QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 95 [QS. 9:95]

سَیَحۡلِفُوۡنَ بِاللّٰہِ لَکُمۡ اِذَا انۡقَلَبۡتُمۡ اِلَیۡہِمۡ لِتُعۡرِضُوۡا عَنۡہُمۡ ؕ فَاَعۡرِضُوۡا عَنۡہُمۡ ؕ اِنَّہُمۡ رِجۡسٌ ۫ وَّ مَاۡوٰىہُمۡ جَہَنَّمُ ۚ جَزَآءًۢ بِمَا کَانُوۡا یَکۡسِبُوۡنَ
Sayahlifuuna billahi lakum idzaaanqalabtum ilaihim litu’ridhuu ‘anhum fa-a’ridhuu ‘anhum innahum rijsun wama’waahum jahannamu jazaa-an bimaa kaanuu yaksibuun(a);

Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka.
Maka berpalinglah dari mereka, karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
―QS. 9:95
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
9:95, 9 95, 9-95, At Taubah 95, AtTaubah 95, At-Taubah 95

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 95

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 95. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan kepada Rasul-Nya, bahwa apabila beliau dan kaum muslimin telah kembali nanti dari peperangan itu, maka kaum munafik akan datang kepada beliau seraya bersumpah dengan nama Allah (menguatkan apa yang mereka ucapkan) agar Rasulullah ﷺ berpaling dari mereka dengan tidak menghiraukan perbuatan mereka yang tidak hadir di medan perang, dan tinggal di rumah bersama-sama dengan orang-orang yang lemah, para wanita dan anak-anak, dan tidak mencela mereka atas kesalahan itu dan juga untuk menyembunyikan sifat bakhil mereka dalam menyumbangkan harta benda untuk membela agama Allah.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya agar beliau betul-betul memalingkan muka dari kaum munafik itu, tetapi hanya sebagai penghinaan kepada mereka bukan memalingkan muka dengan arti memaafkan kesalahan-kesalahan mereka.
Sesudah itu Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan alasan mengapa Rasulullah ﷺ harus memalingkan muka dari kaum munafik itu ialah karena mereka itu adalah najis.
Artinya sikap dan perbuatan mereka itu adalah kotor sehingga mereka harus dijauhi, seperti menjauhkan kain yang bersih dari suatu yang najis.
Hal ini sejalan dengan apa yang terdapat dalam firman Allah:

Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis.
(Q.S.
At Taubah: 28)

Akhirnya Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan, bahwa tempat kembali bagi kaum munafik itu di akhirat kelak neraka Jahanam sebagai balasan bagi apa yang telah mereka lakukan selama di dunia ini, yaitu kekufuran yang telah mengotori diri mereka dan kekotoran itu semakin bertambah akibat berpalingnya mereka dari ayat-ayat Allah.
Keterangan semacam ini akan terdapat nanti pada firman Allah:

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.
(Q.S.
At Taubah: 125)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka akan bersumpah dengan nama Allah kepada kalian saat menemui mereka bahwa alasan-alasan mereka itu benar.
Dengan demikian, mereka berharap dapat membuat kalian puas dan melupakan perbuatan mereka.
Oleh karenanya, jangan turuti kemauan mereka itu, tetapi hindari dan murkai mereka, karena mereka berada pada tingkat keburukan jiwa dan tingkat kekufuran yang paling rendah.
Tempat kembali mereka adalah jahanam sebagai hukuman atas dosa-dosa dan kesalahan yang mereka perbuat.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kelak mereka akan bersumpah kepada kalian dengan nama Allah, apabila kalian kembali) yakni pulang (kepada mereka) dari medan perang Tabuk untuk menunjukkan bahwa mereka benar-benar mempunyai alasan yang tepat sewaktu mereka tidak ikut berangkat (supaya kalian berpaling dari mereka) artinya supaya tidak mencela perbuatan mereka itu.

(Maka berpalinglah dari mereka karena sesungguhnya mereka itu adalah najis) najis karena batin mereka kotor (dan tempat mereka Jahanam sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sekembalinya kalian dari peperangan, orang-orang munafik itu akan bersumpah palsu dengan nama Allah agar kalian meninggalkan mereka tanpa mempersalahkan mereka.
Maka dari itu, jauhilah mereka dan berpalinglah kalian dari mereka sebagai penghinaan kepada mereka.
Sesungguhnya jiwa mereka itu najis dan tempat mereka di akhirat kelak adalah Neraka Jahanam sebagai balasan atas dosa dan kesalahan yang mereka kerjakan di dunia.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

karena sesungguhnya mereka itu adalah najis.

Artinya, batin dan akidah mereka najis lagi kotor, dan tempat mereka kelak di hari kemudian adalah neraka Jahanam sebagai balasan dari apa yang dahulu biasa mereka kerjakan, yakni dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.


Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taubah (9) ayat 95 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taubah (9) ayat 95 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taubah (9) ayat 95 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 129 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”9-95″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 9:95
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.7
Ratingmu: 4.3 (21 orang)
Sending









Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  





Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta