QS. Az Zukhruf (Perhiasan) – surah 43 ayat 35 [QS. 43:35]

وَ زُخۡرُفًا ؕ وَ اِنۡ کُلُّ ذٰلِکَ لَمَّا مَتَاعُ الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ؕ وَ الۡاٰخِرَۃُ عِنۡدَ رَبِّکَ لِلۡمُتَّقِیۡنَ
Wazukhrufan wa-in kullu dzalika lammaa mataa’ul hayaatiddunyaa wal-aakhiratu ‘inda rabbika lilmuttaqiin(a);

Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan (dari emas untuk mereka).
Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
―QS. 43:35
Topik ▪ Zuhud ▪ Kerendahan dunia ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
43:35, 43 35, 43-35, Az Zukhruf 35, AzZukhruf 35, Az-Zukhruf 35

Tafsir surah Az Zukhruf (43) ayat 35

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Az Zukhruf (43) : 35. Oleh Kementrian Agama RI

Begitu juga pintu-pintu rumah orang-orang kafir, dan tempat tidur yang mereka tiduri akan dijadikan dari perak.
Semua itu adalah perhiasan tempat manusia berbangga-bangga; semua itu hanya merupakan kesenangan kehidupan dunia yang sifatnya sementara, dan hanya dapat bertahan beberapa saat saja lalu hilang lenyap, sedangkan kehidupan akhirat yang penuh dengan kesenangan dan kenikmatan yang beraneka ragam dan tak terhitung banyaknya serta kekal abadi telah dipersiapkan untuk orang yang bertakwa kepada Allah, yang tidak menyekutukan-Nya, yang tidak berbuat maksiat dengan melanggar perintah-Nya, tetapi taat dan patuh melaksanakan perintah-Nya.
Firman Allah:

Sedangkan kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan dunia, padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.
(Q.S. Al-A’la [87]: 16-17)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tentu Kami akan menjadikan pintu dan dipan rumah mereka dari perak pula untuk mereka nikmati dan sebagai tempat mereka bersandar.
Dan tentu Kami akan mejadikan segalanya untuk perhiasan mereka.
Semua kenikmatan hidup yang Kami gambarkan kepadamu itu hanyalah kenikmatan yang bersifat sementara, terbatas hanya pada kehidupan dunia.
Dan pahala akhirat yang ada di sisi Tuhan Sang Pencipta dan Pemelihara, hanya disediakan untuk orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Kami buatkan pula perhiasan-perhiasan) dari emas untuk mereka.

Makna ayat, seandainya tidak karena khawatir orang mukmin akan menjadi kafir, bila Kami anugerahkan kepadanya hal-hal tersebut sebagaimana yang telah Kami berikan kepada orang kafir, tentulah Kami akan memberikan kepada orang mukmin hal-hal itu.

Karena keduniaan itu tidak ada artinya di sisi Kami, dan kelak di akhirat tidak berharga sama sekali bila dibandingkan dengan nikmat surga.

(Dan sesungguhnya) lafal In di sini adalah bentuk Takhfif dari Inna yang Tsaqilah, artinya sesungguhnya (semuanya itu tiada lain) jika dibaca Lama dengan cara Takhfif, maka huruf Ma adalah Zaidah, jika dibaca Lamma dengan memakai Tasydid pada huruf Mim maknanya sama dengan lafal Illa, dan lafal In bermakna Nafi.

Menurut bacaan pertama arti ayat ini ialah, “Dan sesungguhnya semuanya itu hanyalah.

” Menurut bacaan kedua artinya menjadi, “Dan tiadalah semuanya itu melainkan (kesenangan kehidupan dunia) yang dapat dipakai untuk bersenang-senang kemudian lenyap sesudah itu (dan kehidupan di akhirat itu) yakni di surga (di sisi Rabbmu bagi orang-orang yang bertakwa.)

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 35)

Yakni dari emas, menurut Ibnu Abbas, Qatadah, As-Saddi, dan Ibnu Zaid.
Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 35)

Sesungguhnya semuanya itu hanyalah keduniawian yang fana dan pasti lenyap serta tiada harganya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala Yakni Allah menyegerakan bagi mereka sebagai imbalan dari amal perbuatan mereka di dunia berupa balasan makanan dan minuman, agar kelak di saat mereka telah berada di negeri akhirat mereka tidak lagi memiliki suatu kebaikan pun yang akan dibalaskan kepada mereka, sebagaimana yang disebutkan dalam hadis sahih.

Dalam hadis lain disebutkan:

Seandainya dunia ini mempunyai bobot di sisi Allah yang seimbang dengan sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk air pun kepada seorang kafir.

Al-Baghawi menyandarkan hadis ini melalui riwayat Zakaria ibnu Manzur, dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d r.a, dari Nabi Saw, lalu disebutkan hal yang semisal.

Imam Tabrani meriwayatkannya melalui jalur Zam’ah ibnu Saleh dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d, dari Nabi ﷺ:

Seandainya dunia ini seimbang di sisi Allah dengan berat sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberi sesuatu pun kepada orang kafir.

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala dalam firman berikutnya menyebutkan:
dan kehidupan akhirat itu di sisi Tuhanmu adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
(Q.S. Az-Zukhruf [43]: 35)

Yakni kehidupan akhirat itu khusus bagi mereka, tiada seorang pun dari kalangan selain mereka yang dapat menikmatinya bersama mereka.

Karena itulah ketika pada suatu hari Umar r.a.
berkata kepada Rasulullah ﷺ di saat beliau ﷺ meng-I’la istri-istrinya, dan Umar menjumpainya, maka Umar melihat beliau sedang bersandar dengan beralaskan sebuah tikar yang digelarkan di pasir sehingga tikar itu membekas pada lambungnya.
Maka berlinanglah air mata Umar menyaksikan pemandangan itu, lalu berkata, “Wahai Rasulullah, Kisra dan Kaisar dengan kemewahan hidup yang dialaminya, sedangkan engkau makhluk pilihan Allah keadaannya seperti ini.” Saat itu Rasulullah sedang bersandar, lalu bangkit dan duduk, kemudian bersabda,

“Apakah engkau sedang dalam keraguan, hai Ibnul Khattab?”
Kemudian Rasulullah ﷺ melanjutkan sabdanya: Mereka adalah suatu kaum yang kebaikan mereka disegerakan untuk mereka dalam kehidupan dunia mereka.
Dalam riwayat yang lain disebutkan pula bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: Tidakkah engkau rela bila bagi mereka dunia, sedangkan bagi kita akhirat?

Dan di dalam kitab Sahihain serta kitab-kitab hadis lainnya disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Janganlah kalian minum dengan memakai wadah emas dan perak, dan jangan pula kalian makan dengan memakai piring emas dan perak.
Karena sesungguhnya hal itu bagi mereka (orang-orang kafir) di dunia ini, dan bagi kita kelak di akhirat.

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hal itu kepada mereka di dunia ini hanyalah semata-mata karena rendahnya dunia dan ketiadaartiannya di sisi Allah subhanahu wa ta’ala

Di dalam riwayat Imam Turmuzi dan Imam Ibnu Majah disebutkan melalui jalur Hazim, dari Sahl ibnu Sa’d yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Seandainya dunia ini sebanding di sisi Allah dengan sayap nyamuk, niscaya Allah selamanya tidak akan memberi minum barang seteguk air pun kepada orang kafir.

Imam Turmuzi mengatakan, predikat hadis ini hasan sahih.


Kata Pilihan Dalam Surah Az Zukhruf (43) Ayat 35

ZUKHRUF
زُخْرُف

Ism mufrad dari kata akar zakhrafa, jamaknya zakhaarif meng­andung makna perhiasan sesuatu dan lafaz zukhrufal bait berarti perabot atau barang yang menghiasi rumah.

Ar Razi berkata,
maknanya emas, kemudian diibarat­kan dengan setiap sesuatu yang dihias dan diperindah.

Az Zujaj berkata,
az zukhruf dari segi bahasa bermakna al zinah atau perhiasan, maknanya sebahagian menghiasi sebahagian yang lain dengan amalan yang buruk.

Dalam Kamus Al Munjid, lafaz ini mengandung makna sesuatu yang bagus dan apabila disandarkan kepada al kalam berarti percakapan yang batil, apabila disandarkan kepada al ardh berarti beraneka ragam warna tumbuh­ tumbuhannya.”

Disebut empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al An’aam (6), ayat 112;
-Yunus (10), ayat 24;
-Al Israa (17), ayat 93;
-Az Zukhruf (43), ayat 35.

Di dalam Al Qur’an, zukhruf mengandung beberapa makna menurut sandarannya yaitu:

1. Ia disandarkan kepada al qaul (percakapan) seperti dalam surah Al An’aam.

Ibn Qutaibah berkata,
zukhrufal qaul bermakna perkara yang dihiasi dari percakapan dan diperindah lagi dengan kata-kata.” Oleh karena itu, Al Yazidi menyatakan, setiap sesuatu yang engkau elokkan dari perkataan adalah kebatilan.

Ibn Katsir menyatakan, zukhrufa qaul bermakna sebahagian menceritakan kepada sebahagian yang lain dengan perkataan yang indah yang menipu pendengarnya sehingga tidak diketahui hakikat perkataan itu.

Dengan itu, Ikrimah dan Mujahid menyatakan, zukhrufal qaul ialah menghiasi kebatilan dengan ungkapan dan kata-kata.

Dari Abi Umamah, katanya, Rasulullah berkata,
“Wahai Abu dzar, berlindunglah engkau dari syaitan, manusia dan jin,” Beliau bertanya, “Wahai Rasulullah! Adakah pada manusia ada syaitan?” Beliau menjawab, “Ya’ yaitu

شَيَٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًاۚ

Kesimpulannya zukhrufal qaul bermakna perkataan yang dihiasi dengan kebatilan.

2. Ia disandarkan kepada al bait atau al­ buyuut (rumah-rumah) seperti yang terdapat dalam surah Al Israa dan Az Zukhruf.

Dalam surah Al Israa, Az­ Zamakhsyari berkata,
ia bermakna emas, maknanya rumah dari emas, dan dalam surah Az Zukhruf.
Allah berfirman:

لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَٰبًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِـُٔونَ وَزُخْرُفًاۚ

Beliau berkata,
bagi menunjukkan ke­ hinaan perhiasan dan keindahan ke­hidupan dunia di sisi kami, Allah jadi­ kan bagi orang kafir atap, pintu, tangga, dan pagar yang kesemuanya dibuat dari perak dan emas sebagai per­hiasan. Bisa juga asal maknanya atap dari perak dan zukhruf yaitu sebahagian dari perak dan se­bahagian lagi dari emas.

Begitu juga dengan pentafsiran Al Khazin, maknanya, “Dan Kami jadikan kesemuanya dari emas atau perhiasan segala sesuatu

3. Ia disandarkan kepada lafaz al ardh yang terdapat dalam surah Yunus.
Allah berfirman:

حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلْأَرْضُ زُخْرُفَهَا

Al Qurtubi menyatakan, maknanya keindahan dan perhiasannya. Az­ zukhruf menunjukkan kesempurnaan dan keindahan sesuatu dan dari­nya diungkapkan lafaz emas.

Asy Syaukani juga mengatakan, zukhrufal ardh berarti beragam warnanya yang indah yang sebahagiannya menyerupai warna emas, sebahagian lagi me­nyerupai warna perak, sebahagian lagi menyerupai warna intan dan sebahagian lagi menyerupai warna berlian.

Dalam Shafwa At Tafsir ia bermakna keindahan dunia dan perhiasannya.

4. Ia juga adalah salah satu nama surah di dalam Al Qur’an, yaitu surah yang ke 43 dan terdiri dari 89 ayat. Diriwayatkan oleh Al Mardawayh dari Ibn Abbas surah ini diturunkan di Makkah.

Ibn Itiyyah dan Al Qurtubi keduanya me­nyatakan menurut ijmak ulama surah Az Zukhruf adalah surah Makkiah dan diturunkan setelah surah Asy Syura.

Muqatil berkata,
kecuali ayat 54 yang ia diturunkan di Madinah.

Sa’id Hawwa menyatakan, surah Az­ Zukhruf merangkum mukadimah yang ter­diri dari tiga ayat yaitu,

حمٓ وَٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ إِنَّا جَعَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Kemudian ayat-ayat berikutnya terdiri dari 3 paragraf (maqaati’), di mana setiap maqaati dimulai dengan ayat wa innahuu yang ber­makna Al Qur’an. Maqaati’ pertama dimulai dari ayat 4 hingga 43.
Allah berfirman:

وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ ٱلْكِتَٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ

Maqaati’ kedua dimulai dari ayat 44 hingga 60.
Allah berfirman:

وَإِنَّهُۥ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَۖ وَسَوْفَ تُسْـَٔلُونَ

Maqati’ ketiga dimulai dari ayat 61 hingga 89.
Allah berfirman:

وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Setiap permulaan maqaati’ menceritakan tentang karakter Al Qur’an dan didapati di dalamnya seruan untuk beriman, menerima dan beramal dengannya disertai penafian keraguan padanya. Topik pembahasannya tidak terlalu panjang dan meluas, namun ia isyarat pada penekanan kandungannya, memberikan dalil kesempurnaan Al Qur’an dan mukjizatnya, menerangkan paradigma dan karakternya dan inilah yang ditemui dalam dua surah yaitu surah Yusuf dan Az Zukhruf.

Walaupun begitu, surah ini mempunyai peranan tersendiri dimana setiap ayat dan kumpulannya mengajak manusia berjalan di atas hidayah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:271-273

Informasi Surah Az Zukhruf (الزخرف)
Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura.

Dinamai “Az Zukhruf” (Perhiasan) diambil dari perkataan “Az Zukhruf” yang terdapat pada ayat 35 surat ini.

Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad ﷺ adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi.
Pangkat rasul dan nabi itu harus diberikan kepada orang yang kaya.

Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak da­ pat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Keimanan:

Al Qur’an berasal dari Lauh Mahfuzh
Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah
pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya
mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu
Tuhan tidak mempunyai anak.

Hukum:

Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad ﷺ supaya menjauhi orang-orang yang tidak beriman.

Kisah:

Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan da’wah.

Lain-lain:

Pengakuan orang musyrik Mekah bahwa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala
kepercayaan mereka bahwa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu
Muhammad ﷺ sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, karena rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya
orang­ orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran.

Ayat-ayat dalam Surah Az Zukhruf (89 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 35 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 35 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Az-Zukhruf (43) ayat 35 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Az-Zukhruf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 89 & Terjemahan


Gambar

no images were found



Statistik Q.S. 43:35
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Az Zukhruf.

Surah Az-Zukhruf (Arab: الزخرف , "Perhiasan") adalah surah ke-43 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah makkiyah, terdiri atas 89 ayat.
Dinamakan Az-Zukhruf yang berarti Perhiasan karena kata Az-Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 pada surah ini.
Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.

Nomor Surah 43
Nama Surah Az Zukhruf
Arab الزخرف
Arti Perhiasan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 63
Juz Juz 25
Jumlah ruku' 7 ruku'
Jumlah ayat 89
Jumlah kata 838
Jumlah huruf 3609
Surah sebelumnya Surah Asy-Syura
Surah selanjutnya Surah Ad-Dukhan
4.7
Ratingmu: 4.9 (13 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta