QS. Ath Thuur (Bukit) – surah 52 ayat 19 [QS. 52:19]

کُلُوۡا وَ اشۡرَبُوۡا ہَنِیۡٓـًٔۢا بِمَا کُنۡتُمۡ تَعۡمَلُوۡنَ
Kuluu waasyrabuu hanii-an bimaa kuntum ta’maluun(a);

(Dikatakan kepada mereka):
“Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan”,
―QS. 52:19
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Para rasul diutus untuk memberi petunjuk
52:19, 52 19, 52-19, Ath Thuur 19, AthThuur 19, Ath Thur 19, At Thur 19, At-Tur 19

Tafsir surah Ath Thuur (52) ayat 19

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ath Thuur (52) : 19. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah membolehkan mereka memakan dan meminum apa yang telah tersedia berupa segala makanan dan minuman yang lezat-lezat.
Mereka tidak lagi khawatir akan bahaya yang akan menimpa seperti halnya apa yang mereka saksikan di dunia tentang adanya bahaya makanan dan minuman.
Semua itu sebagai balasan terhadap segala amal baik mereka dan sebagai balasan atas kesungguhan mereka di dunia dalam berbakti kepada Allah subhanahu wa ta’ala Mereka betul-betul merasa nikmat di akhirat itu.

Diriwayatkan bahwa Rabi’ bin Hisyam melakukan salat sepanjang malam.
Lalu seorang bertanya kepadanya mengapa ia melelahkan dirinya seperti itu.
Maka jawabannya bahwa ia memerlukan istirahat di akhirat nanti.
Dalam ayat yang sama artinya Allah berfirman:

(Kepada mereka dikatakan),”Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.”
(Al-hujurat: 17)

Perkataan hani’an dalam ayat ini berarti kenikmatan makanan dan minuman dan terhindar dari segala apa yang membahayakan.
Orang yang makan di dunia kadang-kadang mendatangkan penyakit dan lain-lain, sehingga ia kurang tenang dan kurang enak makan.
Atau ia takut akan segera habisnya makanan itu sehingga ia harus mencarinya lagi.
Atau karena habis, lalu kemudian harus memasak lagi hingga matang dan dapat dimakan.
Hal-hal seperti ini tidak akan ditemui di surga.

Perkataan bima kuntum ta’malun dalam ayat ini berarti sebagai balasan yang telah kamu perbuat di dunia, hal ini sebagai isyarat bahwa Allah telah memenuhi apa yang telah dijanjikan olehNya di dunia, sebab tidak ada nikmat di dunia yang bisa diperoleh tanpa adanya susah payah dahulu.
Berlainan halnya dengan nikmat di akhirat.
Nikmat di akhirat sebagai balasan atas iman dan amal saleh di dunia sebagaimana dijelaskan oleh Allah di dalam firmanNya:

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka.
Katakanlah, “Janganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar.”

(Al-hujurat: 17)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dikatakan kepada mereka, “Makanlah makanan yang lezat dan minumlah minuman yang enak, sebagai balasan atas apa yang kalian lakukan di dunia.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Makan dan minumlah dengan enak) lafal Hanii-an menjadi Hal atau kata keterangan keadaan, artinya dengan nikmat (sebagai balasan dari apa) huruf Ba di sini mengandung makna Sababiyah (yang telah kalian kerjakan”).

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

(Dikatakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.” (Q.S. Ath-Thuur [52]: 19)

Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

(kepada mereka dikatakan).”Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Q.S. Al-Haqqah [69]: 24)

Yakni balasan dari amal perbuatan selama di dunia berupa berbagai macam kenikmatan itu merupakan karunia dari Allah dan kebaikan-Nya.


Informasi Surah Ath Thuur (الطور)
Surat Ath Thuur terdiri atas 49 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat As Sajdah.

Dinamai “Ath Thuur” (Bukit) diambil dari perkataan “Ath Thuur” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Yang dimaksud dengan “bukit” di sini ialah bukit Thursina yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa ‘alaihis salam menerima wahyu dari Tuhannya.

Keimanan:

Keadaan orang-orang kafir di dalam neraka dan keadaan orang-orang beriman di dalam syurga
bukti kekuasaan dan keesaan Allah
setiap orang bertanggungjawab terhadap perbuatannya masing-masing, sekalipun demikian bapak dan anak akan dikumpulkan Allah dalam syurga apabila kedua-duanya sama-sama beriman.

Hukum:

Kewajiban untuk tetap berda’wah dan anjuran melakukan zikir dan tasbih pada waktu siang dan malam.

Lain-lain:

Orang-orang zalim pasti mendapat siksaan Allah di dunia dan akhirat
Allah tetap akan menjaga dan melindungi Nabi Muhammad s.a.w

Ayat-ayat dalam Surah Ath Thuur (49 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Ath-Thuur (52) ayat 19 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Ath-Thuur (52) ayat 19 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Ath-Thuur (52) ayat 19 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Ath-Thuur - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 49 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 52:19
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thuur.

Surah At-Tur (bahasa Arab:الطور) adalah surah ke-52 dalam Al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 49 ayat.
Dinamakan at-Tur yang berarti Bukit diambil dari kata At-Tur yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Yang dimaksud dengan bukit disini ialah bukit Sinai yang terletak di semenanjung Sinai, tempat Nabi Musa menerima Taurat dari Allah.

Nomor Surah 52
Nama Surah Ath Thuur
Arab الطور
Arti Bukit
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 76
Juz Juz 27
Jumlah ruku' 2 ruku'
Jumlah ayat 49
Jumlah kata 313
Jumlah huruf 1324
Surah sebelumnya Surah Az-Zariyat
Surah selanjutnya Surah An-Najm
4.5
Ratingmu: 4.3 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim