QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 16 [QS. 11:16]

اُولٰٓئِکَ الَّذِیۡنَ لَیۡسَ لَہُمۡ فِی الۡاٰخِرَۃِ اِلَّا النَّارُ ۫ۖ وَ حَبِطَ مَا صَنَعُوۡا فِیۡہَا وَ بٰطِلٌ مَّا کَانُوۡا یَعۡمَلُوۡنَ
Uula-ikal-ladziina laisa lahum fii-aakhirati ilaannaaru wahabitha maa shana’uu fiihaa wabaathilun maa kaanuu ya’maluun(a);

Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.
―QS. 11:16
Topik ▪ Takwa ▪ Perbuatan dan niat ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
11:16, 11 16, 11-16, Hud 16, Hud 16, Hud 16

Tafsir surah Hud (11) ayat 16

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 16. Oleh Kementrian Agama RI

Orang-orang yang dasar amalnya hanya sekadar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan tidak mempunyai persiapan untuk menghadapi akhirat mereka itu tidak memperoleh apa pun juga nanti, kecuali neraka dan lenyaplah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia.
Mereka berusaha di dunia bukan karena dorongan iman pada Allah dan bukan untuk membersihkan diri dari dosa dan kejahatan dan bukan pula untuk mengejar keutamaan dan takwa, tetapi semata-mata untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu sepuas-puasnya.
Itulah sebabnya maka apa yang telah mereka kerjakan di dunia itu sia-sia belaka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi) maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedang dia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.

(Q.S.
Al-Isra’: 18, 19)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka itulah orang-orang yang membatasi diri dengan hanya memikirkan kepentingan dunia.
Karenanya, di akhirat kelak mereka tidak akan mendapatkan apa-apa selain siksa api neraka.
Sungguh, apa yang mereka lakukan di dunia tidak akan mendatangkan manfaat karena, di samping di akhirat nanti mereka tidak mendapatkan bagian apa-apa, juga karena perbuatan mereka itu sendiri pada hakikatnya tidak berguna.
Sebab, perbuatan yang tidak memberikan kebahagiaan abadi sebenarnya sama saja dengan tidak pernah ada.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat kecuali neraka dan lenyaplah) dileburlah (apa yang telah mereka usahakan) itu (di akhirat nanti) sehingga mereka tidak mempunyai pahala lagi (dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka tidak akan memperoleh apa pun di akhirat, kecuali Neraka Jahanam yang sangat panas.
Lenyaplah manfaat pekerjaan yang telah mereka kerjakan di dunia, dan pekerjaan mereka di dunia sia-sia karena tidak dilakukan untuk mencari keridhaan Allah.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Sehubungan dengan ayat ini Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa sesungguhnya orang-orang yang suka riya (pamer dalam amalnya), maka pahala mereka diberikan di dunia ini.
Demikian itu karena mereka tidak dianiaya barang sedikit pun.
Ibnu Abbas mengatakan, “Barang siapa yang beramal saleh untuk mencari keduniawian, seperti melakukan puasa, atau salat, atau bertahajud di malam hari, yang semuanya itu ia kerjakan hanya semata-mata untuk mencari keduniawian, maka Allah berfirman, ‘Aku akan memenuhi apa yang dicarinya di dunia, ini sebagai pembalasannya, sedangkan amalnya yang ia kerjakan untuk mencari keduniawian itu digugurkan, dan dia di akhirat nanti termasuk orang-orang yang merugi’.”

Anas ibnu Malik dan Al-Hasan mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani.

Mujahid dan lain-lainnya mengatakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang yang suka riya.

Qatadah mengatakan, “Barang siapa yang dunia merupakan niat, dambaan, dan buruannya, maka Allah membalas kebaikannya di dunia ini.
Dan bila ia datang ke akhirat, maka ia tidak lagi memiliki pahala amal kebaikan yang akan diberikan kepadanya.
Adapun orang mukmin, maka amal kebaikannya dibalas di dunia ini, dan kelak di akhirat dia mendapat pahala dari amalnya itu.” Dalam hadis yang marfu’ telah disebutkan hal yang semisal dengan ini.

Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan bagiannya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.
Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh, sedangkan ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibatasi dengan baik Kepada masing-masing golongan —baik golongan ini maupun golongan itu— Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu.
Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi.
Perhatikanlah bagaimana Kami lebih­kan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain).
Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya.
(Al Israa’:18-21)

Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagian pun di akhirat (Asy Syuura:20)


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 16 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 16 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 16 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:16
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.4
Ratingmu: 4.2 (12 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/11-16







Pembahasan ▪ kultum singkat surah 11 ayat 16 ▪ surat 11 ayat 16

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta