QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 15 [QS. 35:15]

یٰۤاَیُّہَا النَّاسُ اَنۡتُمُ الۡفُقَرَآءُ اِلَی اللّٰہِ ۚ وَ اللّٰہُ ہُوَ الۡغَنِیُّ الۡحَمِیۡدُ
Yaa ai-yuhaannaasu antumul fuqaraa-u ilallahi wallahu huwal ghanii-yul hamiid(u);

Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah, dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
―QS. 35:15
Topik ▪ Pahala Iman
35:15, 35 15, 35-15, Faathir 15, Faathir 15, AlFathir 15, Al-Fathir 15, Fatir 15

Tafsir surah Faathir (35) ayat 15

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Faathir (35) : 15. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan bahwa manusia itu sangat berkehendak dan berkepentingan kepada Penciptanya dan Pemberi rezeki yaitu Allah subhanahu wa ta’ala Hanyalah Dia yang wajib disembah dan diharapkan rida-Nya.
Ia Maha Kaya tidak memerlukan sesuatu.
Maha Terpuji atas nikmat yang telah dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya.
Setiap nikmat yang dimiliki oleh manusia, itu adalah dari sisi-Nya.
Dia-lah yang seharusnya dipuji dan disyukuri dalam segala hal.
Di ayat lain Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan:

Dan sesungguhnya Allah.
benar-benar Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

(Q.S. Al-Hajj [22]: 64)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai umat manusia, sungguh kalian membutuhkan Allah dalam segala hal.
Hanya Allahlah yang Mahakaya dan tidak membutuhkan keberadaan ciptaan-Nya.
Oleh karena itu, Dia berhak mendapatkan puja dan puji dalam segala situasi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Hai manusia! Kalianlah yang berkehendak kepada Allah) dalam keadaan bagaimana pun (dan Allah, Dialah Yang Maha Kaya) tidak membutuhkan makhluk-Nya (lagi Maha Terpuji) atas perbuatan-Nya terhadap mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Wahai manusia, kalian membutuhkan Allah dalam segala sesuatu, kalian tidak bisa terlepas dari memerlukan-Nya sekejap pun, sebaliknya Allah Mahakaya sehingga Dia tidak membutuhkan manusia dan tidak memerlukan apapun dari makhluk-Nya.
Dia Maha Terpuji pada Dzat, nama-nama dan sifat-sifat-Nya, Maha Terpuji atas nikmat-nikmat-Nya, karena segala nikmat yang diterima manusia adalah dari-Nya.
Bagi-Nya segala puji dan syukur dalam segala keadaan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan tentang kemahakayaan-Nya dari selain Dia, semua makhluk berhajat kepada-Nya dan hina di hadapan-Nya.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Hai manusia, kamulah yang berhajat kepada Allah.
(Q.S. Faathir [35]: 15)

Yakni semuanya berhajat kepada Allah dalam semua gerakan dan diamnya, sedangkan Allah subhanahu wa ta’ala tidak memerlukan sesuatu pun dari mereka.
Karenanya dalam firman selanjutnya disebutkan:

dan Allah, Dialah Yang Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.
(Q.S. Faathir [35]: 15)

Yakni hanya Dia sematalah yang benar-benar Mahakaya, tiada sekutu bagi-Nya dalam sifat-Nya ini, dan Dia Maha Terpuji dalam semua apa yang diperbuat dan dikatakan-Nya, juga dalam semua apa yang ditakdirkan dan yang disyariatkan-Nya.


Kata Pilihan Dalam Surah Faathir (35) Ayat 15

MAWAAKHIR
مَوَاخِر

Apabila dikatakan makharati safiinah, artinya kapal itu berjalan membelah air (ombak) sehingga terdengar suaranya. Untuk menyebut benda yang membelah air digunakan lafaz makhirah, jamaknya mawaakhir

Lafaz mawaakhir diulang dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-An Nahl (16), ayat 14;
-Faathir (35), ayat 12.

Dalam kedua ayat ini diterangkan, salah satu nikmat yang diberikan oleh Allah kepada manusia adalah kapal-kapal yang berjalan membelah perairan (mawaakhir) baik di sungai-sungai atau lautan. Dengan kapal-kapal itu, manusia dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, kemudian kembali ke tempatnya semula. Dengan kapal-kapal yang membelah perairan itu pula, mereka dapat memindahkan barang-barang dari satu tempat ke tempat lain untuk keperluan berniaga atau lainnya. Ini adalah nikmat Allah yang patut disyukuri.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:566-567

Informasi Surah Faathir (فاطر)
Surat Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan se­ sudah surat Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al-Qur’an yang dimulai dengan “Alhamdulillah”.

Dinamakan “Faathir” (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan “Faathir” yang ter­dapat pada ayat pertama pada surat ini.

Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malai­kat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Surat ini dinamai juga dengan “surat Malaikat” karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan-Nya yang mempunyai beberapa sayap.

Keimanan:

Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni’mat-ni’mat yang telah dianugerahkan-Nya
Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya
bukti­ bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Lain-lain:

Kesenangan hidup di dunia adalah sementara
menguatkan hati Rasulullah ﷺ dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang-orang yang mendustakannya
seruan kepada manusia supaya mengerjakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan
tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri
manusia adalah khalifah Allah di muka bumi
gambaran akibat-akibat yang dite­rima oleh orang mu’min dan orang-orang kafir
tingkatan orang-orang mu’min.

Ayat-ayat dalam Surah Faathir (45 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Faathir (35) ayat 15 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Faathir (35) ayat 15 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Faathir (35) ayat 15 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Faathir - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 45 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 35:15
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Faathir.

Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat.
Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama surah ini.
Fathir menerangkan bahwa Allah adalah pencipta langit dan bumi, manusia, dan makhluk lainnya.
Surah Fatir dinamakan surat Al-Mala'ikah (Malaikat) karena pada ayat pertama Allah menerangkan bahwa Allah mengutus beberapa malaikat yang memiliki sayap.

Nomor Surah 35
Nama Surah Faathir
Arab فاطر
Arti Pencipta
Nama lain Al-Mala'ikah (Malaikat)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 43
Juz Juz 22
Jumlah ruku' 5 ruku'
Jumlah ayat 45
Jumlah kata 780
Jumlah huruf 3227
Surah sebelumnya Surah Saba’
Surah selanjutnya Surah Ya Sin
4.6
Ratingmu: 4.4 (14 orang)
Sending







Pembahasan ▪ Qs fatir 35 15 ▪ arti qs fathir 35: 15 ▪ qs fathir 1 ▪ Fathir 15 ▪ qs fathir 15 16 17

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta