Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

At Taubah

At Taubah (Pengampunan) surah 9 ayat 81


فَرِحَ الۡمُخَلَّفُوۡنَ بِمَقۡعَدِہِمۡ خِلٰفَ رَسُوۡلِ اللّٰہِ وَ کَرِہُوۡۤا اَنۡ یُّجَاہِدُوۡا بِاَمۡوَالِہِمۡ وَ اَنۡفُسِہِمۡ فِیۡ سَبِیۡلِ اللّٰہِ وَ قَالُوۡا لَا تَنۡفِرُوۡا فِی الۡحَرِّ ؕ قُلۡ نَارُ جَہَنَّمَ اَشَدُّ حَرًّا ؕ لَوۡ کَانُوۡا یَفۡقَہُوۡنَ
Farihal mukhallafuuna bimaq’adihim khilaafa rasuulillahi wakarihuu an yujaahiduu biamwaalihim waanfusihim fii sabiilillahi waqaaluuu laa tanfiruu fiil harri qul naaru jahannama asyaddu harran lau kaanuu yafqahuun(a);

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata:
“Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”.
Katakanlah:
“Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui.
―QS. 9:81
Topik ▪ Neraka ▪ Nama-nama neraka ▪ Pahala Iman
9:81, 9 81, 9-81, At Taubah 81, AtTaubah 81, At-Taubah 81
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 81. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan keadaan orang-orang munafik yang tidak diikutkan oleh Nabi untuk berperang.
Peristiwa ini terjadi pada perang Tabuk, yaitu suatu peperangan yang terjadi sesudah penaklukan kota Mekah.
Peperangan ini adalah peperangan yang terakhir dilakukan Rasulullah ﷺ Ada orang yang menyampaikan berita kepada Rasulullah, bahwa kerajaan Romawi telah menyiapkan angkatan perangnya untuk menyerang kaum Muslimin di perbatasan utara tanah Arab.
Pada waktu itu sedang musim panas yang sangat terik, jarak perjalanan dari Madinah ke tempat perbatasan itu sangat jauh.
Kesulitan dan kesukaran dalam perjalanan sangat banyak.
Sedang waktu itu kaum Muslimin sedang dalam serba kekurangan.
Rasulullah mulai menyiapkan tentara untuk pergi menghadapi angkatan perang kerajaan Romawi itu.
Kepada orang-orang kaya Rasulullah ﷺ meminta bantuan untuk bekal dalam peperangan.
Maka berdatanganlah bantuan berupa uang dan benda dari hartawan dan dermawan dengan secara ikhlas karena hendak meninggikan kalimat Allah di atas permukaan bumi.
Segenap kabilah yang telah memeluk Islam telah menyatakan ketaatannya untuk turut berperang bersama Rasulullah ﷺ Mereka telah menyediakan dirinya dan hartanya untuk berperang.
Mereka tidak takut panas teriknya matahari, tidak takut lapar dan dahaga dalam perjalanan mengarungi padang pasir yang sangat jauh untuk menggempur musuh yang angkara murka.

Akhirnya Rasulullah dapat mengumpulkan angkatan perangnya dengan sempurna sebanyak 30.000 orang yang di antaranya ada kira-kira 10.000 barisan berkuda.
Rasulullah ﷺ mengetahui bahwa dalam angkatan itu turut pula Abdullah bin Ubay, pimpinan orang munafik, bersama-sama dengan pengikut-pengikutnya.
Oleh karena itu Rasulullah ﷺ meragukan iktikad baik orang-orang munafik itu, takut kalau-kalau di tengah perjalanan mereka membuat heboh dan mengacau, maka Rasulullah ﷺ menyuruh mereka tinggal saja di Madinah dan tidak usah ikut berperang.

Mereka itulah yang diterangkan dalam ayat ini, bahwa mereka merasa gembira dan beruntung tidak diikutsertakan oleh Rasulullah berperang di peperangan Tabuk itu.
Sebenarnya hati mereka tidak mau berperang, baik dengan harta atau pun dengan diri mereka untuk menegakkan agama Allah.
Tidak tergores sedikit pun dalam hati mereka, bahwa turut berperang itu adalah keuntungan besar.
Bahkan mereka berbuat sebaliknya, mereka mengacau dan melemahkan semangat berperang kaum Muslimin.
Mereka mengatakan kepada kawan-kawan mereka, tidak usah turut berperang, sekarang musim panas yang sangat terik.
Segala kesukaran seperti panas dan terik, jauhnya perjalanan, kurangnya perbekalan dan lain-lainnya, selalu mereka jadikan alat propaganda untuk menghalang-halangi kaum Muslimin dan untuk memadamkan semangat perjuangan.

Tetapi semuanya itu tidak melemahkan semangat kaum Muslimin malahan menambah semangat dan kekuatan sehingga akhirnya kaum Muslimin kembali dari perang Tabuk itu dengan selamat setelah musuh mundur dengan penuh ketakutan.
Rasulullah disuruh menyampaikan kepada orang-orang munafik bahwa api neraka Jahanam yang akan mereka derita nanti lebih panas jika mereka mau mengerti.

At Taubah (9) ayat 81 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy At Taubah (9) ayat 81 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi At Taubah (9) ayat 81 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Orang-orang munafik itu menolak ikut serta berperang bersama Rasulullah dan umat Islam.
Mereka merasa lebih enak tinggal di Madinah setalah Rasulullah meninggalkan kota itu, dan merasa senang tidak menaati perintah untuk berjihad bersamanya.
Selain itu, mereka tidak suka berjuang dengan harta dan berkorban jiwa demi membela dan menegakkan agama Allah.
Mereka lantas mempengaruhi orang lain untuk tinggal bersama mereka dan menakut-nakuti betapa sengsaranya berperang di musim panas.
Katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad, "Jika kalian mau berfikir, kalian tentu ingat bahwa api neraka jauh lebih panas dan lebih kejam dari apa yang kalian takuti sekarang."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Orang-orang yang ditinggalkan merasa gembira) yaitu mereka yang tidak ikut ke Tabuk (dengan tinggalnya mereka) dengan ketidakikutan mereka (sesudah) keberangkatan (Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata,) artinya sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian yang lain ("Janganlah kalian berangkat) maksudnya janganlah kalian pergi untuk berjihad (dalam panas terik ini." Katakanlah, "Api neraka Jahanam itu lebih sangat panas) daripada panasnya Tabuk.
Yang lebih utama ialah hendaknya mereka menghindarkan diri daripada panasnya Jahanam itu, yaitu dengan ikut berperang dan tidak tinggal di tempat (jika mereka mengetahui) artinya jika mereka mengetahui hal tersebut, tentulah mereka tidak akan tinggal di tempat dan pasti ikut berjihad.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang ditinggalkan oleh Rasulullah itu bergembira dengan diamnya mereka di Madinah, mereka tidak mau mengikuti Rasul.
Mereka tidak suka berjihad bersamanya dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah.
Mereka berkata kepada yang lain :
Jangan kalian berperang di waktu panas ini! Peristiwa Perang Tabuk memang terjadi pada musim yang sangat panas.
Katakanlah kepada mereka olehmu (wahai Rasul) :
Sesungguhnya api neraka lebih sangat panas, kalau mereka mengetahuinya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman mencela orang-orang munafik yang tidak ikut menemani Rasulullah ﷺ berangkat ke medan Perang Tabuk, dan bahkan mereka gembira dengan ketidakberangkatan mereka setelah Nabi ﷺ berangkat.

...dan mereka tidak suka berjihad.

Bersama Rasulullah ﷺ

...dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata.

Yakni sebagian dari orang-orang munafik itu berkata kepada sebagian yang lainnya.

Janganlah kalian berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.

Demikian itu karena keberangkatan ke medan Tabuk bertepatan dengan musim panas yang terik, yaitu di saat orang-orang sedang suka bernaung di bawah pohon yang sedang berbuah.
Karena itulah mereka berkata kepada sesamanya: Janganlah kalian berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini.
(At Taubah:81)

Maka Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman kepada Rasul-Nya:

Katakanlah (kepada mereka), "Neraka Jahannam itu.

Yaitu neraka Jahannam yang kelak bakal menjadi tempat tinggal kalian.

...lebih sangat panas (nya).

Panasnya lebih daripada panas terik yang kalian hindari itu, bahkan jauh lebih panas pula daripada api (di dunia ini).

Imam Malik telah meriwayatkan dari Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: "Api manusia yang biasa kalian nyalakan itu merupakan seper­tujuh puluh dari panasnya api neraka Jahannam.” Mereka (para sahabat bertanya), "Wahai Rasulullah, sekalipun panas api itu sudah cukup.” Rasulullah ﷺ bersabda, "Api neraka Jahannam lebih panas enam puluh sembilan kali lipat daripada api di dunia.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahihain melalui hadis Malik dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Abuz Zanad, dari Al-A'raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya api kalian ini merupakan suatu bagian dari tujuh puluh bagian neraka Jahannam.
padahal telah dicelup dua kali ke dalam laut.
Seandainya tidak dicelup dahulu, niscaya Allah tidak akjan memberikan manfaat apapun padanya bagi seseorang.

Hadis ini pun sanadnya sahih.

Imam Abu Isa At-Turmuzi dan Ibnu Majah telah meriwayatkan:

dari Abbas Ad-Duri dan dari Yahya ibnu Abu Bukair, dari Syarik, dari Asim, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Allah menyalakan api selama seribu tahun hingga berwarna merah, kemudian menyalakannya lagi selama seribu tahun hingga warnanya menjadi putih, lalu menyalakannya lagi selama seribu tahun hingga berubah warna menjadi hitam, maka api (neraka) itu berwarna hitam seperti malam yang gelap gulita.

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa ia tidak mengetahui seorang pun yang me-rafa -kannya kecuali hanya Yahya.

Al-Hafiz Abu Bakar Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan dari Ibrahim ibnu Muhammad, dari Muhammad ibnul Husain ibnu Makram, dari Ubaidillah ibnu Sa'id.
dari pamannya, dari Syarik (yaitu Ibnu Abdullah An-Nakhi') dengan lafaz yang semisal.

Ibnu Murdawaih telah meriwayatkan pula melalui riwayat Mubarak ibnu Fudalah, dari Sabit, dari Anas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca firman-Nya: dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.
(At Tahriim:6) Lalu beliau ﷺ bersabda: Allah menyalakannya selama seribu tahun hingga warnanya menjadi putih, dan seribu tahun lagi hingga warnanya menjadi merah, lalu seribu tahun lagi hingga warnanya menjadi hitam seperti malam hari, nyalanya tidak bersinar.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani telah meriwayatkan melalui hadis Tamam ibnu Najih —yang masih diperselisihkan predikatnya—, dari Al-Hasan, dari Anas yang me-rafa'-kannya:

Seandainya suatu percikan (dari api neraka Jahannam) ada di belahan timur (bumi), niscaya panasnya akan terasa sampai ke belahan barat (nya).

Al-A'masy telah meriwayatkan dari Abu Ishaq, darf An-Nu'man ibnu Basyir yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksanya kelak di hari kiamat adalah seseorang yang mengenakan sepasang terompah dan sepasang tali terompah dari api neraka Jahannam.
Karena keduanya itu otak orang yang bersangkutan mendidih, sebagaimana panci mendidih.
Seakan-akan tidak ada seseorang dari kalangan penghuni neraka yang lebih berat siksanya daripada dia, padahal kenyataannya dia adalah yang paling ringan siksaannya daripada mereka.

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam kitab Sahihain melalui hadis Al-A'masy.

Muslim telah mengatakan pula bahwa:

telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Syibah, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Kasir, telah menceritakan kepada kami Zuhair ibnu Muhammad, dari Suhail ibnu Abu Saleh, dari An-Nu'man ibnu Abu Ayyasy, dari Abu Sa'id Al-Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya di hari kiamat ialah seseorang yang dipakaikan kepadanya sepasang terompah dari api, otaknya mendidih karena panas kedua terompahnya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yahya dari Ibnu Ajlan, bahwa ia pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan hadis berikut dari Nabi ﷺ yang telah bersabda: Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan siksaannya ialah seorang lelaki yang dipakaikan kepadanya sepasang terompah, hingga otaknya mendidih karena panas kedua terompahnya.

Sanad ini jayyid lagi kuat, semua perawinya dengan syarat Imam Mus­lim.
Hadis dan asar mengenai hal ini cukup banyak.

Allah subhanahu wa ta'ala.
telah berfirman di dalam Kitab-Nya yang mulia:

Sekali-kali tidak dapat.
Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, yang mengelupaskan kulit kepala.
(Al Ma'aarij:15-16)

Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
Dengan air itu dihancurluluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya.
(Kepada mereka dikatakan), "Rasakanlah azab yang membakar ini.”(Al Hajj:19-22)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka.
Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab (An–Nisa : 56)

Dan dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan melalui firman-Nya:

Katakanlah.”Api neraka Jahannam itu lebih sangat panas (nya)," jikalau mereka mengetahui.

Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taubah (9) Ayat 81

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk jihad beserta beliau di musim panas.
Berkatalah beberapa orang di antaranya yang hadir: “Ya Rasulullah.
Sekarang sedang panas terik, kami tidak kuat keluar untuk berjihad di waktu panas begini.
Oleh karena itu janganlah berangkat di waktu panas.” Maka turunlah akhir ayat ini (Baraa’ah: 81) yang menegaskan bahwa neraka jahanam itu lebih panas.

Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Muhammad bin Ka’b al-Qurazhi bahwa pada waktu panas terik, Rasulullah ﷺ berangkat ke Tabuk.
Berkatalah seseorang dari bani Salamah: “Janganlah kalian berangkat berperang pada waktu panas begini.” Maka turunlah ayat tersebut di atas (Baraa’ah: 81) sebagai peringatan akan ancaman Allah.

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi di dalam kitab ad-Dalaa-il, dari Ibnu Ishaq yang bersumber dari ‘Ashim bin ‘Amr bin Qatadah dan ‘Abdullah bin Abi Bakr bin Hazm bahwa seorang munafik berkata: “Janganlah kalian keluar berperang di waktu panas begini.” Maka turunlah ayat ini (Baraa’ah: 81) yang mengancam dengan neraka jahanam yang lebih panas.

Sumber : Asbabun Nuzul-K.H.Q.Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 81

HARR
حَرّ

Arti lafaz harr adalah keadaan panas, lawan bagi lafaz keadaan sejuk. Keadaan panas ini ada kalanya terjadi di dalam ruangan bersumber dari benda yang panas seperti mathaari atau api. Ada kalanya juga terjadi pada tubuh manusia seperti panas yang dialami oleh orang yang demam. Sementara lafaz haruur bermaksud hembusan angin panas atau keadaan panas itu sendiri. Sedangkan Abdur Rahman Hasan Habannakah mengertikan haruur dengan panasnya sinar matahari yang sampai ke bumi.

Di dalam Al Qur'an, lafaz al harr diulang tiga kali yaitu dalam surah:
-At Taubah (9), ayat 81 (dua kali);
-An Nahl (16), ayat 81.

Lafaz al harr dalam surah At­ Taubah yang disebut dua kali digunakan untuk menggambarkan keadaan panas di dunia dan juga panasnya api neraka. Sewaktu umat Islam mempersiapkan diri untuk Perang Tabuk, cuaca begitu panas. Dalam keadaan yang demikian, orang munafik berusaha me­lemahkan semangat pasukan muslim dengan menyatakan, "Janganlah kalian berangkat ke medan perang dalam cuaca yang panas ini (fill harr). Namun, Rasulullah membalas ucapan mereka dengan berkata,
"Api neraka Jahannam itu lebih panas apabila dibandingkan dengan panas yang ada di dunia"

Sedangkan dalam surah An Nahl (16), ayat 81, Allah menyebutkan beberapa nikmat dan anugerah yang diberikan kepada manusia diantaranya adalah nikmat pakaian yang melindungi manusia dari rasa panas. Dalam ayat ini, Allah tidak menyebutkan fungsi pakaian yang dapat melindungi manusia dari cuaca sejuk karena perkara itu disebutkan pada awal surah yaitu dalam surah Al­ Nahl (16), ayat 5. Pada awal surah, Allah menerangkan nikmat-nikmat dasar yang utama yang dianugerahkan kepada manusia, diantaranya adalah nikmat pakaian yang dapat melindungi dari hawa dingin.

Sementara pada akhir surah, Allah menyebutkan nikmat-nikmat tambah­an yang menyempurnakan nikmat dasar itu. Diantaranya adalah nikmat pakaian yang dapat melindungi manusia dari hawa panas. Nikmat yang banyak diterangkan dalam surah ini menyebabkan surah ini juga di­beri nama surah An Ni'aam (surah kenikmat­an). Dengan menyebutkan nikmat-nikmat ini, Allah bermaksud mengingatkan manusia supaya mereka bersyukur, berserah diri, me­ngakui keagungan dan kasih sayang Allah kepada mereka.

Sementara itu, lafaz haruur disebut hanya sekali saja di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah Faathir (35), ayat 21. Dalam ayat ini, Allah membandingkan dua perkara yang memang berbeda yaitu antara keteduhan dan perlindungan dengan panasnya sinar matahari. Perbedaan dua perkara ini dijadikan perumpamaan bagi jelasnya perbedaan antara iman dan kufur.

Abdur Rahman Hasan Habannakah berkata,
"Kenikmatan yang dirasakan oleh orang yang beriman mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Kepenatan yang dirasakan oleh orang kafir juga mempunyai tingkat yang berbeda-beda. Kenikmatan yang dirasa­ kan orang beriman adalah serupa dengan kenikmatan yang dirasakan orang yang berteduh dari panasnya matahari. Kepenatan yang dirasakan orang kafir serupa dengan kepenatan yang dirasakan orang yang berjemur dibawah panasnya matahari. Sakitnya sengatan sinar matahari yang dirasakan oleh mereka juga bertingkat-tingkat sesuai dengan tingkat panasnya. Perbedaan tingkat panasnya sinar matahari ini adalah serupa dengan perbedaan tingkat-tingkat kekafiran yang dilakukan manusia."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:192

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh 'Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.


Gambar Kutipan Surah At Taubah Ayat 81 *beta

Surah At Taubah Ayat 81



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah At Taubah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
4.5
Rating Pembaca: 4.5 (21 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku