QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 69 [QS. 39:69]

وَ اَشۡرَقَتِ الۡاَرۡضُ بِنُوۡرِ رَبِّہَا وَ وُضِعَ الۡکِتٰبُ وَ جِایۡٓءَ بِالنَّبِیّٖنَ وَ الشُّہَدَآءِ وَ قُضِیَ بَیۡنَہُمۡ بِالۡحَقِّ وَ ہُمۡ لَا یُظۡلَمُوۡنَ
Wa-asyraqatil ardhu binuuri rabbihaa wawudhi’al kitaabu wajii-a binnabii-yiina wasyyuhadaa-i waqudhiya bainahum bil haqqi wahum laa yuzhlamuun(a);

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya, dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.
―QS. 39:69
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
39:69, 39 69, 39-69, Az Zumar 69, AzZumar 69, Az-Zumar 69

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 69

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 69. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah kejadian itu semua, bersinar cemerlanglah bumi Padang Mahsyar bermandikan cahaya Tuhan karena ditegakkannya keadilan Tuhan, dan ditimbanglah semua amal yang baik dan yang buruk, diletakkan di hadapan masing-masing catatan amal mereka, seperti tersebut dalam ayat:

Dan setiap manusia telah Kami kalungkan (catatan) amal perbuatannya di lehernya.
Dan pada hari Kiamat Kami keluarkan baginya sebuah kitab dalam keadaan terbuka.

(Q.S. Al Israa [17]: 13)

Dan dalam ayat:

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, “Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya,” dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan (tertulis).
Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun.

(Q.S. Al-Kahfi [18]: 49)

Juga dihadirkan para nabi untuk menjadi saksi atas perbuatan umatnya.
Hal ini diterangkan pula pada ayat yang lain:

Dan bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (Rasul) dari setiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 41)

Selain nabi-nabi sebagai saksi dihadirkan pula saksi lain yaitu malaikat yang mencatat semua amal perbuatan mereka.
Hal ini tersebut dalam ayat:

Setiap orang akan datang bersama (malaikat) penggiring dan (malaikat) saksi.
(Q.S. Qaaf [50]: 21)

Selain dari kitab catatan amal dan saksi-saksi yang dipercaya itu, ada pula saksi yang terdiri dari anggota tubuh sendiri seperti kaki dan tangan.
Semua anggota tubuh itu akan menceritakan nanti apa yang telah dilakukannya, seperti tersebut pada ayat:

Pada hari, (ketika) lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.
(Q.S. An-Nuur [24]: 24)

Dapatlah dibayangkan bagaimana hebatnya sidang pengadilan Tuhan di waktu itu.
Sidang yang dapat memutuskan setiap perkara dan memvonis orang dengan keputusan yang seadil-adilnya sehingga tak seorang pun yang dirugikan atau teraniaya karenanya.
Sidang tertinggi yang cukup lengkap dengan saksi terpercaya yang tidak dapat dibantah kebenarannya karena setiap saksi saling menguatkan keterangan saksi lainnya.
Di saat itulah diputuskan dan ditetapkan nasib setiap orang berdasarkan kebenaran dan sekali-kali tidak mungkin putusan itu bertentangan dengan keadilan dan dapat merugikan atau menjadikan seseorang teraniaya.
Hal ini terdapat dalam ayat:

Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala).
Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan.

(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 47)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Pada hari itu bumi akan bercahaya dengan pancaran sinar Sang Pencipta dan Pemiliknya.
Disiapkanlah buku yang mencatat amal perbuatan mereka.
Lalu didatangkan para nabi dan orang-orang adil untuk menjadi saksi atas perbuatan umat manusia.
Mereka pun kemudian diadili secara sangat adil.
Mereka tak akan dicurangi dengan dikuranginya pahala atau ditambahnya siksa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan terang-benderanglah bumi) menjadi terang benderanglah ia (dengan Nur Rabbnya) sewaktu Dia menampilkan kekuasaan-Nya untuk memutuskan perkara peradilan di antara makhluk-Nya (dan diberikanlah kitab) yakni buku catatan amal perbuatan untuk menjalani perhitungan (dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi) yaitu Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya untuk memberikan persaksian, bahwa para rasul benar-benar telah menyampaikan risalah-Nya (dan diberi keputusan di antara mereka dengan hak) yakni secara adil (sedangkan mereka tidak dirugikan) barang sedikit pun.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Bumi bersinar di Hari Kiamat saat Allah hadir memberikan keputusan-Nya di antara makhluk. Para malaikat membeber buku catatan amal setiap orang, para Nabi dan para saksi atas umat-umat didatangkan. Allah bertanya kepada para Nabi tentang tugas dakwah yang mereka pikul dan jawaban kaum mereka terhadap seruan dakwahnya, sebagaimana umat Muhammmad hadir untuk menjadi saksi bahwa para Rasul terdahulu telah menyampaikan dakwah mereka kepada umat-umat mereka, bila umat-umat tersebut mengingkari penyampaian tersebut, sehingga hujjah Allah tegak atas semua umat. Lalu Rabbul alamin memberikan keputusan-Nya di antara hamba-hamba-Nya dengan keadilan yang sempurna dan mereka tidak dizhalimi sedikitpun dengan dikurangi pahalanya atau ditambah hukumannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Yakni hari kiamat menjadi terang benderang manakala Allah subhanahu wa ta’ala me­nampakkan diri-Nya untuk memutuskan peradilan di antara makhluk-Nya.

dan diberikanlah buku (amal perbuatan masing-masing).
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Qatadah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kitab ialah buku catatan amal perbuatan masing-masing orang.

dan didatangkanlah para nabi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Ibnu Abbas r.a.
mengatakan bahwa para nabi itu menyatakan persaksiannya terhadap umatnya masing-masing, bahwa mereka telah menyampaikan risalah-risalah Allah subhanahu wa ta’ala kepada umatnya masing-masing.

dan saksi-saksi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Yakni dari kalangan para malaikat pencatat amal perbuatan semua hamba, baik amal yang baik ataupun amal yang buruk.

dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Yang dimaksud dengan hak dalam ayat ini ialah adil.

sedangkan mereka tidak dirugikan.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 69)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun.
Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkannya.
Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.
(Q.S. Al-Anbiyaa [21]: 47)

Dan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah; dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.
(Q.S. An-Nisa’ [4]: 40)


Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 69 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 69 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 69 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:69
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.8
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta