QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 88 [QS. 43:88]

وَ قِیۡلِہٖ یٰرَبِّ اِنَّ ہٰۤؤُلَآءِ قَوۡمٌ لَّا یُؤۡمِنُوۡنَ
Waqiilihi yaa rabbi inna ha’ulaa-i qaumun laa yu’minuun(a);

dan (Allah mengetabui) ucapan Muhammad:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman”.
―QS. 43:88
Topik ▪ Azab orang kafir
43:88, 43 88, 43-88, Az Zukhruf 88, AzZukhruf 88, Az-Zukhruf 88

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 88

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 88. Oleh Kementrian Agama RI

Muhammad ﷺ berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya orang-orang yang aku seru untuk mengikuti ajaranmu sesuai dengan perintahmu adalah orang-orang yang telah terkunci mati hatinya sehingga mereka tidak mau beriman.”Firman Allah:

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman.
(Q.S. Al-Baqarah [2]: 6)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku bersumpah dengan ucapan Muhammad ﷺ.
yang meminta pertolongan sambil meratap, “Ya Tuhan,” bahwa para pembangkang itu adalah kaum yang tidak beriman.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ucapannya) ucapan Nabi Muhammad, dinashabkannya lafal Qiilihi karena menjadi Mashdar yang dinashabkan oleh Fi’ilnya yang Muqaddar atau diperkirakan keberadaannya, yakni, dan berkatalah dia, (“Ya Rabbku! Sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.”)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.” (Q.S. Az-Zukhruf [43]: 88)

Yakni Nabi Muhammad ﷺ mengadu kepada Tuhannya tentang perbuatan kaumnya yang mendustakannya.
Untuk itu dia mengatakan: Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 88)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala dalam ayat lain melalui firman’-Nya:

Berkatalah Rasul, “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan.” (Q.S. Al-Furqaan [25]: 30)

Apa yang telah kami kemukakan merupakan pendapat Ibnu Mas’ud r.a.
Mujahid, serta Qatadah, dan berdasarkan pendapat inilah Ibnu Jarir menafsirkannya.

Imam Bukhari mengatakan bahwa Abdullah (yakni Ibnu Mas’ud r.a.) membaca ayat ini dengan bacaan:

waqalar rasulu, ya Rabbi (dan rasul berkata, “Ya Tuhanku”).

Mujahid telah mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, “Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman.” Bahwa Allah mendengar ucapan Muhammad ﷺ itu.

Qatadah mengatakan bahwa dia adalah nabi kalian yang mengadu kepada Tuhannya tentang kaumnya yang tidak mau beriman.

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan sehubungan dengan firman-Nya: dan (Allah mengetahui) ucapan Muhammad, “Ya Tuhanku (Q.S. Az-Zukhruf [43]: 88) Bahwa ada dua qiraat mengenainya; salah satunya membacanya dengan bacaan nasab, yakni waqilahu.
Bacaan ini mempunyai dua alasan yang salah satunya ialah di- ataf-kan kepada firman Allah subhanahu wa ta’ala: bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 80)

Alasan kedua ialah diperkirakan adanya fi’il (kata kerja) yang ada sebelumnya.
Bentuk lengkapnya ialah Waqala qilahu (dan Muhammad mengucapkan pengaduannya).
Bacaan yang kedua ialah membacanya dengan kasrah, yakni qilihi, yang menurut suatu pendapat karena di-ataf-kan kepada firman-Nya: dan di sisi-Nyalah pengetahuan tentang hari kiamat.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 85)

Bentuk lengkapnya ialah ‘dan pengetahuan tentang ucapannya.


Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 88 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 88 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 88 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 43:88
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.6
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Podcast

Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta