Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 53 [QS. 41:53]

سَنُرِیۡہِمۡ اٰیٰتِنَا فِی الۡاٰفَاقِ وَ فِیۡۤ اَنۡفُسِہِمۡ حَتّٰی یَتَبَیَّنَ لَہُمۡ اَنَّہُ الۡحَقُّ ؕ اَوَ لَمۡ یَکۡفِ بِرَبِّکَ اَنَّہٗ عَلٰی کُلِّ شَیۡءٍ شَہِیۡدٌ
Sanuriihim aayaatinaa fiiaafaaqi wafii anfusihim hatta yatabai-yana lahum annahul haqqu awalam yakfi birabbika annahu ‘ala kulli syai-in syahiidun;
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar.
Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
―QS. Fushshilat [41]: 53

Daftar isi

We will show them Our signs in the horizons and within themselves until it becomes clear to them that it is the truth.
But is it not sufficient concerning your Lord that He is, over all things, a Witness?
― Chapter 41. Surah Fushshilat [verse 53]

سَنُرِيهِمْ akan Kami perlihatkan kepada mereka
Soon We will show them
ءَايَٰتِنَا tanda-tanda Kami
Our Signs
فِى pada
in
ٱلْءَافَاقِ segenap penjuru
the horizons
وَفِىٓ dan pada
and in
أَنفُسِهِمْ diri mereka
themselves
حَتَّىٰ sehingga
until
يَتَبَيَّنَ jelas
becomes clear
لَهُمْ bagi mereka
to them,
أَنَّهُ bahwasanya ia
that it
ٱلْحَقُّ hak/benar
(is) the truth.
أَوَلَمْ ataukah tidak
Is (it) not
يَكْفِ cukup
sufficient
بِرَبِّكَ dengan Tuhanmu
concerning your Lord,
أَنَّهُۥ bahwasanya Dia
that He
عَلَىٰ atas
(is) over
كُلِّ segala
all
شَىْءٍ sesuatu
things
شَهِيدٌ menjadi saksi
a Witness?

Tafsir Al-Quran

Surah Fushshilat
41:53

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 53. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang musyrik yang ragu-ragu kepada Alquran dan Rasulullah itu akan melihat dengan mata kepala mereka bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah di segenap penjuru dunia dan pada diri mereka sendiri.
Mereka melihat dan menyaksikan sendiri kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan tertindas selama berada di Mekah kemudian Rasulullah dan para sahabatnya hijrah ke Madinah meninggalkan kampung halaman yang mereka cintai.

Rasulullah ﷺ selama di Madinah bersama kaum Muhajirin dan Ansar membentuk dan membina masyarakat Islam.
Masyarakat baru itu semakin lama semakin kuat dan berkembang.

Hal ini dirasakan oleh orang-orang musyrik di Mekah, karena itu mereka pun selalu berusaha agar kekuatan baru itu dapat segera dipatahkan.
Kekuatan Islam dan kaum Muslimin pertama kali dirasakan oleh orang musyrik Mekah adalah ketika Perang Badar dan kemudian ketika mereka dicerai-beraikan dalam Perang Khandak.

Yang terakhir ialah di waktu Rasulullah ﷺ dan kaum Muslimin menaklukkan kota Mekah tanpa perlawanan dari orang-orang musyrik.
Akhirnya mereka menyaksikan manusia berbondong-bondong masuk Islam, termasuk orang-orang musyrik, keluarga, dan teman mereka sendiri.

Semuanya itu merupakan bukti-bukti kebenaran ayat-ayat Allah.
Allah ﷻ berfirman:


Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya.

Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
(an-Nasr [110]:
1-3)


Pada akhir ayat ini, Allah menegaskan lagi bahwa Dia menyaksikan segala perilaku hamba-hamba-Nya, baik berupa perkataan, perbuatan atau tingkah laku, dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati manusia.

Dia menyatakan bahwa Muhammad ﷺ adalah seorang yang benar, tidak pernah berbohong, semua yang disampaikannya sungguh benar, Allah ﷻ berfirman:

لٰكِنِ اللّٰهُ يَشْهَدُ بِمَآ اَنْزَلَ اِلَيْكَ اَنْزَلَهٗ بِعِلْمِهٖ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ يَشْهَدُوْنَ وَكَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًا

Tetapi Allah menjadi saksi atas (Alquran) yang diturunkan-Nya kepadamu (Muhammad).
Dia menurunkannya dengan ilmu-Nya, dan para malaikat pun menyaksikan.
Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi.
(an-Nisa’ [4]: 166)


Banyak orang mengatakan bahwa dengan mempelajari alam, termasuk diri kita sendiri, dapat membawa kepada pemahaman tentang adanya Tuhan.
Alam adalah buku yang menanti untuk dipelajari.
Akan tetapi, harapan Tuhan dalam menurunkan ayat di atas tidak selalu dipahami manusia.
Surah Yunus [10]: 101 adalah salah satu di antara banyak ayat yang memberitahu kita bahwa hanya ilmuwan yang memiliki keimananlah yang dapat memahami Tuhan dengan mempelajari alam.

