Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 81 [QS. 9:81]

فَرِحَ الۡمُخَلَّفُوۡنَ بِمَقۡعَدِہِمۡ خِلٰفَ رَسُوۡلِ اللّٰہِ وَ کَرِہُوۡۤا اَنۡ یُّجَاہِدُوۡا بِاَمۡوَالِہِمۡ وَ اَنۡفُسِہِمۡ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ وَ قَالُوۡا لَا تَنۡفِرُوۡا فِی الۡحَرِّ ؕ قُلۡ نَارُ جَہَنَّمَ اَشَدُّ حَرًّا ؕ لَوۡ کَانُوۡا یَفۡقَہُوۡنَ
Farihal mukhallafuuna bimaq’adihim khilaafa rasuulillahi wakarihuu an yujaahiduu biamwaalihim waanfusihim fii sabiilillahi waqaaluuu laa tanfiruu fiil harri qul naaru jahannama asyaddu harran lau kaanuu yafqahuun(a);
Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang), merasa gembira dengan duduk-duduk diam sepeninggal Rasulullah.
Mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah dan mereka berkata,
“Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.”
Katakanlah (Muhammad),
“Api neraka Jahanam lebih panas,”
jika mereka mengetahui.
―QS. At Taubah [9]: 81

Daftar isi

Those who remained behind rejoiced in their staying (at home) after (the departure of) the Messenger of Allah and disliked to strive with their wealth and their lives in the cause of Allah and said,
"Do not go forth in the heat."
Say,
"The fire of Hell is more intensive in heat"
– if they would but understand.
― Chapter 9. Surah At Taubah [verse 81]

فَرِحَ merasa gembira

Rejoice
ٱلْمُخَلَّفُونَ orang-orang yang ditinggalkan

those who remained behind
بِمَقْعَدِهِمْ dengan tinggal/duduk mereka

in their staying
خِلَٰفَ dibelakang

behind
رَسُولِ Rasul

(the) Messenger
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah,
وَكَرِهُوٓا۟ dan mereka tidak suka

and they disliked
أَن untuk

to
يُجَٰهِدُوا۟ mereka berjihad

strive
بِأَمْوَٰلِهِمْ dengan harta mereka

with their wealth
وَأَنفُسِهِمْ dan diri/jiwa mereka

and their lives
فِى di

in
سَبِيلِ jalan

(the) way
ٱللَّهِ Allah

(of) Allah
وَقَالُوا۟ dan mereka berkata

and they said,
لَا jangan

"(Do) not
تَنفِرُوا۟ kamu berangkat

go forth
فِى dalam

in
ٱلْحَرِّ panas terik

the heat."
قُلْ katakanlah

Say,
نَارُ api/neraka

"(The) Fire
جَهَنَّمَ jahanam

(of) Hell
أَشَدُّ lebih/sangat

(is) more intense
حَرًّا panas

(in) heat."
لَّوْ jika

If (only)
كَانُوا۟ mereka adalah

they could
يَفْقَهُونَ mereka mengerti

understand.

Tafsir

Alquran

Surah At Taubah
9:81

Tafsir QS. At Taubah (9) : 81. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menerangkan keadaan orang-orang munafik yang tidak diikutkan oleh Nabi untuk berperang.
Peristiwa ini terjadi pada Perang Tabuk, yaitu perang yang terjadi sesudah penaklukan kota Mekah.

Perang ini adalah perang yang terakhir dilakukan Rasulullah ﷺ.
Ada orang yang menyampaikan berita kepada Rasulullah bahwa kerajaan Romawi telah menyiapkan angkatan perangnya untuk menyerang kaum Muslimin di perbatasan utara tanah Arab.

Pada waktu itu sedang musim panas yang sangat terik, jarak perjalanan dari Madinah ke tempat perbatasan itu sangat jauh.
Kesulitan dan kesukaran dalam perjalanan sangat banyak.

Sedang waktu itu kaum Muslimin berada dalam situasi serba kekurangan.
Rasulullah mulai menyiapkan tentara untuk pergi menghadapi angkatan perang kerajaan Romawi itu.

Kepada orang-orang kaya Rasulullah ﷺ meminta bantuan untuk bekal dalam peperangan.
Maka berdatanganlah bantuan berupa uang dan benda dari hartawan dan dermawan secara ikhlas, karena hendak meninggikan kalimah Allah di atas permukaan bumi.

Segenap kabilah yang telah memeluk Islam telah menyatakan ketaatannya untuk turut berperang bersama Rasulullah ﷺ.
Mereka telah menyediakan dirinya dan hartanya untuk berperang.


Mereka tidak takut panas teriknya matahari, tidak takut lapar dan dahaga dalam perjalanan mengarungi padang pasir yang sangat jauh, untuk menggempur musuh yang angkara murka.


Akhirnya Rasulullah dapat mengumpulkan angkatan perangnya dengan sempurna sebanyak 30.000 orang, di antaranya ada kira-kira 10.000 barisan berkuda.
Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa dalam angkatan itu turut pula ‘Abdullah bin Ubay, pimpinan orang munafik, bersama-sama dengan pengikut-pengikutnya.
Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ meragukan itikad baik orang-orang munafik itu, takut kalau-kalau di tengah perjalanan mereka akan mengacau, maka Rasulullah ﷺ menyuruh mereka tinggal saja di Madinah dan tidak usah ikut berperang.


Mereka itulah yang dimaksudkan dalam ayat ini, bahwa mereka merasa gembira dan beruntung tidak diikutsertakan oleh Rasulullah berperang di Tabuk.
Sebenarnya hati mereka tidak mau berperang, baik dengan harta ataupun dengan diri mereka untuk menegakkan agama Allah.
Tidak tergores sedikitpun dalam hati mereka, bahwa turut berperang itu adalah keuntungan besar.
Tetapi mereka berbuat sebaliknya;
mereka mengacau dan melemahkan semangat berperang kaum Muslimin.
Mereka mengatakan kepada kawan-kawan mereka, tidak usah ikut berperang.
Segala kesukaran seperti panas dan terik, jauhnya perjalanan, kurangnya perbekalan dan lain-lainnya, selalu mereka jadikan alat propaganda untuk menghalang-halangi kaum Muslimin berperang dan untuk memadamkan semangat perjuangan.


Tetapi semuanya itu tidak melemahkan semangat kaum Muslimin malahan menambah semangat dan kekuatan, sehingga akhirnya kaum Muslimin kembali dari perang Tabuk itu dengan selamat, setelah musuh mundur dengan penuh ketakutan, Rasulullah disuruh menyampaikan kepada orang-orang munafik, bahwa api neraka Jahannam yang akan mereka derita nanti lebih panas jika mereka mau mengerti.

Tafsir QS. At Taubah (9) : 81. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Orang-orang munafik itu menolak ikut serta berperang bersama Rasulullah dan umat Islam.
Mereka merasa lebih enak tinggal di Madinah setalah Rasulullah meninggalkan kota itu, dan merasa senang tidak menaati perintah untuk berjihad bersamanya.


Selain itu, mereka tidak suka berjuang dengan harta dan berkorban jiwa demi membela dan menegakkan agama Allah.
Mereka lantas mempengaruhi orang lain untuk tinggal bersama mereka dan menakut-nakuti betapa sengsaranya berperang di musim panas.


Katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad,
"Jika kalian mau berfikir, kalian tentu ingat bahwa api neraka jauh lebih panas dan lebih kejam dari apa yang kalian takuti sekarang."

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang yang ditinggalkan oleh Rasulullah itu bergembira dengan diamnya mereka di Madinah, mereka tidak mau mengikuti Rasul.
Mereka tidak suka berjihad bersamanya dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah.


Mereka berkata kepada yang lain,
"Jangan kalian berperang di waktu panas ini"
Peristiwa perang Tabuk memang terjadi pada musim yang sangat panas.
Katakanlah kepada mereka olehmu (wahai Rasul),
"Sesungguhnya api neraka lebih sangat panas, kalau mereka mengetahuinya."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang yang ditinggalkan merasa gembira) yaitu mereka yang tidak ikut ke Tabuk


(dengan tinggalnya mereka) dengan ketidakikutan mereka


(sesudah) keberangkatan


(Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata,) artinya sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian yang lain


("Janganlah kalian berangkat) maksudnya janganlah kalian pergi untuk berjihad


(dalam panas terik ini."
Katakanlah,
"Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas) daripada panasnya Tabuk.
Yang lebih utama ialah hendaknya mereka menghindarkan diri daripada panasnya Jahanam itu, yaitu dengan ikut berperang dan tidak tinggal di tempat


(jika mereka mengetahui) artinya jika mereka mengetahui hal tersebut, tentulah mereka tidak akan tinggal di tempat dan pasti ikut berjihad.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman mencela orang-orang munafik yang tidak ikut menemani Rasulullah ﷺ berangkat ke medan Perang Tabuk, dan bahkan mereka gembira dengan ketidakberangkatan mereka setelah Nabi ﷺ berangkat.

…dan mereka tidak suka berjihad.

Bersama Rasulullah ﷺ

…dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata.

Yakni sebagian dari orang-orang munafik itu berkata kepada sebagian yang lainnya.

Janganlah kalian berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.

Demikian itu karena keberangkatan ke medan Tabuk bertepatan dengan musim panas yang terik, yaitu di saat orang-orang sedang suka bernaung di bawah pohon yang sedang berbuah.
Karena itulah mereka berkata kepada sesamanya:
Janganlah kalian berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.
(QS. At-Taubah [9]: 81)

Maka Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman kepada Rasul-Nya:

Katakanlah (kepada mereka),
"Neraka Jahannam itu.


Yaitu neraka Jahannam yang kelak bakal menjadi tempat tinggal kalian.

…lebih sangat panas (nya).

Panasnya lebih daripada panas terik yang kalian hindari itu, bahkan jauh lebih panas pula daripada api (di dunia ini).

Imam Malik telah meriwayatkan dari Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
"Api manusia yang biasa kalian nyalakan itu merupakan seper­tujuh puluh dari panasnya api neraka Jahannam."
Mereka (para sahabat bertanya),
"Wahai Rasulullah, sekalipun panas api itu sudah cukup."
Rasulullah ﷺ bersabda,
"Api neraka Jahannam lebih panas enam puluh sembilan kali lipat daripada api di dunia."

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahihain melalui hadis Malik dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abuz Zanad, dari Al-A’raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya api kalian ini merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian neraka Jahannam.
padahal telah dicelup dua kali ke dalam laut.
Seandainya tidak dicelup dahulu, niscaya Allah tidak akjan memberikan manfaat apapun padanya bagi seseorang.

Hadis ini pun sanadnya sahih.

Imam Abu Isa At-Turmuzi dan Ibnu Majah telah meriwayatkan:


dari Abbas Ad-Duri dan dari Yahya ibnu Abu Bukair, dari Syarik, dari Asim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Allah menyalakan api selama seribu tahun hingga berwarna merah, kemudian menyalakannya lagi selama seribu tahun hingga warnanya menjadi putih, lalu menyalakannya lagi selama seribu tahun hingga berubah warna menjadi hitam, maka api (neraka) itu berwarna hitam seperti malam yang gelap gulita.

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa ia tidak mengetahui seorang pun yang me-rafa -kannya kecuali hanya Yahya.

Al-Hafiz Abu Bakar Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan dari Ibrahim ibnu Muhammad, dari Muhammad ibnul Husain ibnu Makram, dari Ubaidillah ibnu Sa’id.
dari pamannya, dari Syarik (yaitu Ibnu Abdullah An-Nakhi’) dengan
Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan pula melalui riwayat Mubarak ibnu Fudalah, dari Sabit, dari
Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya:
dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
(At Tahriim:
6)
Lalu beliau ﷺ bersabda:
Allah menyalakannya selama seribu tahun hingga warnanya menjadi putih, dan seribu tahun lagi hingga warnanya menjadi merah, lalu seribu tahun lagi hingga warnanya menjadi hitam seperti malam hari, nyalanya tidak bersinar.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani telah meriwayatkan melalui hadis Tamam ibnu Najih —yang masih diperselisihkan predikatnya—, dari Al-Hasan, dari Anas yang me-rafa’-kannya:

Seandainya suatu percikan (dari api neraka Jahannam) ada di belahan timur (bumi), niscaya panasnya akan terasa sampai ke belahan barat (nya).

Al-A’masy telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, darf An-Nu’man ibnu Basyir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya kelak di hari kiamat adalah seseorang yang mengenakan sepasang terompah dan sepasang tali terompah dari api neraka Jahannam.
Karena keduanya itu otak orang yang bersangkutan mendidih, sebagaimana panci mendidih.
Seakan-akan tidak ada seseorang dari kalangan penghuni neraka yang lebih berat siksanya daripada dia, padahal kenyataannya dia adalah yang paling ringan siksaannya daripada mereka.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahihain melalui hadis Al-A’masy.

Muslim telah mengatakan pula bahwa:


telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syibah, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepada kami Zuhair ibnu Muhammad, dari Suhail ibnu Abu Saleh, dari An-Nu’man ibnu Abu Ayyasy, dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:
Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya di hari kiamat ialah seseorang yang dipakaikan kepadanya sepasang terompah dari api, otaknya mendidih karena panas kedua terompahnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Ajlan, bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan hadis berikut dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah seorang lelaki yang dipakaikan kepadanya sepasang terompah, hingga otaknya mendidih karena panas kedua terompahnya.

Sanad ini jayyid lagi kuat, semua perawinya dengan syarat Imam Mus­lim.
Hadis dan asar mengenai hal ini cukup banyak.

Allah subhanahu wa ta’ala, telah berfirman di dalam Kitab-Nya yang mulia:

Sekali-kali tidak dapat.
Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala.
(QS. Al-Ma’aarij [70]: 15-16)

Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya.
(Kepada mereka dikatakan),
"Rasakanlah azab yang membakar ini."(QS. Al-Hajj [22]: 19-22)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab (An–Nisa :
56)

Dan dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan melalui firman-Nya:

Katakanlah."Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya),"
jikalau mereka mengetahui.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taubah (9) Ayat 81

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk jihad beserta beliau di musim panas.
Berkatalah beberapa orang di antaranya yang hadir: “Ya Rasulullah.
Sekarang sedang panas terik, kami tidak kuat keluar untuk berjihad di waktu panas begini.
Oleh karena itu janganlah berangkat di waktu panas.” Maka turunlah akhir ayat ini (At-Taubah: 81) yang menegaskan bahwa neraka jahanam itu lebih panas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa pada waktu panas terik, Rasulullah ﷺ berangkat ke Tabuk.
Berkatalah seseorang dari At-Taubah: 81) sebagai peringatan akan ancaman Allah.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari ‘Ashim bin ‘Amr bin Qatadah dan ‘Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm bahwa seorang munafik berkata: “Janganlah kalian keluar berperang di waktu panas begini.” Maka turunlah ayat ini (At-Taubah: 81) yang mengancam dengan neraka jahanam yang lebih panas.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 81

HARR
حَرّ

Arti At Taubah (9), ayat 81 (dua kali);
An Nahl (16), ayat 81.
At Taubah yang disebut dua kali digunakan untuk menggambarkan keadaan panas di dunia dan juga panasnya api neraka.
Sewaktu umat Islam mempersiapkan diri untuk Perang Tabuk, cuaca begitu panas.
Dalam keadaan yang demikian, orang munafik berusaha melemahkan semangat pasukan muslim dengan menyatakan, "Janganlah kalian berangkat ke medan perang dalam cuaca yang panas ini (fill harr). Namun, Rasulullah membalas ucapan mereka dengan berkata,
"Api neraka Jahannam itu lebih panas apabila dibandingkan dengan panas yang ada di dunia"

Sedangkan dalam surah An Nahl (16), ayat 81, Allah menyebutkan beberapa nikmat dan anugerah yang diberikan kepada manusia diantaranya adalah nikmat pakaian yang melindungi manusia dari rasa panas.
Dalam ayat ini, Allah tidak menyebutkan fungsi pakaian yang dapat melindungi manusia dari cuaca sejuk karena perkara itu disebutkan pada awal surah yaitu dalam surah Al Nahl (16), ayat 5. Pada awal surah, Allah menerangkan nikmat-nikmat dasar yang utama yang dianugerahkan kepada manusia, diantaranya adalah nikmat pakaian yang dapat melindungi dari hawa dingin.

Sementara pada akhir surah, Allah menyebutkan nikmat-nikmat tambahan yang menyempurnakan nikmat dasar itu.
Diantaranya adalah nikmat pakaian yang dapat melindungi manusia dari hawa panas.
Nikmat yang banyak diterangkan dalam surah ini menyebabkan surah ini juga diberi nama surah An Ni’aam (surah kenikmatan). Dengan menyebutkan nikmat-nikmat ini, Allah bermaksud mengingatkan manusia supaya mereka bersyukur, berserah diri, mengakui keagungan dan kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, Faathir (35), ayat 21. Dalam ayat ini, Allah membandingkan dua perkara yang memang berbeda yaitu antara keteduhan dan perlindungan dengan panasnya sinar matahari.
Perbedaan dua perkara ini dijadikan perumpamaan bagi jelasnya perbedaan antara iman dan kufur.

Abdur Rahman Hasan Habannakah berkata,
"Kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang beriman mempunyai tingkat yang berbeda-beda.
Kepenatan yang dirasakan oleh orang kafir juga mempunyai tingkat yang berbeda-beda.
Kenikmatan yang dirasa kan orang beriman adalah serupa dengan kenikmatan yang dirasakan orang yang berteduh dari panasnya matahari.
Kepenatan yang dirasakan orang kafir serupa dengan kepenatan yang dirasakan orang yang berjemur dibawah panasnya matahari.
Sakitnya sengatan sinar matahari yang dirasakan oleh mereka juga bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkat panasnya.
Perbedaan tingkat panasnya sinar matahari ini adalah serupa dengan perbedaan tingkat-tingkat kekafiran yang dilakukan manusia."

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:192

Unsur Pokok Surah At Taubah (التوبة‎‎)

Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri, yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman.
▪ Pembalasan atas amal amalan manusia hanya dari Allah.
▪ Segala sesuatu menurut sunnatullah.
▪ Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman.
▪ Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

▪ Kewajiban menafkahkan harta.
▪ Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya.
Jizyah.
▪ Perjanjian dan perdamaian.
▪ Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya.
▪ Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total.
▪ Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad ﷺ dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
Perang Tabuk.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 129 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 129

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taubah ayat 81 - Gambar 1 Surah At Taubah ayat 81 - Gambar 2
Statistik QS. 9:81
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, “Pengampunan”‎) adalah surah ke-9 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara’ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
Sending
User Review
4.5 (21 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

9:81, 9 81, 9-81, Surah At Taubah 81, Tafsir surat AtTaubah 81, Quran At-Taubah 81, Surah At Taubah ayat 81

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah At Taubah

۞ QS. 9:1 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 9:2 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:3 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:4 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung ArabShalat rukun Islam

۞ QS. 9:6 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Mengabulkan permohonan orang musyrik jika minta perlindungan

۞ QS. 9:7 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:8 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 9:11 Islam menghapus dosa masa lalu • Shalat rukun IslamZakat rukun Islam • Mengakui kewajiban shalat dan zakat berarti menjaga jiwa •

۞ QS. 9:12 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 9:15 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:16 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 9:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:18 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 9:19 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Allah menggerakkan hati manusia • Kebodohan orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman

۞ QS. 9:20 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 9:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga •

۞ QS. 9:22 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 9:23 Hukum memohon bantuan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:24 • Macam-macam fitnah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 9:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Azab orang kafir

۞ QS. 9:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 9:28 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab

۞ QS. 9:29 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:30 • Mendustai Allah

۞ QS. 9:31 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 9:32 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:35 • Nama-nama neraka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 9:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 9:42 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:44 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:45 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:46 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:47 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:48 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:49 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:50 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Maula (Maha Penolong) • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah •

۞ QS. 9:52 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:53 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:54 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:55 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:56 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 9:57 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:58 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:59 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:61 • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:62 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:63 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 9:64 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:65 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:66 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 9:67 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:68 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:69 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:70 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 9:72 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:73 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:74 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:75 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:77 • Sifat orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:78 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:79 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:80 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa terbesar

۞ QS. 9:81 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:82 • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:83 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:84 Sholat jenazah orang munafik • Siksa orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:85 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:86 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:87 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:88 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 9:89 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:90 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:91 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 9:92 • Toleransi Islam

۞ QS. 9:93 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:94 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:95 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:96 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:97 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:98 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 9:99 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 9:100 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:101 • Keluasan ilmu Allah • Siksa kubur • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Siksa orang munafik • Orang munafik dan siksa kubur

۞ QS. 9:102 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 9:103 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:104 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:105 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:106 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:107 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:109 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:110 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:111 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Berjual beli dengan Allah • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 9:112 Shalat rukun IslamPuasa rukun Islam • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 9:113 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 9:115 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 9:116 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 9:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Allah menggerakkan hati manusia •

۞ QS. 9:118 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:120 • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:121 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:123 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:124 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 9:125 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:126 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:127 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:129 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah & (kedatangan) hari kiamat & dia banyak menyebut Allah.
QS. Al-Ahzab [33]: 21

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat & bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.
Kami tidak meminta rezeki kepadamu,
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu.
Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.
QS. Ta Ha [20]: 132

Bila memegang kekuasaan, mereka tak mengusahakan perbaikan. Bahkan mereka menggunakannya untuk merusak & menghancurkan tanam-tanaman & binatang ternak. Allah tidak menyukai orang-orang seperti ini, karena Dia tidak menyukai kerusakan
QS. Al-Baqarah [2]: 205

Alquran adalah petunjuk & penawar bagi orang mukmin.
Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan,
sedang Alquran itu suatu kegelapan bagi mereka.
Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh
QS. Fussilat [41]: 44

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang ...

Benar! Kurang tepat!

Aurat dari tubuh pria adalah mulai ...

Benar! Kurang tepat!

Setelah Yakin, dalam surah Al-A'raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Surah Al-A'raf [7] : 26.
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.
--QS. Al A'raaf (Tempat yang tertinggi) - surah 7 ayat 26

+

Array

Fungsi pakaian adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan
--QS. Al A'raf [7]: 31

Pendidikan Agama Islam #4
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #4 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #4 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di bawah ini merupakan bukti bahwa Alquran adalah mukjizat yang terbesar adalah … Fungsi utama kandungan Alquran yang menjelaskan kisah umat terdahulu adalah sebagai … Yang berarti ”menggabungkan sesuatu dengan yang lain” adalah lafaz … Al-Lihyaniy berpendapat bahwa Alquran secara etimologi memiliki arti …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus

Ikrimah bin Abu Jahal

Siapa itu Ikrimah bin Abu Jahal? Ikrimah bin `Amr al-Makhzoumi (Arab: عكرمة بن عمرو المخزومي) adalah Sahabat Nabi Muhammad yang juga anak dari Abu Jahal. Ia adalah salah satu dari p...

Al-Hasyr

Apa itu Al-Hasyr? Surah Al-Hasyr (Arab: الحشر , “Pengusiran”) adalah surah ke-59 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 24 ayat. Dinamakan Al Hasyr yang ...

imam

Apa itu imam? (1) pemimpin salat (pada salat yang dilakukan bersama-sama seperti pada salat Jumat); (2) pemimpin; kepala (negeri dan sebagainya); (3) (di-pakai juga sebagai gelar) pemimpin; penghulu;...