Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Ath Thaariq (Yang datang di malam hari) – surah 86 ayat 2 [QS. 86:2]

وَ مَاۤ اَدۡرٰىکَ مَا الطَّارِقُ ۙ
Wamaa adraaka maath-thaariq(u);
Dan tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
―QS. Ath Thaariq [86]: 2

And what can make you know what is the night comer?
― Chapter 86. Surah Ath Thaariq [verse 2]

وَمَآ dan apa

And what
أَدْرَىٰكَ kamu tahu

can make you know
مَا apa

what
ٱلطَّارِقُ yang datang dimalam hari

the night comer (is)?

Tafsir

Alquran

Surah Ath Thaariq
86:2

Tafsir QS. Ath Thaariq (86) : 2. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat-ayat ini dan pada beberapa ayat lain, Allah bersumpah dengan langit, matahari, bulan, dan malam karena terdapat padanya hal-hal, bentuk-bentuk, perjalanan-perjalanan, terbit dan tenggelamnya;
maka keadaan yang ajaib dan luar biasa ini adalah bukti bagi orang yang berpikir dan memperhatikan bahwa ada penciptanya Yang Mahakuasa, tidak ada sekutu dalam penciptaannya.


Dalam ayat-ayat ini, Allah bersumpah dengan langit dan bintang yang terbit pada malam hari.

Sinarnya memecahkan kegelapan, dan menjadi petunjuk jalan kepada manusia pada waktu gelap di bumi dan di laut.
Dari bintang itu, manusia dapat mengetahui musim hujan dan hal-hal lain yang diperlukannya dalam kehidupan.

Ada beberapa arti yang dikemukakan oleh para mufasir mengenai bintang tersebut.
Pendapat yang terbaik adalah yang mengartikannya sebagai bintang yang bercahaya.

Tafsir QS. Ath Thaariq (86) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Tahukah kalian apa hakikat bintang itu?
Bintang adalah benda langit yang cahayanya menembus kegelapan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi langit dan bintang yang datang pada malam hari.
Tahukah kamu bagaimana besarnya bintang itu?
Ia adalah bintang yang cahayanya menembus.


Tidak ada suatu jiwa pun melainkan ada malaikat yang diberi tugas untuk mengawasi, menjaga semua perbuatannya agar kelak dihisab pada hari kiamat.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tahukah kamu) artinya apakah kamu mengetahui


(apakah yang datang pada malam hari itu?) lafal Maa adalah Mubtada sedangkan lafal Ath-Thaariq adalah Khabarnya, kedua lafal tersebut berkedudukan menjadi Maf’ul kedua dari lafal Adraa.
Lafal Maa yang kedua juga menjadi Khabar dari lafal Maa yang pertama, di dalamnya terkandung makna yang menjelaskan kedudukan Ath-Thaariq yang agung itu, selanjutnya pengertian Ath-Thaariq dijelaskan oleh firman berikutnya.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan menyebut nama langit dan semua bintang yang bersinar terang yang menghiasinya.
Untuk itu, maka disebutkan oleh firman-Nya:


{وَالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ}

Demi langit dan yang datang pada malam hari.
(QS. At-Tariq [86]: 1)


Kemudian dalam firman berikutnya disebutkan:

{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الطَّارِقُ}

tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
(QS. At-Tariq [86]: 2)

Lalu ditafsirkan oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{النَّجْمُ الثَّاقِبُ}

(yaitu) bintang yang cahayanya menembus.
(QS. At-Tariq [86]: 3)

Qatadah dan lain-Lainnya mengatakan bahwa sesungguhnya bintang dinamakan Ath-Thariq tiada lain karena ia hanya dapat dilihat di malam hari, sedangkan siang hari tidak kelihatan.
Hal ini diperkuat dengan apa yang disebutkan di dalam hadis sahih yang mengatakan:

نَهَى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ طُرُوقًا

Beliau ﷺ melarang seseorang mendatangi keluarganya di malam hari yang sudah larut.

Yakni dia pulang ke rumahnya dengan mengejutkan di malam hari.
Di dalam hadis lain yang mengandung doa telah disebutkan:

"إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ"

kecuali orang yang datang di tengah malam dengan membawa kebaikan, ya Tuhan Yang Maha Pemurah.

Mengenai firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{الثَّاقِبُ}

yang cahayanya menembus.
(QS. At-Tariq [86]: 3)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah yang cahayanya terang.
As-Saddi mengatakan, makna yang dimaksud ialah yang menembus setan-setan apabila dilemparkan kepadanya.
Ikrimah mengatakan, makna yang dimaksud ialah yang cahayanya terang lagi membakar setan-setan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنْ كُلُّ نَفْسٍ لَمَّا عَلَيْهَا حَافِظٌ}

tidak ada suatu jiwa (diri) pun melainkan ada penjaganya.
(QS. At-Tariq [86]: 4)

Yaitu sesungguhnya pada tiap diri terdapat malaikat yang menjaganya ditugaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar melindunginya dari berbagai bencana dan penyakit.
Semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

لَهُ مُعَقِّباتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ

Bagi manusia ada malaikatmalaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.
(QS. Ar-Ra’d [13]: 11)

Adapun firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَلْيَنْظُرِ الإنْسَانُ مِمَّ خُلِقَ}

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?
(QS. At-Tariq [86]: 5)

Ini mengingatkan manusia akan betapa lemahnya asal kejadiannya, sekaligus membimbingnya untuk mengakui adanya hari kemudian.
yaitu hari berbangkit.
Karena sesungguhnya Tuhan yang mampu menciptakannya dari semula mampu pula untuk mengembalikannya seperti keadaan semula, bahkan lebih mudah.
Sebagaimana yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman Allah subhanahu wa ta’ala:

وَهُوَ الَّذِي يَبْدَؤُا الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ

Dan Dialah Yang Menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya.
(Ar-Rum:
27)

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ}

Dia diciptakan dari air yang terpancar.
(QS. At-Tariq [86]: 6)

Yaitu air mani yang dipancarkan oleh laki-laki dan bertemu dengan indung telur wanita, maka terjadilah anak dari percampuran keduanya dengan seizin Allah subhanahu wa ta’ala Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikut-nya:

{يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ}

yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)

Yakni dari sulbi laki-laki dan dari tulang dada wanita.


Syabib ibnu Bisyr telah meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Yaitu sulbi laki-laki dan tara-ibul mar-ah (tulang dada wanita) yang warna air maninya kuning lagi agak encer, kejadian anak dari air mani keduanya.
Hal yang sama telah dikatakan oleh Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Usamah, dari Mis’ar, bahwa ia pernah mendengar Al-Hakam menceritakan pendapat Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Lalu Ibnu Abbas mengatakan,
"Inilah tara-ib,"
seraya meletakkan tangannya ke dadanya.
Ad-Dahhak dan Atiyyah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa taribatul mar-ah artinya tempat kalung (liontin)nya.
Hal yang sama dikatakan oleh Ikrimah dan Sa’id ibnu Jubair.

Ali ibnu Abu Talhah telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa tara-ib artinya di antara susunya.
Diriwayatkan dari Mujahid bahwa tara-ib ialah antara’kedua pundak sampai dada.
Diriwayatkan pula dari Mujahid bahwa tara-ib berada di bawah kerongkongan.
Diriwayatkan dari Ad-Dahhak bahwa tara-ib terletak di antara kedua susu, kedua kaki, dan kedua mata.

Al-Lais ibnu Sa’d telah meriwayatkan dari Ma’mar ibnu Abu Habibah Al-Madani, bahwa Al-Lais telah mendapat berita darinya sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)

Bahwa yang dimaksud ialah tetesan hati, dari sanalah asal mula terjadinya anak.
Diriwayatkan pula dari Qatadah sehubungan dengan makna firman-Nya:
yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
(QS. At-Tariq [86]: 7)
Yakni di antara tulang sulbi dan bagian bawah kerongkongannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{إِنَّهُ عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ}

Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah matinya).
(QS. At-Tariq [86]: 8)

Sehubungan dengan makna ayat ini ada dua pendapat.

Pertama, mengatakan bahwa Allah berkuasa mengembalikan air mani yang telah terpancarkan ini ke tempat asalnya keluar.
Hal ini dikatakan oleh Mujahid, Ikrimah, dan selain keduanya.

Pendapat yang kedua mengatakan, sesungguhnya Allah berkuasa menghidupkan kembali manusia yang diciptakan dari air mani ini sesudah matinya, lalu dibangkitkan untuk menuju negeri akhirat.
Karena sesungguhnya Tuhan yang menciptakan dari semula mampu mengembalikan (menghidupkan) ciptaan-Nya seperti semula.
Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan dalil yang menunjukkan hal ini di dalam Alquran di berbagai tempat.
Pendapat ini dikatakan oleh Ad-Dahhak dan dipilih oleh Ibnu Jarir.
Karena itulah maka disebutkan dalam firman berikutnya:

{يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِرُ}

Pada hari ditampakkan segala rahasia.
(QS. At-Tariq [86]: 9)

Pada hari kiamat semua rahasia ditampakkan sehingga menjadi jelas dan terang, dan tiada lagi rahasia karena semuanya menjadi tampak kelihatan dan semua yang tadinya tersembunyi di hari itu menjadi kelihatan.


Di dalam kitab Sahihain disebutkan melalui Ibnu Ulnar, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

"يُرْفَعُ لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ اسْتِهِ يُقَالُ:
هَذِهِ غَدْرَةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ"

Bagi tiap orang yang khianat dinaikkan (dipasang) bendera pada pantatnya, lalu dikatakan bahwa ini adalah pengkhianatan si Fulan bin Fulan.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{فَمَا لَهُ}

maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu.
(QS. At-Tariq [86]: 10)


Yakni bagi manusia kelak di hari kiamat.

{مِنْ قُوَّةٍ}

satu kekuatan pun.
(QS. At-Tariq [86]: 10)


Maksudnya, kekuatan dalam dirinya.

{وَلا نَاصِرٍ}

dan tidak (pula) seorang penolong.
(QS. At-Tariq [86]: 10)

Yaitu dari luar dirinya.
Dengan kata lain, tiada seorang pun yang dapat menyelamatkan dirinya dari azab Allah dan tiada pula seorang pun yang dapat menolong orang lain dari azab Allah.

Unsur Pokok Surah Ath Thaariq (الطارق)

Surat Ath Thaariq terdiri atas 17 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Balad.

Dinamai "Ath Thaariq " (yang datang di malam hari) diambil dari perkataan "Ath Thaariq" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Keimanan:

▪ Tiap-tiap jiwa selalu dipelihara dan diawasi Allah.
▪ Merenungkan asal kejadian diri sendiri yaitu dari air mani, akan menghilangkan sifat sombong dan takabur.
▪ Allah kuasa menghidupkan manusia kembali pada hari kiamat, pada waktu itu tidak ada kekuatan yang dapat menolong selain Allah.
Alquran adalah pemisah antara yang hak dan yang batil.

Ayat-ayat dalam Surah Ath Thaariq (17 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Ath-Thaariq (86) : 1-17 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 17 + Terjemahan Indonesia

QS. Ath-Thaariq (86) : 1-17 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 17

Gambar Kutipan Ayat

Surah Ath Thaariq ayat 2 - Gambar 1 Surah Ath Thaariq ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 86:2
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Ath Thaariq.

Surah At-Tariq (bahasa Arab:الطّارق) adalah surah ke 86 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makiyah yang terdiri atas 17 ayat.
Dinamakan At-Tariq yang berarti Yang datang di malam hari diambil dari perkataan Ath Thaariq yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Nomor Surah86
Nama SurahAth Thaariq
Arabالطارق
ArtiYang datang di malam hari
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu36
JuzJuz 30
Jumlah ruku’1 ruku’
Jumlah ayat17
Jumlah kata61
Jumlah huruf254
Surah sebelumnyaSurah Al-Buruj
Surah selanjutnyaSurah Al-A’la
Sending
User Review
4.6 (28 votes)
Tags:

86:2, 86 2, 86-2, Surah Ath Thaariq 2, Tafsir surat AthThaariq 2, Quran At Tariq 2, At-Tariq 2, Surah At Tariq ayat 2

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Faathir (Pencipta) – surah 35 ayat 9 [QS. 35:9]

9. Usai menjelaskan kepastian janji Allah, kedatangan hari Kiamat, dan perbedaan antara orang yang taat dengan yang ingkar serta balasan yang akan mereka peroleh, pada ayat ini Allah menunjukkan tanda … 35:9, 35 9, 35-9, Surah Faathir 9, Tafsir surat Faathir 9, Quran AlFathir 9, Al-Fathir 9, Fatir 9, Surah Al Fathir ayat 9

QS. Al Fatihah (Pembukaan) – surah 1 ayat 1 [QS. 1:1]

Aku memulai bacaan Al-Qur’an dengan menyebut nama Allah, nama teragung bagi satu-satunya Tuhan yang patut disembah, yang memiliki seluruh sifat kesempurnaan dan tersucikan dari segala bentuk kekuranga … 1:1, 1 1, 1-1, Surah Al Fatihah 1, Tafsir surat AlFatihah 1, Quran Al-Fatihah 1, Surah Al Fatihah ayat 1

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ,

potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
--QS. Al Mujadalah [58] : 11

+

Array

Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Benar! Kurang tepat!

Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #29
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #29 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #29 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #7

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … i’tiqadiyah fiqih khuluqiyah jinayah amaliyah Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #10

Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … tauhid berperang melawan hawa nafsu akhlakul

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Al-Ikhlas Al-Fatihah An-Nash Al-‘Asr Al-Kautsar Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah Al-Kausar adalah surah ke-108

Instagram