Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 105 [QS. 11:105]

یَوۡمَ یَاۡتِ لَا تَکَلَّمُ نَفۡسٌ اِلَّا بِاِذۡنِہٖ ۚ فَمِنۡہُمۡ شَقِیٌّ وَّ سَعِیۡدٌ
Yauma ya’ti laa takallamu nafsun ilaa biidznihi faminhum syaqii-yun wasa’iidun;

Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya, maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.
―QS. 11:105
Topik ▪ Hisab ▪ Sifat hari penghitungan ▪ Al Qur’an menerangkan segala sesuatu
11:105, 11 105, 11-105, Hud 105, Hud 105, Hud 105

Tafsir surah Hud (11) ayat 105

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 105. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa jika hari yang telah ditentukan itu tiba, tak seorang pun dapat berbicara dan berbuat sesuatu kecuali dengan izin Allah sebagaimana firman-Nya:

Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu) dan tidak diizinkan kepada mereka minta uzur sehingga mereka (dapat) minta uzur.
(Q.S.
Al-Mursalat: 35, 36)

Dan firman-Nya:

Pada hari ketika ruh dan para malaikat berdiri bersaf-saf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah dan ia mengucapkan kata-kata yang benar.
(Q.S.
An Naba’: 38)

Di antara orang-orang yang berkumpul di hari kiamat itu ada yang celaka, maka ia akan mendapat azab yang pedih sebagaimana yang telah diancamkan kepada orang-orang kafir, dan ada yang berbahagia, maka ia akan memperoleh pahala dan kesenangan sepanjang masa sesuai dengan yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di kala datang azab hari itu, tidak seorang manusia pun dapat berbicara kecuali dengan izin Allah.
Di antara mereka ada yang celaka, yaitu mereka yang kafir, karena menerima berbagai macam siksaan.
Ada pula yang berbahagia, yaitu mereka yang beriman, karena kenikmatan akhirat yang diperoleh.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di kala datang hari itu) sudah tiba saatnya (tidak dapat berbicara) lafal takallama pada asalnya adalah tatakallama, kemudian salah satu huruf tanya dibuang sehingga jadilah ia takallama (seorang pun melainkan dengan izin-Nya) izin Allah subhanahu wa ta’ala (maka di antara mereka) makhluk (ada yang celaka dan) yang lainnya (ada yang berbahagia) masing-masing telah dipastikan nasibnya di zaman azali.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan ketika Hari Kiamat itu datang, tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali seizing Rabbnya.
Di antara mereka ada yang celaka, dan berhak mendapat siksa dan ada yang berbahagia, yang dimuliakan dengan nikmat-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Di kala datang hari itu, tidak ada seorang pun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya.

Pada waktu hari kiamat terjadi, tiada seorang pun yang berbicara melainkan dengan seizin Allah.
Ayat ini semakna dengan ayat lain yang disebutkan melalui firman-Nya:

mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah, dan ia mengucap­kan kata yang benar.
(78:38)

dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah.
(Thaahaa:108), hingga akhir ayat.

Di dalam hadis Sahihain mengenai syafaat disebutkan:

Pada hari itu seorang pun yang berbicara selain para rasul, dan doa para rasul pada hari itu ialah, “Ya Allah, selamat­kanlah selamatkanlah.”

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.

Artinya, di antara mereka yang dihimpunkan pada hari perhimpunan itu ada yang celaka, ada pula yang berbahagia, perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.
(Asy Syuura:7)

Al-Hafiz Abu Ya’la di dalam kitab Musnad-nya mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Hissan, telah menceritakan kepada kami Abdul Malik ibnu Amr, telah menceritakan kepada kami Sulaiman Abu Sufyan, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Dinar, dari Ibnu Umar, dari Umar yang mengatakan bahwa ketika ayat berikut diturunkan: maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.
(Huud:105) Ia bertanya kepada Nabi ﷺ, “Wahai Rasulullah, apakah yang harus kita kerjakan?
Apakah yang kita kerjakan adalah sesuatu yang telah dirampungkan, ataukah sesuatu yang belum dirampungkan?”
Rasulullah ﷺ menjawab:

Hai Umar, hal yang kita kerjakan adalah sesuatu yang telah dirampungkan dan telah dicatat oleh qalam (pena) takdir, tetapi tiap-tiap orang diciptakan sesuai dengan bakatnya masing-masing.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala.
menjelaskan keadaan orang-orang yang celaka dan orang-orang yang berbahagia.
Untuk itu, Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Hud (11) ayat 105 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Hud (11) ayat 105 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Hud (11) ayat 105 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 123 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah11
Nama SurahHud
Arabهود
ArtiNabi Hud
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu52
JuzJuz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku'0
Jumlah ayat123
Jumlah kata1948
Jumlah huruf7820
Surah sebelumnyaSurah Yunus
Surah selanjutnyaSurah Yusuf
4.9
Ratingmu: 4.3 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/11-105









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta