Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Hud

Hud (Nabi Hud) surah 11 ayat 119


اِلَّا مَنۡ رَّحِمَ رَبُّکَ ؕ وَ لِذٰلِکَ خَلَقَہُمۡ ؕ وَ تَمَّتۡ کَلِمَۃُ رَبِّکَ لَاَمۡلَـَٔنَّ جَہَنَّمَ مِنَ الۡجِنَّۃِ وَ النَّاسِ اَجۡمَعِیۡنَ
Ilaa man rahima rabbuka walidzalika khalaqahum watammat kalimatu rabbika amlaanna jahannama minal jinnati wannaasi ajma’iin(a);

kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.
Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan:
sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.
―QS. 11:119
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Perumpamaan kufur dan menyekutukan Allah
11:119, 11 119, 11-119, Hud 119, Hud 119, Hud 119
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 119. Oleh Kementrian Agama RI

Di samping manusia yang asyik berselisih, tidak saja berselisih tentang agama yang dianut oleh masing-masing kaum seperti agama Yahudi, Nasrani, Majusi, Musyrik, dan Islam, tetapi juga penganut dari satu agama senantiasa berselisih, kecuali orang-orang yang mendapat rahmat dari Allah, diberi taufik dan hidayah.
Mereka itu bersatu dan selalu mengusahakan persatuan agar manusia taat kepada peraturan dan ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala, mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.
Demikian kehendak Allah subhanahu wa ta'ala mengenai kejadian manusia.
Ada yang mendapat rahmat, taufik dan hidayah dari Allah subhanahu wa ta'ala, maka tetaplah mereka bersatu dan menggalang persatuan dan mereka termasuk dalam golongan orang-orang yang bahagia yang akan menjadi penghuni surga.
Ada pula yang tak putus-putusnya dan termasuklah mereka dalam golongan orang-orang yang celaka yang menjadi penghuni neraka.
Anas bin Malik pernah berkata: "Manusia itu diciptakan sebagiannya berada di surga dan sebagian yang lain berada di neraka Sa'ir.
Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta'ala mengakhiri ayat ini dengan satu ketegasan bahwa telah menjadi ketentuan-Nya akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia yang selalu berbuat jahat dan dosa di muka bumi ini.

Hud (11) ayat 119 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Hud (11) ayat 119 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Hud (11) ayat 119 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Akan tetapi orang-orang yang diberi rahmat oleh Allah karena fitrah mereka yang suci, sepakat tentang ketentuan Allah untuk mereka, sehingga mereka percaya kepada para rasul, kitab-kitab suci dan hari kiamat.
Atas dasar kehendak-Nya yang telah ditetapkan dalam sistem alam raya ini, Allah menciptakan manusia siap untuk menerima pahala dan siksa.
Dengan begitu, janji Allah pun terlaksana, yaitu neraka jahanam akan diisi dengan pengikut-pengikut iblis yang terdiri atas manusia dan jin.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu) artinya Allah telah menghendaki kebaikan bagi mereka sehingga mereka tidak berselisih pendapat tentangnya.
(Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka) sebagian di antara mereka ada yang suka berselisih dan sebagian yang lain ada yang diberi rahmat oleh-Nya sehingga mereka tidak berselisih mengenai agama.
(Kalimat Rabbmu telah diputuskan) yaitu (sesungguhnya Aku akan memenuhi Jahanam dengan jin dan manusia semuanya.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu, maka mereka beriman kepada-Nya dan mengikuti para Rasul-Nya.
Mereka tidak berselisih mengenai keesaan Allah dan mengenai risalah yang dibawa oleh para Rasul-Nya dari sisi-Nya.
Dan telah ditetapkan hikmah-Nya mengenai diciptakannya manusia berbeda-beda, satu golongan celaka dan golongan lain bahagia.
Dan masing-masing golongan dimudahkan berjalan sesuai takdir-Nya.
Dengan cara seperti inilah terealisasi janji Allah dalam qadha dan qadar-Nya, bahwa Allah akan memenuhi Neraka Jahanam, dari kalangan jin dan manusia yang mengikuti iblis dan tentaranya, dan mereka tidak mendapatkan hidayah untuk beriman.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan bahwa Dia berkuasa untuk menjadikan seluruh manusia sebagai umat yang satu dalam hal keimanan atau kekufurannya.
Perihalnya sama dengan apa yang disebutkan-Nya dalam ayat yang lain melalui firman-Nya:

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya.
(Yunus:99)

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.

Maksudnya, perselisihan masih tetap ada di kalangan manusia dalam masalah agama, dan akidah mereka menjadi terbagi ke dalam berbagai mazhab dan pendapat.

Ikrimah mengatakan bahwa mereka masih tetap berselisih pendapat dalam hal petunjuk.
Al-Hasan Al-Basri mengatakan, mereka berselisih pendapat dalam masalah rezeki, sebagian dari mereka menguasai sebagian yang lain.
Tetapi pendapat yang terkenal dan yang sahih adalah yang pertama tadi.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.

Artinya, kecuali orang-orang yang diberi rahmat dari kalangan para pengikut rasul-rasul, yaitu mereka yang tetap berpegang teguh kepada perintah-perintah agama yang diwajibkan atas diri mereka dan disampaikan oleh rasul-rasul Allah kepada mereka.
Demikianlah keadaan mereka secara terus-menerus hingga datanglah Nabi ﷺ sebagai akhir dari para rasul dan para nabi, lalu mereka mengikutinya, membenarkan dan membantu perjuangannya.
Akhirnya mereka beruntung karena meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, mereka adalah golongan yang di­selamatkan, seperti yang disebutkan di dalam sebuah hadis yang di­riwayatkan di dalam kitab-kitab musnad dan kitab-kitab sunnah melalui berbagai jalur yang sebagian darinya memperkuat sebagian yang lain, yaitu:

Sesungguhnya orang-orang Yahudi itu telah berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan sesungguhnya orang-orang Nasrani itu telah berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan.
Dan kelak umat ini akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.
Lalu para sahabat bertanya, "Siapakah mereka yang satu golongan itu, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ menjawab: (Orang-orang yang) mengerjakan apa yang aku dan sahabat-sahabatku mengerjakannya.

Imam Hakim meriwayatkannya di dalam kitab Mustadrak-nya dengan tambahan ini.

Ata mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

...tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat.
Yakni orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Majusi.

...kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Yaitu orang-orang yang memeluk agama yang hanif (agama Islam).

Qatadah mengatakan bahwa orang-orang yang dirahmati oleh Allah adalah ahlul jama'ah, sekalipun tempat tinggal dan kebangsaan mereka berbeda-beda.
Dan orang-orang yang ahli maksiat adalah ahli dalam perpecahan, sekalipun tempat tinggal dan kebangsaan mereka sama.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.

Al-Hasan Al-Basri —menurut suatu riwayat yang bersumberkan dari­nya— menyebutkan bahwa makna ayat ini ialah 'mereka diciptakan untuk berselisih pendapat'.

Makki ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah menciptakan mereka dalam keadaan berpecah belah, yakni berbeda-beda.
Pengertiannya sama saja dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat yang lain, yaitu:

maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.
(Huud:105)

Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah Allah menciptakan mereka untuk dirahmati.

Ibnu Wahb mengatakan, telah menceritakan kepadaku Muslim ibnu Khalid, dari Abu Najih, dari Tawus, bahwa pernah ada dua orang lelaki bersengketa kepadanya dengan persengketaan yang sengit.
Lalu Tawus berkata, "Kalian sering bertengkar dan berselisih pendapat." Salah seorang di antara keduanya menjawab, "Memang demikianlah kita diciptakan.' Tawus berkata, "Kamu dusta." Lalu lelaki itu berkata, "Bukankah Allah subhanahu wa ta'ala.
telah berfirman: 'tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.” (Huud:118-119)?"
Tawus berkata, "Allah tidaklah menciptakan mereka agar mereka berselisih pendapat, tetapi Dia menciptakan mereka agar bersatu dan untuk dirahmati." Seperti yang telah diriwayatkan oleh Al-Hakam ibnu Aban, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa mereka diciptakan untuk dirahmati, bukan untuk diazab.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Ad-Dahhak, dan Qatadah.
Kesimpulan pendapat ini merujuk kepada pengertian yang terkandung di dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
(Adz Dzaariyaat:56)

Menurut pendapat lain, makna yang dimaksud ialah bahwa untuk rahmat dan perselisihan Allah menciptakan mereka.

Seperti yang dikatakan oleh Al-Hasan Al-Basri dalam suatu riwayat yang bersumberkan darinya sehubungan dengan makna firman-Nya:

...tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.

Bahwa manusia itu senantiasa berselisih pendapat dalam masalah agamanya hingga terbagi-bagi menjadi berbagai macam pendapat.

...kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.
Maka barang siapa yang dirahmati oleh Tuhanmu, berarti dia tidak berselisih pendapat.
Ketika dikatakan kepadanya, "Untuk itulah Allah menciptakan mereka." Al-Hasan Al-Basri menjawab, "Allah men­ciptakan sebagian dari mereka untuk surganya, sebagian yang lainnya untuk neraka-Nya, dan sebagian yang lain untuk azab-Nya."

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan bahwa sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) kesemuanya.

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan bahwa telah ditetapkan di dalam qada dan takdir­Nya berkat pengetahuan-Nya yang Maha Sempurna dan kebijaksanaan­Nya yang Mahaperiksa, bahwa di antara makhluk yang diciptakan-Nya ada yang berhak mendapat surga, ada pula yang berhak mendapat neraka.
Dan sudah merupakan suatu kepastian bahwa Dia akan memenuhi neraka Jahanam dari kedua jenis makhluknya, yaitu jin dan manusia.
Allah mempunyai hujah yang kuat dan kebijakan yang sempurna dalam semua perbuatan-Nya.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Surga dan neraka mengadu (kepada Allah).
Surga berkata, "Mengapa aku, tiada yang memasuki aku kecuali hanya orang-orang yang lemah dan orang-orang yang rendah?” Neraka berkata, "Aku dipilih untuk tempat orang-orang yang angkuh dan orang-orang yang kelewat batas.” Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada surga, 'Engkau adalah rahmat-Ku, Aku merahmati orang yang Aku kehendaki denganmu.” Dan berfirman kepada neraka, 'Engkau adalah azab-Ku, Aku membalas denganmu terhadap orang yang Aku kehendaki.
Dan bagi masing-masing dari kamu berdua Aku akan memenuhinya.” Adapun surga, maka di dalamnya masih terus-menerus terjadi lebihan hingga Allah menciptakan baginya suatu ciptaan yang membuat lebihan surga menjadi terisi.
Sedangkan neraka, maka ia masih terus mengatakan, "Apakah masih ada tambahan lagi, " hingga Allah meletakkan padanya telapak kaki kekuasaan-Nya, maka saat itu barulah neraka mengatakan "Cukup, cukup, demi keagungan-Mu.”

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud 'alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh 'alaihis salam, Shaleh 'alaihis salam, Ibrahim 'alaihis salam, Luth 'alaihis salam, Syu'aib 'alaihis salam.
dan Musa 'alaihis salam

Keimanan:

adanya 'Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo'a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.


Gambar Kutipan Surah Hud Ayat 119 *beta

Surah Hud Ayat 119



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Hud

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (27 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku