QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 36 [QS. 41:36]

وَ اِمَّا یَنۡزَغَنَّکَ مِنَ الشَّیۡطٰنِ نَزۡغٌ فَاسۡتَعِذۡ بِاللّٰہِ ؕ اِنَّہٗ ہُوَ السَّمِیۡعُ الۡعَلِیۡمُ
Wa-immaa yanzaghannaka minasy-syaithaani nazghun faasta’idz billahi innahu huwassamii’ul ‘aliim(u);

Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah.
Sesungguhnya Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
―QS. 41:36
Topik ▪ Sikap manusia terhadap kitab samawi
41:36, 41 36, 41-36, Fushshilat 36, Fushshilat 36, Fushilat 36, Fusilat 36, Fussilat 36

Tafsir surah Fushshilat (41) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Fushshilat (41) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa kesenangan hidup manusia baik berupa kekayaan, rezeki dan harta yang bertumpuk, maupun keturunan dan lain-lain adalah kesenangan yang tidak seberapa dan kurang artinya karena bagaimanapun menumpuknya harta, waktu untuk memilikinya terbatas; pada waktunya nanti akan berpisah karena kalau bukan manusia yang meninggalkannya, maka benda-benda itu sendiri yang akan meninggalkan dia, sedangkan pahala dan nikmat yang ada pada sisi Allah jauh lebih baik dibandingkan dengan kesenangan dan kemegahan dunia itu, karena yang ada pada Allah kekal dan abadi, sedangkan kesenangan dunia semuanya fana, akan lenyap.
Ayat ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa kesenangan yang kekal dan abadi itu hanya untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul Nya, orang-orang yang bertawakkal dan berserah diri kepada Tuhan yang telah memelihara dan berbuat baik kepada mereka.

Diriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan mengenai Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu.
yaitu ketika dia menyedekahkan seluruh harta bendanya yang oleh orang-orang Islam dia dicerca dan oleh orang-orang kafir perbuatannya itu dianggap salah dan keliru.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Jika kamu digoda oleh setan agar tidak melaksanakan hal-hal yang diperintahkan kepadamu itu, wahai orang yang mendengarkan pesan ini, berlindunglah kepada Allah yang ilmu dan pendengaran-Nya meliputi segala sesuatu.
Dia pasti akan melindungimu.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan jika) lafal Immaa ini pada asalnya terdiri dari In Syarthiyyah dan Maa Zaidah yang kemudian keduanya diidgamkan menjadi satu sehingga jadilah Immaa (setan mengganggumu dengan suatu gangguan) yakni jika setan mengalihkan perhatianmu dari pekerti yang baik kepada pekerti yang buruk (maka mohonlah perlindungan kepada Allah) lafal ayat ini menjadi Jawab Syarat, sedangkan Jawab Amar tidak disebutkan, yakni niscaya Dia akan menolak gangguan setan itu dalam dirimu.

(Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar) semua percakapan (lagi Maha Mengetahui) semua perbuatan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah.
(Q.S. Fushshilat [41]: 36)

Kalau setan manusia barangkali dapat ditundukkan dengan bersikap baik kepadanya.
Sedangkan setan jin, maka tiada cara bagi orang mukmin untuk menghindarinya bila melancarkan godaannya selain memohon perlindungan kepada Tuhan Yang Menciptakannya, karena Dialah Yang menguasakannya terhadapmu.
Apabila engkau memohon perlindungan kepada Allah, maka Dia akan menghindarkannya darimu dan menolak tipu dayanya.
Dan Rasulullah ﷺ apabila berdiri untuk salatnya selalu mengucapkan doa berikut:

Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui dari godaan setan yang terkutuk, yaitu dari bisikan, godaan, dan rayuannya.

Dalam pembahasan yang lalu telah kami sebutkan bahwa konteks ini di dalam Al-Qur’an tiada bandingannya kecuali di dalam surat Al-A’raf, yaitu pada firman-Nya:

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.
Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Q.S. Al-A’raf [7]: 199-200)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surat Al-Mu’minun, yaitu:

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik.
Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan.
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”(Q.S. Al-Mu’minun [23]: 96-98)


Informasi Surah Fushshilat (فصلت)
Surat Fushshilat terdiri atas 54 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Mu’min.

Dinamai “Fushshilat” (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan “Fush­shilat” yang terdapat pada permulaan surat ini, yang berarti “yang dijelaskan”.
Maksudnya ayat­ ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pe­kerti, kisah dan sebagainya.

Dinamai juga dengan “Haa Miim As Sajdah” karena surat ini dimulai dengan “Haa Miim” dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah.

Keimanan:

Al Qur’an dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya
kejadian-kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah
semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Hikmah diciptakannya gunung-gunung
anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat
azab yang ditimpakan kepada kaum ‘Aad dan Tsamud
Permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal saleh
berita gembira dari malaikat kepada orang­ orang yang beriman
anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik
an­caman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah
sifat-sifat Al Qur’an Al Karim
manusia dan wataknya.

Ayat-ayat dalam Surah Fushshilat (54 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Fushshilat (41) ayat 36 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Fushshilat (41) ayat 36 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Fushshilat (41) ayat 36 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Fushshilat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 54 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 41:36
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Fushshilat.

Surah Fussilat (Arab: فصّلت, "Yang Dijelaskan") adalah surah ke-41 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 54 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah.
Surah yang diturunkan sesudah Surah Al-Mu’min ini dinamai Fussilat (Yang Dijelaskan) diambil dari kata Fushshilat yang terdapat pada permulaan surah ini.

Nomor Surah 41
Nama Surah Fushshilat
Arab فصلت
Arti Yang dijelaskan
Nama lain Ha Mim as-Sadjah, Mashabih
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 61
Juz Juz 24 (1-46) & juz 25 (47-54)
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 54
Jumlah kata 796
Jumlah huruf 3364
Surah sebelumnya Surah Al-Mu’min
Surah selanjutnya Surah Asy-Syura
4.9
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending







Pembahasan ▪ syekh idris al hasyimi ▪ terjemah qs fusilat 19-36

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta