QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 93 [QS. 9:93]

اِنَّمَا السَّبِیۡلُ عَلَی الَّذِیۡنَ یَسۡتَاۡذِنُوۡنَکَ وَ ہُمۡ اَغۡنِیَآءُ ۚ رَضُوۡا بِاَنۡ یَّکُوۡنُوۡا مَعَ الۡخَوَالِفِ ۙ وَ طَبَعَ اللّٰہُ عَلٰی قُلُوۡبِہِمۡ فَہُمۡ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Innamaassabiilu ‘alaal-ladziina yasta’dzinuunaka wahum aghniyaa-u radhuu bian yakuunuu ma’al khawaalifi wathaba’allahu ‘ala quluubihim fahum laa ya’lamuun(a);

Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya.
Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).
―QS. 9:93
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Kekufuran manusia akan nikmat Allah
9:93, 9 93, 9-93, At Taubah 93, AtTaubah 93, At-Taubah 93

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 93

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 93. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang kaya yang mampu yang datang menghadap Rasulullah untuk meminta izin tidak akan ikut berperang, tidak dibenarkan meninggalkan kewajiban berperang.
Mereka itu termasuk orang-orang yang bersalah dan patut mendapat hukuman karena kesalahannya itu.

Berbeda dengan orang-orang yang disebutkan dalam ayat-ayat di atas, yaitu orang-orang yang mempunyai alasan yang dibenarkan syarak dan dikemukakannya dengan ikhlas dan jujur untuk tidak ikut berperang, maka mereka tidak dapat disalahkan sama sekali.
Orang-orang yang kaya yang sanggup berperang karena mereka mampu menyediakan perbekalan dan kendaraan, tidak mempunyai alasan untuk minta izin tidak ikut berperang.
Itulah sebabnya maka mereka dikatakan orang-orang yang bersalah dan sudah sepantasnya kalau Allah subhanahu wa ta’ala menutup mati hati mereka, karena mereka tidak mau menerima kebenaran sedikit pun juga.
Akhirnya mereka bergelimang dalam kesusahan dan dosa sedang mereka tidak mengetahui akibat dari perbuatan yang mereka lakukan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sesungguhnya kehinaan dan hukuman diperuntukkan bagi orang-orang yang meminta izin kepadamu, Muhammad, karena keengganan mereka untuk berjihad, padahal mereka adalah orang-orang yang memiliki kekayaan dan mampu berjihad bersamamu.
Kehinaan dan hukuman itu diberikan kepada mereka karena mereka puas dengan duduk bersama wanita, sedangkan mereka sebenarnya memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berjihad.
Selain itu, pemberian kehinaan dan hukuman itu juga disebabkan karena hati mereka telah tertutup dari kebenaran.
Mereka tidak mengetahui akibat buruk di dunia dan akhirat yang diakibatkan oleh keengganan berjihad.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sesungguhnya jalan untuk menyalahkan itu hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu) untuk tidak ikut berangkat berjihad (padahal mereka itu orang-orang kaya.

Mereka rela berada bersama-sama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui) akibat perbuatan mereka.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesungguhnya dosa dan kecaman itu hanyalah bagi orang-orang kaya yang meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berperang.
Mereka adalah orang-orang munafik kaya yang lebih memilih tinggal bersama para wanita, anak-anak, dan orang-orang yang uzur.
Allah telah menutup hatinya dengan kemunafikan, maka keimanan tidak akan masuk ke dalam hati mereka.
Mereka tidak mengetahui akibat buruk dari perbuatan mereka berpaling dan meninggalkan berjihad bersamamu.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menunjukkan cela-Nya terhadap orang-orang yang meminta izin untuk tinggal di tempat dan tidak mau pergi berjihad, padahal mereka adalah orang-orang kaya.
Allah mengecam kerelaan mereka yang memilih duduk di Madinah bersama kaum wanita yang ditinggalkan di kemahnya masing-masing.
Hal ini diungkapkan melalui firman-Nya:

…dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).


Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taubah (9) ayat 93 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taubah (9) ayat 93 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taubah (9) ayat 93 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 129 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 9:93
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
4.5
Ratingmu: 4.9 (29 orang)
Sending

URL singkat: risalahmuslim.id/9-93







Pembahasan ▪ 9:93 at taubah ▪ attaubah 93-95

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim