QS. Az Zumar (Rombongan-rombongan) – surah 39 ayat 63 [QS. 39:63]

لَہٗ مَقَالِیۡدُ السَّمٰوٰتِ وَ الۡاَرۡضِ ؕ وَ الَّذِیۡنَ کَفَرُوۡا بِاٰیٰتِ اللّٰہِ اُولٰٓئِکَ ہُمُ الۡخٰسِرُوۡنَ
Lahu maqaaliidus-samaawaati wal ardhi waal-ladziina kafaruu biaayaatillahi uula-ika humul khaasiruun(a);

Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.
Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.
―QS. 39:63
Topik ▪ Kekuasaan Allah
39:63, 39 63, 39-63, Az Zumar 63, AzZumar 63, Az-Zumar 63

Tafsir surah Az Zumar (39) ayat 63

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zumar (39) : 63. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat-ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dialah Pencipta segala sesuatu yang ada, baik di langit maupun di bumi.
Dialah Pencipta alam seluruhnya, tak ada sesuatu pun yang dapat menciptakan selain Dia.
Ini adalah suatu hakikat kebenaran yang tidak seorang pun dapat mengingkarinya.
Tidak ada seorang pun dapat menyatakan bahwa dirinya pencipta alam, karena tak akan diterima akal bahwa seseorang mempunyai kekuatan dan kekuasaan untuk menciptakan jagad raya ini, dan tidak dapat pula diterima akal bahwa alam ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya.
Oleh sebab itu, pastilah alam ini diciptakan oleh Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu, itulah Dia Allah.
Allah-lah yang mengurus segala yang ada, ilmu-Nya sangat luas, mencakup semua makhluk-Nya.
Dialah yang mengendalikan alam sejak dari yang sekecil-kecilnya sampai kepada yang sebesar-besarnya.
Dia mengendalikan semua itu sesuai dengan ilmu, hikmah dan kebijaksanaan-Nya.
Tak ada suatu makhluk pun yang ikut campur tangan dalam penciptaan dan pengendalian itu.
Inilah yang dapat diterima oleh akal yang sehat dan dapat diterima oleh hati nurani manusia.

Meskipun demikian, masih banyak orang yang mengingkari hakikat ini dan mengatakan bahwa dialah yang berkuasa, dan dialah Tuhan, seperti yang dinyatakan oleh Fir’aun atau mengemukakan berbagai macam teori mengenai alam ini untuk menetapkan bahwa alam jagad raya ini terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya.
Orang yang seperti ini adalah orang-orang kafir yang selalu mengingkari bukti-bukti kekuasaan Allah baik di langit maupun di bumi dan tidak mau mempergunakan akal pikirannya yang sehat yang telah dianugerahkan Allah kepadanya.
Mereka inilah yang dikatakan Allah sebagai orang-orang yang paling merugi baik di dunia apalagi di akhirat nanti.
Sebagian mufasir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “Maqalid as-samawati wa al-ardh” (kendali langit dan bumi di sini ialah perbendaharaannya).
Jadi, kunci-kunci semua perbendaharaan yang tersimpan di langit dan di bumi berada di tangan-Nya.
Dialah yang memelihara dan menjaganya.
Dialah penguasanya yang berhak membagi-bagikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya.
Rasulullah bersabda

Diriwayatkan oleh Usman radhiyallahu ‘anhu bahwa ketika ia menanyakan kepada Rasulullah tentang firman Allah “Hanya bagi Allah, maqalid langit dan bumi.” beliau menjawab, “Hai Usman, engkau menanyakan kepadaku sesuatu yang belum pernah ditanyakan seseorang pun kepadaku sebelumnya.
Maqalid as- samawati wa al-ardh” ialah ucapan: Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, aku memohon ampun kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Awal Yang Akhir, Yang Lahir, Yang Batin, menghidupkan, mematikan, sedang Dia tetap hidup dan tidak mati, di tangan-Nyalah segala kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.”
(Riwayat Abu Ya’la, Ibnu Abi hatim, dan Ibnu Mardawaih)

Barang siapa yang membawa ucapan ini dia akan mendapat kebaikan yang ada di langit dan di bumi.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Hanya pada Allahlah hak mengatur langit dan bumi.
Tak seorang pun dapat melakukan hal itu kecuali Dia.
Hanya orang-orang kafir yang mengingkari bukti-bukti kebenaran Allahlah–dan, sekali lagi, hanya mereka–yang akan merugi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi) yakni berupa air hujan tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya
(Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah) yaitu Alquran
(mereka itulah orang-orang yang merugi) ayat ini berhubungan langsung dengan firman-Nya, “Dan Allah menyelamatkan orang-orang yang bertakwa…”
(Q.S. Az-Zumar, 61)
dan ayat yang ada di antara keduanya merupakan jumlah I’tiradh atau kalimat sisipan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Hanya milik Allah kunci-kunci perbendaharaan langit dan bumi. Dia memberikan sebagian darinya kepada siapa yang Dia kehendaki dari makhluk-Nya. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat al-Qur’an dan bukti-buktinya yang jelas yang terkandung di dalamnya, mereka adalah orang-orang yang benar-benar merugi di dunia dengan tidak dibimbing kepada iman. Dan di akhirat mereka di dalam neraka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala memberitahukan bahwa Dialah Yang Menciptakan segala sesuatu semuanya, Dialah Yang Menguasai, memiliki, dan yang mengaturnya.
Segala sesuatu berada di bawah Pengawasan, Pengaturan dan Tunduk pada perintah-Nya, Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 63)

Mujahid mengatakan bahwa maqalid artinya kunci-kunci, bahasa asalnya adalah bahasa Persia.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Qatadah, Ibnu Zaid, dan Sufyan ibnu Uyaynah.

As-Saddi mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 63) Yakni perbendaharaan langit dan bumi; makna ayat berdasarkan kedua pendapat menyatakan bahwa sesungguhnya kendali semua urusan itu berada di tangan kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala, bagi-Nya kerajaan dan bagi­Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 63)

Yaitu hujah-hujah-Nya dan bukti-bukti kebenaran-Nya.

mereka itulah orang-orang yang merugi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 63)

Ibnu Abu Hatim sehubungan dengan ayat ini telah meriwayatkan sebuah hadis yang garib sekali, dan mengenai predikat sahihnya masih diragukan, tetapi kami akan mengetengahkannya seperti apa adanya.
Ibnu Abu Hatim mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Yazid ibnu Sinan Al-Basri di Mesir, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Hammad, telah menceritakan kepada kami Al-Aglab ibnu Tamim, dari Makhlad ibnu Huzail Al-Abdi, dari Abdur Rahman Al-Madani, dari Abdullah ibnu Umar, dari Usman ibnu Affan r.a., bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang tafsir firman-Nya: Kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 63).
Maka Rasulullah ﷺ bersabda, “Tiada seorang pun yang menanyakannya sebelum engkau, hai Usman.” Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, bahwa tafsirnya ialah ucapan, “Tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah, dan Allah Mahabesar, dan Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya, aku memohon ampun kepada Allah, tidak ada kekuatan (untuk mengerjakan ketaatan) kecuali dengan (pertolongan) Allah, Yang Mahaawal, Yang Mahaakhir, Yang Zahir dan Yang Batin, di tangan kekuasaan-Nyalah kebaikan, Dia menghidupkan dan mematikan (makhluk), dan adalah Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” Rasulullah ﷺ melanjutkan, bahwa barang siapa yang membaca kalimah tersebut sebanyak sepuluh kali di waktu pagi, maka ia akan diberi sepuluh perkara yang utama.
Yang pertama ialah dijaga dari godaan iblis dan bala tentaranya.
Yang kedua diberi pahala satu Qintar.
Yang ketiga ditinggikan baginya satu derajat di dalam surga.
Yang keempat dikawinkan dengan sebagian bidadari yang bermata jeli.
Yang kelima ia selalu dikunjungi oleh dua belas malaikat.
Dan yang keenam ia diberi pahala seperti pahala orang yang membaca Al-Qur’an, Taurat, Injil, dan Zabur.
Selain itu, hai Usman, baginya pahala seperti pahala orang yang berhaji yang diterima hajinya, dan pahala orang yang berumrah yang diterima umrahnya.
Dan jika ia mati pada hari itu juga, maka ia dicap sebagai orang yang mati syahid.

Demikianlah bunyi hadis tersebut; dan Abu Ya’la Al-Mausuli telah meriwayatkannya melalui hadis Yahya ibnu Hammad dengan sanad yang sama dan lafaz yang semisal.
Hadis ini garib dan di dalamnya terkandung hal yang sangat diingkari; hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.


Informasi Surah Az Zumar (الزمر)
Surat Az Zumar terdiri atas 75 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba’.

Dinamakan “Az Zumar” (Rombongan-rombongan) karena perkataan “Az Zumar” yang ter­ dapat pada ayat 71 dan 73 ini.

Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka di­ hisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.

Surat ini dinamakan juga “Al Ghuraf” (kamar-kamar) berhubung perkataan “ghuraf” yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Keimanan:

Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah
malaikat-malaikat berkumpul di sekeli­ ling ‘Arsy bertasbih kepada Tuhannya
pada hari kiamat tiap-tiap orang mempu­nyai catatan amalan masing-masing.

Hukum:

Tidak ada pembahasan hukum yang spesifik dalam surat ini.

Kisah:

Perintah memumikan keta’atan kepada Allah
larangan berputus asa terhadap rahmat Allah.

Lain-lain:

Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah
perumpamaan dalam al Qur’an dan faedahnya
kedahsyatan hari kiamat
air muka orang musyrik dan air muka orang mu ‘min pada hari kiamat
janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zumar (75 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zumar (39) ayat 63 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 63 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zumar (39) ayat 63 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zumar - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 75 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 39:63
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zumar.

Surah Az-Zumar (Arab: الزمر , "Rombongan-Rombongan") adalah surah ke-39 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 75 ayat.
Dinamakan Az-Zumar yang berarti Rombongan-Rombongan karena kata Az-Zumar yang terdapat pada ayat 71 dan 73 pada surah ini.
Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke surga.
Masing- masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu.
Surah ini dinamakan juga Al-Ghuraf yang berarti Kamar-Kamar karena kata Ghuraf yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam surga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa.

Nomor Surah 39
Nama Surah Az Zumar
Arab الزمر
Arti Rombongan-rombongan
Nama lain al-Guraf (Kamar-Kamar), Ghuraf, Surah Al-‘Arab
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 59
Juz Juz 23 & 24
Jumlah ruku' 8 ruku'
Jumlah ayat 75
Jumlah kata 1180
Jumlah huruf 4871
Surah sebelumnya Surah Sad
Surah selanjutnya Surah Al-Mu’min
4.8
Ratingmu: 5 (1 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim