Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 79 [QS. 9:79]

اَلَّذِیۡنَ یَلۡمِزُوۡنَ الۡمُطَّوِّعِیۡنَ مِنَ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ فِی الصَّدَقٰتِ وَ الَّذِیۡنَ لَا یَجِدُوۡنَ اِلَّا جُہۡدَہُمۡ فَیَسۡخَرُوۡنَ مِنۡہُمۡ ؕ سَخِرَ اللّٰہُ مِنۡہُمۡ ۫ وَ لَہُمۡ عَذَابٌ اَلِیۡمٌ
Al-ladziina yalmizuunal muth-thau-wi’iina minal mu’miniina fiish-shadaqaati waal-ladziina laa yajiduuna ilaa juhdahum fayaskharuuna minhum sakhirallahu minhum walahum ‘adzaabun aliimun;
(Orang munafik) yaitu mereka yang mencela orang-orang beriman yang memberikan sedekah dengan sukarela dan yang (mencela) orang-orang yang hanya memperoleh (untuk disedekahkan) sekedar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka.
Allah akan membalas penghinaan mereka, dan mereka akan mendapat azab yang pedih.
―QS. At Taubah [9]: 79

Daftar isi

Those who criticize the contributors among the believers concerning (their) charities and (criticize) the ones who find nothing (to spend) except their effort, so they ridicule them – Allah will ridicule them, and they will have a painful punishment.
― Chapter 9. Surah At Taubah [verse 79]

ٱلَّذِينَ orang-orang yang

Those who
يَلْمِزُونَ (mereka) mencela

criticize
ٱلْمُطَّوِّعِينَ orang-orang yang memberi dengan sukarela

the ones who give willingly
مِنَ dari

of
ٱلْمُؤْمِنِينَ orang-orang mukmin

the believers
فِى dalam

concerning
ٱلصَّدَقَٰتِ sedekah

the charities,
وَٱلَّذِينَ dan orang-orang yang

and those who
لَا tidak

not
يَجِدُونَ mereka memperoleh

find
إِلَّا selain

except
جُهْدَهُمْ kesanggupan mereka

their effort,
فَيَسْخَرُونَ maka mereka menghina

so they ridicule
مِنْهُمْ dari mereka

them,
سَخِرَ menghina

ridiculed
ٱللَّهُ Allah

Allah
مِنْهُمْ dari mereka

them,
وَلَهُمْ dan bagi mereka

and for them
عَذَابٌ azab

(is) a punishment
أَلِيمٌ yang pedih

painful.

Tafsir

Alquran

Surah At Taubah
9:79

Tafsir QS. At Taubah (9) : 79. Oleh Kementrian Agama RI


Sabab Nuzul:
Ada beberapa riwayat yang menerangkan sebab turunnya ayat ini, di antaranya ialah seperti yang dinukilkan oleh al-Wahidi dalam kitab Asbab an-Nuzul:
diriwiyatkan oleh al-Bazzar dari Abu Hurairah, ia berkata:
Rasulullah ﷺ telah bersabda,
"Bersedekahlah kamu, sesungguhnya aku akan mengirimkan satu pasukan untuk pergi berperang (Perang Tabuk),"
maka datanglah Abdurrahman bin Auf menghadap Rasulullah ﷺ lalu berkata,
"Ya Rasulullah, saya ada mempunyai 4 ribu dinar, yang dua ribu aku sedekahkan sebagai pinjamanku kepada Tuhan dan dua ribu dinar lagi untuk belanja rumah tanggaku."
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Semoga Allah memberimu berkah atas pemberianmu itu, dan memberi berkat pula terhadap yang engkau tinggalkan.
"
Kemudian datang lagi seorang dari kaum Anshar yang mempunyai dua gantang kurma, seraya berkata,
"Ya Rasulullah, saya ada mempunyai dua gantang kurma, yang satu gantang aku sedekahkan dan satu gantang lagi untuk keluargaku."
Menyaksikan kejadian itu orang-orang munafik mengejek seraya katanya,
"Abdurrahman bin Auf hanya mau memberikan sedekahnya karena ria saja.
"
Sedang yang memberikan satu gantang kurma, mereka mengejek dengan kata,
"Allah dan Rasul tidak memerlukan yang segantang ini."
Maka turunlah ayat ini.



Dalam ayat ini Allah ﷻ menerangkan bagaimana ejekan dan hinaan orang-orang munafik terhadap orang-orang mukmin yang dengan penuh kepatuhan memberikan sedekah mereka kepada Rasulullah untuk dana tentara Islam berperang.
Kepada yang memberikan banyak, mereka mengejek dengan perbuatan ria dan kepada yang memberikan sedikit, mereka hina pula, padahal orang-orang mukmin memberikan sedekah itu, adalah dengan hati yang ikhlas semata-mata karena Allah mengharapkan keridaan Allah.


Ejekan dan hinaan orang-orang munafik seperti itu tidak mengurangi semangat orang-orang mukmin untuk berjuang, bahkan mereka sendirilah yang akan dicelakakan.
Allah ﷻ akan menghina dan mengejek mereka dan bagi mereka disediakan siksa yang pedih nanti di akhirat.

Tafsir QS. At Taubah (9) : 79. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Di antara kekurangan orang-orang munafik, selain kikir, adalah bahwa mereka suka menganggap rendah sedekah yang dikeluarkan orang-orang kaya Muslim untuk fakir miskin.
Mereka juga mengejek orang-orang Muslim yang tidak kaya tetapi tetap bersedekah.


Allah membalas ejekan dan hinaan mereka dengan menyingkap keburukan-keburukan mereka, dan menjadikan mereka sebagai bahan ejekan orang banyak.
Dan akhirat, mereka mereka akan menerima siksa yang pedih.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Orang-orang munafik itu selain kikir, mereka juga selalu berusaha menyakiti orang-orang yang hendak bersedekah.
Apabila orang kaya bersedekah dengan harta yang banyak, mereka mencelanya dan menganggap mereka riya.


Dan apabila orang fakir yang bersedekah menurut kemampuannya, mereka mengejeknya sambil berkata:
Apa yang bisa diharapkan dari sedekahmu itu?
Sesungguhnya Allah akan membalas penghinaan orang-orang munafik itu, dan untuk mereka siksa yang sangat pedih dan hina.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Orang-orang) menjadi mubtada


(yang mencela) menganggap aib


(orang-orang yang dengan suka rela) senang hati


(memberi sedekah dari kalangan orang-orang mukmin, dan mencela orang-orang yang tidak memperoleh sekadar kesanggupannya) kemampuannya lalu mereka menyedekahkannya


(maka orang-orang munafik itu menghina mereka) sedangkan khabar daripada mubtada tadi ialah


(Allah akan membalas penghinaan mereka itu) artinya, Allah membalas penghinaannya


(dan untuk mereka azab yang pedih).

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Apa yang disebutkan oleh ayat ini pun merupakan sebagian dari sifat orang-orang munafik.
Tidak ada seorang pun yang luput dari celaan dan cemoohan mereka dalam semua keadaan, hingga orang-orang yang taat bersedakah pun tidak luput dari cercaan mereka.
Jika ada seseorang dari mereka yang taat datang dengan membawa zakat yang banyak, maka orang-orang munafik mengatakan,
"Ini pamer."
Jika seseorang datang dengan membawa zakat yang sedikit jumlahnya, maka mereka berkata,
"Sesungguhnya Allah Mahakaya dari sedekah orang ini."


Imam Bukhari telah meriwayatkan bahwa telah menceritakan kepada kami Ubaidillah ibnu Sa’id, telah menceritakan kepada kami Abun Nu’man Al-Basri, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Sulaiman, dari Abu Wail, dari Abu Mas’ud r.a. yang mengatakan,
"Ketika ayat mengenai zakat diturunkan, kami sedang mencari nafkah sebagai pengangkut barang (tukang pikul) pada punggung kami.
Lalu datanglah seorang lelaki menyerahkan sedekahnya dalam jumlah yang banyak, maka mereka (orang-orang munafik) berkata, ‘Orang ini pamer.’ Kemudian datang pula lelaki lain menyedekahkan satu sa’ makanan (yakni jumlah sedikit), maka mereka berkata, ‘Sesungguhnya Allah Mahakaya dari sedekah orang ini.’ Lalu turunlah firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:


(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela para pemberi zakat yang sukarela., hingga akhir ayat’."

Imam Muslim telah meriwayatkannya pula di dalam kitab Sahih-nya melalui hadis Syu’bah dengan sanad yang sama.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yazid Al- Jariri, dari Abus Salili yang mengatakan,
"Ada seorang lelaki berdiri di tengah majelis kami di Baqi’, lalu ia berkata bahwa telah menceritakan kepadanya ayahnya atau pamannya, bahwa ia telah melihat Rasulullah ﷺ di Baqi’ ini mengucapkan sabdanya:
‘Barang siapa yang mengeluarkan suatu sedekah, maka aku akan membelanya karena sedekahnya itu kelak di hari kiamat’."
Perawi melanjutkan kisahnya,
"Lalu aku melepaskan sebagian dari kain serbanku sekali atau dua kali lipatan dengan maksud akan menyedekahkannya.
Tiba-tiba aku mengalami sesuatu yang biasa dialami oleh orang lain (pusing kepaia).
maka aku mengikatkan kembali kain serban­ku.
Lalu aku melihat seorang lelaki yang belum pernah aku melihat seseorang di Baqi’ ini yang lebih hitam kulitnya, lebih kecil tubuh­nya, dan lebih jelek tampangnya daripada lelaki itu.
Ia datang dengan membawa seekor unta yang digiringnya, aku belum pernah melihat seekor unta di Baqi’ ini yang lebih bagus daripada untanya.
Lalu lelaki itu berkata, ‘Wahai Rasulullah, apakah zakat?’ Rasul ﷺ menjawab, ‘Ya.’ Lelaki itu berkata."Silakan ambil unta ini’."
Perawi melanjutkan kisahnya,
"Lalu ada seorang lelaki (munafik) berkata, ‘Orang ini menyedekahkan unta itu.
Demi Allah, unta itu lebih baik daripadanya.’ Perkataannya itu terdengar oleh Rasulullah ﷺ, maka beliau menjawab.
Kamu dusta, bahkan orang ini jauh lebih baik daripada kamu dan unta itu sendiri.’ sebanyak tiga kali.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda lagi, ‘Celakalah bagi orang-orang yang mempunyai dua ratus ekor unta,"
sebanyak tiga kali.
Para sahabat bertanya, ‘Kecuali siapa, wahai Rasulullah?"
Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Kecuali orang yang menyedekahkan hartanya seperti ini dan ini,"
seraya menghimpunkan kedua telapak tangannya ke arah kanan dan ke arah kirinya.
Lalu Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Beruntunglah orang yang berzuhud dan bersusah payah yakni berzuhud dalam kehidupannya dan bersusah payah dalam ibadahnya.’"

Sehubungan dengan ayat ini Ali ibnu AbuTalhah telah meriwayat­kan dari Ibnu Abbas, bahwa Abdur Rahman ibnu Auf datang dengan membawa empat puluh auqiyah emas kepada Rasulullah ﷺ, lalu datang pula seorang lelaki dari kalangan Ansar dengan membawa satu sa’ makanan.
Maka sebagian orang munafik berkata,
"Demi Allah, tidaklah Abdur Rahman datang dengan membawa apa yang dibawanya itu melainkan hanya pamer semata-mata."
Mereka mengatakan pula,
"Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya benar-benar tidak memerlukan satu sa’ itu."

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, sesungguhnya di suatu hari Rasulullah ﷺ keluar menjumpai orang-orang, lalu beliau menyerukan agar mereka mengumpulkan sedekah mereka.
Maka orang-orang mengumpulkan zakatnya.
Kemudian di penghujung mereka datanglah seorang lelaki dengan membawa satu sa’ buah kurma, lalu ia berkata,
"Wahai Rasulullah, ini satu sa’ buah kurma.
Semalaman saya bekerja menimba air hingga saya memperoleh dua sa’ buah kurma.
Lalu satu sa’ saya ambil, sedangkan satu sa’-nya lagi adalah yang sekarang ini yang saya datangkan kepadamu."
Lalu Rasulullah ﷺ memerintah­kan agar buah kurma itu dikumpulkan bersama zakat lainnya.

Melihat hal itu sejumlah lelaki dari kalangan orang-orang munafik mengejeknya, lalu berkata,
"Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya benar-benar tidak memerlukan satu sa’ kurma, lalu apakah yang dapat diperbuat dengan satu sa’ buah kurmamu itu?"

Lalu Abdur Rahman ibnu Auf berkata kepada Rasulullah ﷺ,
"Apakah masih ada orang yang wajib sedekah?"
Rasul ﷺ menjawab,
"Tiada seorang pun yang tertinggal kecuali hanya engkau sendiri."
Lalu Abdur Rahman ibnu Auf berkata,
"Sesungguhnya aku mempunyai seratus auqiyah emas untuk sedekah."

Umar ibnu Khattab r.a. (yang ada di tempat) berkata,
"Apakah engkau gila (menyedekahkan sebanyak itu)?"Abdur Rahman menjawab,
"Saya tidak gila."
Rasul ﷺ bersabda,
"Apakah engkau rela memberi­kannya?"
Abdurrahman Ibnu Auf menjawab “Ya Semua hartaku berjumlah delapan ribu.
Yang empat ribu telah saya pinjamkan kepada Tuhan saya, sedangkan yang empat ribu lainnya saya pegang untuk saya sendiri."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Semoga Allah memberkati apa yang engkau pegang (simpan) dan apa yang engkau berikan (sedekahkan).

Tetapi orang-orang munafik mencelanya dan mengatakan,
"Demi Allah, tidak sekali-kali Abdur Rahman memberikan pemberiannya itu melainkan pamer,"
padahal mereka dusta dalam tuduhannya itu.
Sesungguhnya yang dilakukan oleh Abdur Rahman itu semata-mata hanyalah secara sukarela.
Maka Allah menurunkan ayat yang membela dia dan temannya yang miskin tadi yang datang dengan membawa sedekah satu sa’ buah kurma.
Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman di dalam kitab-Nya:

(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela., hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah diriwayatkan pula dari Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.

Ibnu Ishaq mengatakan bahwa di antara orang-orang mukmin yang mengeluarkan sedekahnya secara sukarela ialah Abdur Rahman ibnu Auf—ia menyedekahkan empat ribu dirham— dan Asim ibnu Addi, saudara lelaki Banil Ajlan.

Kisahnya bermula ketika Rasulullah ﷺ menganjurkan untuk bersedekah dan memerintahkannya.
Maka Abdur Rahman ibnu Auf berdiri, lalu menyedekahkan empat ribu dirham.
Lalu bangkit pula Asim ibnu Addi, kemudian menyedekahkan seratus wasaq buah kurma.
Tetapi orang-orang munafik mencela keduanya, mereka mengatakan,
"Ini tiada lain hanyalah pamer."

Di antara mereka yang menyedekahkah hasil jerih payahnya ialah Abu Uqail.
saudara lelaki Bani Anif Al-Arasyi teman sepakta Bani Amr ibnu Auf.
Ia datang dengan membawa satu sa’ buah kurma, lalu menuangkannya ke dalam kumpulan zakat.
Maka orang-orang munafik menertawakannya, mereka berkata,
"Sesungguhnya Allah benar-benar tidak memerlukan satu sa’ si Abu Uqail ini."

Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Talut ibnu Abbad, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dari Amr ibnu Abu Salamah, dari ayahnya, dari Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya aku hendak mengirim­kan suatu pasukan.
Maka datanglah Abdur Rahman ibnu Auf, lalu berkata,
"Wahai Rasulullah, aku mempunyai empat ribu dirham, dua ribu dirham di antaranya aku pinjamkan kepada Tuhanku, sedangkan yang dua ribu lainnya aku simpan buat anak-anakku."
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Semoga Allah memberkatimu dalam apa yang engkau berikan, dan semoga Dia memberkahi apa yang engkau pegang.
Kemudian ada seorang lelaki dari kalangan Ansar kerja semalaman, lalu ia memperoleh dua sa’ tamar dari upah kerjanya.
Maka ia berkata,
"Wahai Rasulullah, saya telah memperoleh dua sa’ kurma.
Satu sa’-nya saya pinjamkan kepada Tuhan saya, sedangkan satu sa’ lainnya untuk anak-anak saya."
Maka orang-orang munafik mencelanya, dan mereka mengatakan,
"Tidak sekali-kali Abdur Rahman memberikan apa yang telah diberikannya, kecuali hanya pamer."
Lalu mereka mengatakan pula,
"Bukankah Allah dan Rasul-Nya tidak memerlukan kedua sa’ orang ini?"
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:

(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela orang-orang mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk di­sedekahkan) selain sekadar kesanggupannya, maka orang-orang munafik itu menghina mereka., hingga akhir ayat.

Kemudian ia (Abu Bakar Al-Bazzar) meriwayatkannya pula melalui Abu Kamil, dari Abu Awanah, dari Amr ibnu Abu Salamah, dari ayahnya secara mursal.
Lalu ia berkata bahwa tidak ada seorang pun yang meng-isnad-kannya selain Talut.

Imam Abu Ja’far ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Waki’, telah menceritakan kepada kami Zaid ibnul Hubab, dari Musa ibnu Ubaidah, telah menceritakan kepadaku Khalis ibnu Yasar, dari Ibnu Abu Aqil, dari ayahnya yang mengatakan bahwa semalaman ia bekerja menimba air dan dipanggul di atas punggungnya dengan imbalan dua sa’ kurma.
Lalu ia memberikan satu sa’ darinya kepada keluarganya buat makan mereka, sedangkan satu sa’ lainnya ia datangkan ke hadapan Rasulullah ﷺ sebagai amal taqarrub.
Ketika ia datang kepada Rasulullah dan menceritakan perihalnya, maka Rasulullah ﷺ bersabda,
"Kumpulkanlah bersama harta zakat lainnya."
Maka kaum munafik mengejeknya dan mengatakan,
"Sesungguhnya Allah tidak memerlukan sedekah orang miskin ini."
Maka Allah subhanahu wa ta’ala, menurunkan firman-Nya:

(Orang-orang munafik) yaitu orang-orang yang mencela para pemberi sedekah dengan sukarela., hingga akhir ayat berikutnya.

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Tabrani melalui hadis Zaid ibnul Hubab dengan sanad yang sama.
Imam Tabrani mengatakan bahwa nama asli Abu Aqil adalah Hubab.
Sedangkan menurut pendapat yang lain, Abdur Rahman tersebut adalah Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Sa’labah.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…maka orang-orang munafik itu menghina mereka.
Allah akan membalas penghinaan mereka itu.


Hal ini merupakan pembalasan yang setimpal sesuai dengan perbuatan mereka yang jahat itu dan penghinaan mereka terhadap kaum mukmin, karena sesungguhnya pembalasan itu disesuaikan dengan jenis amal perbuatannya.
Maka Allah memberlakukan terhadap mereka hukuman orang yang menghina mereka dengan melalui kemenangan yang diraih oleh kaum mukmin di dunia, dan Allah telah menyediakan bagi orang-orang munafik kelak di hari kemudian azab yang pedih, sesuai dengan , amal perbuatan mereka itu.

Sebab-Sebab Diturunkannya Surah At Taubah (9) Ayat 79

Diriwayatkan oleh asy-Syaikhaan (al-Bukhari dan Muslim) yang bersumber dari Ibnu Mas’ud.
Hadits seperti ini diriwayatkan pula oleh Ibnu Marduwaih yang bersumber dari Abu Hurairah, Abu ‘Uqail, Abu Sa’id al-Khudri, Ibnu ‘Abbas, dan ‘Umairah binti Suhail bin Rafi’.
Bahwa ketika turun ayat perintah mengeluarkan zakat (At-Taubah: 103), Ibnu Mas’ud sebagai tukang pikul, mengeluarkan zakat dari hasil pikulannya.
Pada saat itu apabila ada orang yang bersedekah banyak, kaum munafikin suka mengatakan bahwa ia itu ria, dan apabila sedekahnya sedikit, mereka berkata: “Allah tidak menginginkan sedekah yang sedikit.” Maka turunlah ayat ini (At-Taubah: 79) sebagai ancaman kepada orang-orang yang suka mencela/ mengejek orang-orang yang bersedekah.

Sumber : Asbabun Nuzul – K.H.Q Shaleh – H.A.A Dahlan dkk.

Hadits Shahih Yang Berhubungan Dengan Surah At Taubah (9) ayat 79

Telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man Al Hakam dia adalah putra dari Abdullah Al Bashriy telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Abu Wa’il dari Abu Mas’ud ra. berkata,
Ketika ayat shadaqah turun, kami berlomba-lomba, lalu datanglah seseorang dengan membawa shadaqah yang banyak dan orang-orang berkata,
ia orang yang pamer. Kemudian datanglah seseorang lalu ia bershadaqah dengan satu sha’. Orang-orang berkata,
Sesungguhnya Allah lebih kaya daripada satu sha’ ini. Maka turunlah aya QS At Taubah ayat: Alladziina yalmizuunal muththawwi’iina minal mu’miniina fishshadaqati walladziina laa yajiduuna illa juhdahum. (Orang-orang (munafik itu) yang mencela orang-orang beriman yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya).

Shahih Bukhari, Kitab Zakat – Nomor Hadits: 1326

Unsur Pokok Surah At Taubah (التوبة‎‎)

Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat termasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri, yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali radhiyallahu ‘anhu pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

▪ Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman.
▪ Pembalasan atas amal amalan manusia hanya dari Allah.
▪ Segala sesuatu menurut sunnatullah.
▪ Perlindungan Allah bagi orang-orang yang beriman.
▪ Kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

▪ Kewajiban menafkahkan harta.
▪ Macam-macam harta dalam agama serta penggunaannya.
▪ Jizyah.
▪ Perjanjian dan perdamaian.
▪ Kewajiban umat Islam terhadap Nabinya.
▪ Sebab-sebab orang Islam melakukan perang total.
▪ Beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

▪ Nabi Muhammad ﷺ dengan Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
▪ Perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
▪ Perang Tabuk.

Lain-lain:

▪ Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 129 + Terjemahan Indonesia



QS. At-Taubah (9) : 1-129 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 129

Gambar Kutipan Ayat

Surah At Taubah ayat 79 - Gambar 1 Surah At Taubah ayat 79 - Gambar 2
Statistik QS. 9:79
  • Rating RisalahMuslim
4.9

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, “Pengampunan”‎) adalah surah ke-9 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti “Pengampunan” karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara’ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah 9
Nama Surah At Taubah
Arab التوبة‎‎
Arti Pengampunan
Nama lain Al-Bara’ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat Turun Madinah
Urutan Wahyu 113
Juz Juz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 129
Jumlah kata 2506
Jumlah huruf 11116
Surah sebelumnya Surah Al-Anfal
Surah selanjutnya Surah Yunus
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

9:79, 9 79, 9-79, Surah At Taubah 79, Tafsir surat AtTaubah 79, Quran At-Taubah 79, Surah At Taubah ayat 79

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah At Taubah

۞ QS. 9:1 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik

۞ QS. 9:2 • Azab orang kafir • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:3 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Azab orang kafir • Allah bebas dari orang musyrikRasul bebas dari kemusyrikan dan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:4 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:5 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung ArabShalat rukun Islam

۞ QS. 9:6 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Mengabulkan permohonan orang musyrik jika minta perlindungan

۞ QS. 9:7 • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:8 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:9 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Berjual beli dengan Allah

۞ QS. 9:11 Islam menghapus dosa masa lalu • Shalat rukun IslamZakat rukun Islam • Mengakui kewajiban shalat dan zakat berarti menjaga jiwa •

۞ QS. 9:12 • Membuat perjanjian dengan orang musyrik

۞ QS. 9:14 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Azab orang kafir

۞ QS. 9:15 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:16 Al Khabir (Maha Waspada)

۞ QS. 9:17 • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:18 Tauhid Uluhiyyah • Kewajiban beriman pada hari akhir • Sifat-sifat orang mukmin

۞ QS. 9:19 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Allah menggerakkan hati manusia • Kebodohan orang kafir • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman

۞ QS. 9:20 • Pahala iman • Iman adalah ucapan dan perbuatan • Perbedaan derajat manusia sesuai dengan amalnya • Keutamaan iman • Perbedaan tingkat amal saleh

۞ QS. 9:21 Ar Rabb (Tuhan) • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga •

۞ QS. 9:22 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 9:23 Hukum memohon bantuan orang musyrik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:24 • Macam-macam fitnah • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:25 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin

۞ QS. 9:26 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukmin • Keikutsertaan malaikat dalam peperangan • Azab orang kafir

۞ QS. 9:27 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Ampunan Allah dan rahmatNya •

۞ QS. 9:28 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Tidak berkumpul dua agama di semenanjung Arab

۞ QS. 9:29 • Kewajiban beriman pada hari akhir • Nama-nama hari kiamat • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:30 • Mendustai Allah

۞ QS. 9:31 Tauhid Uluhiyyah • Mendustai Allah • Mensucikan Allah dari segala sekutu • Al Wahid (Maha Esa) • Islam agama para nabi

۞ QS. 9:32 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:33 Hikmah penurunan kitab-kitab samawiHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:35 • Nama-nama neraka • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:37 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:39 • Kekuasaan Allah • Al Qadiir (Maha Penguasa) • Dosa-dosa besar

۞ QS. 9:40 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Allah memperkokoh orang mukminAl Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia)

۞ QS. 9:42 • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:44 Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:45 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:46 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:47 Al ‘Alim (Maha megetahui) • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:48 • Pertolongan Allah Ta’ala kepada orang mukmin • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:49 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:50 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:51 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Al Maula (Maha Penolong) • Segala sesuatu ada takdirnya • Kebaikan pada pilihan Allah •

۞ QS. 9:52 • Siksa orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:53 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:54 • Perbuatan orang kafir sia-sia • Sifat orang munafik • Penghapus pahala kebaikan

۞ QS. 9:55 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:56 • Sifat orang munafikRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 9:57 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:58 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:59 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:60 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:61 • Sikap orang munafik terhadap Islam • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:62 • Kewajiban patuh kepada Rasul • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:63 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Azab orang kafir

۞ QS. 9:64 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:65 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:66 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat • Ampunan Allah terhadap pelaku maksiat

۞ QS. 9:67 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:68 • Nama-nama neraka • Keabadian neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Mereka yang kekal dalam neraka • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:69 • Azab orang kafir • Perbuatan orang kafir sia-sia • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:70 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:71 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Aziz (Maha Mulia) • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 9:72 • Pahala iman • Nama-nama surga • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:73 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Bersikap keras terhadap orang kafir • Azab orang kafir • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:74 • Siksa orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:75 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:76 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 9:77 • Sifat orang munafik • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 9:78 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Allamul Ghuyub (Maha Mengetahui alam gaib) • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:79 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:80 • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah • Dosa terbesar

۞ QS. 9:81 • Nama-nama neraka • Sifat neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:82 • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:83 • Sifat orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:84 Sholat jenazah orang munafik • Siksa orang munafik • Beberapa hukum tentang orang munafik

۞ QS. 9:85 Sifat Iradah (berkeinginan) • Macam-macam fitnah • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:86 • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:87 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:88 • Pahala iman • Keutamaan iman

۞ QS. 9:89 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:90 • Azab orang kafir • Sifat orang munafik • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 9:91 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Toleransi Islam • Melenyapkan kesusahan orang muslim

۞ QS. 9:92 • Toleransi Islam

۞ QS. 9:93 • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:94 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Keluasan ilmu Allah • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:95 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:96 • Sifat orang munafik • Siksa orang munafik

۞ QS. 9:97 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:98 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Perbuatan dan niat

۞ QS. 9:99 • Ampunan Allah yang luas • Kasih sayang Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Kewajiban beriman pada hari akhir

۞ QS. 9:100 • Keabadian surga • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga

۞ QS. 9:101 • Keluasan ilmu Allah • Siksa kubur • Siksaan ahli neraka dilipatgandakan • Siksa orang munafik • Orang munafik dan siksa kubur

۞ QS. 9:102 • Ampunan Allah yang luas • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) • Pelebur dosa besar •

۞ QS. 9:103 Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:104 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:105 • Allah memiliki kunci alam ghaib • Kebenaran hari penghimpunan • Menghitung amal kebaikan • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat •

۞ QS. 9:106 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:107 • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:109 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Allah menggerakkan hati manusia • Siksa orang munafikHidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 9:110 Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 9:111 • Allah menepati janji • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Berjual beli dengan Allah • Perbuatan yang menghalangi api neraka

۞ QS. 9:112 Shalat rukun IslamPuasa rukun Islam • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 9:113 • Nama-nama neraka • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Siksa orang kafir

۞ QS. 9:115 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Allah menggerakkan hati manusia • Hidayah (petunjuk) dari Allah •

۞ QS. 9:116 • Segala sesuatu milik Allah • Kekuasaan Allah • Al MuhyiAl Mumiit (Maha Menghidupkan dan Mematikan) • Al Wali (Maha Pelindung) • An-Nashir (Maha Penolong)

۞ QS. 9:117 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’alaAl Ra’uf (Maha Kasih) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Allah menggerakkan hati manusia •

۞ QS. 9:118 At Tawwab (Maha Penerima taubat) • Al Rahim (Maha Penyayang)

۞ QS. 9:120 • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:121 • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Balasan dan pahala dari Allah • Menghitung amal kebaikan

۞ QS. 9:123 • Bersikap keras terhadap orang kafir

۞ QS. 9:124 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Bertambah dan berkurangnya iman

۞ QS. 9:125 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam

۞ QS. 9:126 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir • Sifat orang munafik

۞ QS. 9:127 • Sikap manusia terhadap kitab samawi • Allah menggerakkan hati manusia • Sifat orang munafik • Sikap orang munafik terhadap Islam • Balasan dari perbuatannya

۞ QS. 9:129 Tauhid RububiyyahTauhid UluhiyyahAr Rabb (Tuhan)

Ayat Pilihan

Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia & ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkanmu dari mereka untuk mengujimu, sunguh Allah telah memaafkanmu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang yang beriman
QS. Ali ‘Imran [3]: 152

dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.
QS. Al-Ma’idah [5]: 48

Dirikanlah sembahyang, tunaikan zakat & berikan pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling besar pahalanya.
QS. Al-Muzzammil [73]: 20

Barang siapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang.
Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 5

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al 'Adl, yang berarti bahwa Allah ...

Benar! Kurang tepat!

Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya ...

Benar! Kurang tepat!

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti ...

Benar! Kurang tepat!

Sifat adil Allah berlaku untuk ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #2
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #2 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #2 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #29

Sebagai perumpamaan orang yang mengajak berbuat baik, tetapi dirinya sendiri tidak melakukan adalah … Berikut kedudukan orang yang menuntut ilmu, kecuali … وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ, potongan ayat di atas terdapat pada Alquran surah … Ilmuan muslim yang dalam bidang kedokteran yang berasal dari Persia yaitu … Siapakah nabi yang lebih memilih ilmu daripada harta?

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus

salat Iduladha

Apa itu salat Iduladha? salat sunah dua rakaat yang dikerjakan pada Iduladha tanggal 10 Zulhijah ۞ Variasi nama: Hari Raya Ad-ha, idul adha … • Hari Raya Ad-ha, idul adha

Malaikat

Apa itu Malaikat? Malaikat pada umumnya adalah makhluk supranatural yang ditemui di berbagai agama dan mitologi. Dalam agama-agama Abrahamik, malaikat sering digambarkan sebagai makhluk surgawi yang b...

iktikaf

Apa itu iktikaf? ik.ti.kaf diam beberapa waktu di dalam masjid sebagai suatu ibadah dengan syarat-syarat tertentu (sambil menjauhkan pikiran dari keduniaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan) …...