قُلِ انْظُرُوْا مَاذَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا تُغْنِى الْاٰيٰتُ وَالنُّذُرُ عَنْ قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُوْنَ

Katakanlah,
"Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi!"
Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasulrasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.
(Yunus [10]: 101)

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 53. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Dalam waktu dekat, Kami akan menunjukkan kepada mereka bukti-bukti yang membenarkanmu, baik melalui benda-benda yang ada di belahan langit dan bumi maupun yang ada di dalam diri mereka, agar tampak kepada mereka bahwa yang kamu bawa itu adalah satu-satunya kebenaran.
Apakah hal itu mereka ingkari juga, dan tidak cukup bahwa Tuhanmu Mahatahu segala sesuatu?

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Kami akan memperlihatkan ayat-ayat Kami kepada orang-orang yang mendustakan itu berupa penaklukan dan kemenangan Islam terhadap beberapa wilayah dan seluruh agama yang ada, termasuk wilayah langit dan bumi.
Allah akan memperlihatkan beberapa kejadian agung di antara keduanya.


Dalam diri mereka sendiri terkandung ayat-ayat Allah yang mengagumkan dan keajaiban ciptaan sehingga menjadi jelas bahwa ayat-ayat itu tidak akan mampu disangkal dan diragukan lagi.
Al-Qur’an itu adalah benar diwahyukan dari Tuhan semesta alam.


Tidakkah itu semua cukup menjadi bukti bahwa Alquran adalah benar dan yang membawanya adalah jujur?
Sesungguhnya Allah menjadi saksi.
Dia Maha Menyaksikan segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang kesaksiannya lebih besar daripada Allah.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami di segenap penjuru) di segenap penjuru langit dan bumi, yaitu berupa api, tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan


(dan pada diri mereka sendiri) yaitu berupa rapihnya ciptaan Allah dan indahnya hikmah yang terkandung di dalam penciptaan itu


(sehingga jelaslah bagi mereka bahwa ia) yakni Alquran itu


(adalah benar) diturunkan dari sisi Allah yang di dalamnya dijelaskan masalah hari berbangkit, hisab dan siksaan, maka mereka akan disiksa karena kekafiran mereka terhadap Alquran dan terhadap orang yang Alquran diturunkan kepadanya, yaitu Nabi ﷺ


(Dan apakah Rabbmu tidak cukup bagi kamu) lafal Birabbika adalah Fa’il dari lafal Yakfi


(bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?) lafal ayat ini menjadi Mubdal Minhu yakni, apakah tidak cukup sebagai bukti tentang kebenaranmu bagi mereka, yaitu bahwasanya Rabbmu tiada sesuatu pun yang samar bagi-Nya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Kemudian dalam firman selanjutnya disebutkan:

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada sisi mereka sendiri.
(QS. Fushshilat [41]: 53)

Akan tampak bagi mereka bukti-bukti dan dalildalil yang menunjukkan bahwa Alquran itu benar diturunkan dari sisi Allah kepada rasul-Nya, melalui bukti-bukti yang di luar itu yang terdapat di segenap ufuk, seperti kemenangan-kemenangan yang diperoleh Islam sehingga Islam muncul dan syiar di seluruh belahan bumi dan berada di atas agama lainnya.


Mujahid, Al-Hasan, dan As-Saddi mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada pada diri mereka sendiri ialah kejadian Perang Badar, jatuhnya kota Mekah ke tangan kaum muslim, dan kejadian-kejadian lainnya yang menimpa mereka (orang-orang kafir) membuktikan pertolongan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya, dan terhinanya kebatilan bersama bala tentaranya pada kejadian-kejadian tersebut.

Dapat pula ditakwilkan bahwa makna yang dimaksud ialah tanda-tanda kekuasaan Allah yang ada di dalam diri manusia, misalnya bentuk tubuhnya, organ-organ tubuhnya, dan segala sesuatu yang ada dalam diri manusia seperti yang dijelaskan dalam ilmu bedah tubuh.
Semuanya itu menunjukkan kepada kebijaksanaan Penciptanya.
Demikian pula tanda-tanda kekuasaan Allah dapat dilihat melalui watak yang diciptakan-Nya di dalam dirinya, seperti akhlak yang berbeda-beda —ada yang baik dan ada yang buruk— dan lain sebagainya.
Juga melalui sepak terjang yang dialaminya, yang semuanya itu berjalan di bawah garis takdir Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak dapat dilampaui dan tidak dapat pula dilanggar atau diwaspadai.

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Alquran itu adalah benar.
Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?
(QS. Fushshilat [41]: 53)

Yakni cukuplah Allah sebagai saksi terhadap segala perbuatan dan ucapan hamba-hamba-Nya.
Dia bersaksi bahwa Muhammad ﷺ benar dalam menyampaikan apa yang dia terima dari-Nya, seperti yang diungkapkan dalam ayat lain melalui firman:Nya:

(mereka tidak mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Alquran yang diturunkan-Nya kepadamu.
Allah menurunkannya dengan ilmu-Nya.
(QS. An-Nisa’ [4]: 166), hingga akhir ayat.

Kata Pilihan Dalam Surah Fushshilat (41) Ayat 53

AAFAAQ
ءَافَاق

Lafaz aafaaq adalah bentuk jamak dari ufuq yang bermakna "sudut, atau daerah garisa bulat yang dapat dilihat di dalamnya pemandangan-pemandangan langit seakan-akan ia bertemu dengan bumi dan kelihatan lebih mendekati bumi yang kering," Apabila dikatakan jawwab afaq artinya "banyak mengembara." Ufuq ialah kaki langit atau tepinya atau cakrawala.

Kata afaaq disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Fushshilat (41), ayat 53.
As Sabuni menafsirkan kata aafaaq dengan apa yang ada di langit dan bumi, termasuk matahari, bulan, bintang-bintang, pohon-pohon, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya dari keajaiban yang terdapat di atas dan di bawahnya."

Diriwayatkan oleh Abdur Razzaq dan Ibnu Al Mundzir berkenaan dengan kata aafaaq pada surah Fushshilat (41), ayat 53, ia adalah negeri-negeri yang Allah bukakan dan berada di bawah kuasa umat Islam.

Az Zamakhsyari berpendapat, aafaaq bermakna segala yang Allah mudahkan bagi Rasulullah, khalifahkhalifah sesudahnya dan kemenangan agamanya di seluruh dunia, di Barat dan Timur umumnya serta negara Arab khususnya.
la berupa pembukaan yang tidak mudah bagi khalifahkhalifah sebelumnya, mengalahkan negeri-negeri yang kuat, kemenangan golongan yang sedikit ke atas yang banyak, penguasaan golongan yang lemah ke atas yang kuat, berlakunya perkara-perkara luar biasa di tangan mereka.
Tersebarnya dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia dan pelebaran kekuasaan Islam adalah sebagai tanda-tanda kebesarannya yang menguatkan keyakinan.

Kesimpulannya, makna kata aafaaq di dalam Al Qur’an ialah segala yang ada di muka bumi dan langit serta apa saja yang dimudahkan Allah bagi orang Islam.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:23

Unsur Pokok Surah Fushshilat (فصلت)

Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al mukmin.

Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fush­shilat" yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti "yang dijelaskan".
Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukumhukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan "Haa Miim As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Alquran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya.
▪ Kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah.
▪ Semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung.
▪ Anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat.
▪ Azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Ad dan Tsamud.
▪ Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh.
▪ Berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman.
▪ Anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik.
▪ Ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah.
▪ Sifat-sifat Alquran Al Karim.
▪ Manusia dan wataknya.

Audio Murottal

QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy Ayat 1 sampai 54 + Terjemahan Indonesia
QS. Fushshilat (41) : 1-54 ⊸ Nabil ar-Rifa’i Ayat 1 sampai 54

Gambar Kutipan Ayat

Surah Fushshilat ayat 53 - Gambar 1 Surah Fushshilat ayat 53 - Gambar 2
Statistik QS. 41:53
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, “Yang Dijelaskan”) adalah surah ke-41 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku’ 5 ruku’
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
Sending
User Review
4.8 (8 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:
41:53, 41 53, 41-53, Surah Fushshilat 53, Tafsir surat Fushshilat 53, Quran Fushilat 53, Fusilat 53, Fussilat 53, Surah Fusilat ayat 53
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video Surah 41:53

More Videos

Kandungan Surah Fushshilat

۞ QS. 41:2 • Al Rahman (Maha Pengasih) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 41:5 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:6 • Tauhid Uluhiyyah • Ampunan Allah yang luas • Al Wahid (Maha Esa) • Ikhlas dalam berbuat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:7 • Zakat rukun Islam

۞ QS. 41:8 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Keutamaan iman

۞ QS. 41:9 • Tauhid Rububiyyah • Kesucian Allah dari sekutu dan anak • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) •

۞ QS. 41:11 • Kepatuhan segala sesuatu pada Allah Ta’ala

۞ QS. 41:12 • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Usaha jin untuk mencuri informasi

۞ QS. 41:13 • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:14 • Ar Rabb (Tuhan) • Islam agama para nabi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:15 • Kekuasaan Allah • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:16 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:17 • Azab orang kafir • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 41:18 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 41:19 • Kebenaran hari penghimpunan • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka

۞ QS. 41:20 • Manusia bersaksi atas dirinya • Sifat hari penghitungan

۞ QS. 41:21 • Al Khaliq (Maha Pencipta) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:22 • Manusia bersaksi atas dirinya

۞ QS. 41:23 • Mendustai Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:24 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 41:25 • Kebenaran dan hakikat takdir • Sifat iblis dan pembantunya • Pahala jin dan balasannya • Jin yang berteman dengan manusia • Azab orang kafir

۞ QS. 41:26 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:27 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa

۞ QS. 41:28 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir •

۞ QS. 41:29 • Ar Rabb (Tuhan) • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka • Pahala jin dan balasannya • Azab orang kafir •

۞ QS. 41:30 • Kesentosaan orang mukmin di dunia dan di akhirat • Pahala iman • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:31 • Pahala iman • Tugas-tugas malaikat • Sifat surga dan kenikmatannya • Berangan-angan di dalam surga •

۞ QS. 41:32 • Pahala iman • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 41:33 • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Ikhlas dalam berbuat

۞ QS. 41:34 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 41:35 • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya

۞ QS. 41:36 • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Menjaga diri dari syetan

۞ QS. 41:37 • Tauhid Uluhiyyah • Al Khaliq (Maha Pencipta)

۞ QS. 41:38 • Ar Rabb (Tuhan) • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 41:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Al Muhyi – Al Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Beberapa ayat yang menjelaskan tentang hari kebangkitan • Manusia dibangkitkan dari kubur

۞ QS. 41:40 • Al Bashir (Maha Melihat) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:41 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 41:42 • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al Hamid (Maha Terpuji)

۞ QS. 41:43 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat •

۞ QS. 41:44 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:45 • Ar Rabb (Tuhan) • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 41:46 • Ar Rabb (Tuhan) • Keadilan Allah dalam menghakimi • Perbedaan tingkat amal saleh • Amal shaleh menjadi syafaat bagi pelakunya • Menanggung dosa orang lain

۞ QS. 41:47 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan • Sifat hari penghitungan •

۞ QS. 41:48 • Keadaan orang kafir pada hari penghimpunan • Terputusnya hubungan antara orang musyrik dengan tuhan mereka

۞ QS. 41:50 • Ar Rabb (Tuhan) • Mengingkari hari kebangkitan • Nama-nama surga • Azab orang kafir • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:51 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:52 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 41:53 • Ar Rabb (Tuhan) • Al Syahid (Maha Menyaksikan)

۞ QS. 41:54 • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Muhith (Maha Mengetahui) • Mengingkari hari kebangkitan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

Kami ciptakan kamu dari seorang laki-laki & seorang perempuan & jadikan kamu berbangsa & bersuku supaya kamu saling mengenal.
Sungguh orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah yang paling takwa diantara kamu
QS. Al-Hujurat [49]: 13

Hendaknya manusia merenungkan,
bagaimana Kami mengatur & menyediakan makanan yang mereka butuhkan.
QS. ‘Abasa [80]: 24

Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
QS. Al-Anfal [8]: 10

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
الفرقان, artinya 'Pembeda'.
Alquran dinamakan Al-Furqan karena dia membedakan antara yang haq dengan yang batil.

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
ٱلذِّكْرَ = Adz-Dzikr (pemberi peringatan).
Firman Allah:
'Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz-Dzikr (Alquran), dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.'
(QS. Al Hijr [15] : 9)

Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syari'at Islam.

Istilah lain yang juga berasal dari kata Jihad, yakni Mujahidin. Mujahidin adalah istilah bagi pejuang (Muslim) yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Salah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik ...

Correct! Wrong!

Penjelasan:
Luqman adalah orang yang disebut dalam Alquran dalam surah Luqman [31] : 12-19 yang terkenal karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya.

Pendidikan Agama Islam #15
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #15 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #15 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus Istilah Islam

Bulan Ramadhan

Apa itu Bulan Ramadhan? Pada bulan kesembilan ini, Anda tentu tidak asing lagi. Bulan ini terkenal karena sangat spesial bagi kaum Muslimin. Dari arti nama, Ramadhan berarti sangat panas. Nama ini ber...

fir’aun

Siapa itu fir’aun? Fir’aun (Arab: فرعون Firʻawn; bahasa Ibrani: פַּרְעֹה, paroh; bahasa Inggris: Pharaoh) adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh...

mengislamkan

Apa itu mengislamkan? meng.is.lam.kan (1) menjadikan beragama Islam; para wali telah mengislamkan penduduk negeri itu; (2) mengkhitankan; ia hendak mengislamkan anaknya pada akhir bulan ini … ...