QS. Hud (Nabi Hud) – surah 11 ayat 103 [QS. 11:103]

اِنَّ فِیۡ ذٰلِکَ لَاٰیَۃً لِّمَنۡ خَافَ عَذَابَ الۡاٰخِرَۃِ ؕ ذٰلِکَ یَوۡمٌ مَّجۡمُوۡعٌ ۙ لَّہُ النَّاسُ وَ ذٰلِکَ یَوۡمٌ مَّشۡہُوۡدٌ
Inna fii dzalika li-aayatan liman khaafa ‘adzaaba-aakhirati dzalika yaumun majmuu’un lahunnaasu wadzalika yaumun masyhuudun;

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat.
Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).
―QS. 11:103
Topik ▪ Hari Kebangkitan ▪ Kebenaran hari penghimpunan ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
11:103, 11 103, 11-103, Hud 103, Hud 103, Hud 103

Tafsir surah Hud (11) ayat 103

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Hud (11) : 103. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa apa yang telah dikisahkan tentang kehancuran umat-umat dahulu sebagai akibat dari penganiayaan yang telah dilakukannya sesuai dengan sunatullah adalah menjadi bahan pelajaran bagi orang-orang yang mau sadar dan takut kepada azab akhirat untuk tidak melakukan perbuatan aniaya dari segala macam dan bentuknya, karena menyadari bahwa Allah Yang menyiksa mereka di dunia ini, tentu mampu pula menyiksa mereka di akhirat kelak dan apa yang meliputi mereka di dunia ini merupakan gambaran dan contoh dari apa yang akan ditemuinya di akhirat nanti.

Kejadian-kejadian seperti topan, gempa bumi, tanah longsor dan sebagainya yang menghancurkan harta benda dan jiwa yang tidak sedikit jumlahnya itu adalah azab dan teguran dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia untuk menyadari yang diperbuatnya.
Dan tidaklah seperti yang dikatakan dan disangka oleh orang-orang rasional, bahwa kejadian-kejadian itu hanya bencana alam saja yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala Sebelum terjadi hal-hal seperti tersebut di atas, Rasul-rasul utusan Allah telah memperingatkan kepada kaumnya tentang akan terjadinya sesuatu supaya mereka berhati-hati.
Itu semua menunjukkan bahwa kejadian-kejadian itu tidaklah secara kebetulan, tetapi erat hubungannya dengan kada’ dan kadar, salah satu rukun iman yang wajib kita yakini dan percayai, dan perhatikanlah firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan orang-orang yang lalim itu, kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali.
(Q.S. Asy-Syu’ara’ [26]: 227)

Orang-orang yang tidak mau sadar akan peringatan Allah di dunia ini akan diazab nanti di akhirat pada hari di mana semua makhluk akan berkumpul untuk diteliti semua amalnya kemudian dibalas dengan seadil-adilnya.
Kejadian itu disaksikan oleh semua makhluk baik manusia, jin, malaikat maupun makhluk-makhluk yang lain.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya di dalam kisah-kisah tersebut, terdapat pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh orang yang meyakini hari kebangkitan dan takut kepada azab akhirat.
Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk diperhitungkan segala amal perbuatannya.
Dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan oleh malaikat dan manusia.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya pada yang demikian itu) pada kisah-kisah yang telah disebutkan tadi (benar-benar terdapat pelajaran) bahan pelajaran (bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat.

Hari itu) yakni hari kiamat itu (adalah suatu hari yang dikumpulkan menghadap kepada-Nya) pada hari itu (semua manusia, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan) artinya hari itu disaksikan oleh semua makhluk.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya yang demikian itu (memusnahkan penduduk terdahulu yang zhalim) itu benar-benar terdapat pelajaran dan peringatan bagi orang yang takut akan hukuman dan adzab Allah di akhirat.
Pada hari itulah, dikumpulkannya seluruh umat manusia untuk dihitung amal perbuatannya dan mendapatkan balasan.
Hari itu adalah hari yang disaksikan oleh seluruh makhluk.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman, “Sesungguhnya dalam pembinasaan Kami terhadap orang-orang kafir dan penyelamatan Kami terhadap orang-orang mukmin.”

…benar-benar terdapat tanda.

Yakni pelajaran dan nasihat yang menunjukkan kebenaran ancaman Kami kelak di hari kemudian.
Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).
(Q.S. Al-Mu’min [40]: 51)

Maka Tuhan mewahyukan kepada mereka, “Kami pasti akan membinasakan orang-orang yang zalim itu.” (Q.S. Ibrahim [14]: 13), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpul­kan untuk (menghadapi)nya.

Maksudnya, dari yang pertama hingga yang paling akhir dari mereka semuanya dihimpunkan pada hari itu.
Ayat ini semakna dengan ayat lainnya, yaitu:

dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorang pun dari mereka.
(Q.S. Al-Kahfi [18]: 47)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).

Yakni hari yang sangat besar, dihadiri oleh para malaikat, pada hari itu berkumpul pula para rasul, dan semua makhluk yang terdiri atas jin, manusia, burung-burung, binatang-binatang liar serta semua binatang ternak dihimpunkan.
Lalu pada hari itu Tuhan Yang Mahaadil menjalankan hukum-Nya tanpa berbuat aniaya barang seberat zarrah pun, jika amal perbuatan berupa suatu kebaikan, maka Dia melipatgandakan pahalanya.


Informasi Surah Hud (هود)
Surat Huud termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surat Yunus.
Surat ini dinamai surat Hud karena ada hubungan dengan terdapatnya kisah Nabi Hud ‘alaihis salam dan kaumnya, dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh ‘alaihis salam, Shaleh ‘alaihis salam, Ibrahim ‘alaihis salam, Luth ‘alaihis salam, Syu’aib ‘alaihis salam.
dan Musa ‘alaihis salam

Keimanan:

adanya ‘Arsy Allah
kejadian alam dalam 6 pase
adanya golongan-golongan manusia di hari kiamat.

Hukum:

agama membolehkan menikmati yang baik-baik dan memakai perhiasan asal tidak berlebih-lebihan
tidak boleh berlaku sombong
tidak boleh mendo’a atau mengha­rapkan sesuatu yang tidak mungkin menurut sunnah Allah.

Kisah:

Kisah Nuh a.s. dan kaumnya
kisah Huud a.s. dan kaumnya
kisah Shaleh a.s. dan kaumnya
kisah Ibrahim a.s. dan kaumnya
kisah Syuaib a.s. dan kaumnya
kisah Luth a.s. dan kaumnya
kisah Musa a.s, dan kaumnya.

Lain-lain:

Pelajaran-pelajaran yang diambil dari kisah-kisah para nabi
air sumber segala ke­hidupan
sembahyang itu memperkuat iman
sunnah Allah yang berhubungan de­ngan kebinasaan suatu kaum.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Hud (11) ayat 103 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Hud (11) ayat 103 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Hud (11) ayat 103 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Hud - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 123 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 11:103
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Hud.

Surah Hud (Arab: هود , Hūd, "Nabi Hud") adalah surah ke-11 dalam al-Qur'an dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah ini terdiri dari 123 ayat diturunkan sesudah surah Yunus.
Surah ini dinamai surah Hud karena ada hubungan dengan kisah Nabi Hud dan kaumnya dalam surah.
terdapat juga kisah-kisah Nabi yang lain, seperti kisah Nuh, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan Musa.

Nomor Surah 11
Nama Surah Hud
Arab هود
Arti Nabi Hud
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 52
Juz Juz 11 (ayat 1-5),

juz 12 (ayat 6-123)

Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 123
Jumlah kata 1948
Jumlah huruf 7820
Surah sebelumnya Surah Yunus
Surah selanjutnya Surah Yusuf
4.7
Ratingmu: 4.9 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim