Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

At Taubah

At Taubah (Pengampunan) surah 9 ayat 98


وَ مِنَ الۡاَعۡرَابِ مَنۡ یَّتَّخِذُ مَا یُنۡفِقُ مَغۡرَمًا وَّ یَتَرَبَّصُ بِکُمُ الدَّوَآئِرَ ؕ عَلَیۡہِمۡ دَآئِرَۃُ السَّوۡءِ ؕ وَ اللّٰہُ سَمِیۡعٌ عَلِیۡمٌ
Waminal a’raabi man yattakhidzu maa yunfiqu maghraman wayatarabbashu bikumuddawaa-ira ‘alaihim daa-iratussau-i wallahu samii’un ‘aliimun;

Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya.
Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
―QS. 9:98
Topik ▪ Takwa ▪ Perbuatan dan niat ▪ Pahala Iman
9:98, 9 98, 9-98, At Taubah 98, AtTaubah 98, At-Taubah 98
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 98. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan satu macam lagi orang Badui yang munafik, yaitu mereka yang menyumbangkan sebagian dari harta benda mereka untuk berjihad di jalan Allah, akan tetapi dengan jalan (cara) yang ria.
Mereka menganggap harta benda yang mereka berikan, baik secara taat maupun karena dipaksa, untuk menjaga keselamatan diri dan kaum mereka dari hal-hal yang tidak mereka inginkan.
Mereka memandang bahwa infak tersebut sama sekali tidak mendatangkan kemanfaatan apa pun bagi mereka di akhirat kelak karena mereka tidak beriman tentang adanya hari berbangkit, di mana setiap orang akan menerima balasan atas segala perbuatan yang telah dilakukannya di dunia ini.
Menurut keterangan Ibnu Zaid, orang-orang yang dimaksudkan dalam ayat ini adalah Bani Asad dan Bani Gatfan.

Selain itu orang-orang munafik tersebut selalu mengharapkan dan menanti-nanti datangnya malapetaka yang menimpa kaum Muslimin sehingga kekuatan mereka menjadi lemah.
Bila hal itu terjadi, maka orang-orang munafik itu tak perlu lagi menyumbangkan harta benda mereka untuk kepentingan jihad.
Dalam kenyataannya, mereka selalu menunggu-nunggu agar kaum musyrik dan Yahudi dapat mengalahkan kaum Muslimin.
Akan tetapi setelah tipu daya mereka itu tidak membawa hasil, maka mereka menunggu wafatnya Rasulullah ﷺ karena mereka menganggap bahwa dengan wafatnya Rasulullah agama Islam pun akan lenyap.

Karena adanya sikap dan pandangan mereka yang semacam itu, maka dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa merekalah yang akan ditimpa malapetaka itu, sedang kaum Muslimin tidak akan mengalami malapetaka bahkan mereka akan memperoleh pertolongan dari Allah subhanahu wa ta'ala Di samping itu musuh-musuh akan menemui kegagalan serta ditimpa azab di dunia ini sebelum mendapat azab yang lebih hebat di akhirat kelak.

Pada akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan bahwa Dia amat mendengar segala ucapan hamba-Nya yang mencerminkan perasaan hatinya.
Di samping itu Allah sangat mengetahui rahasia yang terkandung dalam hati mereka apakah keimanan atau kekafiran, keikhlasan atau kemunafikan.
Allah akan memberikan balasan kepada mereka terhadap ucapan dan perbuatan mereka itu.

At Taubah (9) ayat 98 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy At Taubah (9) ayat 98 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi At Taubah (9) ayat 98 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebagian orang munafik kaum Badui itu menganggap mendermakan harta kekayaan di jalan Allah sebagai suatu denda dan kerugian, karena mereka tidak mempercayai pahala Allah.
Mereka berharap dan menanti-nanti agar terjadi peperangan pada kalian, wahai orang-orang Mukmin.
Ketahuilah bahwa Allah mengembalikan bencana itu kepada mereka dan menjadikan keburukan yang mereka nanti-nantikan itu menimpa mereka sendiri.
Allah Maha Mendengar perkataan-perkataan mereka dan Maha Mengetahui perbuatan, niat dan dosa yang mereka perbuat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Di antara orang-orang Arab badui itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya) di jalan Allah (sebagai suatu kerugian) ketekoran dan kerugian sebab ia tidak mengharapkan akan pahalanya melainkan menginfakkannya karena rasa takut, mereka adalah Bani Asad dan Bani Ghathafan (dan menanti-nanti) malapetaka menimpa kalian sehingga ia bebas dari kalian (merekalah yang akan ditimpa marabahaya) dapat dibaca as-suu` dan dapat pula dibaca as-sau`, artinya azab dan kebinasaan itu justru akan menimpa mereka sendiri bukannya menimpa kalian.
(Dan Allah Maha Mendengar) akan semua ucapan hamba-hamba-Nya (lagi Maha Mengetahui) perbuatan-perbuatan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah itu sebagai satu kerugian dan tidak mengharapkan pahala, juga tidak berlindung atas dirinya sendiri dari siksaan.
Mereka menunggu bahaya dan kecelakaan menimpa kalian, tetapi justru mereka sendirilah yang akan mendapatkan keburukan itu, bukan orang-orang muslim.
Allah Maha Mendengar apa yang mereka katakan dan dengan niat mereka untuk berbuat kerusakan.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
memberitahukan bahwa di antara orang-orang Arab Badui itu:

...ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya.

Yakni yang ia belanjakan di jalan Allah.

...sebagai suatu kerugian.

Maksudnya, kerugian dan kebangkrutan.

...dan dia menanti-nanti mara bahaya menimpa kalian.

Mereka selalu mengharapkan dan menunggu agar kejadian dan malapetaka menimpa diri kalian.

...merekalah yang akan ditimpa mara bahaya.

Yaitu bahkan sebaliknya mara bahaya itu akan berbalik menimpa mereka.

Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Allah Maha Mendengar doa hamba-hamba-Nya, lagi Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapat kemenangan dan siapa yang berhak mendapat kekalahan (kehinaan).

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 98

DAA'IRAH
دَآئِرَة

Lafaz daa'irah adalah ism mufrad jamak­ nya adalah ad dawaa'ir. Artinya apa yang dikelilingi oleh sesuatu, lingkaran, bulatan, halaqah, kekalahan, kejahatan, kayu yang dipacak di tengah-tengah panenan yang ditimbuni dan dikelilingi lembu, apa yang ada di bawah hidung, bangunan yang mengatur hal-hal pertanian, titik tengah pada lingkar­ an, bencana, daerah dan lingkungan. Daa'irah al-ma'aarif maksudnya ensiklopedia.

Lafaz daa'irah disebut tiga kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Maa'idah (5), ayat 52;
-At Taubah (9), ayat 98;
-Al­ Fath (48), ayat 6.

Lafaz ini mengandung dua makna yaitu:

Pertama, bermaksud musibah dan bencana seperti yang terdapat dalam surah al-Ma'idah."

Al Kalbi dan Ibnu Qutaibah berkata,
maksudnya masa akan berpusing dan terbalik menimpa manusia dengan musibah dengan datangnya musim kelaparan sehingga mereka tidak menjual kepada kami dan berurusan dengan kami serta orang munafik akan berniat jahat kepada orang-orang Islam."

Mujahid, Qatadah dan As Suddi memberikan makna ayat ini, kami kuatir sekiranya masa akan berputar dan menyebelahi orang kafir sehingga dapat mengalahkan dan menguasai orang Islam dan kami pun memerlukan mereka.

At Tabari berkata,
"Ad da'irah ber­makna ad daulah yaitu putaran keadaan. Maksudnya masa akan ber­putar sehingga kami segera bersahabat dan membantu orang Yahudi dan Nasrani karena bimbang bencana akan kembali kepada kami daripada musuh-musuh kami.

Ibnu Arafah berkata,
"Daa'irah bermakna haaditsah yaitu kejadian dan musibah."

Kedua, lafaz ini dihubungkan dengan lafaz as suu' yaitu kejahatan. Maknanya dikelilingi oleh kejahatan seperti yang terdapat dalam surah At­ Taubah dan Al Fath.

Al Fairuz berkata,
"Maksud ayat ini adalah kejahatan me­ngelilingi mereka seperti dalam bulat­an sehingga tidak ada jalan bagi mereka melepaskan diri darinya."

Al Maraghi berkata,
"Ia bermakna apa yang di­ kelilingi dengan sesuatu maksudnya tiada jalan keluar dari pergantian hari dan pusingannya, yang bencana­nya akan mengelilingi manusia.

Ayat ini bermaksud doa atas mereka yang ditunggu-tunggu oleh orang mukmin. Hanya atas mereka bulatan kejahatan mengelilingi mereka tanpa mengenai orang mukmin dan bagi orang mukmin tiada akibat me­lainkan kemenangan serta mendapat taufik dari Allah."

Ibnu Katsir ber­kata, "Ia berarti kejahatan dan musibah akan menimpa dan me­ngelilingi mereka."

Kesimpulannya, kedua makna di atas adalah sinonim. Ia bermakna musibah, bencana dan bala. Namun dalam makna pertama, orang munafik kuatir sekiranya musibah dan kemenangan memihak orang Yahudi dan Nasrani sehingga mereka saling bersahabat. Dalam makna yang kedua, musibah dan bala akan me­ngelilingi sebahagian orang Arab yang men­dermakan harta dengan riya' untuk berjihad.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:214-215

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh 'Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.


Gambar Kutipan Surah At Taubah Ayat 98 *beta

Surah At Taubah Ayat 98



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah At Taubah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.4
Rating Pembaca: 4.6 (10 votes)
Sending