pemurah lagi dapat melihat-Nya dengan murka Tuhan Yang Maha Membalas serta siksaan-Nya.
Maka tidaklah aneh bila mereka adalah orang-orang yang paling merugi kelak di akhirat.


Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 22

AKHSARUUN
أَخْسَرُون

Lafaz ini berbentuk jamak, menurut Al­ Akhfasy mufradnya adalah al akhsar sama seperti al akbar. Ia berasal dari khasira, atau khusran yang berarti kurang, tidak bermanfaat sebagaimana makna kharrah khaasirah yang berarti rugi, sesat dan musnah.

Lafaz akhsaruun disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Hud (11), ayat 22;
-Al Kahfi (18), ayat 103;
-Al Anbiyaa (21), ayat 70;
-An Naml (27), ayat 5.

Az Zamakhsyari ketika menafsirkan ayat dalam surah Hud, beliau berkata,
“Tidak ada yang lebih jelas dan terang khusraannya (kerugian dan kehancuran) dari mereka” Dan dalam surah An Naml, beliau berkata,
“Mereka adalah manusia yang paling khusran (rugi), karena sekiranya mereka beriman pasti mereka termasuk golongan syuhada atas seluruh umat. Maka mereka dalam kerugian, yaitu rugi dari sudut pertolongan dan ganjaran Allah”‘

At Tabari berkata,
Akhsaruun adalah mereka yang menjual rumah mereka di syurga yaitu tempat tinggal ahli syurga dan menggantikannya dengan api neraka.”

Ibn Katsir menafsirkan akhsaruun dalam surah Al Kahfi dengan ayat berikutnya:

Alladziina dhalla sa’yuhum fil hayaatid dunyaa

Yaitu mereka yang melakukan amalan-­amalan yang ditolak dan tidak berjalan mengikuti syari’at yang disyari’atkan.

Dalam menafsirkan surah Al Anbiyaa beliau berkata,
Akhsaruun adalah mereka yang kalah atau musnah dan hina karena mereka hendak memperdayakan Nabi Ibrahim. Oleh karena itu, Allah membalas tipu daya mereka dan menyelamatkannya dari api.”

Sedangkan dalam surah An Naml, yang dimaksudkan dengan akhsaruun ialah yang rugi diri dan harta mereka dari ahli mahsyar.

Mus’ab bin Sa’ad berkata: “Makna akhsaruuna a’mala adalah orang-orang yang rugi dari golongan Yahudi dan Nasrani. Adapun Yahudi, mereka rugi karena mendustakan Muhammad, sedangkan Nasrani rugi karena mereka mengingkari syurga. Mereka berkata,
“Di dalamnya tidak ada makanan dan minuman.”

Diriwayatkan oleh Al Mundzir, Ibn Abi Hatim dari Abi Humaysah Abdullah bin Qays, beliau berkata,
“Aku mendengar Ali bin Abi Thalib berkata,
“Mereka yang tergolong dalam orang yang rugi dalam ayat ini qul hal nunabbi’ukum bi akhsariina ‘amala sesungguhnya mereka adalah rahib-rahib yang mengurung diri di sebalik dinding-dinding, dalam bilik- bilik atau mereka adalah orang fajir (jahat) dari kalangan suku Quraisy atau kelompok Khawarij.

Kesimpulannya, lafaz akhsaruun mengandung dua makna.

Pertama, orang yang rugi di akhirat di kalangan orang yang berbuat amalan yang tidak berlandaskan kepada syariat Islam.

Kedua, ia bermakna kalah dan hina sebagaimana pengertiannya yang terdapat pada surah Al Anbiyaa.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:40-41

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 22 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 22 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 22 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.4
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/11-22







Pembahasan ▪ contour bacaan irkamangana dalam surah hud ayat 22

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta