QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 34 [QS. 35:34]

وَ قَالُوا الۡحَمۡدُ لِلّٰہِ الَّذِیۡۤ اَذۡہَبَ عَنَّا الۡحَزَنَ ؕ اِنَّ رَبَّنَا لَغَفُوۡرٌ شَکُوۡرُۨ
Waqaaluuul hamdu lillahil-ladzii adzhaba ‘annaal hazana inna rabbanaa laghafuurun syakuurun;

Dan mereka berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.
Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.
―QS. 35:34
Topik ▪ Iman ▪ Pahala iman ▪ Allah menggerakkan hati manusia
35:34, 35 34, 35-34, Faathir 34, Faathir 34, AlFathir 34, Al-Fathir 34, Fatir 34

Tafsir surah Faathir (35) ayat 34

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Faathir (35) : 34. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Allah menerangkan pahala yang akan diterima orang mukmin di atas yakni surga ‘Adn, tempat tinggal abadi buat selama-lamanya, yang akan mereka diami kelak di Hari Akhirat ketika mereka telah menghadap Tuhan Rabbul Alamin.
Mereka dianugerahi perhiasan yang terbuat dari emas, dan pakaian yang dibikin dari sutera.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:

Sebagian dan orang mukmin itu akan memperoleh perhiasan (di surga) diletakkan pada anggota badan yang kena (air) wudu.
101) Juga diriwayatkan bahwa Abu Umamah mendengarkan penjelasan dari
(H.R. Bukhari)

Rasulullah tentang pakaian orang dalam surga ujarnya:

Mereka diberi kalung emas dan perak yang bertaburkan mutiara dan kalung bunga yang terbuat dari mutiara dan permata yakut berantai (kepalanya) dihiasi mahkota seperti mahkota raja.
Mereka (kelihatan) muda, tidak berjenggot dan berkumis, dan mata mereka bercelak.

Atas anugerah Allah yang berlipat ganda itu, mereka memuji kebesaran Tuhan dan bersyukur atas selamatnya mereka dari kesedihan dan kepedihan.
Ibnu Abbas mengartikan kesedihan (hazan) itu dengan api neraka, karena kepedihan akibat dosa atau kepedihan akibat hebatnya siksaan di padang mahsyar.
Lepasnya mereka dari segala siksaan dan ketakutan adalah semata-mata karena ampunan Allah bagi orang yang berbuat kesalahan (dosa) dan balasan syukur bagi orang yang selalu menaatinya.
Dan diriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Umar berbunyi:

Orang (yang selalu mengucapkan): “La ilaha illallahu”,
tidak akan merasa kesepian di dalam kuburnya, demikian juga pada hari berbangkit.
Seolah-olah aku (Muhammad) berada dengan mereka di mana mereka membersihkan kepalanya dari tanah/debu, dan mereka berkata: “Segala Puji bagi Allah yang telah melenyapkan kedukaan dari kami!.
Sesungguhnya Tuhan kami Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri”.

Ringkasnya mereka terlepas dari segala ketakutan dan siksaan yang telah diancamkan pada orang-orang yang berdosa akibat bisikan dan rayuan setan ketika hidup di dunia ini.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Saat memasuki surga, mereka berkata, “Segala puja dan puji kepada Allah yang telah menghilangkan dukacita kami.
Sesungguhnya Tuhan kami teramat banyak ampunan dan rasa syukur-Nya.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.) yakni semua duka cita.

(Sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun) terhadap dosa-dosa kami (lagi Maha Mensyukuri) ketaatan kami.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka berkata saat mereka masuk surga :
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan segala kesulitan dari kami, sesungguhnya Rabb kami benar-benar Maha Pengampun, di mana Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami, Mahasyukur di mana Dia menerima kebaikan-kebaikan dari kami dan melipatgandakannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.” (Q.S. Faathir [35]: 34)

Yakni hal-hal yang menakutkan.
Allah telah melenyapkannya dari kami dan menyelamatkan kami dari apa yang kami takutkan dan kami hindari, yaitu kesusahan-kesusahan di dunia dan di akhirat.

Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam telah meriwayatkan dari ayahnya, dari Ibnu Umar r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tidak ada rasa ngeri bagi ahli la ilaha illalldh di dalam kubur mereka dan tidak pula pada hari berbangkit.
Seakan-akan aku melihat saat mereka dibangunkan dari kuburnya sedang menepiskan debu dari kepala mereka dan mereka mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami.”

Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya melalui hadis Ibnu Umar.

Imam Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ja’far ibnu Muhammad Al-Faryabi, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Yahya Al-Marwazi, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Abdullah ibnu Wahb Al-Kufi, dari Abdul Aziz ibnu Hakim, dari Ibnu umar r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Tidak ada rasa takut dan ngeri bagi ahli la ilaha illallah saat menghadapi kematiannya, dan tidak pula dalam kuburnya, tidak pula ketika dibangkitkan.
Dan seakan-akan aku melihat mereka saat dibangkitkan sedang menepiskan debu dari kepala mereka, seraya mengucapkan, “Segala puji bagi Allah yang telah melenyapkan duka cita dari kami.
Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.”

Ibnu Abbas r.a.
dan lain-lainnya mengatakan bahwa Allah memberikan ampunan bagi mereka terhadap kebanyakan dari dosa-dosa mereka dan menerima dengan baik betapa pun kecilnya amal-amal kebaikan mereka.


Informasi Surah Faathir (فاطر)
Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan se­ sudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan “Alhamdulillah”.

Dinamakan “Faathir” (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan “Faathir” yang ter­dapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malai­kat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan “surat Malaikat” karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni’mat-ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya
Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya
bukti­ bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya
seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan
tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri
manusia adalah khalifah Allah di muka bumi
gambaran akibat-akibat yang dite­rima oleh orang mu’min dan orang-orang kafir
tingkatan orang-orang mu’min.

Ayat-ayat dalam Surah Faathir (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Faathir (35) ayat 34 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Faathir (35) ayat 34 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Faathir (35) ayat 34 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Faathir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 35:34
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala'ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
4.7
Ratingmu: 4.7 (29 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim