QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 106 [QS. 11:106]

فَاَمَّا الَّذِیۡنَ شَقُوۡا فَفِی النَّارِ لَہُمۡ فِیۡہَا زَفِیۡرٌ وَّ شَہِیۡقٌ
Fa-ammaal-ladziina syaquu fafiinnaari lahum fiihaa zafiirun wasyahiiqun;

Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),
―QS. 11:106
Topik ▪ Neraka ▪ Sifat neraka ▪ Al Qur’an benar-benar dari Allah
11:106, 11 106, 11-106, Hud 106, Hud 106, Hud 106

Tafsir surah Hud (11) ayat 106

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 106. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa orang-orang yang termasuk golongan celaka, karena di waktu mereka berada di dunia telah merusak akidahnya, mengikuti orang-orang yang sesat perbuatannya, sehingga pudar dan padamlah cahaya iman daripadanya, bergelimang dosa sepanjang masa.
Mereka itu akan dimasukkan ke dalam neraka dan merasakan azab yang pedih seperti halnya seekor himar yang mengeluarkan dan memasukkan nafasnya disertai rintihan dan teriakan yang amat keras.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang yang celaka, tempat mereka adalah neraka.
Di situ mereka bernafas dengan disertai rintihan sakit ketika menghirup dan mengeluarkan nafas dari dada.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Adapun orang-orang yang celaka) menurut pengetahuan Allah subhanahu wa ta’ala (maka tempatnya di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan jeritan) suara yang sangat keras (dan rintihan) suara yang lemah.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

106-107.
Adapun orang-orang yang celaka di dunia karena rusaknya akidah dan jeleknya perbuatannya, maka tempatnya di neraka.
Mereka mengerang mengeluarkan suara pernapasan dengan dada dengan tersengal-sengal karena pedihnya siksaan yang mereka terima.
Itulah suara yang paling buruk dan hina.
Mereka tinggal di dalam neraka selamanya sepanjang keberadaan langit dan bumi.
Siksa yang mereka terima tidak pernah berhenti dan tidak akan pernah habis, bahkan mereka kekal selamanya.
Kecuali yang dikehendaki oleh Rabbmu, yaitu mengeluarkan pelaku maksiat dari kalangan ahli Tauhid setelah sekian waktu tinggal di dalam neraka.
Sesungguhnya Rabbmu (wahai Rasul) Mahakuasa melakukan apa yang dikehendaki-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…mereka mengeluarkan dan menarik napas (dengan merintih).

Ibnu Abbas mengatakan bahwa suara zafir keluar dari tenggorokan, sedangkan syahiq dari dada, yakni tarikan napas dan pengeluarannya dibarengi dengan rintihan.
Demikian itu karena pedihnya azab yang dialami oleh mereka, semoga Allah melindungi kita dari siksa neraka.


Kata Pilihan Dalam Surah Hud (11) Ayat 106

SYAHIIQ
شَهِيق

Dalam Mu’jarn Al Arabi, lafaz syahiiq ada­lah mashdar dari kata syahiqa atau syhaqa.

Syahiqa al bina’ atau al­ jabal bermakna bangunan dan gunung itu begitu tinggi.

Syahiqa fulaan berarti menarik nafas sehingga terdengar suara pernafasannya atau yang bernafas dan memasukkan udara ke dalam paru-paru.

Jadi, makna syahiiq adalah perbuatan memasukkan nafas ke dalam paru-paru dengan lama. la juga bermakna berteriak, sedu sedan dan isak.

Disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Hud (11), ayat 106;
-Al Mulk (67), ayat 7.

Allah berfirman,

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

Terdapat beberapa makna bagi lafaz syahiiq:

– Al Fayruz Abadi berpendapat,syahiiq adalah tarikan nafas yang panjang dan lama.

– Dalam Mu’jam Arabi makna lafaz syahiiq menarik nafas, lawannya zafiir yaitu menghembuskan nafas.

– Ahli bahasa dari ulama Kufah dan Basrah berpendapat, asy syahiiq akhir suara dari suara keledai.

– Ibn Abbas berpendapat, syahiiq adalah suara yang lemah.

– Abi Al Aliyah berkata,
asy syahiiq adalah suara yang keluar dari dada.

– Qatadah mengatakan suara orang kafir di dalam neraka seperti suara keledai, awal suaranya adalah zafiir dan akhir suaranya adalah syahiiq.

– Ibn Jarir At Tabari menyimpulkan, lafaz syahiiq membawa makna akhir suara keledai dan lainnya apabila ia meng­ulangi suara itu beberapa kali di dalam rongga dada.

– Hamka memberikan makna syahiiq adalah suara gemuruh dan pekikan orang yang sedang men­derita azab di dalam neraka.

Kesimpulannya, asy syahiiq ialah suara isak­an, jeritan, tarikan nafas ahli neraka yang kuat, lama dan panjang seperti suara keledai di akhirnya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:309-310

Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 106 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 106 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 106 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:106
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.4
Ratingmu: 4.4 (28 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta