Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ath Thalaaq (Talak) – surah 65 ayat 6 [QS. 65:6]

اَسۡکِنُوۡہُنَّ مِنۡ حَیۡثُ سَکَنۡتُمۡ مِّنۡ وُّجۡدِکُمۡ وَ لَا تُضَآرُّوۡہُنَّ لِتُضَیِّقُوۡا عَلَیۡہِنَّ ؕ وَ اِنۡ کُنَّ اُولَاتِ حَمۡلٍ فَاَنۡفِقُوۡا عَلَیۡہِنَّ حَتّٰی یَضَعۡنَ حَمۡلَہُنَّ ۚ فَاِنۡ اَرۡضَعۡنَ لَکُمۡ فَاٰتُوۡہُنَّ اُجُوۡرَہُنَّ ۚ وَ اۡتَمِرُوۡا بَیۡنَکُمۡ بِمَعۡرُوۡفٍ ۚ وَ اِنۡ تَعَاسَرۡتُمۡ فَسَتُرۡضِعُ لَہٗۤ اُخۡرٰی ؕ
Askinuuhunna min haitsu sakantum min wujdikum walaa tudhaarruuhunna litudhai-yiquu ‘alaihinna wa-in kunna uulaati hamlin fa-anfiquu ‘alaihinna hatta yadha’na hamlahunna fa-in ardha’na lakum faaatuuhunna ujuurahunna wa’tamiruu bainakum bima’ruufin wa-in ta’aasartum fasaturdhi’u lahu ukhr(a);
Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.
Dan jika mereka (istri-istri yang sudah ditalak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya sampai mereka melahirkan, kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu maka berikanlah imbalannya kepada mereka;
dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik;
dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.

―QS. Ath Thalaaq [65]: 6

Daftar isi

Lodge them (in a section) of where you dwell out of your means and do not harm them in order to oppress them.
And if they should be pregnant, then spend on them until they give birth.
And if they breastfeed for you, then give them their payment and confer among yourselves in the acceptable way;
but if you are in discord, then there may breastfeed for the father another woman.
― Chapter 65. Surah Ath Thalaaq [verse 6]

أَسْكِنُوهُنَّ tempatkanlah mereka

Lodge them
مِنْ dari

from
حَيْثُ mana

where
سَكَنتُم kamu bertempat tinggal

you dwell,
مِّن dari

(out) of
وُجْدِكُمْ yang kamu dapati/menurut kemampuan

your means
وَلَا dan jangan

and (do) not
تُضَآرُّوهُنَّ kamu menyusahkan mereka

harm them
لِتُضَيِّقُوا۟ untuk kamu menyempitkan

to distress
عَلَيْهِنَّ atas mereka

[on] them.
وَإِن dan jika

And if
كُنَّ mereka

they are
أُو۟لَٰتِ mempunyai

those (who are)
حَمْلٍ kandungan

pregnant,
فَأَنفِقُوا۟ maka berilah nafkah

then spend
عَلَيْهِنَّ atas mereka

on them
حَتَّىٰ sehingga

until
يَضَعْنَ mereka melahirkan

they deliver
حَمْلَهُنَّ kandungan mereka

their burden.
فَإِنْ maka jika

Then if
أَرْضَعْنَ mereka menyusukan

they suckle
لَكُمْ bagi kalian

for you,
فَـَٔاتُوهُنَّ maka berilah mereka

then give them
أُجُورَهُنَّ upah mereka

their payment,
وَأْتَمِرُوا۟ dan musyawarahkanlah

and consult
بَيْنَكُم diantara kamu

among yourselves
بِمَعْرُوفٍ dengan baik

with kindness,
وَإِن dan jika

but if
تَعَاسَرْتُمْ kamu menemui kesulitan

you disagree,
فَسَتُرْضِعُ maka akan menyusahkan

then may suckle

Tafsir

Alquran

Surah Ath Thalaaq
65:6

Tafsir QS. Ath Thalaaq (65) : 6. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa menjadi kewajiban bagi suami memberi tempat tinggal yang layak, sesuai dengan kemampuannya kepada istri yang tengah menjalani idah.
Jangan sekali-kali ia berbuat yang menyempitkan dan menyusahkan hati sang istri dengan menempatkannya pada tempat yang tidak layak atau membiarkan orang lain tinggal bersamanya, sehingga ia merasa harus meninggalkan tempat itu dan menuntut tempat lain yang disenangi.


Jika istri yang di talak ba’in sedang hamil, maka ia wajib diberi nafkah secukupnya sampai melahirkan.
Apabila ia melahirkan, maka habislah masa idahnya.

Namun demikian, karena ia menyusukan anak-anak dari suami yang menceraikannya, maka ia wajib diberi nafkah oleh sang suami sebesar yang umum berlaku.
Sebaiknya seorang ayah dan ibu merundingkan dengan cara yang baik tentang kemaslahatan anak-anaknya, baik mengenai kesehatan, pendidikan, maupun hal lainnya.

Di sejumlah negara muslim, hak-hak perempuan yang dicerai telah diatur secara khusus dalam undang-undang.


Apabila di antara kedua belah pihak tidak terdapat kata sepakat, maka pihak ayah boleh saja memilih perempuan lain yang dapat menerima dan memahami kemampuannya untuk menyusukan anak-anaknya.

Sekalipun demikian, kalau anak itu tidak mau menyusu kepada perempuan lain, tetapi hanya ke ibunya, maka sang bapak wajib memberi nafkah yang sama besarnya seperti nafkah yang diberikan kepada orang lain.

Tafsir QS. Ath Thalaaq (65) : 6. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tempatkanlah mereka di mana kalian bertempat tinggal menurut kemampuan kalian.
Janganlah kalian menyusahkan mereka untuk menyempitkan mereka dalam bertempat tinggal.


Jika mereka sedang dalam keadaan hamil maka berilah mereka nafkah sampai mereka bersalin.
Kemudian jika mereka menyusui anak kalian maka berikanlah kepada mereka upahnya.


Hendaknya kalian saling mentolerir pihak lain dan tidak bersikap keras kepala.
Dan jika salah seorang kalian menyusahkan yang lain dengan sikap kikir dan keras kepala, maka wanita lain–selain ibu yang diceraikan–boleh menyusukan anak itu untuk sang ayah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Berikanlah wanita-wanita yang kalian cerai itu kesempatan bertempat tinggal selama masa idah mereka, sebagaimana Kami memberikan kalian kesempatan bertempat tinggal, sesuai kemampuan dan keadaan kalian.
Janganlah kalian menyusahkan mereka dengan mempersulit mereka dalam hal tempat tinggal.


Jika wanita yang kalian cerai itu dalam keadaan hamil, berikanlah nafkah kepada mereka sampai mereka melahirkan.Jika mereka menyusukan anak-anak kalian dengan mengambil upah, berikanlah upahnya kepada mereka.


Berikanlah perintah satu sama lain dengan cara yang baik, toleransi, dan kelapangan hati.
Jika kalian tidak sepakat atas susuan ibunya, maka kalian diperbolehkan mencari perempuan lain untuk menyusukan anak itu.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tempatkanlah mereka) yakni istri-istri yang ditalak itu


(pada tempat kalian tinggal) pada sebagian tempat-tempat tinggal kalian


(menurut kemampuan kalian) sesuai dengan kemampuan kalian, lafal ayat ini menjadi athaf bayan atau badal dari lafal yang sebelumnya dengan mengulangi penyebutan huruf jarr-nya/kata depan dan memperkirakan adanya mudhaf.
Yakni pada tempat-tempat tinggal yang kalian mampui, bukannya pada tempat-tempat tinggal yang di bawah itu


(dan janganlah kalian menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka) dengan memberikan kepada mereka tempat-tempat tinggal yang tidak layak, sehingga mereka terpaksa butuh untuk keluar atau membutuhkan nafkah, lalu karena itu maka mereka mengeluarkan biaya sendiri.


(Dan jika mereka itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan bayi kalian) maksudnya menyusukan anak-anak kalian hasil hubungan dengan mereka


(maka berikanlah kepada mereka upahnya) sebagai upah menyusukan


(dan bermusyawarahlah di antara kalian) antara kalian dan mereka


(dengan baik) dengan cara yang baik menyangkut hak anak-anak kalian, yaitu melalui permusyawaratan sehingga tercapailah kesepakatan mengenai upah menyusukan


(dan jika kalian menemui kesulitan) artinya kalian enggan untuk menyusukannya, yaitu dari pihak ayah menyangkut masalah upah, sedangkan dari pihak ibu, siapakah yang akan menyusukannya


(maka boleh menyusukan bayinya) maksudnya menyusukan si anak itu semata-mata demi ayahnya


(wanita yang lain) dan ibu si anak itu tidak boleh dipaksa untuk menyusukannya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya apabila seseorang dari mereka menceraikan istrinya, hendaklah ia memberinya tempat tinggal di dalam rumah hingga idahnya habis.
Untuk itu disebutkan oleh firman-Nya:

Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Yakni di tempat kamu berada.

menurut kemampuanmu.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Ibnu Abbas, Mujahid, serta ulama lainnya mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah menurut kemampuanmu.
Hingga Qatadah mengatakan sehubungan dengan masalah ini, bahwa jika engkau tidak menemukan tempat lain untuknya selain di sebelah rumahmu, maka tempatkanlah ia padanya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Muqatil ibnu Hayyan mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah misalnya pihak suami membuatnya merasa tidak betah agar si istri memberi imbalan kepada suaminya untuk mengubah suasana, atau agar si istri keluar dari rumahnya dengan suka rela.

As-Sauri telah meriwayatkan dari Mansur, dari Abud firman-Nya:
dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan hati mereka.
(QS. At-Talaq [65]: 6)
Misalnya si suami menceraikan istrinya;
dan apabila idahnya tinggal dua hari, lalu ia merujukinya.


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan jika mereka (istri-istri yang sudah di talak) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Kebanyakan ulama—antara lain Ibnu Abbas dan sejumlah ulama Salaf serta beberapa golongan ulama Khalaf— mengatakan bahwa ayat ini berkenaan dengan wanita yang ditalak tiga dalam keadaan hamil, maka ia tetap diberi nafkah hingga melahirkan kandungannya.
Mereka mengatakan bahwa dalilnya ialah bahwa wanita yang ditalak raj’i wajib diberi nafkah, baik dalam keadaan hamil atau pun tidak hamil.
Ulama lainnya mengatakan bahwa konteks ayat ini seluruhnya berkaitan dengan masalah wanita-wanita yang ditalak raj’i.
Dan sesungguhnya disebutkan dalam nas ayat kewajiban memberi nafkah kepada wanita yang hamil, sekalipun status talaknya ra ‘i tiada lain karena masa kandungan itu cukup lama menurut kebiasaannya.
Untuk itu maka diperlukan adanya nas lain yang menyatakan wajib memberi nafkah sampai wanita yang bersangkutan bersalin.
Dimaksudkan agar tidak timbul dugaan bahwa sesungguhnya kewajiban memberi nafkah itu hanyalah sampai batas masa idah.

Kemudian para ulama berbeda pendapat sehubungan dengan masalah apakah kewajiban nafkah kepada istri berkaitan dengan kandungannya ataukah untuk kandungannya semata?
Ada dua pendapat yang keduanya di-nas-kan dari Imam Syafii dan lain-lainnya.
Kemudian dari masalah ini berkembang berbagai masalah cabang yang disebutkan di dalam kitabkitab fiqih.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Yakni apabila mereka telah bersalin, sedangkan mereka telah diceraikan dengan talak tiga, maka mereka telah terpisah selamanya dari suaminya begitu idah mereka habis (yaitu melahirkan kandungannya).
Dan bagi wanita yang bersangkutan diperbolehkan menyusui anaknya atau menolak untuk menyusuinya, tetapi sesudah ia memberi air susu pertamanya kepada bayinya yang merupakan kebutuhan si bayi.
Dan jika ia mau menyusui bayinya, maka ia berhak untuk mendapatkan upah yang sepadan, dan ia berhak mengadakan transaksi dengan ayah si bayi atau walinya sesuai dengan apa yang disepakati oleh kedua belah pihak mengenai jumlah upahnya.
Karena itulah maka disebutkan oleh firman-Nya:
kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mw untukmu, maka berikanlah kepada mereka upahnya.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu), dengan baik.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Yaitu hendaklah semua urusan yang ada di antara kalian dimusyawarahkan dengan baik dan bertujuan baik, tidak merugikan diri sendiri dan tidak pula merugikan pihak lain.
Sebagaimana yang disebutkan di dalam surat Al-Baqarah melalui firman-Nya:

Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya.
(QS. Al-Baqarah [2]: 233)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

dan jika kamu menemui kesulitan, maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.
(QS. At-Talaq [65]: 6)

Yakni apabila pihak lelaki dan pihak wanita berselisih, misalnya pihak wanita menuntut upah yang banyak dari jasa penyusuannya, sedangkan pihak laki-laki tidak menyetujuinya, atau pihak laki-laki memberinya upah yang minim dan pihak perempuan tidak menyetujuinya, maka perempuan lain boleh menyusukan anaknya itu.
Tetapi seandainya pihak si ibu bayi rela dengan upah yang sama seperti yang diberikan kepada perempuan lain, maka yang paling berhak menyusui bayi itu adalah ibunya.

Unsur Pokok Surah Ath Thalaaq (الطلاق)

Surat ini terdiri atas 12 ayat, termasuk golongan surat-surat Madaniyyah, diturunkan sesudah surat Al-lnsaan.

Dinamai surat Ath-thalaaq karena kebanyakan ayat-ayatnya mengenai masalah talak dan yang berhubungan dengan masalah itu.

Keimanan:

▪ Dalam surat ini diterangkan hukurn-hukum mengenai thalaq, iddah dan kewajiban masing-masing suami dan isteri dalam masa-masa talaq dan iddah, agar tak ada pihak yang dirugikan dan keadilan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
▪ Kemudian disebutkan perintah kepada orang-orang mukmin supaya bertakwa kepada Allah yang telah mengutus seorang Rasul yang memberikan petunjuk kepada mereka.
Maka siapa yang beriman akan dimasukkan ke dalam syurga dan kepada yang ingkar diberikan peringatan bagaimana nasibnya orang-orang ingkar di masa dahulu.

Audio

QS. Ath-Thalaaq (65) : 1-12 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 12 + Terjemahan Indonesia

QS. Ath-Thalaaq (65) : 1-12 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 12

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thalaaq ayat 6 - Gambar 1 Surah Ath Thalaaq ayat 6 - Gambar 2
Statistik QS. 65:6
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thalaaq.

Surah At-Talaq (Arab: الطّلاق ,”Talak”) adalah surah ke-65 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah dan terdiri atas 12 ayat.
Dinamakan At-Talaq karena kebanyakan ayat-ayatnya mengenai masalah talak dan yang berhubungan dengan masalah itu.

Nomor Surah65
Nama SurahAth Thalaaq
Arabالطلاق
ArtiTalak
Nama lainan-Nisa’us Sugra
(an-Nisa’ yang kecil)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu99
JuzJuz 28
Jumlah ruku’2 ruku’
Jumlah ayat12
Jumlah kata289
Jumlah huruf1203
Surah sebelumnyaSurah At-Tagabun
Surah selanjutnyaSurah At-Tahrim
Sending
User Review
4.8 (8 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

65:6, 65 6, 65-6, Surah Ath Thalaaq 6, Tafsir surat AthThalaaq 6, Quran Ath Thalaq 6, At Talaq 6, Surah At Tolaq ayat 6

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Ath Thalaaq

۞ QS. 65:1 Ar Rabb (Tuhan) • Maksiat dan dosa

۞ QS. 65:3 • Kebenaran dan hakikat takdir • Segala sesuatu ada takdirnya

۞ QS. 65:5 • Balasan dan pahala dari Allah • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 65:7 • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 65:8 • Siksaan Allah sangat pedih • Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat • Maksiat dan dosa •

۞ QS. 65:9 • Azab orang kafir • Maksiat dan dosa

۞ QS. 65:10 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 65:11 • Pahala iman • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 65:12 • Keluasan ilmu Allah • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa)

Ayat Pilihan

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki & menyempitkannya,
sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
QS. Al-Isra’ [17]: 30

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu,
(dan Dia menciptakan) sungai-sungai & jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,
QS. An-Nahl [16]: 15

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus

Dzu as-Suwayqatayn

Apa itu Dzu as-Suwayqatayn? Dzu as-Suwaqatayn (Arab: ذوالسوقتين, Inggris: Sueqtin) dalam eskatologi Islam adalah seorang atau kaum dari Habasyah (atau Abisinia) yang akan menghancurkan Ka...

padang mahsyar

Apa itu padang mahsyar? padang yang kelak menjadi tempat orang yang telah mati dibangkitkan kembali dan berkumpul pada hari kiamat … •

Mahmud al-Alusi

Siapa itu Mahmud al-Alusi? Abū al-Thanā ‘Shihāb ad-Dīn Sayyid Maḥmūd ibn’ Abd Allāh al-Ḥusaynī al-Ālūsī al-Baghdādī adalah seorang sarjana Islam Arab yang terkenal karena m...