QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 44 [QS. 52:44]

وَ اِنۡ یَّرَوۡا کِسۡفًا مِّنَ السَّمَآءِ سَاقِطًا یَّقُوۡلُوۡا سَحَابٌ مَّرۡکُوۡمٌ
Wa-in yarau kisfan minassamaa-i saaqithan yaquuluu sahaabun markuumun;

Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan:
“Itu adalah awan yang bertindih-tindih”.
―QS. 52:44
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Pahala Iman
52:44, 52 44, 52-44, Ath Thuur 44, AthThuur 44, Ath Thur 44, At Thur 44, At-Tur 44

Tafsir surah Ath Thuur (52) ayat 44

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 44. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini digambarkan bahwa orang-orang musyrik itu adalah kaum yang berwatak sombong dan keras kepala.
Walaupun kepada mereka diperlihatkan tanda-tanda azab yang akan menimpa mereka dengan datangnya sekumpulan awan yang akan membawa bencana bagi mereka.
Tetapi mereka menganggap ringan dan hanya memandang sebagai gumpalan awan yang sedang bermain-main dan saling bertumpuk.
Hal ini disebabkan hati mereka sudah tertutup dan bersikap menyepelekan persoalan penting telah membutakan pandangan mereka.
Mereka tetap mengingkari apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri.
Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman:

Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.”
(Q.S. Al-Hijr [15]: 14-15)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan apabila mereka menyaksikan sebagian langit jatuh untuk menyiksa mereka, mereka akan berkata dengan sikap membangkang, “Itu adalah awan yang bergumpal-gumpal.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Jika mereka melihat sebagian) bagian
(dari langit yang gugur) menimpa mereka, sebagaimana yang mereka minta, yaitu seperti yang dijelaskan oleh ayat lain melalui firman-Nya, “Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit.”
(Q.S. Asy Syu’ara, 187)
sebagai azab atas mereka
(mereka akan mengatakan,) “Ini
(adalah awan yang bertindih-tindih) awan yang tebal yang akan menyegarkan kami dan mereka tidak mau beriman.”

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan perihal orang-orang musyrik yang ingkar dan sombong terhadap hal yang dapat diinderawi.
Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur.
(Q.S. Ath-Thuur [52]: 44)

Yakni terjatuh menimpa mereka sebagai azab atas mereka, tentulah mereka tidak mempercayainya dan tidak membenarkannya, bahkan mereka mengatakan bahwa itu adalah awan yang bertumpang tindih.
Ini semakna dengan apa yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan jika seandainya Kami membukakan kepada mereka salah satu dari (pintu-pintu) langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang-orang yang kena sihir.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 14-15)


Kata Pilihan Dalam Surah Ath Thuur (52) Ayat 44

SAHAAB
لسَّحَاب

Lafaz ini menunjukkan makna menarik sesuatu dan memanjangkannya. Maknanya awan, baik yang mengandung air maupun tidak. Dinamakan awan karena ia berjalan dan saling tarik-menarik di udara sehingga berkumpul menjadi satu dengan kehendak Allah. Jamaknya ialah suhub. Ia bisa digunakan untuk mudzakkar dan mu’annats, contohnya sahaab tsaqiil atau tsaqiilah,

Ia disebut sembilan kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 164;
-Al A’raaf (7), ayat 57;
-Ar Ra’d (13), ayat 12;
-An Nuur (24), ayat 40, 43;
-An Naml (27), ayat 88
-Ar Rum (30), ayat 48;
-Faathir (35), ayat 9;
-Ath Thur (52), ayat 44.

Sahaab ialah awan yang tunduk dengan kekuasaan Allah, berjalan berdasarkan kehendak Allah, membawa air yang lebat, lalu membasahi bumi sedikit demi sedikit.

Ka’ab Al Ahbar berkata,
“Awan adalah tapisan hujan, sekiranya tidak ada awan, pasti hujan itu akan membinasakan apa yang terdapat di bumi.”

Dalam surah An Nuur, ayat 43, Allah menjalankan awan dengan kekuasaan Nya dan ia masih lemah, lalu dia mengumpulkannya selepas terpisah-pisah, dan menjadikannya bertindih-tindih sehingga menjadi tebal, kemudian turunlah hujan dari celah-celahnya ke bumi yang mati yang dibawa oleh angin.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:292

Informasi Surah Ath Thuur (الطور)
Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah.

Dinamai “Ath Thuur” (Bukit) diambil dari perkataan “Ath Thuur” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan “bukit” di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa ‘alaihis salam menerima wahyu dari Tuhannya.

Keimanan:

Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam syurga
bukti kekuasaan dan keesaan Allah
setiap orang bertanggungjawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam syurga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.

Hukum:

Kewajiban untuk tetap berda’wah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.

Lain-lain:

Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan akhirat
Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Ath Thuur (49 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ath-Thuur (52) ayat 44 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ath-Thuur (52) ayat 44 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ath-Thuur (52) ayat 44 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ath-Thuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 49 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 52:44
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thuur.

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat.
Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Nomor Surah 52
Nama Surah Ath Thuur
Arab الطور
Arti Bukit
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 76
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 49
Jumlah kata 313
Jumlah huruf 1324
Surah sebelumnya Surah Az-Zariyat
Surah selanjutnya Surah An-Najm
4.6
Ratingmu: 4.4 (12 orang)
Sending







Pembahasan ▪ at thur 44

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim