QS. At Taubah (Pengampunan) – surah 9 ayat 77 [QS. 9:77]

فَاَعۡقَبَہُمۡ نِفَاقًا فِیۡ قُلُوۡبِہِمۡ اِلٰی یَوۡمِ یَلۡقَوۡنَہٗ بِمَاۤ اَخۡلَفُوا اللّٰہَ مَا وَعَدُوۡہُ وَ بِمَا کَانُوۡا یَکۡذِبُوۡنَ
Fa-a’qabahum nifaaqan fii quluubihim ila yaumi yalqaunahu bimaa akhlafuullaha maa wa’aduuhu wabimaa kaanuu yakdzibuun(a);

Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta.
―QS. 9:77
Topik ▪ Maksiat dan dosa ▪ Menyiksa pelaku maksiat ▪ Perintah untuk berfikir dan menghayati
9:77, 9 77, 9-77, At Taubah 77, AtTaubah 77, At-Taubah 77

Tafsir surah At Taubah (9) ayat 77

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 77. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menerangkan, bahwa perbuatan orang-orang munafik seperti itu tidaklah akan menguntungkan tetapi akan mencelakakan diri mereka sendiri.
Perbuatan menyalahi janji, bakhil, berpaling dari Allah dan mendurhakai-Nya akan membawa akibat menambah dalam penyakit kemunafikan bersarang dalam hati mereka.
Penyakit seperti demikian itu akan berlarut-larut sampai akhir hayatnya.
Sebab kalau penyakit kemunafikan itu sudah bertambah parah, tidak ada harapan lagi bagi mereka untuk bertobat.
Telah menjadi sunah Allah di bumi ini, bahwa seorang yang telah membiasakan diri mungkir janji dan banyak berdusta, maka penyakit kemunafikan itu bertambah terhunjam di dalam dirinya.
Begitu juga bila dia membiasakan dirinya berbuat amal saleh, berakhlak yang baik, serta taat beribadah, maka akan terhunjamlah iman yang kuat dalam dirinya.
Karenanya Allah subhanahu wa ta’ala menyuruh kaum Muslimin agar berhati-hati terhadap penyakit kemunafikan itu.
Bila kamu berjanji dan dikuatkan dengan menyebut nama Allah, maka berusahalah agar janji itu ditepati.
Telah bersabda Rasulullah ﷺ:

Seseorang itu dianggap munafik bilamana tiga macam sifat ada padanya meskipun dia salat, berpuasa dan mengaku mukmin.
Yaitu apabila berbicara dia berdusta, bila berjanji dia mungkir dan bila dipercayai dia khianat.
(H.R.
Bukhari dari Abu Hurairah)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Sebagai akibat dari sikap kikir mereka, dalam hati mereka tumbuh kemunafikan sampai mereka mati menghadap Allah.
Hal itu disebabkan karena mereka mengingkari janji dan mendustai sumpah mereka sendiri.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Maka Allah menimpakan kepada mereka) yakni menjadikan akibat mereka (kemunafikan) yang tetap (pada hati mereka sampai kepada waktu mereka menemui-Nya) menemui Allah, yaitu pada hari kiamat nanti (karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan juga karena mereka selalu berdusta) dengan janjinya.

Setelah itu Tsa’labah bin Hathib datang menghadap Nabi ﷺ sambil membawa zakatnya, akan tetapi Nabi ﷺ berkata kepadanya, “Sesungguhnya Allah telah melarang aku menerima zakatmu.” Setelah itu Rasulullah ﷺ lalu menaburkan tanah di atas kepalanya.

Pada masa pemerintahan Khalifah Abu Bakar r.a.

ia datang membawa zakatnya kepada Khalifah Abu Bakar, akan tetapi Khalifah Abu Bakar tidak mau menerimanya.

Pada masa pemerintahan Khalifah Umar r.a.

ia pun datang membawa zakatnya, akan tetapi Khalifah Umar juga tidak mau menerimanya.

Pada masa pemerintahan Khalifah Usman ia pun datang lagi membawa zakatnya, akan tetapi ternyata Khalifah Usman sama saja juga tidak mau menerimanya.

Ia mati pada masa pemerintahan Khalifah Usman r.a.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Maka balasan atas apa yang mereka perbuat adalah semakin bertambah kemunafikannya, mereka tidak bisa terbebas dari kemunafikan itu sampai hari pembalasan.
Itu karena merekeka telah melanggar janji yang mereka ikrarkan terhadap diri mereka sendiri, juga disebabkan karena kemunafikan dan kebohongan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya.
, hingga akhir ayat.

Artinya, Allah menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka karena mereka telah mengingkari janjinya dan berdusta.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis dari Rasulullah ﷺ yang menyebut­kan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Pertanda orang munafik itu ada tiga, apabila berbicara dusta, apabila berjanji ingkar, dan apabila dipercaya khianat.

Hadis ini mempunyai banyak syahid (bukti) yang menguatkannya.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Tidakkah mereka tahu bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka., hingga akhir ayat.

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan bahwa Dia mengetahui semua rahasia dan semua yang tersembunyi.
Dia pun mengetahui isi hati mereka, sekalipun pada lahiriahnya mereka mengatakan bahwa jika mereka beroleh harta yang banyak, maka mereka akan menyedekahkan sebagiannya dan mensyukurinya.
Karena sesungguhnya Allah lebih mengetahui tentang diri mereka daripada diri mereka sendiri.
Allah Maha Mengetahui semua yang gaib, yakni mengetahui semua yang gaib dan semua yang lahir serta mengetahui semua rahasia dan semua bisikan hati, dan Allah mengetahui semua yang lahir dan semua yang tersembunyi.


Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan “Baraah” yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh ‘Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.

Audio

Qari Internasional

Q.S. At-Taubah (9) ayat 77 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. At-Taubah (9) ayat 77 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. At-Taubah (9) ayat 77 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. At-Taubah - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 129 & Terjemahan


Gambar

[ngg src=”tags” ids=”9-77″ display=”basic_thumbnail” images_per_page=”6″ number_of_columns=”2″ order_direction=”DESC”]



Statistik Q.S. 9:77
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah At Taubah.

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.7
Ratingmu: 4.9 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/9-77









Video

Panggil Video Lainnya

[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta