Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Hud

Hud (Nabi Hud) surah 11 ayat 18


وَ مَنۡ اَظۡلَمُ مِمَّنِ افۡتَرٰی عَلَی اللّٰہِ کَذِبًا ؕ اُولٰٓئِکَ یُعۡرَضُوۡنَ عَلٰی رَبِّہِمۡ وَ یَقُوۡلُ الۡاَشۡہَادُ ہٰۤؤُلَآءِ الَّذِیۡنَ کَذَبُوۡا عَلٰی رَبِّہِمۡ ۚ اَلَا لَعۡنَۃُ اللّٰہِ عَلَی الظّٰلِمِیۡنَ
Waman azhlamu mimmaniiftara ‘alallahi kadziban uula-ika yu’radhuuna ‘ala rabbihim wayaquulul asyhaadu ha’ulaa-il-ladziina kadzabuu ‘ala rabbihim alaa la’natullahi ‘alazh-zhaalimiin(a);

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?
Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi akan berkata:
“Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka”.
Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim,
―QS. 11:18
Topik ▪ Azab orang kafir
11:18, 11 18, 11-18, Hud 18, Hud 18, Hud 18
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa orang-orang yang paling aniaya terhadap dirinya dan terhadap orang lain ialah mereka yang berbuat dusta terhadap Allah dengan ucapan dan perbuatan yaitu mereka yang mendustakan hukum Allah dan sifat-sifat-Nya atau yang mengangkat pemimpin-pemimpin mereka sebagai penolong-penolong yang dapat memberi syafaat di akhirat kelak tanpa izin Allah, atau mereka yang beranggapan bahwa Allah mempunyai anak seperti anggapan orang-orang Arab jahiliah bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah dan anggapan orang-orang Nasrani bahwa Nabi Isa a.s.
itu anak Allah, atau mereka yang mendustakan Rasul-rasul Allah dengan maksud menghalangi manusia beriman.
Pada hari kiamat nanti segala amal perbuatan mereka akan dihadapkan ke hadirat Allah untuk diadili dan ketika itu para malaikat, para Nabi, dan orang-orang mukmin yang saleh akan tampil sebagai saksi bahwa mereka adalah orang-orang yang membuat dusta terhadap Allah dan dengan persaksian itu akan terbongkarlah kepalsuan-kepalsuan mereka, dan mereka akan dikutuk oleh Allah sebagai balasan dari kelaliman mereka.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

(Yaitu) hari yang tidak berguna bagi orang-orang lalim permintaan maafnya, dan bagi merekalah laknat dan bagi merekalah tempat tinggal yang buruk.
(Q.S.
Al-Mu'minun: 52)

Hud (11) ayat 18 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Hud (11) ayat 18 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Hud (11) ayat 18 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tak ada yang lebih lalim terhadap dirinya dan jauh dari kebenaran daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan lalu menyandangkan kebohongan itu kepada Allah.
Sesungguhnya mereka ini akan dihadapkan kepada Tuhan untuk diperhitungkan perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan.
Pada saat itu saksi-saksi dari para malaikat, para Nabi dan lainnya akan berkata, "Mereka adalah orang-orang yang telah melakukan kejahatan dan kezaliman yang paling keji terhadap Pencipta mereka! Sesungguhnya laknat Allah akan menimpa mereka disebabkan perbuatan mereka yang zalim."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan siapakah) tidak ada seorang pun (yang lebih lalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah?) dengan menisbatkan sekutu terhadap-Nya dan menganggapnya mempunyai anak.
(Mereka itu akan dihadapkan kepada Rabb mereka) kelak di hari kiamat di antara semua makhluk-Nya (dan para saksi akan berkata) lafal asyhaad adalah bentuk jamak dari lafal syahiid yang artinya saksi.
Mereka adalah para malaikat, mereka memberikan kesaksian, bahwa para rasul telah menyampaikan risalahnya, adapun orang-orang kafir mereka cap sebagai pendusta ("Orang-orang inilah yang telah berdusta terhadap Rabb mereka." Ingatlah, kutukan Allah dilimpahkan atas orang-orang yang lalim) yaitu orang-orang musyrik.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim dari orang yang mengada-adakan kebohongan kepada Allah.
Mereka semua akan dihadapkan kepada Rabb mereka pada Hari Kiamat untuk memperhitungkan perbuatan mereka.
Para saksi dari malaikat, nabi dan selainnya berkata :
Orang-orang inilah yang telah berdusta atas Rabb mereka di dunia, dan Allah telah murka kepada mereka.
Maka Allah melaknat mereka dengan laknat yang tidak terputus, karena kezhaliman mereka telah menjadi sifat yang mendarah daging bagi mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menerangkan keadaan orang-orang yang mendustakan-Nya, juga tentang dipermalukan-Nya mereka di hari akhirat kelak di hadapan mata kepala semua makhluk dari kalangan para malaikat, para rasul, para nabi, serta seluruh umat manusia dan jin.
Sehubungan dengan hal ini Imam Ahmad mengatakan,

telah menceritakan kepada kami Bahz dan Affan, keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Hammam, telah menceritakan kepada kami Qatadah, dari Safwan ibnu Muharriz yang mengatakan bahwa ia dalam keadaan memegang tangan Ibnu Umar di saat-ada seorang lelaki bertanya kepadanya, "Apakah yang telah engkau dengar dari Rasulullah ﷺ tentang najwa (berbisik) di hari kiamat kelak?"
Ibnu Umar menjawab, bahwa ia pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala.
mendekati orang mukmin, lalu meletak­kan perlindungan dan naungan-Nya di atas orang mukmin itu sehingga orang mukmin itu dalam keadaan tertutup dari pan­dangan manusia.
Lalu Allah menyebutkan semua dosanya.
Allah berfirman kepadanya, "Tahukah kamu dosa ini?
Tahukah kamu dosa itu?
Tahukah kamu dosa anu?” Setelah Allah menyebutkan semua dosanya dan orang mukmin yang bersangkutan merasakan bahwa dirinya pasti binasa, maka Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosamu itu sewaktu di dunia, dan sesungguhnya Aku sekarang mengampuninya bagimu hari ini." Kemudian diberikan kepadanya kitab catatan amal-amal kebaikannya.
Adapun terhadap orang-orang kafir dan orang-orang munafik, maka para saksi akan berkata, " Orang-Orang inilah yang telah berdusta terhadap Tuhan mereka.” Ingatlah, kutukan Allah (ditimpakan) atas orang-orang yang zalim.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahihain melalui hadis Qatadah dengan sanad yang sama.

Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 18

ASYHAAD
أَشْهَٰد

Lafaz ini adalah jamak asy syahid seperti kata nashir jamaknya anshar, sahib jamaknya ashab maknanya malaikat yang menyampaikan apa yang disaksikan. Ia juga bermakna lidah sebagaimana ungkapan:

maa lahuu ra'yu walaa syahiid

Maksudnya, "dia tidak mempunyai pandangan dan tidak pula punya Iisan." la juga bermakna sesiapa yang melaksanakan penyaksian atau dalil. Salat asy ­syaahid adalah shalat Maghrib karena ia adalah shalat yang dikerjakan ketika bintang-bintang muncul dan shalat fajr karena seorang musafir menunaikannya seakan-akan seperti orang tempatan (syahid) yang tidak boleh mengqasarkannya.

Lafaz ini disebut dua kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah
-Hud (11 ), ayat 18;
-Al Mu'min (40), ayat 51.

Ibn Manzur berkata,
"Lafaz asyhaad dalam ayat itu bermakna para malaikat."

Pendapat lain mengatakan ia adalah para nabi dan orang yang beriman yang menjadi saksi ke atas pendusta-pendusta Muhammad.

Dalam surah Al Mu'min, asyhaad bermakna malaikat sebagaimana yang diriwayatkan dari Mujahid.

Rasyid Rida berpendapat, penafsiran asyhaad dalam surah Al Mu'min adalah orang yang melaksanakan perintahnya dari kalangan malaikat, para nabi dan rasul serta orang beriman supaya menyaksikan atau menjadi saksi ke atas mereka (orang kafir).

Begitu juga dengan penafsiran Az Zamakhsyari, ia bermakna penjaga-­penjaga dari kalangan para malaikat, para nabi dan orang beriman dari umat Muhammad yang bertugas sebagai orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah)

Kesimpulannya, lafaz asyhaad bermakna para malaikat, nabi dan orang beriman sebagai saksi atas orang kafir.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:77

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud 'alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh 'alaihis salam, Shaleh 'alaihis salam, Ibrahim 'alaihis salam, Luth 'alaihis salam, Syu'aib 'alaihis salam.
dan Musa 'alaihis salam

Keimanan:

adanya 'Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo'a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.


Gambar Kutipan Surah Hud Ayat 18 *beta

Surah Hud Ayat 18



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Hud

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.6
Rating Pembaca: 4.4 (14 votes)
Sending







✔ Qs hud 11-18

Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku