Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

At Taubah

At Taubah (Pengampunan) surah 9 ayat 72


وَعَدَ اللّٰہُ الۡمُؤۡمِنِیۡنَ وَ الۡمُؤۡمِنٰتِ جَنّٰتٍ تَجۡرِیۡ مِنۡ تَحۡتِہَا الۡاَنۡہٰرُ خٰلِدِیۡنَ فِیۡہَا وَ مَسٰکِنَ طَیِّبَۃً فِیۡ جَنّٰتِ عَدۡنٍ ؕ وَ رِضۡوَانٌ مِّنَ اللّٰہِ اَکۡبَرُ ؕ ذٰلِکَ ہُوَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِیۡمُ
Wa’adallahul mu’miniina wal mu’minaati jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiihaa wamasaakina thai-yibatan fii jannaati ‘adnin waridhwaanun minallahi akbaru dzalika huwal fauzul ‘azhiim(u);

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga ‘Adn.
Dan keridhaan Allah adalah lebih besar, itu adalah keberuntungan yang besar.
―QS. 9:72
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Tauhid Rububiyyah
9:72, 9 72, 9-72, At Taubah 72, AtTaubah 72, At-Taubah 72
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. At Taubah (9) : 72. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin baik pria maupun wanita untuk mendapatkan surga sebagai balasan terhadap amalan baik mereka.
Surga itu ialah taman yang indah yang penuh dengan sesuatu yang tak pernah dilihat oleh mata dan tak pernah didengar oleh telinga dan malahan tak pernah terlintas di hati, semua yang dilihat dan didengar asing dan baru sehingga sulit diumpamakan karena tak ada bandingannya di dunia ini.
Taman yang di bawah pohon-pohonnya mengalir sungai yang tidak menyerupai sungai-sungai di dunia ini baik warna maupun rasanya, orang-orang yang tinggal di dalamnya akan menetap selama-lamanya.
Sabda Nabi ﷺ.
menerangkan tentang surga:

Pada surga terdapat seratus tingkatan.
Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad menegakkan agama Allah.
Jarak satu tingkat dengan tingkat yang lainnya sebagaimana jarak antara langit dan bumi.
Apabila kamu memohon kepada Allah, mintalah surga Firdaus karena ini adalah surga yang tertinggi yang daripadanya terpancar sungai-sungai surga dan di atasnya Arasy Tuhan.
(H.R.
Bukkari dan Muslim dari Hurairah)

Manusia adalah jasad dan ruh.
Surga dengan segenap isinya memberikan kenikmatan paling tinggi kepada jasmani, keridaan Allah memberikan kenikmatan yang paling tinggi kepada rohani manusia.
Kedua macam nikmat ini adalah karunia Tuhan yang dijanjikan-Nya kepada mukmin baik pria maupun wanita.
Inilah karunia Allah yang merupakan kemenangan yang besar lagi tak ada taranya yang tak akan dapat mencapainya kecuali orang-orang beriman dan beramal saleh.

At Taubah (9) ayat 72 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy At Taubah (9) ayat 72 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi At Taubah (9) ayat 72 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Allah menjanjikan surga kepada mereka, dan mereka akan kekal di dalam kenikmatannya.
Dia menyediakan untuk mereka tempat tinggal yang menyenangkan hati di dalam surga yang abadi.
Di samping itu semua, mereka akan dapat mendapatkan rida Allah, suatu kenikmatan yang paling besar.
Itulah keberuntungan yang besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mukmin, lelaki dan perempuan akan mendapat surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya dan mendapat tempat-tempat yang bagus di surga Adn) yaitu tempat tinggal (Dan keridaan Allah adalah lebih besar) lebih agung daripada kesemuanya itu (itu adalah keberuntungan yang besar).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Allah menjanikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (baik laki-laki maupun perempuan) surga, mengalir dibawah istana-istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai.
Mereka kekal didalamnya, dan mendapatkan kenikmatan yang tidak akan putus.
Mereka akan memiliki tempat tinggal yang bagus dan kediaman yang baik didalam surga.
Namun yang lebih besar dari semua kenikmatan itu adalah mereka mendapat keridhaan Allah.
Janji Alah dengan memberikan pahala di akhirat ini adalah keberuntungan yang sangat besar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan apa yang disediakan-Nya bagi orang-orang mukmin, yaitu berupa kebaikan dan kenikmatan yang kekal, yang semuanya itu berada di alam surga, yaitu:

Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya.

Mereka tinggal di dalamnya untuk selama-lamanya.

...dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus.

Yakni yang bagus-bagus bangunannya dan harum semerbak tempat tinggalnya.
Seperti yang disebutkan di dalam kitab Sahihain melalui hadis Abu Imran Al-Juni.
dari Abu Bakar ibnu Abu Musa alias Abdullah ibnu Qais Al-Asy'ari, dari ayahnya yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Dua surga dari emas semua wadahnya dan segala sesuatu yang ada di dalam keduanya, dan dua surga dari perak semua wadahnya serta segala sesuatu yang ada di dalam keduanya.
Tiada yang menghalang-halangi antara kaum (para penghuni surga) dan melihat kepada Tuhan mereka kecuali hanya selendang (tirai) kebesaran-Nya yang ada pada zat-Nya di dalam surga 'Adn.

Disebutkan pula oleh sanad yang sama, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah kemah untuk orang mukmin yang terbuat dari sebuah mutiara yang berlubang, panjangnya enam puluh mil, yaitu di langit.
Bagi orang mukmin di dalam kemah itu terdapat banyak istri yang ia berkeliling menggilir mereka, sebagian dari mereka tidak melihat sebagian yang lain.

Kedua hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Di dalam kitab Sahihain disebutkan pula dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Barang siapa yang beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan mendirikan salat serta puasa bulan Ramadan, maka sesungguhnya sudah merujukkan kewajiban bagi Allah untuk memasukkannya ke dalam surga, baik ia berhijrah di jalan Allah ataupun tertahan di negeri tempat kelahirannya.
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bolehkah kami menceritakan­nya kepada orang-orang?"
Rasululah ﷺ bersabda: Sesungguhnya di dalam surga terdapat seratus derajat (tingkatan) yang disediakan oleh Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.
Jarak di antara kedua derajat sama dengan jarak antara langit dan bumi Maka apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah kepada-Nya surga Firdaus, karena sesungguhnya surga Firdaus adalah surga yang tertinggi dan yang paling tengah.
Dari surga Firdaus mengalir sungai-sungai surga, dan di atas surga Firdaus terdapat Arasy Tuhan Yang Maha Pemurah.

Menurut yang ada pada Imam Tabrani, Imam Turmuzi, dan Imam Ibnu Majah melalui riwayat Zaid ibnu Aslam, dari Ata ibnu Yasar, dari Mu'az ibnu Jabal r.a., dia pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, lalu disebutkan hal yang semisal dengan hadis di atas.
Dan menurut yang ada pada Imam Turmuzi melalui Ubadah ibnus Samit disebutkan pula hal yang semisal.

Dari Abu Hazim, dari Sahl ibnu Sa'd, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya ahli surga benar-benar saling melihat gedungnya (masing-masing) sebagaimana kalian melihat bintang-bintang di langit

Kedua hadis diketengahkan di dalam kitab Sahihain.

Kemudian perlu diketahui bahwa kedudukan yang paling tinggi di surga ialah suatu tempat yang diberi nama 'Al-Wasilah', karena letaknya dekat dengan ' Arasy, tempat itu merupakan tempat Rasulullah ﷺ di dalam surga.

Imam Ahmad mengatakan:

telah menceritakan kepada kami Abdur Razaq, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari Lais, dari Ka'b, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Apabila kalian membaca salawat untukku, maka mintakanlah kepada Allah Al-Wasilah untukku.
Ketika ditanyakan, "Wahai Rasulullah, apakah Al-Wasilah itu?"
Rasulullah ﷺ menjawab, "Kedudukan yang paling tinggi di surga.
Kedudukan itu tidak diperoleh kecuali hanya oleh seorang lelaki, dan aku berharap semoga lelaki itu adalah aku sendiri."

Di dalam Sahih Muslim disebutkan melalui hadis Ka'b ibnu Alqamah, dari Abdur Rahman ibnu Jubair, dari Abdullah ibnu Amr ibnul As, bahwa dia pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda:

Apabila kalian mendengar muazin, maka ucapkanlah oleh kalian seperti apa yang diucapkannya, kemudian mohonkanlah salawat untukku.
Karena sesungguhnya barang siapa yang membacakan salawat untukku sekali, maka Allah membalasnya sepuluh kali.
Kemudian mohonkanlah Al Wasilah untukku karena sesungguhnya Al-Wasilah itu adalah suatu kedudukan di dalam surga yang tidak layak kecuali hanya bagi seorang hamba Allah, dan aku berharap semoga orang itu adalah aku sendiri.
Barang siapa yang memohon kepada Allah Al-Wasilah buatku, niscaya ia akan beroleh syafaat di hari kiamat nanti.

Al-Hafiz Abul Qasim At-Tabrani mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ali Al-Abar, telah menceritakan kepada kami Al-Walid ibnu Abdul Malik Al-Harrani, telah menceritakan kepada kami Musa ibnu Ayun.
dari Ibnu Abu Zi-b, dari Muhammad ibnu Amr ibnu Ata.
dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda: Mohonkanlah Al-Wasilah kepada Allah untukku, karena sesung­guhnya tidak sekali-kali seorang hamba memohonkannya buatku di dunia, kecuali aku akan membelanya atau memberinya syafaat kelak di hari kiamat.
(Riwayat Tabrani)

Di dalam kitab Musnad Imam Ahmad disebutkan melalui hadis Sa'd ibnu Mujahid At-Ta-i.
dari Abul Mudallah, dari Abu Hurairah r.a.
yang mengatakan, "Kami pernah berkata, 'Wahai Rasulullah, ceritakanlah kepada kami tentang surga, dari apakah bangunannya?' Rasulullah ﷺ menjawab melalui sabdanya:

'Ada yang batanya dari emas, ada yang dari perak, plesterannya dari minyak kesturi, batu kerikilnya adalah mutiara dan yaqut, sedangkan tanahnya dari minyak zafaran.
Barang siapa yang masuk ke dalamnya hidup senang dan tidak akan susah, kekal dan tidak akan mati, pakaiannya tidak akan rusak dan kemudaannya tidak akan pudar'.”

Telah diriwayatkan pula hal yang semisal dari Ibnu Umar secara marfu'.

Imam Tabrani meriwayatkannya melalui hadis Abdullah ibnu Amr dan Abu Malik Al-Asy'ari, kedua-duanya dari Nabi ﷺ dengan lafaz yang semisal.
Masing-masing dari kedua sanad berpredikat jayyid lagi hasan.
Menurut riwayat Imam Tabrani, orang yang bertanya itu adalah Abu Malik Al-Asy'ari.

Dari Usamah ibnu Zaid, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Ingatlah, apakah ada orang yang menginginkan surga?
Sesungguh­nya di dalam surga itu tidak ada larangan.
Demi Tuhan Ka'bah, surga itu merupakan nur yang berkilauan, keharumannya sangat semerbak gedung-gedungnya terpancangkan, sungai-sungainya mengalir, buah-buahannya masak, istri-istrinya cantik jelita, per­hiasannya sangat banyak, tempat tinggalnya untuk selama-lamanya di dalam negeri yang sejahtera, dipenuhi dengan buah-buahan, sayur-mayur dan kain sutra serta nikmat yang dihalalkan lagi dipenuhi kemew ahan.
Mereka berkata, "Ya.
wahai Rasulullah, kami adalah orang-orang yang sangat menginginkannya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Katakanlah Insya Allah." Maka kaum mengatakan, "Insya Allah." Hadis ini merupakan riwayat Ibnu Majah.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan keridaan Allah adalah lebih besar.

Artinya, rida Allah kepada mereka jauh lebih besar dan lebih agung daripada semua nikmat yang mereka peroleh.

Imam Malik rahimahullah telah meriwayatkan dari Zaid ibnu Aslam, dari Ata ibnu Yasar, dari Abu Sa'id Al-Khudri r.a., bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

Sesungguhnya Allah berfirman kepada penghuni surga, "Hai para penghuni surga.” Maka mereka menjawab, "Labbaik, wahai Tuhan kami, kami terima seruan-Mu dengan penuh kebahagiaan, dan semua kebaikan berada di tangan kekuasaan-Mu.” Allah berfirman, "Apakah kalian telah puas?” Mereka menjawab, "Mengapa kami tidak puas, wahai Tuhan kami, sedangkan Engkau telah memberi kami segala sesuatu yang belum pernah Engkau berikan kepada seorang pun dari makhluk-Mu?” Allah berfirman, "Maukah Aku berikan kepada kalian yang lebih afdal daripada semuanya itu?
" Mereka menjawab, "Wahai Tuhan kami, adakah sesuatu yang lebih utama daripada semua ini?” Allah berfirman.
'Aku halalkan bagi kalian rida-Ku, maka Aku tidak akan murka lagi kepada kalian sesudahnya untuk selama-lamanya.”

Imam Bukhari dan Imam Muslim mengetengahkan hadis ini melalui Malik.

Abu Abdullah Al-Husain ibnu Ismail Al-Mahamili mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl Ar-Raja-i, telah menceritakan kepada kami Al-Faryabi.
dari Sufyan, dari Muhammad ibnul Munkadir, dari Jabir ibnu Abdullah yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah bersabda:

Apabila ahli surga telah masuk ke dalam surga, Allah subhanahu wa ta'ala.
ber­firman, "Apakah kalian menginginkan sesuatu, maka Aku akan menambahkannya kepada kalian?” Mereka menjawab, "Wahai Tuhan kami, apakah yang lebih baik daripada apa yang telah Engkau berikan kepada kami?” Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman, "Rida-Ku lebih besar.”

Al-Bazzar meriwayatkannya di dalam kitab Musnad-nya melalui hadis As-Sauri.
Al-Hafiz Ad-Diya Al-Maqdisi di dalam kitabnya Sifatul Jannah mengatakan.”Menurut kami, hadis ini bergantung kepada syarat kesahihannya."

Kata Pilihan Dalam Surah At Taubah (9) Ayat 72

FAWZ
فَوْز

Arti kata dasar fawz adalah mendapatkan kebaikan, kejayaan atau kemenangan disertai dengan keselamatan.

Selain fawz kata dasar lain yang sama maknanya adalah mafaaz dan mafaazah.

Kata mafaaz dan mafaazah juga dapat diartikan dengan tempat yang penuh dengan anugerah bagi orangorang yang berjaya dan juga dapat diartikan dengan alat yang menyebabkan berjaya.

Sedangkan orang mendapat anugerah dalam bahasa Arab disebut dengan faa'iz jamaknya faa'izuun

Kesemua bentuk kata di atas disebut dalam Al Qur'an kecuali kata faa'iz dalam bentuk tunggal.

Kata fawz diulang sembilan belas kali dalam Al Qur'an.

Sekali dalam bentuk fawzul kabiir yang artinya adalah kemenangan yang besar, yaitu dalam surah Al Buruuj (85), ayat 11.

Dua kali dalam bentuk fawzul mubiin yang artinya adalah kejayaan yang nyata, yaitu dalam surah:
-Al An'aam (6), ayat 16;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 30.

Sebanyak tiga belas kali ianya berbentuk fawzul 'adzhiim dan tiga kali berbentuk fawzan 'adzhiima yang keduanya berarti kemenengan yang agung, yaitu dalam surah:
-An Nisaa' (4), ayat 13, 73;
-Al Maa'idah (5), ayat 119;
-At Taubah (9), ayat 72, 89, 100, 111;
-Yunus (10), ayat 64;
-Al Ahzab (33), ayat 71;
-Ash Shaffsat (37), ayat 60;
-Al Mu'min (40), ayat 9;
-Ad Dukhaan (44), ayat 57;
-Al Fath (48), ayat 5;
-Al Hadid (57), ayat 12;
-Ash Shaff (61), ayat 12;
-At Taghaabun (64), ayat 9.

Yang dimaksud dengan kejayaan yang nyata, besar dan agung pada sebahagian besar ayat-ayat tersebut adalah anugerah agung di akhirat berupa masuk ke syurga selama-lamanya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan penuh dengan karunia serta rahmat Allah, dijauhkan dari api neraka dan diampuni semua dosa. Kejayaan seperti ini akan diperoleh orang-orang yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang beramal salih.

Khusus pada surah Yunus (10), ayat 64, diterangkan bahwa kejayaan agung yang diperoleh orang yang beriman dan bertakwa bukan hanya berupa kenikmatan di akhirat saja, melainkan ia termasuk kebahagiaan yang menggembirakan di dunia juga, seperti merasakan rasa kasih sayang di antara sesama orang beriman, pujian yang baik, mimpi yang baik (Ar Ru'ya Ash Salihan) dan juga kemudahan yang diberikan Allah untuk melakukan amal kebajikan dan akhlak yang mulia serta dijauhkan dari perilaku yang tercela.

Sedangkan dalam surah An Nisaa' (4), ayat 73, yang dimaksudkan dengan fawzan 'adzhiimaadalah kemenangan tentara muslim dalam perang. Pada ayat tersebut diceritakan bahawa setelah tentara muslim menang dalam peperangan dan memperoleh banyak harta rampasan perang, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang menyesal dan beranganangan sembari berkata: ''Alangkah baiknya kalau aku turut serta bersama-sama mereka, supaya aku juga beroleh kemenangan yang amat besar"

Kata mafaaza disebut sekali saja dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah An Naba' (78), ayat 31. Sama dengan sebahagian besar ayat di atas, kata mafaaza pada ayat ini artinya adalah tempat yang penuh kemenangan, yaitu syurga. Tempat ini akan diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa.

Adapun kata mafaazah disebut dalam Al Qur'an dua kali, yaitu dalam surah:
-Ali'Imran (3), ayat 188;
-Az Zumar (39), ayat 61.

Artinya juga hampir serupa dengan arti-arti sebelumnya, yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam syurga.

Pada surah Ali Imran (3), ayat 188 ditegaskan bahawa orang-orang kafir yang bergembira dengan perilaku dan ucapan dosa yang mereka lakukan, dan suka dipuji dengan apa yang mereka tidak lakukan, mereka tidak akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab dan siksa Allah. Namun sebaliknya orang-orang yang bertakwa akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab neraka, karena mereka mempunyai alat untuk menyelamatkan diri (mafaazah), yaitu ketakwaan.

Sedangkan kata faa'izuun diulang empat empat kali dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-At Taubah (9), ayat 20;
-Al Mu'minuun (23), ayat 111;
-An Nuur (24), ayat 52;
-Al Hasyr (59), ayat 20.

Orang-orang berjaya yang disebut dalam ayat-ayat tersebut adalah:

1.Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka. (surah At Taubah (9), ayat 20).

2. Orang-orang yang memohon kepada Allah dengan berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik." Mereka juga terus bersabar atas cemoohan dan ejekan orang-orang kafir terhadap keyakinan dan ucapan mereka. (Al Mu'minuun (23), ayat 111).

3. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah. (An Nuur (24), ayat 52).

4. Mereka adalah ahli syurga (Al Hasyr (59), ayat 20)

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:428-430

Informasi Surah At Taubah (التوبة‎‎)
Surat At Taubah terdiri atas 129 ayat tennasuk golongan surat-surat Madaniyyah.
Surat ini dinamakan At Taubah yang berarti Pengampunan berhubung kata At Taubah berulang kali disebut dalam surat ini.

Dinamakan juga dengan "Baraah" yang berarti berlepas diri yang di sini maksudnya peryataan pemutusan perhubungan, disebabkan kebanyakan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Di samping kedua nama yang masyhur itu ada lagi beberapa nama yang lain yang merupakan sifat surat ini.

Berlainan dengan surat-surat yang lain, maka pada permulaan surat ini tidak terdapat basmalah, karena surat ini adalah pernyataan perang total dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad ﷺ kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh 'Ali r.a.
pada musim haji tahun itu juga.
Selain daripada pernyataan pembatalan perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu, maka surat ini mengandung pula pokok-pokok isi sebagai berikut:

Keimanan:

Allah selalu menyertai hamba-hamba-Nya yang beriman
pembalasan atas amal­ amalan manusia hanya dari Allah
segala sesuatu menurut sunnatullah
perlin­dungan Allah bagi orang-orang yang beriman
kedudukan Nabi Muhammad ﷺ di sisi Allah.

Hukum:

Kewajiban menafkahkan harta
macam-macam harta dalam agama serta peng­gunaannya
jizyah
perjanjian dan perdamaian
kewajiban umat Islam terhadap Nabinya
sebab-sebab orang Islam melakukan perang total
beberapa dasar politik kenegaraan dan peperangan dalam Islam.

Kisah:

Nabi Muhammad s.aw. dengan Abu Bakar r.a. di suatu gua di bukit Tsur ketika hijrah
perang Hunain (perang Authas atau perang Hawazin)
perang Tabuk.

Lain-lain:

Sifat-sifat orang yang beriman dan tingkatan-tingkatan mereka.


Gambar Kutipan Surah At Taubah Ayat 72 *beta

Surah At Taubah Ayat 72



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah At Taubah

Surah At-Taubah (Arab: التوبة , at-Tawbah, "Pengampunan"‎) adalah surah ke-9 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 129 ayat.
Dinamakan At-Taubah yang berarti "Pengampunan" karena kata At-Taubah berulang kali disebut dalam surah ini.
Dinamakan juga dengan Bara'ah yang berarti berlepas diri.Berlepas diri disini maksudnya adalah pernyataan pemutusan perhubungan, disebabkan sebagian besar pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.

Berbeda dengan surah-surah yang lain maka pada permulaan surat ini tidak terdapat ucapan basmalah, karena surah ini adalah pernyataan perang dengan arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmalah bernapaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.

Surah ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad S.A.W kembali dari peperangan Tabuk yang terjadi pada tahun 9 H.
Pengumuman ini disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib pada musim haji tahun itu juga.

Nomor Surah9
Nama SurahAt Taubah
Arabالتوبة‎‎
ArtiPengampunan
Nama lainAl-Bara'ah (Berlepas Diri),
Al-Mukshziyah (Melepaskan),
Al-Fadikhah (Menyingkap),
Al-Muqasyqisyah (Melepaskan)
Tempat TurunMadinah
Urutan Wahyu113
JuzJuz 10 (ayat 1-93), juz 11 (ayat 94-129)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat129
Jumlah kata2506
Jumlah huruf11116
Surah sebelumnyaSurah Al-Anfal
Surah selanjutnyaSurah Yunus
4.8
Rating Pembaca: 4.4 (12 votes)
Sending







✔ QS AT-TAUBAH 9:72

[apsl-login-lite login_text='❤ Bookmark ayat ini?'] [bookmark]📖 Lihat Semua Bookmark-ku